Antara Cinta Dan Cita-citaku

Antara Cinta Dan Cita-citaku
ACDC bab 19


__ADS_3

Abel pun masuk kedalam Apartment mewah nya.


Dan antensi nya teralih saat melihat sosok habii di sana ,yang sedang berkutat dengan handphone ditangan kanan.


Habii yang menyadari kehadiran Abel pun langsung menoleh kan kepala nya.


menatap abel yang sibuk menaruh sepatu nya di laci depan pintu.


"Bel , sini duduk ada yang mau aku omongin.?"


katanhabii menatap abel dan menepuk sofa yang ada disamping nya .


untuk mempersilakan sang puan untuk duduk disamping nya.


"Ada apa .?"


sahut abel yang menduduki sofa di samping habi.


"Bel ,kok kamu masih kerja di Resort.?" tanya habi kepada istri nya ."terus ini pipi kamu kenapa.?" ucap habi menimpali menatap intens abel dan mengelus pipi nya pelan.


"Em, Aku masih ingin bekerja. " jawab nya pelan.takut membuat habi tersingung dengan ucapan nya.


"Tapi kan kamu udah punya aku bel.?"


tanya habii sambil memegang sebaskom kecil berisi batu es di tangan nya.


"Aku akan bosan kalau hanya kuliah saja." jawab abel sedikit memelas.


"Auw .!" teriak abell reflex atas tindakan yang di lakukan habi, mengompres memar di pipi abel.


" Baiklah,kalau kamu mau nya kayak gitu bel."


hab setuju keinginan abel dan melajutkan kegiatan nya kembali..


Habi tidak ingin memaksa abel untuk berhenti bekerja .


ia tidak ingin mengekang abel terlalu keras dengan keinginan nya ,yang berakhir membuat nya merasa tidak nyaman di sisi nya.


" bel kamu belum jawab ini pipi dan tangan kamu kenapa.?" tanya habi mengitimidasi.


"Tadi aku jatuh di **-oilet ..ah iya di toilet ." jawab abell bohong.


"Benarkah .?"


Habi mengeryitkan dahi nya heran.


ia sedikit bingung dengan alasan yang dibuat abel .pasal nya mana ada toilet resort bisa membuat seseorang terjatuh?


iya tau betul bahwa toilet di resort itu setiap harinya di jaga kebersih nya oleh OB.


"Habii aku masuk ke dalam kamar ia ,aku mau bersih-bersih."


abell meminta izin untuk pergi ke kamar.

__ADS_1


habi membalas mengangukan kepala nya dengan pelan.


Abel melangkah kan kaki nya menuju kamar dengan sedkit tertatih.


setelah pintu kamar terbuka, iya melempar kan tas nya di atas ranjang begitu saja.


dan begitu pula di susul dengan tubuh nya..


setelah begitu lama dengan posisi nya, abel melirik jam yang terletak di atas nakas.


menunjukan pukul 20.13 wib abel pun bersiap untuk mandi.


setelah abel selesai dengan ritual mandi .ia berniat untuk mengisi perut nya yang keroncongan meminta di isi.


melakah kan kaki nya menuju dapur melewati ruang keluarga yang biasa nya habi gunakan untuk menonton tivi.


abel mengendarkan pandangan nya ke sekeliling ruang tamu juga tetap nihil.


masih tidak melihat sosok habi disana dan dimna-mana."Apa habi pergi."monolog abel bingung mencari keberadaan sang suami.


klotekk...


suara benda jatuh di ruangan kerja milik habii.


abel mendekati ruang kerja suami nya dan menekan knop pintu dengan perlahan.


dan terlihat lah sosok habii yang tengah berdiri di kaca besar di sudut ruangan .


ting..tongg..


suara bel yang tengah di tekan oleh seseorang disana .


menandakan ada nya tamu yang berkunjung .


abel pun bergegas menuju pintu dan menarik nya secara perlahan.


Betapa terkejut nya ia melihat frey,sang Ayah mertua yang datang.


"Silakan masuk pak.?" sapa abel sopan .mempersilakan frey dan untuk masuk.


namun frey tidak memperdulikan abel ,iya memilih masuk dengan menyelonong begitu saja.


"Kenapa papi dateng kesini.?"


ucap habi yang tengah duduk menyender di kursi nya.


abel yang melihat kehadiran habii pun bingung,


kapan ia duduk disana?


Pak frey yang tengah berdiri di depan sang putra pun .


melakah menuju sofa tepat yang ada disamping Habi di ikuti pula dengan tante nya.

__ADS_1


"Papi mau kamu memceraikan abel". printah pak frey dengan tegas.


"Maaf pih , habii nggak bisa.? sahut habii menolak dengan lantang.


"Kamu itu pewaris keluarga kita, kamu harus menikah dengan sederajat dengan kamu .!"


ucap pak frey mulai emosi.


" apa pih , keluarga kita? coba papi pikir itu sebelum papi selingkuh dari mama dulu!


mungkin mama nggak akan pergi ninggalin kita pih.?"


teriak habi terpancing emosi dan kekesalan nya selama ini terpendam.


"Kamu lupakan masa lalu , jangan ungkit itu lagi.?!"ucap pak frey dingin.


"Nggak pih, nggak segampang itu? sampai kapan pun aku nggak akan ninggalin abel".


kata habi melangkah kaki nya pergi menuju kamar nya.


yang sama sekali tak menghiraukan teriakan dari Ayah nya.


"dasar anak tidak tau terima kasih." teriak pak frey murka.


brakkk..!!


suara pintu yang di banting dengan keras .


Pak frey yang emosi pun pergi keluar dari apartment habi yang di ikuti marini .wanita itu melihat abel dengan tatapan sinis dan memalingkan muka nya ketempat lain.


setelah pak frey pulang abel pun belari kecil menuju kamar.


menekan knop pintu dengan secara perlahan.


setelah pintu terbuka, abel pun masuk melihat habi yang tengah duduk di sofa ,pandangan nya pun tampak kosong disana.


abel yang menatap nya pun iba dan menghampiri nya .


"Habii ..kamu nggak papa kan .?" tanya abel yang tengah duduk di di depan kursi habi.


"Aku nggak tau .?." sahut habi lirih menundukan kepala nya.


"kamu bisa cerita sama aku, kamu nggak sendirian." jawab abel .


Habi yang mendengar ucapan abel pun berdiri memeluk nya. iya mengelam kan muka nya kedalam pelukan abel.


abel yang kaget dengan tindakan habi pun reflek memundur kan badan nya, tapi tindakan nya sudah terlebih dulu di tahan sama habi.


"Izinin aku bentar iya bel buat meluk kamu.?"


bisik habi di telinga abel meminta izin sejenak untuk memeluk nya sebentar.


abel pun hanya diam, dan tak lama itu abel mengiyakan dan membalas pelukan habi.

__ADS_1


__ADS_2