Antara Cinta Dan Cita-citaku

Antara Cinta Dan Cita-citaku
ACDC bab 6


__ADS_3

Mobil merek rimac c two yang di kendarai habi melaju pesat diatas apal .dan tak butuh waktu lama sampai di tempat kediaman gadis bernama Aisya nafabella.


netra kecoklatan milik nya memandang menuju ke arah rumah abel.mobil sport nya ia parkir kan di sebrang jalan.


dan ia pun turun dari mobil untuk masuk ke perkarangan rumah tempat dimana abel tinggal ..


tok..tok


"Assalam'mualaikum..."


"Iya sebentar ! aduh ..itu pasti habi kan mim.?"


ucap abel yang mulai gelisah .


"Tenang ....jangan gugup bel, biar gue aja yang buka pintu.dan elo, siap-siap sana."


mima memerintah dan mendorong abel ke kamar nya .dan setelah itu ia belari ke arah pintu utama menyapa sosok tamu di balik pintu luar .


Cklekk...


pintu terbuka terlihat seorang pria bertubuh atletis. tinggi, berkulit putih ya ? itu adalah habi yang sangat tampan dengan setelan jas yang dia gunakan .


"Eh...habi elo mau jemput abel ia.?"


mima yang awal nya hanya berbasa -basi ria .mulai sadar mengerutuki diri nya sendiri karna pertanyaan khonyol yang ia lontorkan.


"ya ia lah dia mau jemput abel kalau nggak ngapain juga dia kesini.?"monolog mima dalam hati.


"iya..abel nya sudah siap.?" jawab habi menatap mima dan sesekali kepala nya menoleh ke dalam pintu.


"udah kok dari tadi , bentar ia gue panggilin dulu orang nya ?!"


ucap mima mepersilakan habi duduk di kursi teras rumah.kaki nya melangkah cepat menuju ke arah kamar milik abel yang terletak tidak jauh di samping ruang tamu.


Cklekkk...


kepala abel sontak menoleh kearah pintu kamar yang tiba-tiba terbuka,terlihat sahabat nya menatap ia dengan senyum mengembang.


"Mima ...gimana ? habi ia yang datang .?"


"ia lah siapa lagi cobak yang kesini kalau bukan dia ,emang nya elo punya banyak temen cowok apa.?" cerca mima mulai protes .


"aduh ....aku kok deg-deg kan banget sih Mim.?!" ujar abel yang mondar mandir di depan pintu kamar mencoba mengurangi kegugupan mya.


"Elo tau nggak bel ? Habi ganteng banget sumpah."sahut mima antusias .


"Ck..Ayo keluar ,tapi aku nggak bisa pakai sepatu ini mima"


abel menunjuk sepatu hak heeals milik mima berwarna silver dengan hak 5cm.


"aduh... abel elo pasti bisa."ujar mima memberi semangat kepada abel .


"Aku mau pake sepatu flat milik ku saja, lebih nyaman ."ucap abel kepada mima melangkah menuju ke almari sepatu disana.


"yaudah terserah lo aja bel, ayok udah di tungguin sama Habi tuh."celetuk mima.


"Hai...habi maaf ia suadah menunggu terlalu lama." abel tersenyum cangung.


"Tidak apa-apa ."


habi tersenyum menatap abel yang terlihat sempurna dengan gaun biru malam yang dia berikan .

__ADS_1


membuat dia bener-benar cantik dan anggun..


Abel pun sama menatap habi dengan tatapan kaguman dan memuja tampa sadar ia bermonolog di dalam hati nya "habi bner-benar tampan ia."..gumam abel mentap lekat dan memuji ketampanan pria di depan nya.


"apa kita bisa pergi sekarang bel.?" tawar habi


"oh ..tentu ".sahut abel menganguk dan tersenyum.


****************


Hotel berbintang lima THe ZEUS HOTEL.


mata abel menatap lekat bangunan berjulang tinggi di depan nya .


ia tercengang hontel lima yang menjadi tujuan mereka.


abel takut benar-benar takut .fikiran nya mulai bermunculan hal-hal negatif dari mulai di jual ,di mutasi dan parah nya lagi melayani pria di samping nya.


"Ayo kita turun.?" tawar habi melirik kearah abel yang menatap kosong di depan nya.


"EM ,baiklah..".sahut abel ragu.


"berikan tangan mu. ?" ucap habi menjulur kan telapak tangan nya kepada abel.


"maksud nya ? " abel menaikan sebelah alis nya ia kebingungan .


"Gue hanya tidak mau elo hilang di tempat rame kayak gini , kan ntar gue juga yang repot." .


"ehmz.. baiklah ."


sahut abel yang membalas gandengan tangan habi dengan sedikut keraguan di hati nya.


"wow..pesta yang sangat megah dan mewah." gumam abel terkesima dengan dekor wedding .


"Sahabi..!"ucap pengantin perempuan itu melangkah menuju kearah abel dan habi yang tengah duduk.


"selamat iya Exsa ,Deri akhir nya kalian nikah juga .?"ucap habi mengulas senyuman sinis kepada mereka.


"makasih atas kedatangan nya bi , gue harap Elo bisa maafin gue dan Exsa." ucap deri membalas uluran tangan habi.


"Habii..! perempuan yang di samping mu ini siapa.?" sahut Exsa menujuk kearah abel dengan tataoan mengintimidasi .


"OH ! Dia pacar ku namanya abel.?"ucap habi menarik pingang ramping abel.membuat ia sontak melotot dengan kelakuan habi yang tiba-ba.


"APAA ! "


pekik Exsa yang tidak percaya dengan perkataan habi, karna dia tau mantan kekasih nya itu tidak pernah dekat dengan wanita lain selain dirinya .bagaimana mungkin dia bisa melupakan aku cinta pertama nya.


"kamu ...tidak bercanda kan bi.?"bisik Exsa kepada habi dengan mimik kesal.


"Kenapa aku harus bercanda dengan wanita seperti mu .?" celetuk habi tersenyum memgejek.


Abel yang tidak tahu menahu pun hanya melotot dalam diam.


ia ridak ingin ikut campur dengan persetruan habi dan mereka berdua yang notabene nya mantan kekasih dan sahabat.


"Ayo sayang kita pergi.?".ucap habi masih merangkul pingul ramping abel.


abel hanya membalas dengan anggukan kecil dan tersenyum cangkung.sebelum nya abel belum pernah dekat dengan pria mana pun.karna abel terlalu sibuk meraih cita-cita .


"Habi....apa maksud kamu bilang kalau aku ini pacarmu di depan Exsa.?".abel menatap mengintimidasi membuat habi terlihat cangung .

__ADS_1


"maaf maaf bel, aku nggak ada maksud apa-apa. jadi gini dulu mereka adalah mantan kekasih dan sahabat ku, sebelum mereka menghianati ku.!"


abel hanya menganguk mengerti tampa berniat bertanya kembali .


****************


Club ..star night.


Di sebuah gedung minimalis yang cukup ramai dengan wanita dan pria yang tengah menikmati music dj dan berjoget ria.


Lampu yang remang-remang germelap-germelip membuat suasa nya tenang dan memusingkan bagu mereka yang tidak suka kebisingan.


Adelia wanita cantik berambut pendek sebahu tengah meracau tidak jelas dengan segelas minuman di tangan nya.


Flashback...


Adelia sesampai nya di kediaman JS mansion melangkah setengah belari menuju kamar nya yang terletak di lantai dua.


ia tak menghirau kan saapan para maid dan satpam .


mata nya yang sebab akibat terlalu banyak menangis ia luap kan .


buku-buku yang tertata rapi di atas meja belajar iya banting secara kasar .


hati nya sesak dan sakit karna perlakuan frey kepada nya.


adelia sangat mencintai lelaki itu ,tapi apa yang di buat oleh nya .frey selalu saja mematah kan hati nya kembali.sejak allena meninggal adel berharap bisa mengatikan mendiang sang kakak tapi tidak ,lelaki itu lebih memilih menikah dengan brondong seumuran anak nya yaitu marini.


Marini adalah anak tiri dari kakak kandung nya.gila ? Memang ,tapi lelaki itu seakan menutupi hubungan nya dengan adel .frey terlalu takut kepada flexio ayah mertua nya .


"BRENGSEEKK..!" umpat nya membuang posel nya.


Flasback..off.


"Hai..del.?"


Sapaan seseorang bertubuh tinggi dan dada lebar menatap adel dengan datar.


"Oh..Bram ! Ngapain elo disini.?" ucap adel melirik sekilas dan meneguk habis minum nya.


"mau tambah lagi.?" tawar bram duduk di samping adel menghadap bartender.


"Boleh...!"


Bram tersenyum kecil melihat wanita yang menarik hati nya.adelia sangat angkuh bila bertemu dengan pria itu.jarang-jarang adelia mau di ajak berbincang .


"berikan kami dua gelas wine natural still.!"


Ucap bram memerintah ladi scort disana dengan nampan di kedua tangan.


"Ini tuan ,silankan."


ucap nya memberikan dua gelas di hadapan bram .adelia dengan sigap mengambil dan meneguk dengan sekilas.senyumanan nya semakin lebar melirik mearah bram yang tengah menatap dengan datar.


Kaki adel turun dari meja bar dan mulai melangkah tapi karna adel sudah mabuk merat ia pun hampir terhuyung jatuh terjelebab ke depan.


tangan bram dengan cekat menahan tubuh adel yang sudah hambruk di dada bidang nya tampa sadar.


"habi perempuan ini siapa!"


suara bariton dari arah samping ,membuat atensi kedua anak manuasia yang berlawan jenis itu menoleh kepadanya.

__ADS_1


"papa ngapain disini.?"


__ADS_2