
Drrrtttt...drtttt...
suara decitan koper yang di seret secara paksa oleh seseorang.
langkah gontai kakinya semakin pelan ,dengan pandangan mata terus meyusuri stasiun bus disana.
terlihat sosok wanita kurus berambut pendek tengah kebingungan mencari seseorang,
tangannya meraih benda persegi panjang dan menekan nomer seseorang disana.
"Tuttt.....
"Hallo..!"ucap seseorang di seberang sana.
"Hallo rumah kamu dimana.?"tanya nya lagi
"mba ada di kota palembang.?"ujar nya bertanya.
"Iya.. aku lagi di stasiun bus ini.?"
"Ehem.. okayy mba tunggu sebentar , aku kesana.?" ujar nya mulai tergesa-gesa.
"hufh." ujar nya seraya menatap ponsel yang ada di tangan mya.
badan nya tengah menyender di ku dan mematikan' sambungan pangilan secara sepihak .
Tut..tut..tut
angannya tiba-tiba melayang memikirkan sesuatu di kepala nya .mulutnya yang mungil itu terus menguap .
tak lama itu mata nya mulai memberat perlahan-lahan menutup kedua mata nya.
...****************...
Brakkk....!!
suara gebrakan pintu kamar mandi yang di buka secara paksa oleh seseorang.
"Sayang.?"
abel menoleh ke asal suara bariton di sana yang tengah duduk di depan layar Laptop nya.
Merasa tak ada jawaban disana habi melangkah kan kaki menuju perempuan hamil yang tengah berdiri di depan kaca meja
rias disana.
"Kamu mau kemana.? "ujar nya memeluk abel dari belakang.
"Ehem Ak-aku mau jemput sepupu aku?" jawab nya terbata-bata menatap habi dari cermin besar disana.
tangan habi membalik kan tumbuh mungil abell menghadap ke diri nya.
mata nya menatap intens dari atas kepala sampe ujung kaki nya.
badan abel yang dibalut dengan dress berwarna pink selutut bercorak putih polka-dot di dada nya.
membuat nya tampak imut dengan pakaian .
perut nya yang buncit membuat nya terus
mengembang kan senyum ke arah perut nya.
"sepupu.?" ujar nya bertanya
"Anak bude lastri.!" ucap nya spontan.
"Bukan nya bude lastri pindah ke jogya.?" ujar nya mengkerut kan dahi nya.
"iya.. dia gantiin bude dagang di kantin kampus ." sahut nya menoleh ke arah jendela kaca besar disana.
"Astafirullah.!"
teriak abel lirih ketika ia hampir melupakan sesuatu .
tangan nya meraih tas kecil selempang atas meja rias nya.
"aku antar ya sayang.?" tawar habi.
"nggak usah ya , biarin aku sendiri aja ke stasiun . kamu sibuk kan ngurus keuangan resort." sahut abel melirik habi.
"okayy... tapi kamu di jemput alan ya.?" habi berujar menatap istri nya lekat.
"Alan.? dia siapa.?" kata abel penasaran .
"dia supir kita , aku baru mempekerjakan nya kemaren.?" ujar nya santay kembali duduk di depan monitor laptop nya.
"Kenapa.? aku bisa pergi sendiri.?" ujar nya bingung meminta penjelasan
__ADS_1
"Abel kamu tengah hamil 6 bulan dan aku tidak bisa selalu mengantar mu . sejak dirga ke jerman urusan resort jadi aku semua yang handle. ku mohon mengerti lah."
"Baiklah.."
sahut nya mengalah iyae tau bahwa suami nya itu mecemas kan keselamatan nya .
semejak iya hampir mati di tangan exsana .
"Ayo aku atar menemui nya."ajak nya menarik tangan abel .
mereka pun keluar dari apartment milik nya dan melangkah kan kaki menuju lift ke arah besmen..
tak lama itu pintu lift terbuka mereka pergi ke besmen menuju parkiran Lexus milik nya.
"Alan.! panggil nya.
terlihat sosok pria yang tengah berdiri membelakangi mereka .
merasa nama nya di panggil pria yang bernama alan itu menoleh kan kepala nya ke arah nya.
"Selamat pagi tuan Habi." ujar nya memberi sapaan kepada bos ya itu.
"alan ini istri saya abell."sahut nya membalas anganguk singkat di kepalan nya.
"selamat pagi nyonya , perkenal nama saya alan." ujar nya menatap abel sopan.
"Eh...s-salam kenalan juga.?"ujar nya grogi mengulur kan tangan nya.
mata alan menatap ke arah habi iya bingung mau membalas uluran tangan istri bos ya itu.
setelah di beri isyarat oleh habi alan menyambut uluran tangan abel .
"Alan kamu anterin istri saya ke stasiun bus."
"baik tuan ." ujar nya
"sayang kamu hati-hati ya di jalan." ucap nya memeluk tubuh mungil abel.
abel mengangukan kepala nya tanda iya setuju atas ucapan suami nya itu.
"Silakan nyonya."
ujar nya seraya mempersilakan abel masuk kedalam mobil alphard hitam milik suami nya itu.
mobil yang di kendarai Alan melaju dengan sedang mengantar kan tujuan abel ke stasiun
mata abel terus menyusuri stasiun di depan nya .
mata terpaku satu sosok perempuan yang tengah tertidur di pojokan kursi disana.
"mba Tami."panggil abel membangunan sepupu nya itu.
"Ehemggh.." lenguh nya merasa terganggu.
"Abell.!" sahut nya membuka mata nya yang tengah sedikit terbuka.
"mba Tami.!? lirih nya memeluk abel.
mata Tami melotot sempurna melihat ke arah perut abel yang tengah membuncit itu.
"Kamu lagi hamil bel .?" ucap nya antusias mengelus perut melendung abel.
abel mengangguk cepat membenar kan ucapan sepupu nya itu.
"ayo mba kita pulang.?" tawar abel mengandeng tangan tami.
mata tami tertuju ke arah sosok pria yang tengah berdiri di belakang abel memberikan senyuman manis di bibir nya.
"bel itu suami kamu.? dia seorang supir iya.?" bisik tami ke daur telinga abel.
abel menoleh ke arah mata tami tertuju ke arah alan yang belari menuju mobil Alphard hitam milik suami nya.
" silakan masuk nyonya.?" ujar nya membuka pintu mobil mempersilakan abel dan tami masuk ke dalam mobil.
"terima kasih Alan." sahut abel tersenyum.
setelah mobil tertutup alan belari menuju ke arah samping kursi mengemudi.
Tami dengan wajah datar nya bingung kenapa alan memanggil nyonya .
Tami memilih untuk bungkam mungkin abel lagi ngidam ingin merasa kan menjadi nyonya. walau hanya satu hari sebagai orang kaya.
alan beruntung mempunyai bos yang baik meminjam kan mobil mahal seperti ini untuk menjemput nya.
"mba tami pulang kemana.?" tanya abel menatap sepupu nya yang tengah menoleh kearah keluar jendela .
"mba mau nyari kontrakan.?"sahut nya menimpali.
__ADS_1
"kalau gitu tinggal dirumah alm ibu abel aja .?" tawar abel.
"emang nya kamu nggak tinggal disana.?" jawab nya penasaran.
"nggak mba, abel ikut suami .?" ucap nya menoleh ke arah tami yang mengerut kan dahi nya.
"Oh gitu ya."ujar nya spontan tami mengerti ucapan abel.setelah wanita menikah kemana pun suami pergi pasti istri akan ikut.
"nyonya tujuan kita kemana.? "anya alan menepi mobil yang di kendarai nya .
"ke jalan anggrek blok E2 no 5.?"
"baik nyonya.?"ucap nya spontan.
setelah mengendarai mobil yang iya kemudikan selama 14 menit akhir nya sampai di pekarangan rumah milik peninggalan ibu dan ayah nya yang dulu nya sempat iya tempati sebelom iya menikah dan ikut dengan habi suami nya.
klekk...suara pintu terbuka .
"ayo mba masuk.?: tawar abel membuka pintu rumah nya.
kepala tami menganguk pelan mensetujui ucapan abel.
kaki nya iya langkah kan mengikuti langkah abel menuju kamar milik nya .
"mba tami ini kamar abel , mba bisa memakai nya.??"ujar nya mempersilakan tami masuk kedalam .
Drettt...!!!
abel meraih ponsel yang ada di tangan nya. tersenyuman di bibir mya mengembang melihat siapa yang menelpon nya .tertera nama seseorang di sana iya buru-buru mengangkat nya.
"hallo." ujar nya seseorang di seberang sana
"Iya hallo.."jawab nya.
"sayang , kamu kesini ya penting . ntar aku kirimin alamat nya ke Alan.?" ujar nya meminta abel menghampiri nya.
"Ehem..baiklah." sahut nya menyentujui permintaan suami nya itu.
Tut...tut..!!
Setelah telpon tertutup abel menghampiri tami yang sedang memberes kan kamar milik nya itu.
"mba tami abel pulang dulu yah.??"ujar nya berpamitan ke pada sepupu nya itu.
"iya bel hati-hati.?"tami memeluk tubuh mungil abel.
abel melangkah kan kaki nya ke mobil menuju tempat dimana habi meminta nya ke sana.
...****************...
mobil Alphard hitam itu berhenti di sebuah rumah mewah megah bernuasa serbah putih dan ada kolam berenang di depan nya berlantai dua itu.
iya bingung kenapa habi meminta abel menghampiri nya kemari .
rumah siapa yang ingin iya singgahi sekarang.

kedatangan nya disambut oleh senyuman manis dari suami nya.dua orang perempuan memakai baju Maid tengah berjalan di belakang nya.
"Sayang..! gimana kamu suka kan.?" ujar nya bertanya kepada istri nya itu .
mata abel menyusuri seluruh rumah yang ada di depan nya itu.
"Ini rumah siapa.?" tanya nya bingung .
"ini rumah kita sayang. mulai sekarang kita akan tinggal disini." sahut nya menatap abel yang masih bingung.
"rumah kita ? kapan beli nya.? terus kita nggk tinggal di apartment lagi.? barang-barang kita gimana.?" jawab abel beruntun mempertanyakan keterjutan nya.
"aku membelinya sudah lama sejak kita menikah.dan barang-barang kita sudah semua di pindah ka kesini, apartment kosong." jawab nya sesantay mungkin.
mata abel melotot sempurna iya tak percaya mulai sore ini iya tinggal dirumah nya yang baru.yang lebih luas dan megah.
"ayo sayang kita masuk.?" tawar nya menarik tangan abel memasuki rumah baru mereka.
ketika langkah abel memasuki rumah nya. iya di sambut sebuah ruangan tamu yang cukup luas namun elegant .
mata abell sontak melotot menyusuri ruangan tamu di depan nya itu.
betapa besar nya rumah baru nya ,abel sempat tak percaya iya akan mulai tinggal disini .
"selamat sore nyonya."
ucap maid yang tengah menyambut nya di depan pintu.
kaki abel melakah menuju ruang tamu yang serbah putih itu lagi yang megah ber interior elegant namun cukup luas.
__ADS_1
seperti habi memang menyukai warna putih sama seperti ayah nya.