Antara Cinta Dan Cita-citaku

Antara Cinta Dan Cita-citaku
ACDC 27


__ADS_3

Di tengah malam yang sunyi, terdapat sosok pria yang tengah duduk menyender diatas sofa miliknya .


dengan penampilan yang berantakan .dan terdapat beberapa botol Wine yang berserakan dimana-mana.


pria itu terus meracau tidak jelas ,seolah menumpahkan kesedihan yang kini ia tengah rasakan."apa yang harus aku lakukan bel?."


Setelah habi merasa puas dengan wine, pria itu beranjak dari sofa dan berjalan pelan dengan sedikit terhuyung menuju kamar.


Braaakkk....!!


Habi membuka pintu secara kasar , membanting dengan keras."shittt..!!"


Abel yang sedari tadi hanya duduk terdiam,kini atensi teralih . menoleh kearah sosok pria yang tengah berjalan terhuyung-huyung menghampiri.


Abel faham bahwa suaminya itu habis meminum alcohol ."Ck...!!"abel menutup hidungnya yang tiba-tiba membuat perutnya mual.


BRUUAAKk....!!


abel turun dengan tergesa dari tempat tidurnya membatu sang suami yang tengah tetidur di lantai itu.


"Elo jahat bel, elo mau bunuh anak gue!"racau nya .


abel menatap iba dan mulai menangis didepan tubuh habi"hiks hiks aku benci keadaan ini."


wanita hamil itu menyeka cepat air matanya yang tampa permisi tumpah."Maaf."monolognya dan abel memapah habi menuju ranjang.


merasa isi perutnya tidak enak, seperti ada yang mau bergejolak keluar disana."Emz."desis abel belari cepat menuju kamar mandi dan menumpahkan cairan putih di washtafel .


Huekk...huekk..


setelah cairan itu keluar dari perutnya ,abel membasuh mulutnya dengan air .tangan lentuk itu mulai memegangi perut ratanya.


Abel merasa lemas,tubuhnya sedikit menyender di diding kamar mandi .


mata nya sedikit mulai tepejam sebentar .ia tak sanggup berjalan menuju tempat tidur.


"Bel ..!""


sebuah pangilan membuat t abel membuka mata . perlahan menatap sosok pria yang tengah gelisah menatapnya.


"bel.. ayo kita ketempat tidur."kata habi menunduk dan mengendong tubuh mungil abel menuju ranjang .

__ADS_1


tangan abel melingkar dileher milik sang suami


Ting..tong..!


"bentar bel ,gue buka pintu dulu." kata habi berlalu meninggalkan abel yang tengah duduk menyender.


Clikkk...


"mima syukur lah elo udah dateng." ucap nya tenang.


habi tadi menelpon mima dan menceritakan keadaan abel kepadanya.


dan miminta bantuan sahabat istrinya itu untuk menenangkan abel.


"Dimana abel?"kata mima bertanya spontan ingin segera menemui sahabat terbaik .


"Di kamar."jawab habi,berjalan menuju kamar dan diikuti mima di belakang.


Cklekkkk...


mima melihat abel sedang menyender diatas ranjang dengan tatapan kosong,entah kemana fikiranya .seolah wanita itu sedang depresi berat dengan semua ini.


"Bel.?"panggilnya lirih .


"Bel ..gue tau, elo nggak menginginkan janin diperut elo , tapi dia nggak salah bel."kata mima menatap abel dan mulai bebicara hati-hati agar abel tidak semakin depresi.


"mim , gue nggak bisa nerima dia."geleng kecil abel." karna impian gue dipertaruhkan disini ,apa gue egois.?" abel menimpali menatap kosong .


"Bel..elo nggak boleh egois!"sentak mima agar abel mencoba memahami."Hah! Hiks hiks ..kalian nggak tau perjuangan aku untuk meraih impian ini."abel mengeleng pelan."sejak ayah meninggal kami, ibu selalu berkerja keras untuk menafkahi ku."


" pada suatu hari aku mengetahui satu kebenaran, bahwa ibuku mendatangi seorang donor organ untuk di jual beberapa tahun yang lalu."ucap abel bercerita ."Aku samgat hancur saat itu ,kalau kalian ingin tau? Hiks hiks.I-ibu ku, kesakitan .menahan komplikasi pada ginjalnya yang hanya satu-satunya."katanya histeris."ibu pernah bilang padaku, untuk meraih impian ku. apa pun yang terjadi ."abel menimpali ceritanya kembali.


"impian ku hancur sekarang! Kau tau? ini semua gara-gara janin di rahim ini.! gue benci .benci..!!"teriaknya menujuk kearah perut rata abel."Arrgghhh! hiks..hiks."abel tiba-tibqnmemarahi dan memukul kuat perutnya sendiri seperti orang gila.


Habi melotot kaget, ia segera belari menghampiri abel dan menghentikan aksi gila nya itu."Bel sadar! elo jangan kayak gini, jangan sakitin dia dan diri elo sendiri?!" sentak habi memegangi pundak abel erat,mencoba menahan emosi.


abel menghentikan,kepalanya menunduk memandang kearah perutnya .yang tiba-tiba tetasa nyaeri,apa anak ini juga sakit? seperti yang ia rasakan .


"Bel , gue mohon jangan kayak gini ia?elo belum makan apa-apa sejak kemaren."


mima berujar pelan menasehati sang sahabat.sebenarnya mima kasian, ia ingin marah ,kecewa dengan sikap abel."dia nggak salah bel."monolognya menunduk.

__ADS_1


wanita hamil itu sama sekali tidak membalas ucapan mima, kepalanya masih tertunduk diam tampa mau menatap mima."Huhf..!"hela nafas kasar abel.


"Bel kasian bayi elo."celetuk mima,abel mendongak menatap mima sekilas dan membuang muka kembali kearah lain.


"bel dengeri-." kata mima terhenti saat gadis itu mencoba memegang tangan abel namun di tepis .


"Keluar...!!"sentak abel marah."bel gue ta-."kata mima terpotong.


"Aku bilang keluar! Ya keluar mim..!!? bentaknya lagi,mata abel memerah .


"Huh! Maaf."mima berjalan keluar pergi meninggal abel ,yang melotot dengan sinis.habi tidak bergeming ,ia melangkah mengikuti mima.


"Mima maafin abel."katanya menyesal.abel merutuki kebodohanya ,ia tidak pernah membentak mima dan sang suami.apa karna hormon kehamilan yang membuat abel semakin sensitif.


...----------------...


"nggak papa bi."geleng mima lemah."teryata ketakutan ku selama ini terjadi .?" sahutnya merawang jauh memilih duduk diatas sofa yang terletak di ruang tamu.


"maksud nya.?"jawab habi tidak mengerti.


"ambisi abel untuk memenuhi janjinya kepada alm ibunya , gue takut bisa ngancurin dia."jawab mima yang mulai merasakan panas di kedua matanya.


"gue serba salah mim .kalau gue izinin dia aborsi ,gue takut nantinya ada penyesalan dan gue nggak akan sanggup ngebunuh anak gue."kata habi lirih."tapi kalau gue paksa dia buat ngelahirin bayi itu ,gue takut abel makin depresi berat dan terganggu pada mentalnya."


habi dan mima hanya diam,sibuk dengan fikiran masing-masing.


"gue pulang ya bi."katanya,beranjak dari duduknya.


habi menganguk kepalanya pelan ,berjalan mengantar mima keluar penthouse.


kaki pajang pria itu pun melangkah kembai menuju kamar."gue harap apa keputusan gue benar."habi menemui abel yang sedari tadi menangis.


"Bel , elo makan ia." habi mencoba merayu abel


"kamu bohong sama aku ,katanya kamu nggak akan pernah menghambat aku meraih impian aku.tapi semua itu bohong ..hiks hiks.!


"Bel ,g-gue... setuju elo ,aborsi."ucap habi hati-hati dengan rasa sakit dihatinya.


abel mendongkak menatap habi dalam diam ,mecoba mencari kebohongan dimanik mata pria itu, tapi nihil.tak lama itu abel belari memeluknya dengan erat.


"makasih."ucapnya pelan nyaris tidak terdengar.

__ADS_1


"bukan? Bukannya gue nggak menginginkan dia lahir ."geleng pelan habi,menatap lekat abel."tapi gue sayang sama elo bel ,gue akan tepati janji yang gue pernah buat sama elo.."monolognya dalam hati.ia membalas pelukan abel ,tangan kekar pria itu mengusap lembut bahu abel .


"Mungkin setelah ini istrinya bahagia,tapi mungkin aku yang akan menyesal dan berdosa mengizinkan abel untuk membunuh darah daging kami ,ayah macam apa aku ini.?"monolognya ,habi mengadahkan kepalanya keatas.


__ADS_2