Antara Cinta Dan Cita-citaku

Antara Cinta Dan Cita-citaku
ACDC bab 8


__ADS_3

"Jadi ini alasan nya kamu ajak aku kesini."ucap abel berhenti dan bertanya kepada habi.


Abel merasa kesal kepada pria yang baru di kenal nya ini.dia hanya di jadikan objek keuntungan bagi habi memanasi exsa mantan cinta pertama nya.walau sebenar nya iya tak berhak merasa kesal bahkan marah .? Entah lah apa yang membuat abell merasa risih ,apa karna berjalan dengan TUAN MUDA dari  keluarga cleonerisen dan pewaris tunggal .


Habi yang memang menjadikan abell prisai  karna ke jomblo an nya dan ,menjadi kan kekasih pura-pura di depan exsa dan mantan sahabat nya itu .memang tak mengelak bahwa iya hanya manfaat kan abell saja.toh  salah nya dimana?bukan nya saling menguntungkan bagi kedua nya .bahkan abell setuju jalan dengan nya selama 3 hari ini untung mengantikan hp boba nya yang rusak..kenapa iya harus marah-marah sekarang.


"Iya ,maafin aku iya bel.aku tidak bermaksud  untuk manfaatin kamu,"ujar nya merasa sedikit tidak enak kepada abel.


"Tidak apa-apa."sahut abel mengulas senyuman di bibir mungil nya,walau pun tadi nya iya sedikit kesal tapi entah lah hilamg begitu saja setelah melilihat mimik bersalah di muka Habi.


"Abel ,makasih iya udah mau nemenin gue ke pernikahan itu."ucap nya membalas tatapan abell .


"Ah ,iya ,sama-sama habi ."ujar abel kaku .sambil mengusap tengkuk nya."kalau begitu aku turun dulu iya."kata abell menatap sebentar sambil melepas safety belt di tubuh nya.


"HM..bel,panggil habi menghentikan wanita itu hendak ingin turun dari mobil sport nya.


"Iya.."sahut abel mentap habi dengan kecangungan.


"Sekali lagi makasih ,karna elo gue bisa ngadepin exsa ."ucap habi dengan mengukir senyuman di bibir itu.wanita mana yang tidak terpanah melihat senyuman indah itu ditambah lagi pria di depan nya sangat lah berkarisma yang pasti baik tidak seperti TUAN MUDA pada umum nya yang sedikit arogan dan ambesius.


Abel pun membalas dengan anggukan kecil dan turun dari mobil habi..pria itu pun membuka jendela mobil nya menoleh kearah abel .


"Kalau gitu gue pulang dulu iya bel.."katanya pamit kepada abel yang ada di seberang mobil nya


"Iya..hati-hati."ujar nya singkat dan melambaikan tangan nya kearah pria itu yang mulai mengemudi berlahan di astas aspal meninggal kan pekarangan kontrakan milik abell.bukde abel pesan siomay dua dan es rumput laut nya dua." ucap abell meminta di buat kan pesanan mereka.


...****************...


keesok hari nya..


"Abel....!! Teriak mima saatelihat sehabat nya di depan rumah nya pagi-pagi tampa mengabari terlebih dulu.


"Mima, ada apa.?"sahut abel risih dipeluk mima secara tiba-tiba .


"Gimana,acara semalem lancar kan, gue harap sih elo nggk buat keributan yang bikin si ganteng habi malu."ucap mima sambil melirik kearah sahabat nya dan mengintrogasi nya seperti detektif sunguhan.


"HM..berjalan lancar kok."sagut abell singkat .


"cerita in dong penasaran ,tapi habi nggk ada macem-macem kan sama elo bel, secara kan dia anak nya susah banget di tebak."ucap mima


"nggak kok dia memperlakukan aku dengan baik dan lembut "senyum abel yang mengembang saat mengingat pertemuan singkat lelaki itu.mima yang melihat perubahan mimik wajah abel pun menatap curiga dan mengintimidasi nya.


"Bell..,elo nggk jatuh cinta kan sama habi ?"ucap mima curiga .


Abel yang mendengar ucapan mima pun menimpali dengan cepat.iya tak mau sahabat nya jadi salah paham dengan hubungan singkat ini.yang mungkin mereka tak akan pernah bertemu lagi,meskipun bertemu lagi mungkin akan menjadi orang asing .secara habi adalah orang kaya sedangkan dia hanya orang bawahan saja.


"nggak apaan sih mimaa..!"sahut abel latang mencoba menepis kecuragaan sahanat nya itu.


"Beneran , elo nggk ada rasa sedikit pun sama habi.?"selidik mima lagi.


"MIMAA..!!"teriak abel geram dan menepuk jidat sahabat nya itu membuat mima sedikit melotot kearah abell.


"He..he .he bercanda bel ,jangan manyun gitu ah ntar tambah jelek."rayu nya melihat abel memajukan mulut nya sebal dengan tingah konyol mima.


"MIm ayok kita berangkat.."tawar abel .


"Yuk.."ucap mima setuju menutup pintu rumah nya dan berjalan membuntuti sahabat nya yang berjalan lebih dulu keluar dari pekarangan rumah mima .


.


Di kediaman ...F.C grand mansion ...


"Hari ini kau mau kemana bi.?"ucap frey menatap anak semata wayang nya yang tengah sibuk menatap serius kearah laptop Di pangkuan nya.


"Aku ada janji dengan Glend pi,mau bahas soal usaha ku."ucap nya datar tampa menatap kearah frey.


"Habi .! Papi sedang bicara ,Kau malah sibuk dengan laptop mu saja .hargai papi sebagai irang tua mu ."kata nya kesal karna merasa tak di hirau kan oleh anak nya.habi pun mengdongkak kearah sang ayah yang menatap nya dengan marah .


"Iya ada apa papi,kata kan saja ,tidak usah bertele-tele.?"ucap nya dingin .


"papi mau kamu mulai mengelola perusahan kita bi ,dari pada waktu mu itu sia-sia dengan hal yang tidak sejalas ."Cerca frey ketus.


Habi menutup laptop nya dan pergi tampa menjawab permintaan ayah nya.iya menaiki anak tangga menuju ke kamar nya yang ada di lantai 2..frey yang memperhatikan anak nya sedari tadi sedikit merasa dongkol pasal nya habi selalu bersikap dingin dan kurang ajar saja pada nya ,tetapi bila dengan orang lain sikap nya berubah .frey sadar anak nya itu masih membenci nya .


Habi yang tengah termenung di balkon kamar nya ,tercekat saat ponsel di saku nya berdering dan teryata itu dari Glend sahabat dan patner bisnis nya.


"Ada apa glend? Kau menggangu saja.."ucap nya kesal .


"Ha.ha.ha kau bisa kesal juga bi ,kenapa ?apakah masalah perempuan.."sahut nya di iseberang sana.


"apaan sih , tidak jelas kau ,katakan ada apa menelpon ku."ucap habi penasaran dan berjalan kearah sofa di kamar nya.


"begini ,pabrik kita yang di samarinda ada sedikit kendala bi ,pasal nya pesanan membludak tapi pendapatan tidak sesuai seperti ada yang korupsi disini."kata nya sesakma menjelaskan ke kwatiran nya .


Habi yang menderkan pun memijit pelipis nya merasa sedikit pusing karna masalah pada pabrik nya .


"biar aku saja glend yang urus ,kau tetap disini menemani istrimu yang sedang hamil ."ucap nya "lagi pula aku tidak ada kesibukan ,kuliah ku tinggal meninggu wisuda saja."ucap nya menimpali lagi memberi solusi . Glend pun tersenyum lebar mendengar ucapan sahabat nya.habi sudah di anggap sodara kandung oleh nya meski mereka baru bersahabat awal masuk kuliah s1.glend bersyukur walau dia hanya orang sederhana di bandingkan habi telahir sudah kaya raya tetapi habi sangat menghargai glend dan peduli tidak memandang kasta.


...****************...


"kok aku nggak pernah liat sahabi lagi iya , sejak malam itu."gumam abel berjalan melamun menyusuri koridor kampus mengingat awal pertemuan nya dengan habi.


Doorr...!!!


"Astagfirullah..!!"teriak abel terjingkat sambil melot kaget kearah sahabat nya


"Mima..! Kamu iya bener-bener hobi banget ngagetin orang ,ntar kalo aku jantungan gimana.?" ucap abel sambil mengelus dada nya yang berdebar.


"Maaf bell ,lagi pula elo ngapain? Melamun , iya ,di siang bolong kayak gini ,mikirin hutang iya atau jangan-jangan lagi mikirin habi."selidik mima asal menggoda sahabat nya.


"Mima bisa nggak sih , jangan ngomongin habi mulu." sahut abel kesal .


"Hehe..iya maaf "ujar mima sambil mengantup kan kedua tangan nya di depan abell memohon maaf sambil tertawa renyah.


Abel membalas dengan anggukan kecil .iya tau sahabat nya suka mengoda nya ,apa lagi ini pertama kali abel berjalan dengan seorang pria yang notabene bukan siapa.toh iya tak mau ambil pusing karna iya tau status nya hanya orang miskin , iya tak mau berharap terlalu berlebihan.


"Bel ke kantin yuk,gue laper banget nih."ajak nya sambil mengelus perut nya yang rata sudah keroncongan dari tadi.


"boleh deh ,sambil ngeliat kue yang aku titipin kan kepada bukde lastri."sahut nya setuju mengikuti langkah mima.


Abel dan mima pun sampai di depan pintu kantin,waktu makan siang pun membuat bangku-bangku di kantin sulit untuk di dapat kan .karna sangking ramai nya para mahasiswa-siswi .untung saja kampus mereka memiliki kantin kusus untuk setiap jurusan ,bukan cuman satu tapi banyak kantin di setiap gedung jurusan masing-masing.


"Bel duduk disana aja yuk".tawar mima menunjuk kesalah satu bangku kosong di pojokan sana.

__ADS_1


"Boleh deh ,yuk ."setuju abel melangkah kearah bangku kosong itu.


"kamu mau pesen apa bel ?"ucap mima bertanya ke arah abell yang sibuk memperhatikan orang yang berlalu lalang di depan nya.


"Aku saja iya mim yang pesan, soalya aku juga mau ke ketempat bukde lastri, mau nanya soal kue."tawar nya .


"Oke deh , aku mau pesen siomay sama es rumput laut."ucap mima tersenyum menatap abell yang di depan nya.


setelah mendapat kan angukan kecil dari sahabat nya abel pun berdiri melangkah ke arah salah satu lapak  sang bude.


"Bukde "panggil abel ,bukde lastri pun menoleh ke arah suara tersebut lalu iya pun tersenyum dan menghampiri nya.


"Eh nduk abel ,kenapa nak.?" jawab bude hesty yang  melihat abell berdiri di lapak nya .


"Kue nya abel gimana bude, udah ada yang laku belom"tanya nya antusias .


"Alhamdulilah , sudah ini tinggal 5 lagi."sahut bude Lastri menujuk kearah kue -kue yang di buat abell


"alhamdulilah bukde , syukur lah kalau begitu "jawab abell yang tidak lupa dengan di ikuti senyuman lebar nya dan mata yang berbinar senang.


"Iya nak ,kenapa kamu nggk ikut bukde aja sih bell ,jadi kan kamu nggk harus repot-repot jualan kue partime kerja di kafe."ucap bukde lastri cemas melihat ponakan dari kakak angkat nya yaitu ayah mya abell .


"Bukde abel nggak mau ngerepotin bukde sama pakde "ucap nya lirih .


"Tidak bel ,bukde mau pun pakde nggak merasa di repotin sama kamu nak ,gimana pun juga kamu adalah keponakan bukde anak dari kakak bukde meski bukan kakak kandung ,sejak mba narima meninggal kamu jadi sebatang kara nak."ucap nya sedih sambil mengelus rambut abel dan memeluk nya .


"bukde ,abel sudah besar ,abel bisa kok jaga diri abell .bukde harus percaya kan sama aku.?"ucap abell mencoba membujuk dan menenang kan sang bukde yang sedih mengingat kesendiri abel.


"Baik lah nak kalau itu keinginan mu ,bukde tidak bisa memaksa ,tapi kalau ada apa-apa jangan sungkan cerita sama bukde .kami bukan lah orang lain nak ,bukde sama pakde adalah kerabat mu ,penganti ayah dan ibuu nak."


"Iya bukde , makasih " ucap abel sambil memeluk terharu karna iya beruntung masih mempunyai bukde yang masih peduli dan menyayanginya.


"iya bel"sahut bukde lastri dan pergi membuat kan pesanan keponakan nya.


abel pun berdiri diam , sambil menunggu pesan nya siap .


ia pun memikir kan kembali ucapan bukde lastri .


memang benar dia lelah harus berkerja seperti ini, tapi abell tidak punya pilihan lain kan ? ia hanya tidak ingin merepot kan bukde lastri lagi.


"abel ini pesanan nya."ucap bukde lastri memberikan nampan .


"iya bukde makasih, abell kesana dulu iya bukde ."


ucap abel mengambil alih nampan itu , dan membawa pergi nampan yang berisi siomay dan es rumput laut milik mereka.


bukde lastri menyaut dengan anggukan kecil tanda setuju.


"Lama banget sih elo bel? Gue udah mau jamuran nungguin elo tau nggk." Ucap mima cemberut .


"Maaf ya mima ,tadi aku ngobrol sama bukde lastri sebentar ." sahut abell yang merasa tidak enak terhadap sahabat nya itu karna terlalu lama menunggu nya.


"Pantes lama." Ujar mima sambil menjulurkan tangan untuk mengambil siomay dan es rumput laut milik nya.


"habis ini mau langsung pulang bel".."tanya mima .


Nggk ? Aku mau ke Cafe karna ada siff malam "


kata abel melirik mima yang tengah menatap nya juga.


"Akhir nya kenyang juga. "gumam mima megusap perut ramping itu .


"ayuk bel kita pergi dari sini ? kasian mereka nggak dapat tempat duduk tuh."


celetuk mima melihat kearah mereka Yang berdiri di depan pintu .


tiga gadis seangkatan mereka yang tengah celingak -celinguk mencari tempat duduk.


"yuk "sahut abel setuju kemudian sambil membereskan tas ransel dan ponsel milik nya.


Elo pulang naik apa bel ?"ucap mima yang berjalan berdampingan keluar dari perkarangan kampus.??


"Naik busway."jawab abel singkat.


"Elo nggak mau bareng sama gue aja bel." tawar mima .


"Nggak usah , kita kan nggak searah.".tolak abel merasa tidak enak kalau mima harus mengantar nya ketempat kerja nya .


Yang tidak sama sekali searah ,yang ada nanti mima pulang kerumah nya semakin jauh saja.


"Yaudah kalau gitu bel, gue duluan iya."ucap mima yang siap mengendarai motor matic berwarna silver.


"Iya hati-hati mim".sahut abell sambil melambaikan tangan nya ,dan menatap ke pergian mima sampai menghilang.


"Huff Ayo abel, semangat mencari rezekinya,


bismillah ya Allah."


Ucap abel menyemangati diri nya sendiri dan menyebrangi jalan ke Arah halte.


Dan tampa abel sadari arah kanan jalan, terdapat mobil avanza hitam melaju dengan kecepatan tinggi .


Tin, Tinnnn..!!!


abel spontan menoleh ke arah suara kelakson mobil.


yang berasal dari mobil BMW hitam menuju kearah abel saat ini ia pun kaget, tubuh nya serasa membeku tampa engan mengindar.


Brraakkk...!


suara sesuatu yang bertabrakan dengan tubuh abel.


abel pun terhuyung condong kedepan bomper mobil .


"Auw ,sakitt .!! gumam abel yang tergeletak diaspal jalan .


"Elo nggak punya mata Iya.!"sahut cowok tinggi semampai yang baru turun dari mobil BMW hitam itu.


"Ma-maaf.".ucap abel gugup yang menahan sakit di kaki dan tangan nya.


"Abell..!" ucap salah satu cowok yang baru turun dari mobil penumpang .


abel pun mendongkak kan kepala nya keatas merasa nama nya di panggil seseorang.

__ADS_1


terlihat habi yang berdiri di samping mobil.


flashback on


"elo kenapa sih dirga .?


Ucap habi menatap aneh kearah sahabat nya .


"gue hancur bi ,elo tau jesica main belakang dari gue.!"


dirga tengah kecewa saat melihat wanita yang di cintai nya malah berduan di hotel dengan pria lain.


"elo yang sabar dir ,mungkin jessi bukan jodoh loe."ucap habi menenagkan dirga yang tengah meneguk sebotol wine ditangan nya.


"gue anterin pulang yuk.?" tawar habi .


"nggak usah gue masih sadar ,gue nggak mabuk..!!"racau nya tersenyum sinis .


"yaudah ,tapi gue temenin oke.?


"okeyy...!! Sahut dirga tersenyum tipis setuju.


"eh bi ,gue aja yang nyetir ,elo duduk disitu ."ucap nya menujuk kekursi penumpang di sebelah kemudi.


"tapi ,gue ta-.."


"huuusstt diem loe nggak usah bawel deh."


Dirga melajukan mobil BMW milik nya dengan kecepatan tinggi.


habi pun cemas ,karna dirga mengedari dengan ugal-ugalan di jalan raya yang masih padat dengan kendaraan lain nya.


"eh..stoop ! Dir gue yang nyetir.!"


teriak habi kearah dirga yang mulai merem-melek efek mabuk.


"dirgaaa...awass.!"teriak habi


braaakk*...!!!


"flashback off...


"Sahabii..."? ucap abell tersentak melihat pria yang sempat ada di benak nya.


"Elo kenal sama nih cewek bii..?" sahut cowok yang tepat di depan abel menatap mengintimidasi .


"Iyaa gue kenal ."jawab habi singkat ,ia pun melangkah menghampiri abel dan berjongkok melihat kearah luka di kaki dan tangan abel.


"Bel kita kerumah sakit yuk."tawar habi kepada abel .


merasa cemas dengan luka abel.


Netra hitam milik abel menatap lekat netra kecoklatan habi yang membuat gadis itu merasa tersentuh." ehm ,nggk usah bi, aku nggak apa-apa " tolak abel mencoba berdiri dari duduk nya.


Habi membantu gadis itu berdiri dan membawa nya di tepi jalan untuk duduk .


"Maafin temen gue iya bel" kata habi yang sambil melirik kearah dirga .


"Dirga , Elo masih mau disitu,tampa minta maaf ke Abel."


Habi dan abel menatap dirga yang masih tak bergeming di depan mobil.


untung tadi dirga sudah menepikan mobil nya kalau tidak mungkin sudah ramai dengan kemacetan .


"Ngapainn juga gue minta maaf ,orang gue juga nggak salah. dia nya aja yang nyeberang nggak liat jalan"cerocos nya menatap sinis kearah abel.


Abel yang ditatap pun menelan saliva nya susah ,berasa nyangkut di tenggorokan.


Kumelihat dia dengann senyuman indahh..


membuat aku tersipuu..ku ingin memiliki mu


dan inginn menjaga muu..


suara nada dering handpone pun memecah kan suasana yang tegang disana.


Abel yang menyadari ponsel milik nya berbunyi hendak


lansung meraih tas ransel yang masih berserakan diatas aspal.


dengan kaki yang tertatih abel mengambil benda pipih yang masih di dalam tas .


"Halo ,assalamualaikum mba intan "ucap abel menjawab seseorang di seberang sana.


"Halo ,waalaikumsalam bel.kamu dimana , kok belom nyampe.? dicariin tuh sama manager"jawab mba intan di sebrang sana.


"Hm,aku masih di jalan mba ada ,terjadi kecelakaan kecil .makan nya aku terlambat.".sahut abel gelisah .


"cepat lah datang bel,kalau tidak kau bisa terancam dipecat.."


"duh iya mbaa ,ini abel otw ke cafe".mata abel membelak dengan raut panik di wajah abel.


"Okayy bel cepet iya "sahut mba intann


"iya mba ,makasih udah di kasih tau."


"iya bell sama-sama udah dulu iya cafe lagi rame banget ini ,bye abel "ucap mba intan mengakhiri pangilan .


Tuttttt....


"i-ya.."


belom sempet abel menjawab namun mba intan sudah memutuskan telfon nya duluan.


"Abel aku anterinn yuk "tawar habi menatap abel.


Abel melirik ke arah dirga ,namun dirga malah menatap nya dengan tatapan sinis dan menyelidik.


"Udah ikut ajaa, jangan sok jual mahal "sahut dirga yang masuk kedalam mobil nya..


"dirgaa !! "ucap habi sambil mengelengnkan kepalanya.


tidak suka dengan sikap kasar dirga.

__ADS_1


"ayok bel, sini aku bantu."


habi meraih tangan abel dan membukan pintu mobil mendudukan gadis itu di kursi penumpang.


__ADS_2