Antara Cinta Dan Cita-citaku

Antara Cinta Dan Cita-citaku
46


__ADS_3

Sahabi POV


Grace adalah tunangan ku .


tapi entah kenapa aku merasa asing terhadap nya.


Ya aku tau betul aku tak mengingat apa pun di masa lalu ku.


bagaimana aku dan kehidupan ku sebelum nya. seharus nya aku bahagia bahwa aku akan meminang Grace menjadi istriku .


Entah kenapa aku merasa sedikit risih dengan tingkah laku nya terhadap ku .


"Sayang bagaimana. apa ini cukup bagus untuk di pakai besok ke indonesia.?"


"Bagus." ujar nya latang habi masih sibuk dengan angan nya sendiri.


"Sayang apa yang kau pikir kan, kenapa kau mengabaikan ku seperti ini ,hah.!"


tangan grace mengelus lengan habi yang masih menompang dagu nya.


"grace lepas kan tangan mu dari lengan ku."


habi menepis tangan grace menjauh dari lengan nya.itu membuat habi merasa risih setiap dekat dengan grace.


"Ck..kamu sedang memikir kan orang lain.?"


"Ayolah grace..jangan bertingkah lagi.?"


habi yang mulai kesal dengan tingkah laku grace pun meninggal kan nya sendiri disana.


"Apa yang aku liat dari grace, kenapa aku dulu mencintai nya.?"


gumam habi di balkon kamar nya menatap indah nya malam di sekitar rumah nya itu.


habi berjalan masuk ke dalam kamar nya dan mulai membuka satu per satu laci di kamar nya .


"Dimana obat ku.?" gumam habi mengobrak-abrik setiap laci yang ada di kamar nya.


Saat tangan sibuk mencari sesuatu disana .


tak sengaja habi menemukan sebuah ponsel yang sedikit retak di ujung nya.


merasa penasaran habi mengambil ponsel itu yang iya tau adalah handphone milik nya dulu.


Tangan Habi menekan tombol on di sudut handphone itu.


dan teryata masih berfungsi dengan baik .


setelah handphone itu menyala mata habi tepana sebuah wallpaper di sana terlihat sosok wanita hamil yang tengah tersenyum bersama nya .


"Siapa wanita hamil ini ? apa yang aku lupakan di masa lalu ku."


ujar nya menepuk kening nya berharap iya mengingat sesuatu disana.


"Sayang..! " tariak grace diluar kamar habi.


"Huh.."habi menaruh handphone nya kelaci dan berjalan menuju pintu kamar nya dan menguci nya dari dalam .


habi tak ingin di ganggu siapa pun meskipun itu adalah wanita yang akan di pinang nya.

__ADS_1


...****************...


"Alona..!!"


Abel tengah menimang alona di dekapan nya.


dengam wajah sumringah nya alona menatap nya dengan berbinar meracau tak jelas ke arah nya.


"Bububu...dadadada"


tangan nya memukul pelan wajah bunda nya membuat abel terkekeh dengan tingkah laku putri nya.


"Abel..gimana kamu udah siap . jam berapa kamu ke bandara.?"


Senyuman di wajah abel berlahan sirna mendengar ucapan buklek nya.


di tatap nya wajah Alona yang terus tersenyum menatap ke arah bunda nya.


"sayang ...maafin bunda ya nak.?"


abel memeluk putri nya dengan perasan campur aduk dalam diri nya.


alona tak bisa jauh dari abel walau sedetik pun.


bagaimana nanti nya alona tahu bahwa bunda nya pergi dari hadapan nya dan berbulan-bulan lama nya.


"buklek..ayo kita bandara sekarang.?"


ujar nya mengampiri buklek nya dengan senyuman sedih di mata nya.


...****************...


Kaki abel berjalan memasuki banda udara internasional soekarno hatta dengan paspor dan tiket ditangan kanan nya .


tak terasa mata nya mulai nanar dan menetes kan air mata nya.


"Alona..!!"


abel memeluk putri nya dengan tangisan disana.


air mata nya sudah membanjiri kedua pipi nya yang mulus.


"Buklekk.. Alona pasti ngertiin abel kan.?"


" hiks..hiks..!"


abel menangis segugukan di sana .


bahkan iya tak peduli menjadi pusat perhatian orang-orang disana menatap nya kasian.


"Ndok..alona pasti bisa nggertiin bunda nya, udah kamu jangan nangis ."


"buklek..abel titip anak abel ya.?"


"iya ndok...kamu belajar yang pinter disana.wujud kan impian mu itu ndok.!"


"iya buklek..makasih hiks..hiks."


abel mencium setiap detail wajah alona dan juga tangan mungil nya.

__ADS_1


Alona yang tak faham kenapa bunda nya bertingah begitu pun tersenyum manis ke arah nya.


abel menyeka air mata nya dan mulai berjalan memasuki bandara.


meninggal kan buklek dan Alona di sana .


kaki abel begitu berat meninggal kan putri nya bahkan kepala abel terus menoleh ke arah nya.ia engan untuk berpaling dari mereka.


setelah bunda nya hilang dari pandangan Alona .


balita itu mulai menoleh kesana kemari mencari ke beradaan bunda nya.


"Huwa..hiks..hiks..dada.?"


tangisan alona pecah seketika membuat buklek lilis kaget dari lamunan nya.


"cup..cup..alona cantik."


buklek menepuk punggung alona agar sedikit menenangkan kan balita itu.


"Pluugh..!"


sebuah bola berwarna pink kecil yang ada di tangan Alona pun terjatuh di lantai.


"bola alona jatuh ya, nenek ambil yah cup..cup sayang.?"


buklek menunduk mengambil bola milik alona tapi tindakan nya terhenti oleh seorang sosok pria yang telah mengambil nya duluan.


"Cantik..ini ambil bola mu.?"


ujar nya menatap ke arah alona yang sedikit lebih tenang melihat nya.


"makasih ya nak.?"


"sama-sama buk..cantik kenapa kamu menangis.?"


"dia di tinggal bunda nya bekerja."


"Oh begitu.." ujar nya menganguk mengerti.


"Apa boleh , saya mengendong cucu ibu sebentar.?"


ujar nya meminta izin kepada buklek lilis untuk mengendong alona sebentar.


"boleh.."


tangan nya mengambil alih tubuh alona yang menatap nya sedari tadi.


"kenapa mata mu sangat familiar bagiku cantik.?" gumam nya mencium gemes ke arah pipi bakpou nya.


"sayang.!" teriak sesorang wanita berbaju maroon mengampiri mereka disana.


"grace stop teriak-teriak di tempat umum ,malu.!"


lirih habi menatap ke arah grace yang tengah belari menghampiri nya.


"Anak siapa ini.?"


ujar nya menatap tajam ke arah habi Grace melototi alona dengan kedua bola mata nya.

__ADS_1


"buk ini cucu nya , kalau begitu saya permisi dulu.?"


habi berjalan meninggal kan grace yang tengah membuntuti nya dari belakang.


__ADS_2