
Cuaca di sore hari yang sedikit mendung itu. membuat abel menyender kan tubuh nya .di atas kursi yang terletak di balkon kamar nya.
angin spoi-spoi membuat rambut nya terus menutupi wajah nya.
sebuah ponsel di tangan kanan nya terus iya tempel kan ke daun telinga .
abel tengah menghubungi seseorang disana yang sangat iya rindukan.
"abel kangen mima.?"gumam nya menatap seseorang yang tengah tersenyum di kamera handphone nya.
sebuah tangan memeluk badan abel dari belakang .
abel yang terkejut sontak menepis kan tangan kekar itu .ia berdiri dari duduk nya
mata nya melotot ke arah asal tangan itu.
"Sahabi.!!"
terik abel keras membuat habi menutup daur telingan nya dengan kedua tangan nya.
"sayang , jangan teriak-teriak ntar dedek nya kaget gimana.?" ujar nya seraya mengelus perut abel yang buncit itu.
"Habis nya ngagetin.!" sahut abel memanyun kan bibir nya.
mata habi terus menerus menatap abel dengan lekat.
tangan nya iya julur kan meraih tengkuk leher abel mendekati wajah nya yang hanya berjarak satu jengkal saja.
habi menarik abel dalam dekapan nya. dan ******* bibir mungil abel dengan ganas nya hingga turun di leher jenjang milik abel bibir nya menghisap pelan membuat tanda biru keunguan disana tanda kemelilikan seseorang.
tangan habi menyelinap masuk ke dalam daster biru muda milik abel.
tangan kekear dan berotot itu terus menyusuri tubuh abel hingga berhenti di kaitan bra yang abel gunakan .
setelah bra abell lepas dari kaitan yang ada di tubuh nya tangan nya meraih payudara abell yang sedikit membengkak karna ke hamilan nya .
tangan habi mulai meremas memain kan p*ting abel .
sementara abel linglung mendapat perlakuan seperti ini yang tak pernah terbayang kan bagi nya.
tangah abel menghentikan aksi panas habi yang mulai membuka satu per satu kancing daster biru muda yang abel pakai.
__ADS_1
"Habi , ada apa.?" ucap abel bingung .
"ah tidak papa." sahut nya memerah berusaha mengelus tengkuk nya untuk mengurangi kegugupan nya.
Abel mengerti maksud tindakan habi tapi iya sedang mengandung .
"habi menginginkan tubuh nya.?"
Habi menatap nya ragu kaki nya melangkah menjauh. menuju arah kanan memasuki kamar nya dan duduk di pingiran ranjang yang berukuran King Size milik nya.
abel menghampiri nya dengan penampilan yang acak -acakan atas ulah suami nya.
mata habi menatap ke arah leher putih abel yang di penuhi kissmark oleh nya.
"sayang , maafin aku . harus nya aku bisa menahan nya . karna sekarang kamu lagi mengandung .?" ujar habi mengengam tangan abel erat.
"Aku tau hasrat kamu , aku nggak keberatan kok.?" tawar abel menatap habi.
abel sudah memikir kan nya secara matang-matang. iya tau betul sedang hamil besar tapi apa salah nya untuk melayani suami nya.
abel tau habi sudah menahan nya sejak beberapa bulan terakhir. untuk tidak menyetuh abel.
tapi hasrat nya menolak itu semua.
Cup..
abel mencondong kan muka nya .mendekati bibir habi dan ******* nya sekilas.
mata habi sontak melotot sempurna mendapat tindakan secara tiba-tiba seperti ini.
tak lama itu badan abel iya duduk kan di tepi ranjang. tangan kekar itu kembali melepas kancing daster abel.
setelah daster terbuka sempurna menampakan tubuh mungil abel yang tengah sedikit membekak itu.
tangan habi mulai melucuti satu per satu pakaian yang melekat di tubuh nya.
dan melakukan aksi ya kembali yang sempat tertunda.
tubuh abel di baringan kan nya di ranjang king size milik mereka.
sementara itu habi mulai membuka kemeja putih dan celana dasar hitam yang masih melekat di tubuh nya.
__ADS_1
"Hab...bi pelan..pelan ntar dedek bayi nya sakit.!!" ujar abel lirih menatap sendu kearah nya.
Habi yang mendengar ucapan abel pun menatap ke arah perut buncit abel .
ia sesaat melupakan bahwa abel sedang mengandung calon anak nya sekarang,buah hati mereka berdua.
di tatap nya mata abel yang mulai sayu yang di selimuti hasrat menatap manik hitam itu dengan lekat.
"Oh abel.. aku mencintai mu.?"ujar habi membisikan di telinga abel membuat darah nya berdesir.
adegan panas suami istri itu masih berlansung hingga 1 jam lama nya membuat nafas abel mulai tersengal-sengal tak beraturan.
habi yang di kuasai hasrat nya membuat nya tak peduli .
ia ingin segera menselesai kan hasrat nya yang sudah tertunda berbulan -bulan lama nya.
Tak berselang lama habi mendapat ejakulasi nya.
tubuh nya ambruk di pingir tubuh abel .
muka abel yang memerah,dengan buliran keringat di wajah dan seluruh tubuh nya membuat nya tampak **** di mata habi.
bibir habi mencium perut b*gil abel yang tak tertutupi secarik kain sedikit apa pun.
mulut nya tersenyum saat perut abel bergerak menandakan calon bayi nya memberikan tendangan kecil di perut bunda nya.
mata abel masih terpejam mengatur nafas nya yang masih tak beraturan .
tubuh nya merasakan lelah yang amat sangat membuat nya engan untuk membersikah tuhuh nya.
sebuah selimut menyelimuti tubuh b*gil abel. mata nya mulai terbuka sedikit.
terlihat sosok suami nya yang tengah tersenyum lebar di depan nya.
"makasih ya sayang.?"ujar habi mencium kening abel dan dibalas anggukan pelan .
tangan habi melingkar di perut abel .mata nya mulai terpejam menutup sempurna seluruh kedua mata nya.
kepala abel menoleh melirik kesamping menatap lekat ,engan untuk berpaling. menatap wajah polos suami nya,
bibir nya mulai menguap berkali-kali tak berselang lama bola mata hitam legam itu menutup sempurna .
__ADS_1
abel tertidur dalam dekapan habi .
💜💜💜