Antara Cinta Dan Cita-citaku

Antara Cinta Dan Cita-citaku
ACDC 30


__ADS_3

Assalamualaikum...


Jangan lupa ia dukungannya ..


Like ,komen,vote dan hadiah..


Terima kasih...


...----------------...


Abel POV....


Wanita hamil itu berjalan pelan menuju kampus .tempat dimana abel meraih impian.


Ah ia abel sudah memutuskan untuk melahirkannya ,namun kehamilannya bukan halangan bagi wanita itu. untuk tetap menuju cita-cita sejak kecil ,menjadi seorang designer .


"Abel..!"


atensi abel teralih, menoleh kearah seorang wanita dewasa yang memanggilnya.


ia itu adalah ibu genefive, sosok wanita yang selama ini menjadi dosen pebimbingku.


"bu genefive!" panggilnya sedikit kaget."ada apa ia bu.?"tanya abel sopan.


"Ada yang mau saya bicarakan "ucapnya serius."ini soal beasiswa kamu ke London."


"Ada apa ya bu.?"sahut abel mengeryitkan dahinya mendadak sedikit tegang.


"Kamu.. sedang mengandung?" tanya bu genefive memandangi perut buncit abel.


Abel tersenyum tipis."Iya bu."kata abel menganguk kecil membenarkan.


genefive tersenyum hangat ,lalu mengelus lengan abel "Kamu berbakat abel , sangat di sayangkan apa bila kamu tidak ke London.?"


"saya tau buu, tapi ..ini sudah terjadi."kata abel mengela nafas dalam."saya sadar kalau saya sangat menyayanginya."cicit abel menunduk menatap perutnya ,lalu tangan lentik itu mengelus dengan lembut.


"Baiklah bel ,kamu bisa memikirkan nya dengan baik.masih bisa ditunda satu tahun kedepan ".ucap genefive menyakinkan abel, dan berlalu pergi meninggalkan abel diam mematung.


Tringgg....


Angan abel melayang memikirkan setiap ucapan sang dosen ,bu genefive.


tampa wanita itu sadari, bahwa poselnya berdering,sedari tadi."Eh..astagfirullah."monolognya istifar setelah sadar.


Abel meraih benda pipih itu ,yang ia letakan di saku celana bumilnya"Eh..!"kening abel berkerut.


"Hallo..!"


"......."

__ADS_1


"Iya..Baiklah, tunggu sebentar .aku menuju kesana." jawab abel menutup sambungan di ponselnya.


Tut..tut..


Suara telvon di tutup ,abel berjalan pelan menuju gerbang kampus.


bibirnya tersenyum setelah melihat sosok pria yang tengah menyandar dibody mobil civic hitam miliknya.


"Udah selesai?"tanya habi menatap sang istri ,abel mengangguk kecil dan tersenyum hangat.


Tangan kekar habi menggandeng tangan kurus abel menuju sisi mobil."Yok!"tawarnya mendudukan abel di bangku penumpang.


"Kita mau kemana.?"Tanya abel menoleh .


"Rumah sakit ,cek kandungan."sahut habi mengelus perut buncit abel .


Wanita itu diam ,dan tersenyum tipis"Oke."


mobil civic hitam mewah itu melesat ke jalanan yang cukup ramai.wajar saja hari ini adalah sore hari ,banyak orang-orang berlalu lalang untuk pulang kerja.


sepuluh menit kemudian mobil yang kami kendarai pun sampai di rumah sakit hermina .


habi turun membuka kan pintu untuk sang istri,lalu melangkah masuk untuk mengambil nomer antrian dokter spesialis kandungan.


Cukup lama, karna Abel dan habi mendapatkan nomer antrian 20 .pcukup membuat keduanya merasa sedikit bosan.


"Ibu Aisyah Nafabella !" panggil salah satu suster di depan pintu.


"Sialakan masuk.."kata suster itu mempersilakan.


Mereka berjalan menghampiri sang suster,lalu masuk kedalam .Abel menatap sosok wanita memakai jas putih dan stetoskop di leher.


"Silakan bu."atensi dokter itu teralih saat abel dan habi memasuki ruang ,lalu mempersilakan abel menuju hospital bed disana.


"dok ..saya mau priksa kandungan." celetuk habi spontan .


"Baiklah pak ,kalau boleh tau berapa usia kandungannya.?" tanya sang dokter menatap perut buncit abel


"21 minggu dok." cicit abel menerawang kedepan.


Wanita itu tiba-tiba mengingat masa dimana awal ia mengetahui kehamilannya,saat itu ia merasa sangat terpukul dan sedih .tetapi saat ini keaadan sudah berbeda ,abel menerima janin itu,bahkan sangat mencintainya.


"Baru 5 bulan ia teryata? saya pikir tadi sudah 7 bulan. karna ukuran perutnya sangat besar sekali "kata sang dokter itu terkekeh kecil,lalu mulai memeriksa tensi darah abel .


"Maaf ia bu abel saya singkap sedikit dressnya."izin sang dokter ,abel menganguk kecil setuju


Tangan dokter wanita itu mulai meraba perut abel,lalu mulai mengukur tinggi fudus.( tinggi rahim) dan tersenyum lebar.


Habi menatap lekat sang dokter ,alisnya terangkat saat melihat senyuman dokter wanita itu"Apa ..ada masalah dok?"tanya habi penasaran.

__ADS_1


Sang dokter mengeleng "Tidak ..hanya saja kemungkinan ,bayi anda ini kembar."


"Twins."ucap abel berbinar,raut wajahnya terpancar kebahagian.


"Baiklah ini hanya dugaan sementara saja,supaya lebih jelas kita melakukan USG saja,bagaimna bapak dan ibu.?"tanya sang dokter.


Mereka menganguk setuju,abel masih berbaring diatas hospital bed .suster pun mulai mengoleskan gel diperut buncit abel .


Tak berselang lama alat USG itu tertempel diatas perut abel dan tangan suster itu tengah memegangi alat transducer.


Tangan sang suster secara lihai memutari setiap inci perut abel.


"Wah ..liat ini bu abel, teryata seperti dugaan bayinya teryata kembar.?" kata dokter itu menujuk monitor didepan abel.


Sepasang suami istri itu terseyuman ."Ini beneran kan sus.?" sahut habi antusias .


"Benar pak .."antensi dokter itu menatap kearah habi."Baik lah sus ,stop sudah selesai" titahnya kepada sang suster .


"baik dok.." jawabnya mengangguk kecil.


"Selamat ia ibu dan bapak bayinya kembar, dan sangat sehat." ucapnya memberikan selembar gambar usg 4d dan laporan kesehatan .


"makasih dok ,kalau begitu saya permisi dulu." ucap habi pamit undur diri keluar ruangan ,


lalu dibalas anggukan dan senyuman kecil dari sang dokter.


______¥¥_____


"Habi .. liat deh bayi kita beneran kembar.?"


abel memperlihatkan hasil USG nya .


Atensi habi menoleh dan mengagukkan kepalanya, tak lupa senyuman manis menghiasi bibir mereka.


"Kita mau makan apa sayang.?"tanya habi menatap abel lembut.


"Aku ..hm ..mau makan salat buah yang ada di resort kamu.?" ucapnya tiba-tiba .


"Baiklah ..mari kita kesana." habi mengusap kepala abel lembut.


mobil mereka melesat kejalan raya ,tidak butuh waktu yang lama perjalan menuju Resort hanya butuh waktu 7 menit dari Rumah sakit.


mobil alphard yang kami kendarai pun berenti di parkiran sebauh Resort, yang dimana dulu nya pernah menjadi tempat abel mencari rejeki.


"Abel...!" panggil seseorang wanita disana.


**jangan lupa tinggalkan jejek ia guys..


Terimakasih atas dukunganya..

__ADS_1


See you---- nex time**


__ADS_2