Antara Cinta Dan Cita-citaku

Antara Cinta Dan Cita-citaku
40


__ADS_3

Hati ini sungguh hancur melihat suami ku terbaring lemah disana dengan di penuhi darah di sekujur tubuh nya.


aku ingin menangis sekeras mungkin tetapi air mata ini telah habis sudah terkuras.


sudah terlalu lama aku menunggu sosok dokter keluar dari sana.


bagaimana ke adaan nya pun aku tidak tahu. apakah habi baik-baik saja.?


Itu lah pertanyaan ku yang ingin ku ketahui.


"Bell , loe makan iya.?"


kata mima memberikan sebungkus bubur ayam di hadapan ku.


abel menolak kepala nya mengeleng pelan mata nya yang sendu , penampilan yang berantakan tak iya hirau sama sekali.


"Kasian loh bayi nya ntar kelaperan." ujar mima membujuk abel.


❄***flashback.❄


Mima POV


kaki ku melangkah ke sebuah rumah sakit .


5 bulan sudah aku meninggal kan kota ini untuk pergi ke jogya menemui ibuku yang sedang sakit ,aku terpaksa cuti kuliah .


bibir ku tersenyum melihat sebuah foto ku bersama abel


.


"aku merindukan nya." gumam ku tersenyum kecil.


bagaimana ke adaan nya terakhir kali aku menemui nya .


pada saat ku meninggal kan nya dimana iya depresi berat karna kehamilan nya.


"apa abel mempertahan kan nya ? atau sebalik nya.?"


setelah selesai menemui pacarku .Raka adalah salah satu dokter di rumah sakit ini.


pada saat aku ingin berjalan mencari taxi .


mata ku tak sengaja melihat segerombolan orang mengelilingi seseorang yang tengah menangis disana.


kaki ku melangkah menghampiri nya betapa terkejut nya aku menangkap sosok perempuan yang tengah hamil besar dengan di balut dress putih di tubuh nya dengan noda darah disana.


iya menangis keras melihat sosok pria yang tengah di papah menuju rumah sakit.


air mata yang membasi pipi nya . seperti orang linglung di tengah keramaian .


kaki ku menghampiri nya tak terasa air mata ku menetes melihat nya seperti ini.


tangan ku menyetuh pundak nya membuat nya kaget dan menoleh ke arah ku.


"Abell.!"


mata nya menatap ke arah ku dan seketika tangisan meludak.


" mima! hiks..hiks."


aku memeluk nya erat aku tak sangup melihat nya seperti ini.


abel adalah sahabat terbaik ku .


ku pikir setelah iya menikah abel bisa bahagia. tetapi aku salah ujian itu terus ada di hidup nya.


...****************...


Cklekk..!!


"selamat siang dengan sodara Sahabi.?."


sosok dokter membuyar kan mima dan abel yang tengah duduk menyeder menatap kosong disana.


"saya istri nya dok." sahut abel berdiri menatap penuh kecemasan.


"kami membutuh kan darah bergolong Rh-null . golongan darah seperti itu sangat langka di dunia .hanya orang tua kandung lah yang bisa mendonor kan nya."


ujar nya memberikan hasil laporan kepada abel.


"Rh-null.?" gumam mima bingung.


"golongan darah terlangka di dunia hanya orang sedikit yang mempunyai nya.


darah itu sering di sebut blood gold." ujar Raka menyahut.


"anda segera mendapat pendonor nya kalau tidak nyawa nya tidak akan terselamat kan."

__ADS_1


dokter itu menatap cemas ke arah abel yang tengah hamil besar.


"saya permisi dulu." pamit dokter .


abel berdiri mematung disana mendengar ucapan sang dokter yang belalu pergi meninggal kan nya.


"Kamu kok bisa disini.?" tanya mima


"aku lagi ada pasien jatung di ruangan sebelah dan nggk sengaja liat ada pacarku disini..?" ujar raka menyelidik ke arah mima.


senyuman mima mengembang tampa sadar sepasang mata menatap nya sendu.


"Sstt ..Akh !"lirih abell memegangi perut nya.


"bel , kamu kenapa.?"


mima belari menghampiri nya dengan.khawatir .


wajah pucat pasi abel seperti mayat hidup dengan lingkaran mata di kedua mata nya.


"Kita istirahat ya bel.?"


tawar mima mendudukan tubuh abel di ruang tunggu tepat di depan ICU .


di rebah kan nya kepala abel pundak sahabat nya itu.


"nggk mima , aku harus ke rumah papa nya Habi."


abelml berdiri dari tempat duduk nya dan mulai berjalan cepat ke arah alan .


"bel.. jangan egois , kamu harus jaga kesehatan bel."


tangan nya mengelus perut melendung abel dengan wajah penuh ke hawatiran yang menyelimuti nya.


"nggk mima , aku harus egois demi suami aku"


ucap abel memegang tangan mima .


mata nya saling teradu menatap sendu kedua nya.


"aku temenin ya bel." tawar nya menghampiri abell.


abel setuju dengan tawaran mima mereka bertiga berjalan menuju parkiran mobil tepat dimana mobil BMW milik habi parkir.


mobil itu melaju pesat ke jalan aspal disana .


hati abel benar-benar sakit memikir kan kondisi Sahabi.


...****************...


"Nyonya , apa benar ini rumah nya.?"ujar alan bertanya.


mata abel menatap ke arah rumah besar bercat putih susu milik kediaman Cleonerisen di depan nya dengan tatapan gelisah di mata nya.


"Ini rumah orang tua suami elo bel .?"


ujar mima menatap lekat rumah di depan nya mata nya terus menyusuri perkarangan rumah milik papa habi merasa takjub dengan kekayaan yang di miliki keluarga nya.


"selamat siang. mba mencari siapa kesini.?"


sahut pak security yang mengampiri mereka .


dengam tatapan yang mencurigakan.


"saya ma-.?"


ucapan mima terpotong oleh sesorang perempuan yang menghampiri nya.


"biarin mereka masuk deny , wanita hamil itu istri nya habi.?" ujar marini menatap abel datar.


"HAH !maaf kan saya nyonya muda.?"


ujar nya meminta maaf kepada abel karna tidak sopan terhadap nya.


abel tersenyum tipis menyikapi nya.


sebelah alis mima terangkat iya bingung siapa perempuan muda di depan nya itu.


"apa dia kakak nya Sahabi.?"gumam nya.


"ayo ikut saya."


ujar marini menatap intens mima dan abel.


kaki nya melangkah memasuki rumah nya.


terlihat pak frey yang tengah duduk dengn kopi di meja nya dan koran di tangan nya.

__ADS_1


"sayang..?"


marini menghampiri pak ftey dan mengelus lembut tangan nya.


pria paruh baya itu tersenyum melihat adik angkat nya.


senyuman di bibir pak frey pudar menangkap sosok abel disana.


"kamuu ! kenapa kamu kesini.?"


ujar pak frey menatap abel yang tengah menunduk tak berani menatap nya.


pak frey menghampiri abel dan menatap nya intens.


"dimana habi , apa dia tahu kamu datang kemari.?"tanya pak darlan menyelidik.


abel mengeleng pelan kepala nya iya dongkak kan ke atas memberani kan diri untuk menatap mertua nya itu.


"hiks..hiks..tuan saya kesini mau minta pertolongan !"


tangisan abel meledak mata ya yang sedu itu mengeluar kan air mata nya lagi dan lagi.


merasa aneh dengan tingkah laku abel yang mendatangi nya dengan kondisi tengah hamil besar , penamilan penuh bercak merah di dress nya. membuat pak frey pun penasaran.


"ada apa.?" ujar nya spontan


"habi , anak tuan mengalami kecelakaan dan sekarang membutuh kan donor darah."


ucap mima menyampaikan kedatangan nya kemari bersama abel.


"apa..! sahabi kecelakaan ?"


mata nya sontak melotot tak percaya bahwa putra nya sedang koma di rumah sakit.


"sayang yang sabar..?" ujar marini menenang kan nya.


"benar pak , karna darah nya sangat lah langka.?"ucap mima menimpali


abel hanya mematung dalam diam menatap kosong ke arah nya.


"maaf saya tidak bisa , habi telah mengecewakan saya . dia terus menatang saya , bahkan tidak menganggap saya sebagai ayah nya.?"


pak frey menolak mendonor kan darah nya kepada habi iya bersikap egois .


pak frey tak peduli lagi bagi nya anak nya sudah tiada lama sejak iya menikahi abel.


dan menetang diri nya untuk menikahi gadis pilihan nya.


abel kaget mendengar ucapan yang di lontar kan pak frey.


mata nya melotot, iya syok bahwa ayah nya menolak untuk mendonor kan darah nya.


"Sstt..Akhh ! hiks..hiks..."


abel memegangi perut nya dan menangis dalam diam .


mima belari menghampiri abel dan memegangi nya.


"bel elo nggak papa kan.?" tanya mima tampak ssemakin khawatir.


"aku nggak papa mim ?"lirih nya menahan sakit di erut nya yang terasa kram.


"tuan saya mohon bagaimana pun sahabi adalah anak bapak , saya rela melakukan apa saja .agar tuan mau menolong suami saya."


ucap abel memohon di hadapan pak frey iya rela bersujud di kaki nya.


mima yang melihat abel kekeuh dengan tujuan nya.


"baiklah ,tapi ada syarat nya.?"


pak frey menunduk menatap mata abel yang berlinang air mata.


"apa tuan ?" sahut abel bertanya.


"kamu harus meninggal kan habi.?" ucap nya spontan dan lantang.


Jeder..!!


bagaikan tersamber petir di siang bolong.


abel duduk mematung.


jalan apa yang iya ambil sekarang ? apakah iya harus setuju.


marini tersenyum lebar melihat abel tak berdaya .


sedangkan mima mengeleng kan kuat kepala nya agar abel tak setuju dengan ini semua.

__ADS_1


__ADS_2