
"Sore mba nita" ucap abell menyapa nita manager di resort dima ia bekerja.
"Sore bel ,kamu udah dateng.?" sahut Nita tersenyum ramah
"Iya mba ,oh iya daftar belanja nya yang mau di beli mana mba.?" abel lagi bertanya .
"ada di ruangan saya ,kamu ambil sendri ya.?"
perintah nita sambil menguyah es krim di mulut nya.
"Okayy mba."
ucap abel melangkah menuju keruangan manager.
tiba-tiba langkah nya terhenti karna tangan nya di pegang dengan paksa oleh seseorang.
Brukkk...
suara benda yang terjatuh akibat benturan secara keras .
"Gue mau loe tinggalin Habii .?" acam wanita itu yang menarik abell ke toilet.
"Nama mba Exsa kan ia, yang nikah 6 bulan yang lalu kan .?"
abel bingung kenapa exsa menyuruh nya meninggal kan habi .
setau Abel kan mereka sudah nggak ada hubungan apa-apa lagi.
"Iya itu gue, tapi gue udah cerai sama dery !
dan gue mau balik sama habi."ucap exsa menatap sinis abel
"Maaf mba saya nggak bisa."
sahut abel latang dan berusaha meninggal kan Exsa.
namun belum sempat ia melangkah meninggal kan Exsa ,Exsa sudah terlebih dulu mendorong nya hingga abel terjungkal ke belakang.
"Aaakk..!" teriak abel sambil memeganggi pingang nya yang terbentur pojokan wastafel
"Heh ! gue tau loe ,kenapa nggak mau ninggalin Habii , karna dia anak orang kaya kan ? sedang kan elo hanya debu di pingiran jalan." Sahut Exsa sambil mendorong dan menyudut kan nya ke pojokan toilet.
"Maaf mba saya harus berkerja." Jawab abel yang berusaha tidak mempedulikan cemohan dari Exsa.
Exsa yang kesal karna abel tidak memperdulikan nya pun membuat wanita itu geram dan emosi nya semakin memuncak .
Plakkk..
Suara tamparan yang di layangkan oleh Exsa.
Abel yang kaget mendapat Reaksi seperti itu pun langsung memegangi pipi nya yang memar.
"Elo tu ngaca nih ! Habi tu milik gue ! hanya gue.loe nggak pantes buat dia.!"
Teriak Exsa sambil memegangi bahu abel kuat mengahadap ke cermin yang terletak di toilet.
Iya menatap cermin itu dengan lekat. Mata nya rasanya memanas, seperti ada yang mau tumpah disana .
__ADS_1
pipi yang mulus tampak memar akibat tamparan dari Exsa
entah seperti apa penampilan nya sekarang..sangat kotor ? itu benar karna iya terjatuh tadi akibat di dorong.
Exsa pun meninggal kan abel dan melangkah keluar dari toilet.
dan abel pun menumpah kan segala nya disana.
"Hiks...hiks..
"Abel ,loe kenapa kok nangis..?" kata rekan kerja abell.
abel yang melihat seseorang masuk pun segera mengusap air matanya.
dan mulai tersenyum seolah tidak terjadi apa-apa.
"Eh mba desi ,nggak papa kok. tadi aku keinget ibuku saja".? ucap Abel berbohong dan membasuh muka nya dengan air keran.
untuk menghilangkan sisa-sia air mata di pipi nya .
"Beneran bell.?"
desi tidak begitu yakin bahwa abel sedang dalam keadaan baik-baik saja.
liat saja pipi nya yang memar keunguan.
dan di balas anggukan kecil dari abell...
"Mba saya permisi dulu." ucap abel meminta izin untuk keluar dari toilet.
teriak desi takut nanti abel tak mendengar nya.
Abell yang mendengar ucapan desi pun bingung. " Kenapa pak dirga mencari nya.? ucap abell dalam hati.
kaki abell pun bergegas melangkah kan kaki nya menuju ruang dirga .
setelah sampai disana,abel pun meminta izin asisten dirga untuk masuk kedalam.
setelah mendapatkan izin, abel pun mengetuk pintu ruang milik dirga.
tok.. tok tok..
sambil menunggu jawaban dari bos nya itu abel pun menetral kan jatung terlebih dulu.
Masukk..
jawab seseorang di dalam ruang itu.
Abel mendorong pintu itu secara perlahan.setelah pintu terbuka mata nya tertuju .
kesalah satu pria yang sedang duduk di pingiran sofa menatap dokumen yang ada di tangan nya.
"Bel ,akhirnya kau datang juga.?"
Ucap dirga yang tengah duduk di kursi kebesaran nya itu.
abel yang sejak tadi enggan untuk berpaling pun ,
__ADS_1
akhirnya tersadar dari lamuna nya .antesi nya beralih kearah dirga .
habi yang tengah sibuk dengan dukomen di tangan nya pun mendongkak kan kepala nya saat mendengar nama abel disebut oleh sahabat nya.
dan kepala nya pun menoleh ke seseorang yang tengah berdiri di depan pintu.
netra kecoklatan nya tertuju kepada sosok abel disana .
habi pun menatap nya secara intens.
"Maaf pak, ada apa iya memanggil saya .?"
ucap abel yang akhir nya membuka bicara setelah ia lama terdiam.
"Bel , Kamu ikut saya , ke swalayan untuk membeli bahan untuk menu baru di resort kita."
sahut dirga menatap abel dengan lekat.
abel yang mengerti maksud dari dirga pun hanya mengangukan kepala mengerti.
ia pun menoleh ke arah sosok pria yang sedari tadi menatap nya dengan tatapan mengintimidasi kearah nya.
deg...
abel menelan saliva nya kasar saat mata mereka kembali bertemu.
"okay kalau gitu , tunggu sebentar ia bel .
sayabmau angkat telfon dulu."
Ucap dirga berdiri dan melangkah keluar ruang .
tinggal lah Habi dan abel diruangan itu .
abel yang merasa risih di tatap seperti itu pun memalingkan mukanya ke tempat lain.
menetral kan kegugupan di diri nya.
Habi menaruh dokumen yang ada di tangan nya ke atas nakas .
dan melangkah kan kaki nya mendekati kearah sang istri .
matanya tertuju ke arah pipi yang biru keunguan.
"Abell kau terluka.?" ucap habi bertanya.
tubuh nya ia condongkan ke arah abel dan mengelus pipi abel yang memar.
Abel yang kaget dengan gerakan Habi pun sontak memundur kan langkah nya dan menggeleng pelan..
ckrekkk...
suara knop pintu yang di dorong seseorang .sontak membuat abel dan habi pun menoleh kearah pintu.
"bel ayok kita pergi." ajak dirga tampa permisi menarik tangan abel.
abel yang tidak siap pun terhuyung terpaksa mengikuti langkah dirga.
__ADS_1