Antara Cinta Dan Cita-citaku

Antara Cinta Dan Cita-citaku
ACDC bab 9


__ADS_3

"Kamu di pecat."? ujar sang manager cafe tempat Abel bekerja.


"Tapi pak , apa salah saya.?"sahut Abel terkejut.


"Ini bukan pertama kali nya kamu terlambat Bel,saya sudah berikan kamu peringatan terakhir kali ,dan kamu mengulangi nya lagi."


Ucap manager cafe menatap tajam kearah abel di seberang kursi nya.


"Pak saya minta maaf , tolong jangan pecat saya pak"sahut abel dengan wajah yang memelas agar tidak jadi di pecat.


"Maaf abel ,tapi ini sudah peraturan dari cafe,


ini adalah pesangon plus gaji lembur kamu kemaren."


ucap manager sambil menyodorkan Amplop berwarna coklat kepada abel.


Abel pun menerima amplop itu dengan berat hati .


karna kecelakan tadi sore iya harus di pecat dari pekerjaan nya .


yang selama ini tempat mencari rezeki bagi abel.


mau tak mau abel pun harus menerima nya dengan lapang dada.


"Hm , hah." abel menghela nafas berat membuang dengan kasar.


"Baiklah kalau begitu pak ,saya permisi dulu."


kata abel kepada manager cafe .ia keluar dari ruang itu dengan mata berembun.


Dan hanya dibalas dengan Anggukann manager Cafe.


"Auw..! Aduh kenapa sih aku sial banget hari ini, Udah habis kecelakaan di pecat pula."


Umpat Abel berjalan pelan merasa nyeri dan perih di luka nya.


"Bel.!


"Eh, Habi kamu belom pergi.? Ucap abel cangung dengan kehadiran cowok itu.


"Belum , aku sengaja nunguin kamu."


"Tapi kenapa , Kamu nungguin aku.?"


"Aku masih nggak enak sama kamu,gara-gara dirga , kamu jadi kayak gini".Ujar sahabi


"Okay nggak papa kok ,aku nggak mau masalahin ini.".sahut abel singkat.


"Aku anterin pulang yuk." tawar habi

__ADS_1


Abel mulai berfikir sejenak .


kalau iya pulang naik busway pasti dia akan repot , belom lagi harus menunggu lama..pasti kaki nya tidak akan tahan terlalu lama karna kaki nya terluka.


"Emang nya nggak papa" sahut abel yang belum nyakin atas tawaran habi.


"Nggak papa bel ,serius ". Ucap habi yang berjalan berdampingan memapah abel.


"Ayo naik". ucap habi mempersilakan abel masuk ke dalam mobil.


Dan di sahut anggukan dari abel dan habi pun ikut duduk di kursi penumpang bersama abel.


"Habi ,teman kamu tadi kemana.? "ujar abell kepada habi yang sedari tadi sibuk memain kan handpone nya.


"Dirga Pulang duluan ada urusan , Bel kamu di pecat dari pekerjaan kamu iya."


celetuk habi melirik sekilas kearah gadis disamping nya


yang tengah menatap keluar jendela


abell balas anggukan kecil tampa menoleh.


"Gimana kalau kamu kerja di tempat aku bel."tawar habi .


"Kerja apa."? Tanya abell


"Aku mau."? ucap abel dengan antusias tampa berfikir dua kali.


Abel tersenyum lebar dia senang karna akan mendapat kan perkerjaan baru di tempat milik Sahabi .


"habi makasih iya buat ini semua".ucap abel kepada habi di ikuti senyuman manis dibibir nya.


"Iya ."jawab habi membalas senyuman gadis disamping nya juga.


"Ayo bel turun , kita udah sampe di depan rumah kamu."


Abell pun menoleh ke arah kaca mobil dan teryata benar.


tidak terasa perjalan ini tiba-tiba sudah di depan rumah nya saja .


menganguk membenarkan perkataan habi


"Sini bel , aku bantu ." tawar sahabi sambil memapah tangan abell


"Tok..tok !!


"assalamualaikum" ucap habi sambil mengetok pintu rumah abel


"Eemm ,bi dirumah ku nggak ada siapa."

__ADS_1


sahut abel dan ia pun merogoh tas rasel milik nya mencari sesuatu di sana.


"Ini "ucap abel memberikan sebuah kunci kepada habi.


habi melongo kaget ,iya baru tau kalau abel tinggal sendirian.


ia mulai membukakan pintu.


setelah pintu nya terbuka,habi mulai memapah abel kembali masuk kedalam rumah dan menuduk kan gadis itu di ruang tamu.


"Bel Kamu tinggal sendiri ,Orang tua kamu kemana.?"ujar habi mulai penasaran dengan kehidupan abel.


"Iya aku tinggal sendri ,orang tua ku semuanya meninggal.Ayah ku meninggal dalam kecelakaan 5 tahun yang lalu, ibu ku juga meninggal kan aku 6 bulan yang lalu karena sakit."


Jawab abell yang mulai meneteskan air matanya kembali saat mengingat mereka.


"Maaf bel aku nggk tau."


kata habi yang merasa tidak enak kepada abel habi yang melihat abel menangis dengan tersedu-tersedu pun merasa kasihan ia merasa sadar atau tidak mulai mengusap air mata abel yang jatuh di kedua pipi mulus nya.


"Jangan nangis bel, itu semua sudah takdir"


ucap habi kepada abel mencoba menenagkan.


habi pun teringat kepada keluarga nya .


Ayah nya yang super protektive kepada dirinya dan ibunya yang sudah meninggal. membuat habi tidak betah di rumah .


dia memilih tinggal di apartemen yang dia beli sejak 3 tahun silam .


sejak ayah nya selingkuh dengan gadis muda yang tak jauh seumuran dirinya.


sibuk dengan lamunan di benak masing-masing.


hingga dia tidak menyadari bahwa abel tertidur di sandaran nya .


mungkin dia sudah lelah menangis pikir nya..


" elo kayak anak kecil bel ,nangis setelah itu tertidur "gumam habi sambil tersenyum tipis.


"Gue pulang dulu iya bel ."lirih habi sambil mengusap sisa-sisa air mata di kedua pipi abel.


habi menggendong abel ala bridal style ke kamar milik abel .


membaringkan tubuh abel di rajang .


mengusap lembut rambut panjang abel dan menyelimuti .


habi berjalan keluar hendak pulang ke Apartemenya .

__ADS_1


__ADS_2