
Abel tengah duduk di taman mini di belakang rumah .
menikmati Biskuit dan segelas jus apel kesukaannya.
tangan nya tengah sibuk mencoret -coret selembar kertas di hadapan nya.
bibir nya tersenyum melihat hasil coretan nya
"Sayang.!"
terdengar suara barinton pria yang tengah menghampiri nya.
habi tengah meneteng sesuatu di tangan kiri dan kanan nya.
kaki nya menghampiri abel yang sedang sibuk dengan aktivitas nya.
bukan hanya pensil dan buku gambar di atas meja itu. terdapat yang lain nya
seperti pensil warna , penghapus dan pengaris dan yang lain nya.
"kamu lagi ngapain.?"
"aku lagi buat sketsa design buat bu genefive.?" sahut abel meliril sekilas.
"bu genefive ? dosen kamu itu.?" tanya habi penasaran.
"Iya." ucap nya datar.
tangan abel sibuk dengan sketsa yang ada di depan nya. yang hampir sempurna di buat oleh abel.
mata habi menatap ke arah design yang di buat istri nya .
dengan lihai abel memwarnai sketsa design baju Overall rok pendek berwarna merah dengan kaus berlengan panjang berwarna hitam sebagai dalaman nya.
lengkap dengan akseseoris yang iya padukan membuat nya nampak sempurna .
istri nya memang memiliki bakat menjadi Designer terkenal .
"sayang nih pesanan kamu.?" ucap habi memberikan tentengan di tangan kiri. dua plastik berukuran besar berisi buah kecapi di dalam nya.
"kecapi.?"
tangan abel meraih sebuah kecapi berwarna hijau tua di depan nya .
ia mulai menggigit sebuah kecapi dan mulai memakan nya.
"Ehem.. asem ,sayang .?" abel menutup sebelah mata nya menahan asem buah di mulut nya.
tangan nya mengelus perut bucit nya.
"Nih ..buat kamu."tangan habi meletakan paper bag yang ada di tangan kanannya berwarna putih besar di hadapan abel
mata abel melirik ke arah sang suami dengan sebelah alis yang terangkat.
"ini apa.?"kata abel bertanya , kepala nya menoleh ke arah habi yang tersenyum kecil.
"buka dong, kalau ingin tahu isinya apa.?" tawar habi menyodor kan paper bag ke arah abel.
tangan abel membuka paper bag berwarna putih itu di depan nya dan meraih sesuatu di dalam sana.
"dress.?"
abel mengangkat dress putih berukat di bagian dada tampa lengan dengan rok berbahan dari kain tulle.
tampak cantik karna kain tulle memang banyak di gemari para wanita seperi rok Tutu.
"Buat apa.? "kening abel berkerut .
"selamat ulang tahun sayang." ucap habi spontan .
__ADS_1
"Tapi buat apa gaun in-.?" belom selesai abel bicara mulut nya sudah di bungkam sebuah bibir menempel di pipinya.
abel tak menduga bahwa suami nya itu memberikan nya sebuah dress cantik sebagai hadiah .
hari ini adalah hari dimana abel di lahirkan 20 tahun yang lalu.
abel bersyukur karna tuhan memberikan sosok suami seperti habi yang mencintai nya tulus sepenuh hati.
...****************...
abel menghampiri habi lengkap dengan dress yang habi berikan pada nya .
cantik sekali gaun putih yang iya kenakan .
"tuan mobil sudah siap.?"
ujar alan menghampiri habi yang tengah duduk bersama abel di halaman teras rumah nya.
"sayang ayo kita pergi.?" tawar habi menarik tangan istri ya ke arah mobil BMW hitam milik nya.
abel mengikuti langkah habi dan mulai menduduki kursi penumpang tepat di samping habi
tak butuh waktu lama mereka sampai di sebuah rumah sakit yang tak jauh dari rumah nya.
sebelom nya habi sudah menghubungi terlebih dulu dokter sepesialis kandungan .
agar abel dan diri nya tak menunggu lama untuk mengantri terlebih dulu.
ceklekk...!!
"selamat siang dok ."
"siang pak sahabi." ujarnya membalas sapaan ,lalu menyungging kan senyuman manis.
Abel dan habi duduk berhadapan ,hanya terhalang oleh meja persegi ."saya dan istri saya ingin memeriksakan kandungan ."
"baik pak silakan.?"'ujar dokter wanita itu mempersilakan abel berbaring di hospital bed disana.
"apa ibu dan bapak ingin USG untuk mengetahui jenis kelamin nya.?" tanya nya menatap kedua sosok di depan nya.
mata abel melirik ke arah habi dan keduanya menganguk antusias.
Dokter pun memberikan gel ke permukan perut abel dan mulai memutar-mutar kan alat nya.
"ini wajah nya pak, dan wah ..selamat ! bapak dan ibu bayi nya berjenis perempuan." sahut nya menatap monitor di depan.
"perempuan dok.?" ujar abel berbinar mendengar nya.
habi memeluk tangan abel dengan senyuman dan raut ke bahagian disana.
abel teringat salah satu bayi nya yang meninggal akibat kejadian itu .
posisi salah satu janin abel yang posterior menghadap perut sang ibu membuat nya meninggal karna pukulan keras dari exsa.
sedangkan janin yang satu lagi pada posisi anterior menghadap ke pungung ibu terselamat kan.
...****************...
abel dan habi tengah berjalan keluar dari rumah sakit hermina .
kepalanya terus menatap ke arah gambar 4D hasil USG nya tadi.
"sayang, anak kita perempuan, mau kita kasih nama siapa iya .?"
habi mengelus perut abel lembut, mata nya menatap abel penuh cinta disana.
"bagaimna ..Sahbila nafalona.?" ujarnya tersenyum memikirkan nama yang iya berikan .
"sahbila.. nafalona." ujar abel mengulangi,lalu mengukir senyuman disana.
__ADS_1
"aku mengambil nama sahbila dari nama ayah nya sahabi... sahbila."jelas habi menatap lembut.
Habi berfikir sejenak ,lalu mulai berkata."nafalona ... aku mengambilnya dari nama kamu, aisah nafabella dan nama ibumu yona."
"nama yang bagus." ucap Abel berbinar,saat tau arti nama putri mereka.
mata abel tidak sengaja ,menangkap sosok penjual harum manis yang ada di sebrang jalan.
abel tergiur oleh harum manis yang di bawa nya.
mata habi menatap ke arah pandangan abel.
teryata abel tengah memandangi sosok pria di sebrang jalan rumah sakit di tempat nya berada.
"sayang , kamu mau.?" ujar nya bertanya menujuk penjual harum manis
kepala abel mengangguk cepat menatap suami nya .
habi belari ke seberang jalan mengampiri penjual harum manis disana.
dan membeli 5 bungkus harum manis di tangannya.
"SAYANG.....!!"teriak nya memangil abel nya ada di seberang jalan sana. habi melambai-lambai kan harum manis yang ada di tangan nya.
Kakinya belari cepat menyebrangi jalan, tampa memperdulikan kiri mau pun kanan jalan yang begitu padat.
di arah yang berlawanan ada sebuah truk melaju dengan pesat ke arah nya.
Tin..tinn..!
"habi ! awas...!" teriak abel kencang memanggil suami nya .melihat sebuah truk melaju kencang kearah nya.
BRUAAKkk...!
tubuh habi terpental jauh ke aspal. harum manis yang di bawa nya berserakan dimana-mana.
"Aakkhh..! teriak abel histeris belari menghampiri habi .ia tak peduli lagi dengan kondisinya yang tengah hamil besar.
abel terduduk di aspal tangan nya meraih kepala habi dalam pangkuan nya .
dress putih yang iya kenakan itu penuh dengan darah segar suami nya.
"Tidak tidak ."abel mengeleng kuat ,menahan isakan melihat kondisi habi"TOLONG..hiks hiks.!" teriak kencang abel air matanya membanjiri wajah mulus nya
"Sa..a..ya..ng ...A-aku Nggak p-papa." ujar nya lirih menenang kan abel.
Uhuk..uhuk.!
habi memutahkan darah di dalam mulut nya .
mata nya mulai tertutup perlahann.
"Tidakk tidak..! hiks..hiks.. jangan tinggalin aku !" ucap nya memeluk tubuh lemah habi.
Abel mendongkak kan kepala nya saat orang tengah berbondong-bondong menghampiri nya.
membawa pergi tubuh habi yang berumuran darah ke arah rumah sakit .
abel menatap nya linglung melihat tubuh suami nya yang hilang dari pandangan nya.
sebuah tangan menyetuh pundak abel tampak sosok wanita di samping nya.
"abel.?" panggilnya.
kepala abel menoleh ke arah asal suara perempuan yang memanggil nya iya itu
tangisan nya pun pecah di hadapan nya.
"Mima..! hiks..hiks.!"
__ADS_1
mima memeluk tubuh abel dan membantu nya untuk berdiri dari duduk nya .kaki nya yang lemas seperti tampa tulang berjalan terhuyung-huyung dengan air mata yang terus menerus menetes disana.