
**Assalamualaikum..
Minta dukungan nya ia , jangan lupa like dan coment,votenya lalu hadiah..
terima kasih**,...
Happy reading....
...----------------...
Tidak terasa waktu berlalu begitu sangat cepat.
sudah dua bulan yang lalu, sejak kejadian waktu itu .ketika Abel berniat ingin mengaborsi janinnya, dan kini sekarang kandungan ku hampir memasuki trimester kedua kehamilan ku tempat nya 19minggu .
Perut abel sudah mulai keliatan membucit dan bulat,entah kenapa malam ini wanita hamil itu terjaga dalam tidur .
netra Abel melirik kearah jarum jam, terletak diatas nakas .tepat di samping tempat ranjang.
pukul 02.00 pagi dini hari ,entah kenapa Ia gelisah dan terus membolak balikan badanya gusar.ia terjaga di tengah malam seperti ini,tiba-tiba begitu menginginkan sesuatu.
Abel terus menggeser sedikit badan tubuhnya serasa tidak nyaman."Sayang ,apa segitunya kamu menginginkan itu.?monolog Abel mengelus lembut perutnya.
Tangan lentik itu terus mengelus ,perut yang buncit itu."Hah ! tidak bisa dibiarkan."
Abel mendengkus lelah,kepalanya menoleh kearah sosok pria yang tengah tertidur pulas disamping nya.
"Habi..!!" gumam abel memanggil , lalu menepuk sekilas lengan kekar sang suami.
"Hehgggh.." lenguh pria itu dalam tidur.
"Habi.. bangun ."ucap abel sedikit mengujang tubuh habi lagi."Abel nggak bisa tidur."cicitnya menunduk.
mata pria terbuka dan mengerjam sebentar "Eh.. iya apa sayang.?"Habi menatap Abel setengah malas.
Manik habi menatap lekat Abel ,dan sesekali setengah terpejam.pria itu duduk setengah menyender dipan ranjang .
wanita itu diam memperhatikan suaminya yang menguap mengantuk "Hm,Abel... pengen.. s-sesuatu." cicit abel pelan.
__ADS_1
kening habi mengkerut .ia menatap abel ,lalu melirik kearah jam yang ada disekitar nakas .
Pukul 02.15 pagi , pria itu menatap abel penuh rasa heran dan curiga .sedangkan wanita hamil itu sendiri malah asyik mengelus-ngelus perut buncit nya .
"Emang nya kamu pengen apa.?"tanya habi menatap curiga.
abel berfikir sebentar ,ia sedikit ragu berkata."A-aku ..hm,pengen soto lamongan yang ada di jl. sudirman itu."
Mata Abel berbinar menatap penuh harap kepada Habi.
"Hah ! malam malam gini mau cari dimana bel ? dan butuh waktu 30 menit untuk sampai kesana ."
habi memasang muka kaget."Emang nya masih buka ia jam segini.?"kata Habi lagi mulai membujuk perempuan hamil itu.
Abel diam tak bergeming,ia melipat bibir bawahnya kebahawah.
"Habi...abel tidak akan bisa tidur, jika tidak memakan soto Lamongan ." pinta abel masih kekeuh dengan nada sedikit memelas .
Pria itu menelan salivanya "huhff..okey.!" jawabnya parah ,bertanya itu menatap kearah perut buncit abel kembali .
Bukannya sudah menjadi tugas pria itu,jika Abel tiba tiba mengidam sesuatu ,lagi pula Habi sudah berjanji akan menjaga istri dan calon buah hati.
"Besok aja yah sayang.?" ucap nya mengelus rambut abel lembut.mecoba membujuk Abel kembali .
kalau Habi fikir lagi bakalan sia-sia pergi jam segini,pastinya udah pada tutup.
"Kamu... nggak kasihan sama dedek bayinya? nanti dia sedih loh. terus nanti kalau nggak di turutin pas udah lahir ngeces terus ,kamu mau.?"ucap abel sedikit memaksa.
Habi terkejut, mengusap kasar wajahnya."percuma saja dibujuk tapi tetep aja nggak bisa.?"monolognya dalam hati.
"Iya..iya ,yaudah aku pergi. aku beliin sotonya dulu ,kamu tunggu aja dirumah."ucapnya beranjak dari ranjang ,lalu mengambil kunci mobil yang ada di meja nakas.
Abel mengangguk cepat, bibirnya tersenyum lebar .
...****************...
Setelah lama berkeliling mengitari kota sumatra selatan itu.
__ADS_1
Akhir nya mobil alphard hitam yang di bawa Habi berenti tepat di sebuah warung pingiran jalan, yang diketahui tutup pada menjelang azan subuh.
"Gini amat nurutin bumil."kekeh Habi geli menatap jalanan sepi .
Dan tidak berselang lama ,ia mendapatkan apa yang ia cari .habi mulai mengendarai mobilnya kembali pulang ,melaju pesat diatas aspal yang cukup sepi itu.
wajar saja sepi ,mana ada orang berkeliaran ditengah malam seperti ini kalau tidak ada kepentingan.ini saja sekarang masih pukul 3.45 pagi .
"Hufh ! akhir nya sampai juga."habi membuang nafas berat .mesin mobilnya itu di matikan sesaat setelah mobil itu terparkir di basment gedung afaresidence .
kaki Habi melakah kaki cepat dan lebar menuju penthouse.
Clikk...
habi masuk keunit nya ,ia mengambil piring beserta sendok.membawa menuju kamar mereka.
Krekkk....
hab menekan handle pintu pelan , membuka nya dengan hati-hati.
"Yah ..kok malah tidur sih.?"kata habi melangkah menghampiri abel yang tengah tidur menyender.
"Sayang.. ini aku bawain soto lamongan nya."cicit Habi pelan membangunkan Abel.
"Hehggghh."" lenguhnya terganggu mencoba menggeser tubuhnya berbaring di kasur.
pria itu duduk "sayang..." pangilnya pelan mencoba mendekatkan wajahnya ke wajah abel.
"habi...jangan ganggu."desis Abel kesal , karena Habi mengusik tidurnya."aku ngatuk sekali." sambungnya lagi setengah terpejam.
"tapi kan kamu tadi pengen ini."Habi menaikan sebelah alisnya.
"Aku..sudah nggak mau lagi.buat kamu aja."ucap abel spontan dan kembali dalam tidurnya.
"huh!".habi memutar bola matanya "tau gitu tadi nggak usah nyari."katanya membuang nafas kasar.
"Bunda...adek ngerjain ayah ya sayang.?"monolognya berbicara didepan perut abel ,tangan Habi mengelus lembut perut sang istri.
__ADS_1
Habi membenarkan posisi Abel,lalu berjalan memutar kesisi ranjang, naik keatas kasur.tangan kekarnya melingkar tapat kearah perut buncit abel.dan tidak butuh waktu lama mata itu pun sedikit memberat lalu terpejam kealam mimpi yang sempat tertunda.