
Mataku terbuka secara perlahan menatap kosong dinding putih di hadapan ku.
Kepala ku yang sedikit sakit membuat ku mengeryit kening ku.
Tangan ku bergetar menyentuh perut ku yang datar .
tidak ada kehidupan disana.
mata ku sontak melotot menatap ke arah perut ku
"Dimana bayiku.?"
Abel nendudukan tubuh nya ke atas ranjang dengan wajah pucat pasi di wajah nya.
"Hiks..hiks !
"Bel , kamu udah sadar.?" ujar Tami belari menghampiri abel.
"Mba , anak abel dimana? Apa dia baik-baik saja kan.?" ujar nya tersedu dengan suara parau menatap Tami
"hussttt...tenang bel bayi kamu nggak papa."
sahut Tami memeluk tubuh mungil abel
"Bayi abel dimana mba sekarang.?" ucap nya penasaran.
" sama mima bel, bayi kamu lahir sebelum waktu nya."
bayi abel prematur mba , tapi anak abel sehat kan mba.?"abel menatap Tami dengan tatapan sendu penuh harap.
"udah ah jangan nangis terus ,udah hampir dua minggu loh kamu koma."
"hampir dua minggu mbaa.?" ucap abel memutar kan bola mata nya tak percaya.
"Iya bel , ayok aku antar ke bayi kamu." tawar nya dengan senyuman lebar yang mengembang.
Abel duduk di kursi roda yang tami dorong .
wajah abel berseri tak sabar berjumpa dengan putri kecil nya.
Mata abel menyipit ke arah bayi mungil berkulit putih yang tengah tertidur diam di dalam kaca persegi.
seketika senyuman abelmengembang .
"putri kecil bunda "
ucap abel terharu melihat bayi nya yang sempat tak iya inginkan .
tangan nya menyeka ujung mata nya yang sedikit berair disana.
"Oewek..Owek..!"
abel terkejut mendengar suara tangisan bayi nya yang kencang abelnmenggampiri nya .
"Mba pangilan dokter ya dek."
abel menganguk cepat tampa menoleh ke arah nya.
Tami belari keluar mencari bantuan di luar sana.
__ADS_1
"Cup..cup.anak bunda."
abel membelai putri kecil nya mima tersenyum.abel berharap bayi nya segera berehenti menangis.
"gue seneng bel ,elo udah sadar." ucap nya terharu
"iya mim."abel memeluk tubuh mima.
ucap dokter yang muncul dari samping kanan abel .
tangan dokter katy membuka kunci incubator baby dan meraih bayi abel dari sana.
"bayi saya tidak papa kan dok.?"
"Tidak apa bu abel..ini sudah waktu nya iya keluar dari incubator .maka nya bayi ibu berintraksi menangis mungkin suhu di incubator sudah tidak cocok lagi dengan tubuh nya.
"Mari bu di gendong bayi nya , kalau bisa di susui ya bu."
ujar nya memberikan bayi mungil itu di pangkuan abel .
"anak bunda sama ayah."
senyuman abel mengebang menatap lembut
bayi mungil nya.
abel sudah mengikhlas kepergian suami nya walau berat bagi nya .itu semua iya lakukan asal habi sembuh.
abel membelai bayi perempuan di gendongan nya.
dengan mata bulat hitam legam menatap abel berbinar
ujar Tami melirik ke arah ke ponakan nya yang tengah memain kan mulut mungil nya.
"sahbila nafalona."ujar abel mencium pipi kemerahan bayi nya .
"wah bagus nama nya bel, pangilan nya siapa.?"
ujar tami antusias serta penasaran .
"pangilan nya Alona tante." ucap abel menjawab .
cup..cup !
ujar abel menimang bayi perempuan mungil itu .
yang tengah terlelap di dekapan nya.
...****************...
sementara itu di sebuah rumah sakit di singapura tepat nya di Farer park hospital .
terlihat sosok pria menatap kosong ke arah orang di hadapan nya.
"habi kamu benar tidak mengingat apa pun.?"
Kepala mengeleng pelan di keryit kan kening nya mencoba mengingat sesuatu disana.
"Maaf anda siapa ya .?"
__ADS_1
ujar habi bertanya kepada pak frey yang menatap nya bingung.
"Mari masuk dok.?"
ucap marini mempersilakan dokter yang iya bawa menuju kamar rawat milik habi.
"biar saya priksa dulu.?"
sahut dokter mengecek ke adaan kondisi tubuh Habi.
"seperti nya pasien mengalami Amnesia retrograde akibat benturan di kepala nya. menyebab kan Tidak bisa mengingat ke jadian di masalalu nya.
"terima kasih dokter."
ucap pak frey menghampiri habi dan menepuk pundak nya pelan..
"saya adalah freyhan Cleonerisen ayah kandung kamu."
"dan aku marini tante muda ayah mu." sahut marini ikut berbincang .
"Nama kamu Sahabi Cleonerisen putra tunggal saya sekaligus pewaris ."
"Pewaris ? lalu kenapa saya bisa berada di rumah sakit di luar negri .?" ucap nya bertanya ke arah ayah nya.
"sudah jangan membahas itu dulu ,yang penting kesehatan kamu yang lebih penting."
Ujar papi habi mengalih kan pembicaraan.
Clekk..
suara pintu terbuka oleh seseorang.
Terlihat perempuan cantik dengan baju jumpsuits yang melekat di tubuh tinggi nya.
yang tengah tersenyum menatap Habi.
"Om , tante." Sapa nya sopan.
"Grace..."
ujar papi habi memanggil perempuan cantik itu seraya menghampiri nya .
"Habi kenal kan ini anak om yusuf calon istri kamu."
Mata Grace melirik ke arah papi habi yang memperkenal kan diri nya sebagai calon anak nya membuat nya menatap bingung ke arah nya.
habi mengejap kan mata nya menatap intens ke arah Grace .
" iya habi kamu di jodoh kan sama papi kamu dan papa nya grace dan kamu sudah setuju."
ujar marini mengarang cerita agar habi mempercayai ucapan nya
"Om maksud nya apa ya.?" bisik grace ke om frey yang sedikit terkejut meminta untuk di jelas kan.
"saya tau grace kamu sudah lama suka kepada habi , lagi pula habi butuh sosok istri untuk mengurus nya."
pak frey menyakin kan grace bahwa habi dan diri nya akan segera menikah.
grace tersenyum tipis mendengar ucapan yang di lontar kan ayah habi.
__ADS_1
iya tak mennyangka pria yang di taksir nya sejak di bangku SMA itu adalah calon suami nya kelak.