
Hari ini adalah hari spesial untuk abel.
ia akan melakukan test beasiswa ke london.
abel sedikit gelisah hari ini,karna fikiran nya tiba-tiba melayang entah kemana.
"gimna ia ..kalo dosen nya itu tidak suka sama gambarannya." momolognya mulai cemas, abel meremas jari-jari gelisah.
"Abel.!!"
teriak mima setengah belari menghampiri wanita yang tengah duduk di bangku taman mini.
Abel sama sekali tak bergeming,ia malah melangkah pergi menjauh dari taman."kok gue di cuekin sih."gerutu mima kesal .
Abel berhenti menoleh kearah mima yang tidak ada henti-hentinya meneriaki namanya .
wanita itu menyengir geli "hehe..mima sejak kapan ngikutin abel.?"
mima mencibir kearah abel"elo nya aja yang budek."
Abel memutar bola matanya malas .
"Hufh ! abel pelan-pelan dong jalan nya."ucap mima membuntuti abel .
"Hemz, kamu nya aja yang lelet kayak keong." sahut abel meledek sahabat nya itu.
"Hufh , elo yah bel udah gue panggil juga, tetap aja ngeloyor nggak mau berenti ."
kalimat gerutan dari mulut mima kesal, sementara itu berusaha menyamai langkah abel.
"elo udah test beasiswa nya.?"Tanya mima penasaran dengan test yang di lakukan sahabat karib .
"udah tadi ."sahut nya spontan .
"Oh.."mima ber'oh ria "bel ayok ..kita kekantin." tawar mima meminta dan menarik tangan abel menuju kantin kampus mereka tampa persetujuan abel lebih dulu.
"Ah!..aduh."ucap abel tiba-tiba memegangi perutnya yang mulai meliit.
"abel elo kenapa!" teriak mima heboh melihat wajah pucat abel ,ia mendadak menjadi sangat cemas .
"Perut aku sakit banget mim , Akh...sssttt!" sahut abel mendesis ,tangan lentik nya mengelap keringat yang ada di keningnya.
"Kita kerumah sakit yuk." tawar mima yang memandangi abel dengan khawatir setengah panik.
"Nggak usah mim, kita ke kantin aja yuk , gue laper!" ajak abel menarik pergelangan tangan mima yang masih merasa cemas.
mima menarik nafas nya dalam membuang secara kasar .
abel memang keras kepala orang nya .gimana tidak sudah seminggu ini iya merasakan sakit di perutnya.
tapi iya terus menolak untuk menemui dokter.
iya lebih memilih mengkomsusi obat maag nya .
"bel... elo dicariin dosen!" teriak gadis yang menghampiri nya.
"ada apa bel , dosen kok nyariin elo? "tanya mima kepo dengan dosen pembimbing.
"nggak tau mim." ucap abel mengeleng polos. ia juga bingung kenapa bu genefive mencarinya.
"Makasih ya rin , mim aku ke dosen dulu."
abel meninggal kan mima sendiri yang masih mematung.
ia memutar badannya menuju ruangan sang dosen dengan jalan sedikit tergesa-gesa.
tok..tok..!!
"Masuk .."
suara seseorang wanita dibalik ruangan itu.
abel memegang knop pintu , dan memutar nya secara perlahan dan sopan.
"Iya bu ada apa memanggil saya.? " kata abel kepada wanita yang tengah duduk di kursi
nya nya itu
"Mari duduk sini bel."
genefive tersenyum melihat abel yang memang sedangbia tunggu , mempersilahkan abel untuk duduk di kursi yang memang di sediakan di ruangan itu.
Abel hanya mengiyakan ucapan yang di lontar kan dosen nya itu.
dan duduk tepat di depan nya.
"Saya memanggil kamu kemari untuk membicara kan soal beasiswa ke London."kata genefive ,dosen wanita itu mulai berkata serius menatap kearah abel.
"Ada apa bu? apa ada masalah.?!" ucap abel khawatir dan mulai menerka-nerka.
"Tidak ,setelah melihat desain kamu . kami memutus kan untuk melolos kan kamu."ucap dosen abel tersenyum manis kepada nya memberkan hasil test nya dan sebuah map berwarna kecoklatan.
"Ah alhamdulilah , saya lolos bu? "raut muka abel berbinar dan tersenyum lebar merasa bahagia apa yang ia ingin kan akhir nya tercapai juga.
"Iya kamu mendapat beasiswa ke London , setelah kamu lulus sarjana? "kata genefive yang memperjelas ucapannya.
"Makasih ya buu ."ucap abel antusias menyalami sang dosen.
__ADS_1
"Kamu berbakat bel , saya percaya kamu jadi perancang busana yang terkenal.." jawab nya lagi merasa bangga kepada salah satu mahasiswi nya itu.
"kalau begitu saya permisi dulu bu."!! ucap abel berdiri pamit udur diri kepada bu genefive.
"Iya silakan." kata sang dosen mempersilakan abel pergi
...****************...
Abel belari di tengah koridor mencari sahabat nya itu.
ia tak sabar ingin memberi tahukan kabar baik ini dan merayakan bersama .
namun abel sudah mencari nya kesana kemari namun nihil tidak terlihat sosok gadis itu entah kemana pergi nya.
Abel pun mulai kesal ,memilih duduk sejenak dan mengatur nafas nya yang sedikit tersengal itu.
tangan lentik milik abel meraih tas selempang nya dan mengambil sesuatu disana.
setelah mendapat kan apa yang iya cari abel pun menekan nama sahabat nya disana..
"hallo bel .." ucap gadis itu seberang sana.
"iya halo kamu dimana mim ?"tanya abel mengedarkan padangan nya kesekeliling kampus .
"Aku lagi di atap jurusanku bel." sahut nya lagin
"ngapain kamu disana mim? "tanya abel penasaran apa yang dilakuin mima di rooftop kampus.
"nyari angin."ucap nya spontan ditimpali kekehan kecil .
"okay gue otw kesana."kata abel menganguk kecil.
tut...tut..tut
abel mematikan sambungan telpon nya.
dan belari menuju jurusan farmasi untuk menemui sahabat nya itu di atas gedung jurusan nya.
"Ha ...nyampe juga.."monolog abel mengelap keringat yang ada di kening nya." host..host! Capek."
Mima.!"teriak abel memanggil sahabat nya itu yang tak menapakan wujudnya .
"Dor..!!"teriak mima ngagetin abel dari belakang.
"Mimaaaaa ! ntar kalau jantung aku copot gimna.?!" ucap abel kesal dengan lelucon yang mima mainkan.
"maaf deh."sahut mima bersalah memegang kedua daun telinga.
"Mim mau tau nggak , abel lulus beasiswa ke London.!"teriak abel berteriak histeris menceritakan kebagianya saat ini.
"Beneran bel...selamat yah!!" jawab mima memeluk tubuh abel erat .Dan dibalas anggukan dari abel.
"Iya."ucap abel spontan dan latang .
"Bel elo nggak kepikiran punya anak dulu gitu?"ucap mima perlahan menatap intens kearah abel.
abel yang mendengar ucapan mima?sontak membulatkan kedua matanya.
mana ada seorang wanita yang sudah menikah tidak ingin mempunya anak .tetapi tidak untuk abel saat ini ,cita-cita nya adalah nomer satu ,egois? Memang. kalau menyakut cita-cita itu.iya sudah lama berkerja keras untuk mendapatkan ini.
"Ehmz..buat saat ini nggak ".kata abel yakin di iringi senyuman manis di bibir mungil .
mima yang mendengar penuturan abel pun menganguk kan kepala kaku ,iya tak mau mencampuri kehidupan pribadi sang sahabat.
Tringgg...!!
suara salah satu ponsel mereka yang berbunyi..
Merasa hp nya ada yang menelpon .abel merogoh , mengambil nya dari dalam tas selempang yang ia pakai.
"Hallo bel."ucap suara barinton di seberang sana.
"Iya ada apa? " sahut abel menjawab.
"Aku nggak pulang hari ini lembur." ucap nya lagi.
"Okay hati-hati lembur nya.."sahut abel tersenyum,
"baiklah sayang aku tutup dulu." jawab nya
dan memutuskan telpon .
Tut..tut..
"siapa bel.?"ucap mima ingin tahu.
"habi."ucap abel menatap sahabat nya.
"ssstt..aduh ! sakitt .!" lirih abel yang merasakan sakit yang amat di perutnya.
"bel ,abel perut elo sakit lagi.?" mima yang melihat wajah pucat abel, mencoba menahan kesakitan pun benar-benar khawatir.
abel yang tidak bisa menahan nya pun hanya bisa membalas nya dengan anggukan pelan.
"Aku antar ke dokter yuk.? tawar nya panik ,mima mempah tubuh abel dengan hati-hati
"iya." setuju abel dengan lirih .
__ADS_1
mima dan abel pun meluncur ke salah satu rumah sakit terdekat di kampusnya.
namun langkah nya terhenti karna mima mendapat kabar bahwa sang ibu yang dari jogya tiiba-tiba datang mengunjungi nya.
"Bel maaf iya ,aku harus ke kost'an ibu dateng."ucap mima yang merasa tak enak kepada sahabat nya itu.
"iya mim nggak papa , aku bisa masuk sendri." abel tersenyum tipis ,menyakin kan mima dan menoleh ke rumah sakit yang ada di depan nya.
"Hati-hati , nanti kabarin gue ya bel ,bye!"teriak mima yang setengah belari menuju angkutan umum yang berhenti di depan nya.
Abel memasuki kawasan rumah sakit itu. dan mulai mengambil antriannya.
iya pun merasa cemas tentang kesehatan nya. Ia gelisah akhir-akhir ini iya sangat stres
mungkin itu penyebab sakit yang abel rasakan saat ini.
"Aisah nafabella!"teriak suster disana memangil nama abel untuk masuk ke dalam.
"saya sus."sahut abel berdiri dari duduk nya dan berjalan menuju keruangan pemeriksaaan .
"Hallo dok."abel menyapa dokter yang tengah menunduk itu .
"iya silakan." ucap dokter perempuan mempersilahkan abel menuju hospital bed disana.
"keluhan nya apa mba.? ujar nya bertanya kepada abel.
"saya akhir-akhir ini sering sakit perut dok, seperti melilit." ucap abel menjawab dokter .
"Baiklah apa anda mempunyai riwayat sakit maag?"kata dokter itu mulai mengambil stetoskop yang di letakan di atas meja .
memeriksa denyut nadi dan tekanan darah abel.
"iya dok., bahkan saya meminum nya beberapa hari ini . tapi tidak sembuh." ucap abel membenarkan apa yang di katakan sang dokter.
"Ada stres iya akhir-akhir ini dan tidak menjaga makan juga.? katanya mulai meriksa perut abel.
"Iya dok.. karna ada test dikampus jadi saya sangat bersemangat hingga terkadang lupa makan."
"okay , mari duduk disini." ucap dokter mempersilakan kursi yang ada di depan meja nya.
abel menuruti printah sang dokter dan turun dari hospital bed dan beralih menduduki kursi.
"Hm, jadi begini mba,mari kita melakukan USG saja biar jelas penyebab nya.?" tawar dokter indri menatap abel serius.
Abel tampa berfikir sejenak dan mengaguk"Baiklah dok." abel setuju ,oleh apa yang di katakan dokter perempuan itu.
"Sus tolong ambilkan alat-alat nya.? "kata dokter itu meminta tolong kepada suster yang tengah berdiri disana.
"baik dok." ucap nya spontan
setelah peralatan selesai di siapkan dokter, yang diketahui nama nya indri itu. mempersilakan abel untuk berbaring kembali ke hospital bed dan sedikit menyikap baju abel .lalu mengoles kan gel bening diatas perut ratanya.
Tangan dokter indri Memulai menempel kan benda USG eksternal di perut nya.
dokter indri menatap serius ke arah monitor yang ada di hadapanya.
mata nya terbelak kaget melihat isi perut abel yang di ketahui adalah penyebab keluhan abel sakit perut akhir-akhir ini.
"Gimana dok jadi apa sakit saya.?!" kata abel kepada dokter indri .merasa penasaran karna perubahan raut wajah nya.
dokter indri pun berjalan menuju monitor itu dan mengambil hasil USG dan catatan data disana.
mata nya pun melihat ke arah selembar foto kertas berwarna hitam putih yang ada di tangan nya dan mulai menganguk mengerti.
"jadi begini mba Abel , setelah saya lakukan USG saya baru tau apa penyebab sakit yang ada di perut mba abel selama ini." ucap nya menatap abel dengan tatapan serius.
"Apa dok?"ucap abel penasaran. iya pun merasa was-was dengan hasil nya.
"Anda akhir-akhir ini stres berat dan lupa makan ,di tambah lagi anda mengkomsusi obat maag beberapa hari ini secara berlebihan dan.? ucap dokter indri menggantung ucapan nya..
"dan apa dok.?" ucap abel semakin gelisah tapi ingin tahu.
"Syukur lah anda segera berkonsultasi kesini kalau tidak.mungkin dia tidak dapat terselamat kan.: ucap dokter indri memberikan gambar usg ke arah abel.
Abel melirik sekilas kearah gambar usg itu, kini fikiran nya mulai menerka-nerka hal negatif.
"maksud apa dok.?"ucap abel semakin gelisah ,raut wajahnya semakin pucat pasi.
"dia sudah ada beberapa minggu ini."dokter indri pun menyodor kan lagi laporan kesehatan nya kepada abel.
abel yang membaca laporan kesehatan milik nya pun kaget dan mulai merasakan panas di matanya seperti ada yang mau jatuh disana.
"OH NO.!!
abel menutup mulut nya yang terbuka karna terkejutan.
dan tampa terasa air mata nya pun tumpah di pipi mulus nya.
abel hanyak bisa menundukkan kepalanya menatap kearah perut datar nya.
menahan tangis setelah mengerti maksud apa kata dokter indri .
Hayoo ada yang tahu nggk abell sakit apa.??βΊβΊ
segitu aja dulu iya..ππ
ntar kalo ada waktu di lanjutin lagi heheππ
__ADS_1
Jangan lupa like,vote,coment dan hadiah muach.