
Okayy..happy readingg💜💜**
Jangan lupa tinggal kan jejak ia
'
'ABEL..POV
'
Aku meluruskan kaki ku dan menyandarkan tubuh di dalam mobil mewah milik suamiku.
kami pergi mengunjungi klinik yang akan mengaborsi ku.
Semalam habi berhasil mencari sebuah klinik untuk aborsi kandunganku yang berumur 9 minggu itu. yang letak nya dipingiran kota .
Mobil yang kami kendarai melaju dengan pesat di jalananan cukup sepi .
kami berangkat dari rumah tadi pukul 6 pagi, butuh waktu 8 jam untuk sampai di ke klinik tersebut.
Terlihat pemandangan sawah yang menyejukan , padang yang di penuhi rerumputan itu membuat abel tersenyum .
kepalanya pun menoleh kearah habi yang sedang sibuk meyetir .
"Abel .. ada apa ,kau perlu sesuatu.?" tanya nya sekilas melirik kearah abel.
kepala abel mengeleng pelan .ia membuang nafasnya dengan kasar.
ia mulai bosan sekarang di tambah kepala nya sedikit pusing.
Tak terasa lama mobil kami pun berenti di sebuah klinik kecil yang jauh dari pemukiman perdesaan .
bahkan bukan cuman abel dan habi disana tetapi terdapat banyak muda mudi disana juga yang tengah mengantri.
aku pun turun dari mobil dan di ikuti habi dari belakang.tangan nya memegang erat tangan ku yang berasa dingin itu.
kaki ku melangkah masuk menuju klinik itu.
dan ada seorang ibu-ibu yang mempersilakan kan kami untuk berkonsultasi terlebih dulu.
"Ada yang saya bantu.?"ucap wanita paruh baya duduk menatap mereka.
"Bu .. S-saya mau mengugurkan kandung."ucap habi spontan ,matanya melirik ke arah abel sekilas.
Deg..
Abel menegakkan tubuhnya ,tampa sadar menyentuh kearah perutnya.
"berapa usia janin nya.?"tanya nya bu minah.
"9 minggu ." ucap abel menjawab cepat.
"9 minggu , itu masih muda .masih bisa di gugurkan dengan mudah." ujarnya menatap abel dengan lekat.
Glekk..
aku dan habi pun saling bertatapan mata .
bu minah memberikan kami nomer antrian dan sebungkus kecil jamu untuk ku minum sebelom aku melakukan aborsi .
kata nya jamu itu guna nya untuk menghentikan jatung sang janin berdetak .
agar dengan mudah melakukan proses pengugurannya .
"Bel kamu duduk sini dulu ia , aku mau cari air panas untuk nyeduh jamu ini ." habi mengangakat jamu yang ada di tangannya itu.
aku pun setuju dengan habi aku menduduki kursi kosong disana.
"Antrian 10.?"monolognya membaca nomer atrianya.
matanya tak sengaja melihat sosok sepasang kekasih tepat di depan nya dengan berbalut seragam sekolah putih abu-abu di tubuhnya.
tak sengaja abel mendengar percakapan yang di lontarkan mereka berdua.
"Hiks..hiks ..sayang aku nggak mau gugurin bayi kita!" ucapnya yang abel ketahui adalah kekasih sang pria itu.
__ADS_1
"Sayang..maafin aku ,tapi kita nggak punya pilihan lain..?" sosok pria itu berujar kepada kekasihnya yang di genggam erat tangannya.
"Hiks..hiks..Dre aku mau lahirin anak kita.?"ucap gadis itu iba memohon kepada pacar nya itu.
"dewi..kita masih pelajar , perjalanan kita masih panjang. aku tidak mau gara-gara bayi ini hidup kita hancur, mengerti lah sayang." ujarnya mencoba menyakinkan dewi kekasih :nya.
"hiks ..hiks..." abel yang melihat sepasang kekasih itu pun merasa iba. mereka masih bersekolah perjalanan mereka masih panjang tapi mereka terjebak dengan aib .
"Sayang maafin aku."ujar seseorang tepat di.samping kanan abel.
aku pun menolehkan kepala ku, terlihat sosok ibu-ibu yang sedang menahan tangisannya melihat sebuah foto di tangannya.
Ibu yang di samping ku pun mendongkak kan kepalan nya menatap ku dan menunduk mengambil sebuah gambar yang tidak sengaja jatuh di tas kusaat mengambil ponsel.
"Berapa usia nya.?" ujar nya menatap hasil usg ku beberapa hari yang lalu.
"9 minggu." sahut abel spontan .
"Kau sangat beruntung , tidak sepertiku . aku menantikan seorang anak selama 10 tahun pernikahan ku."ucapnya memandangi gambar usg ku ,matanya memerah dan tak lama air matanya pun jatuh di kedua pipinya.
"hiks ..hiks ..Suamiku,sangat baik padaku. iya tidak pernah menuntut ku untuk memberikan dia anak.beribu kali ibunya menyuruhnya untuk menceraikan ku . hah! tetapi iya memilih tetap bersama ku.??ucap wanita itu menangis segugukan di depan mata abel, air matanya membanjiri kedua pipi mulusnya.
"Aku datang jauh-jauh kesini untuk berobat ke bu minah.. aku berharap ada sebuah ke ajaiban nanti nya .?" tangan pun menyeka air matanya yang terus menerus keluar dari kedua mata nya.
"jaga lah dia baik-baik ,karna masih banyak yang belum beruntung meski mereka mengingin kan nya."
tangan nya menjulur kearah perut abel dan mengusapnya lembut.
tak lama wanita itu berdiri masuk ke dalam ruangan ibu minah
Darah abel berdesir,seperti ada sebilah benda tajam menusuk hatinya.
mata abel memanas seperti ada yang mau jatuh disana .
tampa iya sadari tangan lentiknya memegangi perutnya yang sedikit membuncit itu.
air mata nya turun kembali tampa permisi di kedua pipinya itu.
abel menundukan kepalanya dan menangis dalam diam disana .
"Bel .. ini jamu nya."
abel mendongkak kan kepalanya dan belari memeluk erat suaminya.
ia menangis dalam dekapan habi cukup lama.
"hussttt..ada apa sayang? kita sudah sepakat untuk mengugurkan nya,terus ada apa lagi.?
habi bertanya ,dahi nya mengeeyit dengan sikap abel yang sedikit aneh. mengelus rambut abel pelan dan bingung kenapa abel menangis segugukan seperti ini.
"hiks..hiks..aku mau pulang."katanya spontan.
habi mengeryit kemabali kening nya .ia bingung dengan sikap abel yang seperti ini.
Apa begini ia perasaan sensitif ibu hamil.
"Habii ..aku mau pulang."ucapnya kekeh ."aku mau ngelahirin janin yang ada di rahim ku."ujarnya mengendurkan pelukan.
Habi sontak kaget mendengar ucapan abel padahal baru semalem iya depresi tidak menginginkannya tapi sore ini abel berubah fikiran.
"Okayy ...baiklah kita pulang." tawarnya memberikan senyuman manis di bibirnya.
tangan nya kekar habi menggandeng tangan istrinya menuju mobil mereka .
dan melaju pesat meninggal kan klinik bu minah itu.
mata habi terus -menerus melirik abel yang tengah memandangi luar cendela mobil mereka.
tringgg.....!!!
habi menepikan mobilnya dan mengambil ponsel milik nya di dalam saku.
"Sayang.. bentar ia aku angkat telpon dari Manager resort dulu.?? habi menatap abel dan mengelus pipinya dengan lembut.
Abel mengaguk kecil setuju ,atensi teralih kearah luar jendela mobil.
__ADS_1
"Hallo..Nit ada apa.?"
"......."
"kamu urus dulu sama dirga , aku sedang dalam perjalanan.?"
"......"
"okayy..." .ujar nya menutup telpon nya itu.
Habi menoleh kearah abel, tetapi sosok wanita hamil i sedang sibuk memandangi sesuatu diluar sana.
"abel ada apa.?" ucap habi lembut ,menatap abel yang masih tetap fokus .seperti ada sesuatu yang menarik .
Atensi habi mengikuti arah pandang abel.
merasa penasaran apa yang membuat istri nya itu menatapi dengan segitunya.
"Eh..!" habj terkejut teryata abel sedang memandangi pohon mangga yang sedang berbuah lebat disana.
?Bi...kayaknya abel m-mau mangga muda deh."kat abel ragu kepalanya menunduk menatap perutnya.
habi bergeming,ia tidak percaya bahwa abel sedang ngidam sekarang .di tengah-tengah perjalanan mereka menuju pulang.
"kamu lagi ngidam yah. ntar kita beli mangga di swalayan okay ?"jawabnya meledek abel dan tersenyum tipis
"Tapi ...abel maunya di pentik langsung dari pohon!" sahut nya memanyunkan bibir ,lalu mengelus lembut perutnya itu.
"Ck.."Habi tak percaya abel ngidam aneh di pingiran kota sepi seperti ini
"Hufh.. !!"
habi mengambil nafasnya dalam dan membuang secara perlahan.
ia turun dari mobilnya dan mulai memanjat pohon mangga itu.
abel tersenyum lebar karna keinginannya terpenuhi.
"Nih.. "habi memberikan 5 buah mangga muda kepada abel.
ia menerimanya dengan mata yang berbinar
"Habi ada pisau nggak.? " ucap abel menatap suami nya yang tengah menyetir itu.
"Buat apa.?" sahutnya spontan .
"mau ngupas mangga." jawabnya latang .
sontak mata terbelak kaget melotot sempurna.
habi tak habis fikir bahwa abel ingin memakan mangga muda nya sekarang juga bahkan di dalam mobil .
"Di dalam dashboard ada pisau lipat kecil , kamu bisa mengunakan nya." ucap nya menatap abel dengan lekat.
abel berbinar ,tangan letik sedikit kurus itu mengobarak abrik isi Dashboard di depan nya itu setelah mendapat kan apa yang iya cari
raut wajah nya pun berubah bersemu kegirangan.
iya pun mengambil selembar tissue di tas selempang milik nya dan mulai mengupas mangga muda itu di pangkuannya.
habi melirik abel yang tengah menikmati mangga muda nya itu, bahkan mengigitnya secara perlahan .tidak merasakan keasaman buah mangga muda .
habi menelan salivanya ketika abel menikmati mangga yang kedua yang ia makan itu.
setelah puas dengan ngidam nya abel pun menguap dan tak lama mata nya memberat.
habi yang melihat wajah polos abel tengah tertidur itu mengembangkan senyuman lebar di bibir nya.
dan menjulur kan tangan nya ke perut abel yang sedikit membuncit itu dan mengusap nya dengan lembut.
"makasih iya bel ,kamu memilih mempertahankan dia." lirihnya.
mobil yang iya kendarai itu pun melaju pesat di jalanan ramai di tengah-tengah kota itu banyak orang-orang pulang mau pergi ...
..
__ADS_1