Antara Cinta Dan Cita-citaku

Antara Cinta Dan Cita-citaku
ACDC bab 23


__ADS_3

Cinta adalah sebuah kata namun memiliki makna.


seperti aku melihat mu mata mu adalah seluruh dunia ku .


aku tak tau kenapa kita dipertemukan seperti ini ?? yang aku tau hanya untuk saling melengkapi satu sama lain


Oh kekasih ku aku sangat merindukanmuu..


merindukan senyuman di wajahmu ..


aku tau.?? kau layak menjadi senja pergi setelah terbenam namun tak pernah ingkar janji untuk kembali...💜💜


Happy readingg...


"senja..."


ucap sosok pria yang tengah berdiri di depan kaca besar .


mata yang bernetra kecoklatan menatap suasana diluar sana..


kepala nya menoleh ke sosok wanita yang tengah terbaring di hospital bed .


kaki nya pun melangkah menghampiri nya dan duduk bersandar disamping ranjang itu .tangan nya pun mulai menyusuri setiap senti wajah nya.


"Hufh ,abel mau sampai kapan kamu tidur terus.?"


ucap habii yang mulai bosan menunggu nya.


"Heghh.!"ia mulai melengguh.


abel pun mulai membuka mata nya dan tersenyum tipis.


Habii yang melihat senyuman yang terukir di wajah abell pun menatap nya dengan lekat..


"Ada apa.?" ucap abel membalas tatapan nya


"Hm ,aku benar-benar khawatir kemaren , kau di operasi tapi syukur lah setelah itu kamu siuman?" sahut habi menggegam tangan nya.


"Terimakasih , sudah menjagaku, aku tau kamu khawatir .


kalau tidak mana mungkin kau memeluk ku dengan erat."ucap abel lirih.


"abel apa kau sudah baikan.?" ucap habi khawatir..


"aku sudah tidak papa."


sahut abel sambil tersenyum manis.


"baiklahh." jawab habi mengelus rambut abel


Ceklekk..


suara gagang pintu yang ditekan seseorang.


sontak membuat abel dan Habi menoleh ke asal suara.


"Abeel.!!!" teriak mima yang belari kecil ke arah nya.


"mima." panggil abel lirih tersenyum melihat mima berjalan menghampirinya.


"Elo udah sadar, kapan ? " tanya mima yang tengah duduk di sebelah ranjang nya.


"Tadi pagi." ucap abel yang di balas anggukan dari kepala mima.


"Hm ,mim gue mau ke resort.!! elo bisa kn jagain abel bentar." ucap habi menatap mima


"Bisa kok , elo pergi aja abel biar gue yang jaga.?? sahut mima memeluk abel


"okay makasih , gue pergi dulu." ucap habi melangkah kan kaki nya keluar dari ruang VIP itu.


setelah habii hilang dari pintu mima pun mendekat kan badan nya disamping abel dan mulai mengangkat sebelah alis nya..


"Bel gimana pas Habi tau elo sadar , cerita dong.?? ucap mima penasaran


"nggk ada." ucap abel menyembunyiin dari mima.


"jangan bohong." jawab mima memutar bola matanya.


"Ehm pas itu.? ucap abell berfikir.


×××Flashback....


"Dok saya boleh masuk kan.?" ucap habi bertanya .


"Boleh pak , setelah di pindah kan keruangan inap."sahut nya menoleh kearah habi.


"terima kasih dok!"ucap habi menyalami sosok dokter itu .


dan mulai menyelinap masuk kedalam ruangan VIP melati itu.


"abel jangan buat gue khawatir!"gumam nya sambil menarik tangan abel untuk di genggam nya.


"Maafin gue udah ningalin elo kemaren."


monolog nya lirih dan mulai menatap nanar sosok wanita yang tengah berbaring di sana.


"Gue janji nggak akan ninggalin elo lagi."


Habi yang tengah duduk bersandar di sebuah kursi yang terletak di samping ranjang pun mulai menguap .


angan nya pun melayamg entah kemana dan mulai memejam kan mata nya di samping abel.


"Habiiii.!!"racau abel setengah sadar

__ADS_1


habii yang terusik dengan pegerakan di tangan abel


pria itu mulai membuka mata nya secara perlahan ,menatap abel yang sedang mengigau memanggil namanya.


Habii yang mendengar igauan abel yang terus memanggil nama nya pun sontak mengegam tangan nya dengan erat dan mulai mengelus lembut pucak rambut nya itu.


"Abel !!." panggil nya lembut.


abel yang mendengar panggilan yang di lontar kan habi pun mulai merespon nya.


mengerakan matanya sedikit demi sedikit dan mulai membuka matanya secara berlahan .


abel pun menatap langit-langit yang serba putih itu..


dan mengerakan kepala nya untuk melihat sekeliling nya .


"rumah sakit.?"gumam nya dan menoleh kearah tangan kanan nya itu yang sedang di genggam erat.


abel tersenyum melihat sosok pria yang tengah tertidur menyender di kursinya dan menompang kan kepala nya di sisi ranjang abel.


abel mengulur kan tangan nya dikepala habi dan mengelus lembut rambut nya.


iya pun tersenyum tipis sanggat tipis hampir tidak kelihatan.


"Abel, jangan mengusik ku.!"gumamnya lirih dengan mata tetap tertutup.


abel yang mendengar nya pun tersenyum lebar.


Habi pun sontak membuka mata nya dan menoleh ke arah abel.


betapa bahagia nya habi melihat wanita nya sedang menatap nya dengan senyuman manis di bibir mungil nya.


"Abel kau sudah siuman , mana yang sakit.?" tanya nya merasa lega namun sedikit cemas.


"Aku baik-baik saja sekarang." sahut abel tersenyum tipis.


"Syukur lah."jawab habi menghela nafas nya dan mulai memeluk abel.


abelyang mendapat reaksi seperti itu pun sontak terkejut.


Habi yang menyadari terkejutan abel pun mulai mengendur kan pelukan nya..


"Aisah nafabella aku mencinta mu,sangat mencintaimu ."ucap habi spontan membuat abel menatap nya dengan lekat dan tersenyum tipis


****************


"Jadi habii bilang cinta sama elo bel?"ucap mima tersenyum manis.


yang di balas anggukan dari kepala abel.


mima pun melirik jam yang terletak di dinding rumah sakit itu pukul 08.00 malam.


"Ehm bel gue pulang dulu iya udah malem.?"ujar mima melirik kearah jarum jam.


"besok gue ada kuliah pagi.?" jawab nya membereskan tas.


"Okay hati-hati ."ucap abel melambaikan tangan nya kepada mima yang melangkah menuju pintu keluar itu.


"Hufh abel sendrian?" gumam nya membuang nafas kasar.


abel pun melirik ke atas nakas dan mengambil benda persegi panjang itu dan mulai memainkan nya.


Ceklekk..!!


suara pintu yang ditekan oleh seseorang dari luar


Atensi Abel pun teralih, melihat sosok dokter yang memasuki ruangan nya dan mulai menghampirinya..


"saya priksa dulu iya mba.?? ucap nya


"iya dok." sahut abel


Tak lama dari itu sosok pria pun muncul dari balik pintu dan terlihat menenteng bungkusan di tangan kirinya dan menatap abel sekilas ..


"dok gimana kondisi istri saya?"tanya nya sopan.


"pasien sudah baik-baik saja , kalau kondisinya tetap setabil seperti ini besok sudah boleh pulang ? jawab dokter ilham


Abel pun tersenyum menatap habi mendengar ucapan yang di lontar kan dokter ilham.


"kalau begitu saya permisi dulu."ucap dokter ilham yang izin meninggal kan ruangan abel.


"baik dok , terimakasih." sahut abel senang .


Habi pun menatap abel dengam lekat dan mulai menghampirinya.


"Habii aku mau ke kamar mandi ?" ucap abel turun dari hospital bed.


Habi membatu memegang tangan abel yang masih terhuyung jalan nya.


Abel pun masuk kekamar mandi dan mulai menutup pintu nya.


"Akh." teriak abel tiba-tiba.


habi pun belari menghampirinya dan mengedor pintu kamar mandi yang terkunci itu..


"tok..tok


"bel kamu nggak papa kan.?"tanya nya setengah panik berlari kearah kamar mandi .


"aku nggak papa "ucap abel muncul dari balik pintu kamar mandi


"terus tadi kenapa berteriak."?? ucap habi heran

__ADS_1


"jarum infus nya lepas , tertarik saat aku membersih kan badan ."


abel menjulur kan tangan nya ke arah habi.


terlihat pungung tangan nya mengeluar kan sedikit darah.


"Tunggu , aku panggil kan dokter.?"jawab habi yang di tahan oleh tangan abel.


"Tidak perlu , aku sudah baik-baik saja." ujar abel menatap lekat habi dengan senyuman lebar di bibir nya.


Habi yang melihat abel tersenyum lebar pun menatap nya dengan lekat .


tangan nya pun meraih pundak abel dan memposisikan nya tersender di sudut pintu.


abel yang mendapat gerakan itu pun mengerjep-ngerjap kan matanya spontan.


Habi mulai memajukan wajah nya mendekati wajah abel yang tidak ada tersisa jarak .


"Abel aku mencintai mu." ungkapan cinta habi membisikan nya di telinga abel


abel pun sontak melotot kan kedua bola mata nya.


ia bisa merasakan bibir nya mulai menyentuh bibir mungil ku dan mulai melu*at nya .


Tangan nya pun mulai meraba di baju pasien milik abel dan mulai menyikap nya.


habi mulai menyusuri bad*n ku dan menemukan d*da ku yang terbungkus dalam bra.


Tak lama pun iya segera membuka kaitan dibalik baju pasien yang di kenakan ku.


dan setelah terbuka habi beralih ke kancing baju pasien ku.


Dan tak berapa lama kemudian kacing ku pun satu persatu mulai terlepas semua.


bajuku pun di singkap oleh nya dengan kasar. lalu di buang ke sembarang arah.


Habi menatap mataku dengan tatapan intens nya.


Glek..


aku yang menyadari maksud nya pun hanya diam terpaku ,mencoba menelan saliva di tengorokan namun kenapa rasanya sulit sekali.


Netra kecoklatan itu menatap tubuh ku yang setengah polos.


Dan habi pun mulai meremas dua gundukan disana .


badan ku pun mulai merasa aneh dan darah ku bersesir , detak jatung ku terdengar semakin cepat ..


Tampa aba-aba habi pun beralih menmainkan salah satu gunung kembar disana,tangan kekar habi mulai aktif turun ke pus*rku.


abel menatap habi yang tengah berjongkok di depan nya dengan tatapan sayu.tubuh abel mulai panas karna nya.


Habi pun berdiri di depan pintu dan mengunci nya .


tangan ku pun di tarik oleh nya menuju ranjang diruang itu .


Tangan nya pun mulai membuka celana panjang pasien ku.


yang masih menghalangi badan ku.


habi sudah mulai melepas kan pakaian yang melekat di tubuh nya .


dan sudah naked dada di depan mata ku.


habi menarik tubuhku menjadi dibawah kukungan nya di atas hospital bed.


Dan memulai aksinya.


"Eeepphh! habii."lenguh merdu abel.


Lepas lah sudah mahkotaku yang selama ini ku jaga dengan baik .


kepala abel menoleh kearah pria yang tengah tidur di samping ku, sambil memeluk tubuhku itu yang hanya ditutupi selimut rumah sakit.


abel bangun dari hospital bed dan turun menuju kamar mandi.


ia merasa kan linu di sela paha nya.


wajar saja malam tadi adalah malam pertamaku setelah kita menikah dua bulan yang lalu.


setelah Abel keluar kamar mandi mata pun melirik ke arah jam yang terletak di diding rumah sakit itu menunjukan pukul 05.00 pagi.


abel menghampiri habi yang masih setia tidur di sana.


tangan nya pun mulai mengoyong-goyang kan tubuh nya.


"Habi bangun." pangil abel mengoyang-goyakan tubuh habi pelan.


"Ehegh"


" abell jangan menggangu ku.?" gumam nya.


"Habi ini sudah pukul 5.30 cepat bangun nanti suster akan kemari."ujar abell menepuk-nepuk badan habi nya.


"suster ?"ucap habi setengah membuka matanya.


"kita kan ada dirumah sakitt.? celetuk abel.


"ah yaampun ." ucap habi turun dari ranjang dan berlari menuju kamar mndi .


abel yang melihat nya pun sontak membulat kan kedua matanya.


" Yaampun mataku ternoda lagi." gumam abel

__ADS_1


menutup mukanya malu .


__ADS_2