Antara Cinta Dan Cita-citaku

Antara Cinta Dan Cita-citaku
34


__ADS_3

Matahari terbit begitu cerah hari ini,cahaya yang begitu terang .menunjukan sinar ke orangean, dari balik sudut kaca balkon apartment .


terlihat sosok perempuan hamil tengah duduk menyender dideket jendela meluruskan salah satu kakinya.


Atensinya menunduk kearah perut yang kian membulat, jemari lentik itu begitu asyik mengelus sang perut yang semakin membuncit setiap harinya. dan tidak luput juga senyuman manis di bibir mungil ."Ih..kamu sehatkan baby.?" monolognya .


tampa ia sadari dari tadi, ada sepasang mata yang tengah menatapnya. dengan tatapan bahagia di kedua mata indah itu.


kaki pria itu melangkah lebar menghampiri , wanita itu adalah abel. membuat atensi wanita hamil itu teralih, menoleh kearahnya .


"Sayang... ini aku bawain susu dan juga vitamin."ucapnya menghampiri sang istri.


abel mengeleng pelan ,ia menolak untuk meminum susu hamilnya ,karena abel sangat benci susu sedari ia kecil.


Selain rasanya aneh, menurut Abel juga berbau amis. membuat perutnya juga menolak.


"Aku.ehm.. tidak suka susu, apa boleh vitamin aja.?" cicitnya memasang muka memelas.


"Sayang ."habi duduk disamping Abel."kamu boleh minum dikit,ini kan bagus untuk ibu hamil."titahnya, mencoba untuk sedikit membujuk.


Abel membuang kasar nafas."Jus aja ia."ucap abel mencoba menawar , bibirnya melengkung .


Habi memutar bola matanya"Hufh..baiklah."


habi mencoba mengalah, ia membawa kembali segelas susu coklat itu menjauh dari abel dan meletaknya di atas nakas.


Habi sebenarnya tau ,jika abel sangat membenci susu. pernah sekali ia memaksakan Abel untuk meminumnya,yang terjadi malah abel muntah-muntah di kamar mandi setelahnya.


"sayang..gimana dengan perut kamu.?" habi bertanya, menatap kearah abel cemas.


"Udah sembuh.?" sahutnya tersenyum manis.


sudah dua minggu berlalu sejak kejadian yang menimpa abel .


sedikit demi sedikit abel sudah mulai ikhlas atas kehilangan salah satu bayi kembarnya.


Sedangkan sang pelaku, Exsana Sudah mengakui perbuatannya dan meminta maaf kepada abel.


abel tidak ingin memperpanjang masalah kemaren .


bagi wanita hamil itu lebih memilih memaafkan exsa, baginya mungkin ini adalah sebuah takdir yang harus iya lewati.


"Habi..."pangilnya pelan ,Habi menaikan salah satu alisnya ." A-Abel ..pengen makan domba guling deh.?"cicit abel menatap habi berbinar dan sesekali menelan salivanya kasar.


"Domba guling."tanyanya kaget"kamu ngidam sayang.?"atensi Habi menatapnya sangat lekat.


"Kenapa?" .abel penasaran ,bibir mungil wanita itu mencebik."jangan bilang kamu nggak mau."


Abel tersenyum kecut,matanya mulai memerah ."hei hei sayang jangan nangis."ucapnya lembut .


Habi bukanya tidak ingin menuruti keinginan sang istri, tetapi ia benci makanan yang berhubungan dengan kambing .

__ADS_1


Karena selain baunya yang menurutnya sangat langu ,iya juga sedikit jijik memikirkan semasa hidup domba itu.


Bulu yang keriting putih, bahkan kadang kotor karena hampir tidak mandi. membuatnya tidak habis pikir kepada sang istri kenapa ia harus menginginkan domba guling.


"Nggak ada yang lain, kambing aja gimana ? atau nggak sapi aja ia ?" tawarnya lagi ,mengidikkan bahunya. dengan ekspresi jijik di raut wajah Habi.


"nggak mau.." sahut abel menolak cepat, kepalanya menggeleng kuat.


Habi melongo ,kenapa wanita hamil ini susah sekali di bujuk"Huff ...okay kamu tunggu di sin-." belom sempet menyelesaikan ucapan nya, namun sudah terlebih dulu di potong oleh abel.


"Aku mau ikut ,bentar yah aku ganti baju dulu."celetuknya manja, berjalan kearah lemari baju .mengambil sebuah dress putih berlengan, dan ada sebuah tali dibawah dada, yang sangat cantik dan lucu.


kaki jenjang itu melangkah masuk kedalam walk in closed,dan tidak lama kemudian Abel keluar lengkap dengan dress putih di badan mungil milik Abel,perutnya yang buncit dan bulat itu membuat kesan tampa imut .



Mata habi melotot sempurna ,manik mata pria itu tertuju kearah perut buncit abel .yang nampak menyebul dibalik dress.


perempuan hamil itu tengah memegangi perutnya di depan cermin meja rias.


"Ayok." sahut abel melambaikan tangannya di depan muka habi dan tidak sebuah tas kecil ditangan kanan.


lamunan habi pecah atas tindakan abel, bibir habi tersenyum tipis mengeleng-gelengkan kepalanya .


lagi-lagi iya tergoda dengan tubuh abel.


menurutnya abel itu adalah candu .bahkan ia nampak **** di matanya dengan perut buncit di perut .


"Hehe." kekeh geli habi saat memikirkan sesuatu di otak mesumnya.


...****************...


mobil Lexus putih hitam yang di kendarai habi, sampai kesalah satu restoran yang terdapat di tengah-tengah kota p itu.


tak lama mereka turun menuju restoran dan mulai memesan ruangan kusus VIP disana.


terlihat sosok waitress di dalam sana memberikan sebuah buku menu ke arah mereka.


habi tidak menunggu lama memesan domba guling keinginan abel."yey..akhirnya sayang."monolog Abel tersenyum kecil.


Cukup lama mereka menunggu ,akhirnya pesanan yang abel tunggu sedari tadi datang juga.


"Ini mas domba guling nya." ucap waitress memberikan sepiring jumbo lengkap dengan berbagai macam sambal .


"terima kasih." abel berujar, seraya melihat kearah meja tatapan nya semakin berbinar .


abel mulai memotong kecil,lalu memakan dengan pelan. memasukkan kedalam mulut nya.


raut wajahnya berbinar mengunyah setiap potongan daging itu."HM...enak."gumamnya.


habi menelan salivanyanya ,iya menatap domba guling yang tengah di santap lahap oleh abel."Habi ." kata Abel memangil tiba-tiba.

__ADS_1


"kenapa sayang.?"jawabnya menatap abel lembut.


Abel diam nampak berfikir ,berkata ragu"babynya pengen liat ayahnya makan juga ."


Mata habi melotot sempurna, ia sedikit menjauhkan badannya dari samping duduk abel.


Habi mengeleng cepat tanda ia menolak keinginan abel."Nggak nggak ,aku nggak mau sayang."tolaknya cepat menutup mulunya dengan tangan.


Abel berdiri menghampiri duduk habi mencondongkan garpu ke arahnya . "Ayo sayang dikit aja ,anak kamu ini yang pengan." tangan habi menepisnya kuat, hingga garpu yang di tangan abel terhempas ke lantai.


"NGGAK MAU BEL ! AKU NGGAK SUKA "bentaknya memandang abel tajam.


Abel menunduk diam"maaf."lirihnya,


Seketika wajah abel berubah menjadi sedih.


kepalanya menunduk kearah perutnya , tampa terasa buliran air matanya jatuh diatas tangan nya.


Habi menegakan tubuhnya ,saat menyadari ia bicara keras.ia sekarang merasa bersalah telah membetak abel .


berjalan menghampiri,lalu memeluk tubuh sang istri yang sedikit bergetar menahan tangis.


"Maaf." ucapnya pelan ." aduh..kamu jangan nangis ia sayang, maafin aku."


habi berujar seraya memeluk abel dengan erat.mencoba menenangkan Abel dalam dekapannya itu.


Abel diam ,ia menatap Habi sekilas.""Okay .. a-aku makan kambing gulingnya.?"


habi gagap, mencoba menenangkan isak tangisan abel,menariknya kembali duduk diatas kursi kosong disana.


abel tersenyum dan mulai memotong kecil daging untuk di berikan suaminya."Aaaaaa..."Abel memberikan potongan kecil ,menatap penuh harap.


habi membuka mulutnya terpaksa ,iya terus memaksakan menelan .menutup mulutnya rapat agar iya tidak memuntahkan.


"Huek...huek.!!!" habi menahan agar domba di dalam mulutnya itu tertelan ,wajahnya memerah membuat Abel menatap iba.


abel memberikan segelas jus jeruk kepada habi ,lalu meneguknya hingga habis.


Ia menatap abel dengan nanar rasanya iya ingin menangis ."Is..rasanya aneh sekali."


"habi ayo kita pulang."ajak abel bangkit dari tempat duduknya di balas anggukan pelan oleh habi.


mereka berjalan menuju kearah kasir disana .


tak lama itu habi memberikan beberapa uang lembar berwarna merah kepada penjaga kasir.


habi dan abel melangkah kakinya menuju parkiran mobil Lexus milik nya.


mulai meninggalkan restoran itu, melaju pesat di jalan raya.


sepanjang perjalanan mereka lebih memilih diam .

__ADS_1


habi sesekali menoleh kearah abel yang tenagah menyenderkan badan ke jok mobil disamping pengemudi.


senyuman di bibirnya mengembang melihat abel teryata tengah tertidur ."Sehat selalu sayang ,dan kamu juga anak ayah "


__ADS_2