
"Bel , elo kenapa ? dari semalem kok diem aja.?" tanya mima khawatir dengan perubahan sikap sang sahabat yang tak biasa .
"Ehm...aku nggak papa kok." sahut abel tersenyum tipis .
"beneran ? elo nggak papa.?"kata mima cemas, yang di bales anggukan kecil dari abel.
"Yaudah ...di makan dong bakso elo, jangan cuman di aduk- aduk doang." jawab mima menatap sahabat nya itu."Ntar tu bakso pusing ,di aduk-aduk tampa kepastian buat di makan.?"
Mima mencoba untuk bergurau ,berharap abel kembali dengan mood baik nya.
Entah masalah apa yang sedang di hadapi oleh abel ,mima ingin tahu ? tapi ia juga tidak ingin memaksa bila abel tidak ingin bercerita tentang apa ,yang sedang abel fikirkan.
"Iya bawel." ucap abel tersenyum lebar mencubit pipi bakpou mima.
"Ih..abel sakit tau."mima memanyun kan bibir nya sebal."Eh..elo nggak kerja .?" kata mima menimpali .
"Nggak , aku mau berenti kerja ."jawab abel dengan mimik serius .
"Kenapa ? elo ada masalah iya sama kerjaan loe.?"
mima menegak kan tubuh nya berpindah duduk di depan abel ,meminta penjelasan .abel mengelengan kepala pelan.
"Aku mau ikut test beasiswa desain di London" ucap abel menompang dagu nya menatap mima .
mima yang mendengar ucapan abel pun sedikit terkejut.
mima kira selama abel sudah menikah, ambisi nya untuk meraih cita-cita nya tidak penting lagi.
teryata dia salah ? ambisi nya untuk menjadi perancang busana itu masih ada pada diri nya dan berniat untuk mengapai impian .
"Elo yakin bel ? kan udah nikah , gimana sama Habi.?" tanya mima serius ,ia takut sahabat karib nya itu terlalu berambisi dan itu tidak bagus untuk dirinya.sesuatu yang terlalu berharap tidak baik kan ? iya kalau tercapai ,kalau tidak bisa gila nanti nya.
abel yang mengerti maksud ucapan mima pun mendongkak kan kepala nya ,menatap sahabat terbaik nya itu dengan mimik serius .
"Habi ...akan setuju , karna dia telah berjanji setelah dia menikahi ku , dia tidak akan melarang ku untuk meraih impian ku." Ujar abel menyakin kan mima kembali.menepuk pelan pundak mima agar tidak terlalu berkhawatir .
mima yang mendengar ucapan abel sedikit gelisah .
bagaimana nanti kalau ada masalah yang membuat hambatan untuk abel meraih cita-cita nya, apa dia akan egois mementingkan ambisinya.
"Mima...!"
teriak abel di telinga sahabat nya itu membuat lamunan mima pun buyar .
"Aakkh, iya" ucap mima spontan .
"bengongin apaan sih.?"tanya abel
"nggak ada ." ucap mima menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"Kalau gitu aku duluan iya Mim , mau ke resort buat ngundurin diri."pamit abel yang membereskan barang-barang nya .
"Iya hati-hati." ucap mima singkat.
Abel melangkah kan kaki nya keluar kantin kampus.
dan berjalan menuju halte busway yang tidak jauh dari letak kampus nya itu.
****************
abel melangkah kan kaki nya menuju ruang Nita ,sang manager di resort ia bekerja.
"siang mba nita."
sapa abel kepada wanita yang tengah duduk di kursi nya itu.
membuat atensi nita yang tadi nya berkutat laptop jadi teralih, menatap seseorang yag menyapa nya.
"Eh , Abel ada apa ?" ucap nita tersenyum ramah melihat abel di ambang pintu.
"Ehm, saya mau ngasih ini mba."ucap abel memberikan amplop coklat kepada nita.
Nita menerima nya ,mengerut kan dahi nya .menatap amplop dengan sekilas.
"ini apa.?"nita bertanya meminta penjelasan .
"Ini surat pengunduran diri saya mba." cicit abel mendukan kepala nya .
Raut wajah nita terkejut ,tetapi itu hanya sebentar .lalu ia
__ADS_1
menganguk kecil paham.
"Ada apa bel? tiba- tiba kamu ingin berhenti.?" nita bertanya dengan nada lembut
"saya mau fokus sama cita-cita saya mba"
cicit abel spontan ,nita pun mengagukan kepala nya tanda bahwa dia mengerti.
Nita faham ,cita-cita itu penting untuk meraih kesuksesan dan masa depan yang cerah.siapa sih yang tidak ingin bila masa depan nya mapan dan terjamin.
meskipun.harus di sayangkan ,bila abel harus berenti kerja .karna nita sudah terlalu suka dengan kinerja abel yang telaten dan teliti dalam memilih produk bahan makanan .
"Okayy...saya mensetujui nya."jawab nita menatap abel dengan senyuman lebar nya..
raut muka abel pun bersemu saat mendengar ucapan manager nya .
ia mengulas senyuman manis di bibir mungil nya itu dan menghambur memeluk tubuh Nita."Eh maaf mba ,abel terlalu seneng ."
Abel melepaskan pelukan kepada nita ,ia merasa cangung tampa permisi atau izin ,main peluk saja.
"Makasih mba, kalau begitu saya permisi dulu"
pamit abel sopan dengan senyuman yang tak pernah luntur di wajah nya.
Yang di balas anggukan kilas dari nita.
Abel pun merasa lega, dia bisa berhenti kerja dengan cepat seperti ini ,abel kira akan susah dan lama .mengingat abel masih terikat kontrak kerja.
"Abel ..!"pangil seseorang yang belari menuju kearah nya.
"Pak dirga." gumam abel ragu menghentikan langkah nya.
"ada apa iya pak memangil saya.?"tanya abel .
"Saya dengar dari nita kamu mengundurkan diri dari resort ? kenapa .?" ujar dirga bertanya dengan suara serius.
"Iya pak , saya mengundurkan diri." cicit abel tersenyum kikuk.
"Kenapa ? apa karna semalem saya menyatan cinta kepada kamu.?"
dirga menyelidik abel dengan tatapan sinis mengintimidasi nya .
"bukan pak, saya mau fokus kuliah ."sahut abel yang menundukan kepala nya takut ,dirga menatap abel dengan tatapan elang nya.
"Abel saya mohon , saya benar-benar mencitai kamu." ujar dirga menarik tangan abel ,memaksa memeluk tubuh wanita itu.ia pun terkejut dirga berbuat demikian .
"maaf pak saya tidak bisa , saya sudah menikah."
abel menolak, mencoba melepas kan tangan nya dari gengaman dirga.
"Abel kamu bohong.!" ucap dirga yang menarik abel dalam dekapan kembali.
abel yang mendapat tindakan seperti itu lagi pun kaget berusaha untuk melepas kan pelukan dirga.
jika karyawan resort tahu bila bos mereka memeluk nya bisa gawat ,ia pasti di cemoh apa lagi kalau habi tau .abel tidak ingin lelaki itu salah paham terhadap nya.
Tak jauh dari sana sepasang mata menatap mereka dengan tatapan intens dan dengan mimik wajah tampa ekspresi .rahang nya mengeras ,kedua tangan nya mengepal .
"Hemz..!"
suara deheman membuat abel dan dirga menoleh ke asal suara .
Deg...
datar abel berdesir , Abel terkejut melihat sosok pria yang tengah berdiri yang tak jauh dari nya.
menatap nyalang dan menahan emosinya.
"habi." gumam abel tak percaya.
abel pun mendorong pelukan dirga dan melangkah cepat menuju habi yang menatap nya dengan lekat.
"Habii , abel bisa jelasin " kata abel dengan mimik serius mencoba menahan tangis nya.
"Jelasin apa bel ? semua nya bukan mya sudah jelas ."ucap habi yang menatap abel sinis.
"Bel , kenapa elo harus jelasin ini semua ke Habi ? emang kalian punya hubungan .?" ujar dirga bingung .
"Karna ...Habi , su-suami nya abel ."
__ADS_1
cicit abel pelan menundukan kepala nya, iya tak berani menatap kedua pria yang ada di depan nya itu.ntah sejak kapan air mata nya jatuh membasahi kedua pipi nya.
"APAA..!"teriak dirga kaget."nggak mungkin ,kapan elo nikah nya.?"dirga masih belum percaya menatap habi meminta penjelasan.
"Abel istri gue dir , gue nikahin dia 2 bulan yang lalu" ucap habii smpontan membuat dirga membulat kan kedua bola matanya itu.
"Gue nggak percaya ! dan ingat bi gue akan rebut abel." teriak dirga yang meninggal kan sepasang pasuntri itu.
Habii menarik tangan abel ke taman yang terletak di belakang resort itu.
dan menatap nya dengan tatapan intens nya.
"Ha-habii ,abel bisa jelasin ini semua." ucap abel yang menahan tangis nya.
"Ada hubungan apa elo sama dirga.?" ucap habi ketus menahan amarah.
"abel nggak ada hubungan apa-apa sama pak dirga." ucap abel sambil mengelengkan
kepalanya .
"Okay.... kalau gitu tolong jelasin maksud dari foto ini ,Apa.?!"
habi memperlihat kan sebuah foto yang ada di ponsel nya.
"Ituuu.. . ?" ujar abel bingung mau menjelas kan dari mana
bagaimana habi bisa mendapat kan foto nya bersama dengan dirga ke acara ulang tahun meysa.
"JAWAB BEL" Sentak habi menarik lengan abel dan mencengkram nya kuat.
hiks...hiks..
abel meringis kesakitan saat pergelangan tangan nya di cengkram kuat habi meninggal kan bekas memar disana.
"K-kemaren, pak dirga memintaku untuk menemaninya ke pesta ulang tahun meysa."
"HA..HA! Tawa habi pecah ,mengusap wajah nya kasar frutasi
" begitu mudah nya kamu jalan dengan pria lain ?disaat aku keluar kota bel? jadi ini sifat asli mu.?!"
habi tertawa sinis mendorong bahu abel mengunakan jadi telunjuk nya membuat abel mundur satu langkah .
"Habii ... abel salah ,tolong maafin abel" ucap abel bergetar memohon maaf .
Habi menepis kan tangan nya dari tangan abel.
iya pun memilih melangkah pergi meninggal kan abel terduduk di atas tanah ,akibat di tepis habi secara kuat tadi.
abel pun berdiri ,mengejar habii yang masuk ke dalam mobil yang iya kendarai .dan melaju dengan kecepatan tinggi.
abel yang melihat itu pun berniat untuk mengejar nya ,dengan di iringi berteriak minta maaf.
"Habii ! maafin abel .!" teriak abel yang terjatuh di aspal karna tidak sanggup mengejar habi lagi.
"Abel.. ?" gumam seorang gadis yang tidak jauh memparkir kan mobil nya dari abel berdiri.
"Hemz,ini kesempatan gue buat nyingkirin dia"
serigai tersenyum sinis,wanita itu pun memacu kendaraan nya dengan kecepatan tinggi .
Dan...
Bruukkk....!!
"uhuk..uhuk huekk..
abel berguling..guling di aspal dan memuntahkan darah yang ada di mulat nya akibat benturan kuat di dada dan perut nya .
iya melirik menatap sosok wanita yang menatap nya dengan sebyuman senang,seakan menginginkan abel tiada...
"E-e-xsa.." lirih abel tersengal dan terbatuk-batuk .
"HaHaHa! mampus elo bel! kalau gue nggak bisa dapetin Habii ,maka nggak ada seorang pun yang boleh sama dia"
Tawa Exsa yang melihat abel tergeletak di atas aspal tak berdaya dengan lumuran darah di seluruh badan nya.
"bye abel ." ucap exsa yang mengendarai mobil nya meninggal kan abel disana.
melihat gadis yang bergeletak disana dengan lumuran darah, ibu-ibu pun minta tolong warga terdekat untuk membawa Abel ke rumah sakit yang tidak jauh dari sana.
__ADS_1