Antara Cinta Dan Cita-citaku

Antara Cinta Dan Cita-citaku
36


__ADS_3

Di pagi hari yang mendung,di iringi dengan rintikan tipis hujan. terlihat sosok abel terus menerus menatap langit-langit kamarnya.


bulu matanya yang lentik engan untuk terperjam lagi.


sejak iya hamil abel sering sulit tidur .bahkan di malam hari iya sering terjaga di tengah malam .


badan abel iya miring kan menghadap sosok pria yang tertidur pulas di samping nya.


merasa kurang nyaman tangan habi yang melingkar di perut buncit .abel memindah kan secara perlahan agar tidak mengusik suami nya itu.


Abel bangkit dari tempat tidur nya iya berjalan keluar dari kamar nya menuruni satu per satu tangga .


mata terus menyusuri ruangan di depan nya terlihat para maid sedang sibuk dengan aktivitas nya.


abel hampir lupa bahwa iya tidak lagi tinggal di apartment afaresidence.


melain kan tinggal di rumah mewah .


hidup nya benar-benar berubah total sejak iya bertemu Sahabi.


yang dulu nya iya hidup susah setiap hari nya iya harus bekerja untuk memenuhi hidup nya.


Tapi sekarang tidak lagi hidup nya benar-benar berkecukupan bahkan lebih .


Kaki nya iya langkah kan menuju dapur yang cukup luas dan tertata rapi disana.


terlihat sosok perempuan muda yang sedang sibuk dengan masakan nya.


"Selamat pagi nyonya." ujar nya meyapa kedatangan abel.


merasa sangat asing dengan panggilan nyonya terhadap nya, iya hanya tersenyum tipis. mata nya terus iya kerjap-kerjap kan menatap nya.


"Ada yang bisa saya bantu nyonya.?" ujar nya bertanya kepada abel yang hanya mematung disana.


"ah tidak , aku hanya ingin minum air saja ." sahut abel kaku .


"baiklah nyonya." sahut nya spontan melanjukan masakan nya.


abel menuju meja makan yang telah tersedia bermacam-macam makan disana .


dari nasi goreng lengkap dengan telur , dan roti tawar dengan beraneka rasa coklat,kacang dan rasberry.


Tap..tap .!!


suara langkah kaki menuruni tangga dengan tergesa-gesa.


terlihat habi menuju ke arah nya bahkan iya telah berpakaian rapi dengan kemeja biru dongker di tubuh nya.


"pagi sayang."


sapa habi seraya menghampiri abel dan mencium ubun-ubun kepala nya .


badan nya iya senderkan di kursi kosong tak jauh dari abel duduk.


abelcmenoleh ke arah nya dengan senyuman lebar di bibir nya.


"Sstttt..!! desis abel mengelus pelan perut nya


habi yang melihat tendangan di perut abel pun ikut mengelus nya .


wajah nya itu di dekat kan ke perut abel .


"Hai anak ayah ,kamu laper ya.?" ujar nya bertanya. tangan kekar nya iya lingkar kan ke perut abel dan mencium nya bertubi-tubi setiap detail perut buncit istri nya itu.


abel yang mendapat perlakuan yang tidak biasa itu sontak melotot kedua bola mata nya.


habi yang menyadari abel hanya diam ,tampa suara mendongkak kan kepala nya menatap ke arah nya.

__ADS_1


"sayang ada apa.?"


Abel menggeleng kan kepala nya pelan .


tangan nya meraih sepotong kue coklat yang iya ambil di dalam kulkas tadi dan mulai memakan nya dikit demi sedikit.


setelah puas dengan perut abel habi bangkit dari jongkok nya .


iya duduk kembali di kursi dan mulai menyuap kan nasi goreng telur polong di mulut nya.


...****************...


ting..tong..!! suara bel rumah berbunyi .


terlihat sosok maid berlari menuju ke arah pintu .


dan mulai membuka pintu terlihat sosok tamu disana.


"maaf apa saya bisa bertemu dengan abell.?"


"anda siapa nya nyonya.?" ujar nya seraya menatap intens penampilan biasa saja sosok wanita di depan nya.


"Saya Tami , sepupu abell.?" sahut nya menciut karna tatapan mengintimidasi sang maid .


"oh silakan masuk , nyonya ada di meja makan bersama tuan.?" ujar nya mempersilakan masuk tami untuk mengikuti langkah nya menuju boss nya.


"nyonya abel ada wanita yang mencari nyonya." ucap sedikit membukuk menatap engan ke arah abel


"siapa mba." tanya abel penasaran.


mata abel tertuju ke sosok perempuan yang iya ketahui adalah tami sepupu nya..


abel bangkit dari duduk menghampiri Tami yang tengah memadang takjub seluruh rumah milik abel.


"mba Tami.? teriak abel memanggil nya.


"abell.!!" jawab nya menghampiri abel di meja makan.


"ganteng banget."gumam nya menatap habi dengan tatapan memuja.


habi menoleh ke arah Tami yang berdiri di depan nya .


menatap nya dengan lekat bahkan engan untuk sekedar mengerjap ka mata nya.


"Mba Tami kenalin ini habi suami abell.?" ucap abel menujuk ke arah habi memperkenal kan .


Mulut Tami sontak terbuka , iya tak percaya bahwa abel seberuntung itu. mendapat kan suami yang tampan dan tajir menurut nya.


"Tami, sepupu abel ."ujar nya menjulur kan tangan nya ke arah habi.


habi menyambut uluran tangan tami dengan senyuman manis di bibir nya.


"Sahabi .? "ujar nya spontan.


"Mba Tami sini ikut sarapan". sahut abel mempersilakan tami duduk di kursi tepat di depan mereka.


Tami hanya mengangguk pelan mensetujui ucapan abel.


dreakkk.


suara kursi di tarik oleh ma tami


mata nya terus menerus menatap pria yang tengah asyik dengan ponsel nya.


"Sayang , aku pergi dulu ya."


ujar nya mencium pipi abel dengan lembut.

__ADS_1


mata habi menatap ke arah tami dengan senyuman tipis nya habi pamit untuk pergi.


setelah habi ilang dari padangan abel iya antusias bercengkrama dengan Tami.


"bel , aku kira suami mu itu alam.?"


"Alan mba ."sahut abel menatap nya.


"Kamu beruntung banget bel ,dapet suami yang genteng , kaya pula. mba juga mau bel punya suami kayak gitu ,gpp deh jadi yang kedua."ujar nya menyampaikan semua yang ada di benak nya.


Raut muka abel berubah seketika mendengar ucapan yang di lontar kan sepupu nya .


abel sering gelisah iya takut kalau nanti nya abel akan ke hilangan sahabi sebagai suami nya .


karna derajat nya dan suami nya sangat lah berbeda .


"mba nggak ada maksud apa-apa kok bel ." ujar nya khawatir melihat ekspresi wajah abel.


"nggak papa kok mba." sahut abel menenang kan tami yang merasa bersalah sudah melontar kan itu semua.


"gimana sama kuliah mu bel.?"tanya nya mengubah topik pembicaraan .


"udah selesai mba , tinggal nunggu wisuda aja.?"ujar abel memberikan senyuman tipis nya .


"Oh syukur lah."


"mba tami tau dari mana aku tinggal disini.?"


tanya abel merasa penasaran menunggu jawaban dari sepupu nya itu.


"tadi aku ke apartment mu bel .ibu ngasih alamat nya , sesampai disana kata satpam kamu udah pindah kesini." jawab nya menceritakan kejadian kenapa iya bisa sampai .


"Ayo mba kita ke kamar aja .?" tawar abell .


"boleh bel.? jawab nya tersemyum lebar.


langkah kaki mereka menaiki tangga untuk sampai ke lantai dua tempat dimana kamar abel berada.


tangan abel membuka gagang pintu .


setelah pintu terbuka terlihat kamar yang luas dan tersusun rapi di depan nya.


udara dingin dari kamar berhembus keluar saat pintu terbuka dengan sempurna.


"wow ." gumam tami membuka mulut nya memasuki kamar milik abel.


"Hidup mu benar-benar berubah bel 95% ." ujar nya memuji kehidupan abel yang sekarang jauh dari sebelum nya.


angan abell melayang ..benar apa yang di ucap sepupu nya .


dia yang miskin hidup sebagai yatim piatu .


berbanting tulang mencukupi kehidup nya, iya rela kerja lembur setiap hari nya tampa memikir kan tubuh nya.


Sejak iya menikah dengan habi hidup nya berubah .


sekarang iya memiliki segala nya rumah , makan ,pakaian bahkan uang.


dan yang terpenting suami yang benar-benar menyayangi nya.


bibir nya tersenyum mengingat dimana iya bertemu dengan habi


abel mulai menyadari bahwa iya mulai mencitai suami nya begitu dalam.


sahabi adalah hidup nya dan calon bayi nya adalah seluruh raga nya.


mereka berdua adalah alasan abel untuk hidup di dunia ini .

__ADS_1


iya benar-benar bersyukur memiliki anugrah yang allah berikan pada nya.


💜💜💜


__ADS_2