
Di pagi yang cerah ini seakan akan abel telahir kembali dari masa lalu nya yang kelam.
karna hari ini adalah awal mulanya untuk mereka berdua.
Abel menatap seseorang itu dengan senyuman yang tidak pernah luntur di wajahnya .
sosok itu adalah seorang pria yang ada didepan nya ,dengan telaten menyuapi sang istri makan buryam .
"Habii ...aku sudah kenyang.?" rengeknya manja dan memohon.
"Sedikit lagi abel." sahutnya tersenyum tipis.
Abel mencebikan bibirnya kesal,perut nya sudah terasa penuh dan begah.
"Selamat pagi.?"
Sapa dokter ilham memasuki ruangan inap abel dirawat dan diikuti oleh sosok perawat di belakang nya.
"Pagi dok." sahut abel menoleh ke asal suara itu.
"Bagaimana keadaan nya nona abel.?" ujar nya bertanya.
"Saya sudah baikan dok."jawab abel tersenyum tipis di sertai angukan kecil dikepala nya.
"Baiklah saya akan periksa terlebih dalu ia bu abel."ucap dokter ilham menghampiri abel yang tengah memposisikan tubuhnya duduk di atas hospital bed itu.
"Alhamdulilah kondisinya sudah stabil., nanti siang bisa langsung pulang." kata dokter ilham .
Abel tersenyum sumriah ,mendengar ucapan yang baru dilontar kan dokter ilham .ia pun menoleh kearah habi yang juga ikut tersenyum lebar di bibir nya.
"terima kasih dok." Ujar habi menyalami dokter ilham.
"Sama-sama pak ,kalau begitu saya permisi dulu." pamit dokter ilham disertai anggukan kecil di kepala nya.
"Habii ..aku benar-benar kenyang sekarang." ucap abel menatapnya dengan puppy eyes yang mengemaskan bagi pria itu.
"okay Baiklah ," Sahut nya menaruh
mangkuk yang berisi bubur itu di atas meja.
dan menjulurkan tangan nya beralih menarik selembar tissue di sana.
habi dengan hati-hati mulai membersihkan sisa-sisa bubur di bibir abel.
Habi sontak mendekat kan wajah nya ke wajah abel dan menatap nya dengan lekat .
Cup..
Satu kecupan di bibir ranum pink abel,membuat wanita itu membeku .Mata bulat itu melotot sempurna .
"Hufh ..kamu nakal." ucap abel memukul pelan lengan habi.
merasa pipinya mulai memanas abel menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
"Hahaha..maaf kan aku sayang.!"
kekeh habi geli saat melihat blussing di pipi istrinya.
abel yang melihat tawa renyah habi itu pun memanyun kan bibir nya.
"Sudah , jangan manyun terus,ayo kita pulang! "tawar nya mencolek hidung abel .
__ADS_1
Bibir abel mengembangkan senyuman lebar di bibir ranum nan pink itu.
kepala nya menganguk cepat tanda setuju.
Habi dengan cekatan mulai sibuk membereskan barang-barang milik mereka.
yang akan di bawa pulang .
"selesai yuk kita pulang." ajaknya menarik tangan abel untuk beranjak dari hospital bed itu.
kaki nya melangkah pelan menuju kearah pintu keluar ruangan inap abel ,tidak lupa pria itu turut membatu memeluk tubuh abel dari samping.
****************
Clikk..
suara decitan pintu terbuka setelah habi menempel kan access card disana.
sepasang pasuntri itu pun memasuki Apartment mewah mereka.
dan mulai melangkah kan kakinya menuju kamar.
setelah habi membantu abel berbaring di atas ranjang mereka .
tangan nya pun mengelus pipinya dengan lembut.
"abel kamu istirahat ia ,aku harus ke resort hari ini."kata habi lembut, menatap abel lekat dan di balas senyuman oleh abel.
"Iya hati-hati ." sahut abel tersenyum manis .
setelah habi berpamitan kepada abel, kakinya melangkah keluar menuju pintu kamar mereka.
sampai sosok habi hilang dari balik pintu kamar mereka.
angan nya pun melayang entah kemana.
dan mulai menguap sesekali mata nya pun mulai tertutup secara perlahan.
****************
Clekk...suara pintu terbuka.
terlihat sosok wanita yang tengah berkutat dengan buku di depan nya.
dan sebuah pensil berada diantara tangan kanannya.
"Sayang , kamu lagi apa sih ?." ucap habi menghampiri nya dan memeluk pundak abel dari belakang.
"Aku sedang desain baju untuk tes beasiswa ke London.?" ujar abel spontan tampa menoleh.
"Kamu ikut test beasiswa ke London.?"sahut nya bertanya,ikut duduk di sebelah sang istri.
"Iya." jawab abel singkat.
"Jadi selama hampir seminggu ini kau mengacuh kan aku gara-gara ini.?"ucap habi memanyun kan bibir mengoda abel,dengan nada yang seakan dibuat-buat cemburu.
abel yang melihat tingkah laku habi pun tersenyum olehnya.
"Sejak kecelakan dua minggu yang lalu ,aku banyak membuang waktu untuk pemulihan!" ucap abel menatap sosok pria di depan.
"Kamu punya aku , aku bisa biayain kamu ke London tampa ikut beasiswa sayang ."
__ADS_1
habi berucap dengan berbinar, abel yang mendengar ucapan habi pun memutar bola mata nya kesal.
"Aku tau! aku punya suami kaya .
tapi aku lebih senang berusaha sendri.?" abel menolak, mengelus pipi nya dengan lembut.
"Aku ingin mendapat kan restu papi kamu,
agar sederajat dengan mu."ucap abel menimpali dan menatap lekat mata habi serius.
"Okay baiklah, mana tunjukan hasil desain nya.?" ujar habi menatap buku didepan.
abel membuka buku gambar nya dan memperlihat kan coretan gambaran nya ke pada habi
"Nih." ucap abell memberikanya kepada habi
Habi sontak membulat kan mata nya.
dia tak pernah menyangka bahwa abel memang berbakat dan serius untuk yang satu ini.
pantas saja iya selalu mendapat kan beasiswa karna ke jeniusan nya.
"Baguss."ujar habi berbinar bangga.
abel yang mendengar nya pun mengembang senyuman di bibir nya.
"Sudah selesai kan mari kita tidur.?"
Habi beranjak dari sofa ,menjulurkan pungung tangannya dihadapan sang istri .
"Baiklah.ucap abel beranjak dari sofa ,meraih tangan habi.dan mulai melangkah ke arah ranjang mereka.
namun langkah nya terhenti karna sesuatu mengganggu nya.
"Sstt ...Auw.!" desis abel pemegangi perut nya menahan rintihan sakit di perutnya .
"Abel ada apa?." ujar habi khawatir menunduk memegangi abel yang tengah sedikit membukuk.
"perut aku kok tiba-tiba sakit ia sayang!" ucap abel pelanmenahan sakitnya .
"Kita ke dokter yah." ucap habi turun dari ranjang .
"Tidak perlu ,mungkin aku terlalu setres akhir-akhir ini ,apa lagi aku sering lupa makan karna berkutat dengan tugas ku." jawab abel pelan dan mengeleng kan kepala menolak.
"Yaudah , aku bantuin ke tempat tidur.?" habi membatu memapah tangan abel dan membaringkanya .
"Berikan aku obat maag itu."pinta abel menunjuk tablet di atas nakas .
"Obat maag , kau sering meminunm nya?sejak kapan!" tanya nya habi terkejut menatap abel dan mengintimidasi
"iya seminggu ini aku meminum nya." kata abel meraih gelas disamping tempat tidur .
"Lebih baik ke dokter , dari pada tergantungan obat seperti ini ." cerocos habi memberikan sebutir obat maag untuk abel.
"Baiklah kalau besok tidak sembuh , aku akan pergi ke dokter." kata abel tersenyum tipis mencoba menenang kan habi yang tampak panik.
Habi ikut tersenyum oleh nya,mereka pun berbaring di atas ranjang mereka.
habi menjulurkan tangan kekar itu untuk memeluk tubuh mungil abel dari samping.
tak lama itu pun mereka mulai menguap dan tertidur dengan pulas .
__ADS_1