
Silakan tinggalkan jejak ia jika suka...
happy readingg..💜💜***
malam memamg sangat sunyi dan senyap jika sudah larut, nampak segurat sosok pria di kegelapan malam. pria itu tengah menunggu sosok wanita hamil di hadapanya dengan lumuran daral
mata nya menatap tajam ke arah perut buncit nya .
mata nya mulai memerah mengingat kejadian itu .tangan nya yang lembut iya pegang sangat erat engan untuk melepas kan nya.
"Eheeghh."!!!
habi tersentak mendengar lengguhan dari mulut abel.
"Sayang..?" lirih habi memanggil .
abel mulai membuka mata secara perlahan,setelah mata abel terbuka pandangannya menyusuri setiap inci ruangan, dengan wajah sedikit bingung.
Atensi abel menoleh kearah pria disamping"Habii..Ini rumah sakit.?" lirihnya pelan.
habi membalas mengangukan ,lalu terseyum lebar ."Aku seneng ,kamu udah sadar sayang."
"Aku nggak pap--Akh ! Ehmsstt..." desis abel memegangi sebelah kanan perut bucit itu.
"Sayang... kamu kenapa.?"tanya habi menatap panik.
abel diam dengan ekspresi bingung, raut wajahnya sedikit ada kecemasan disana."kenapa... perut aku sangat sakit.?"monolog abel mengelus perut .
Krekkk...
pintu terbuka, terlihat sosok sang dokter tengah berjalan menghampiri ."Bu abel ..sudah sadar ? bagaimana perutnya anda,apa masih sakit ?" kata sang dokter berdiri disamping abel
"Dok..perut saya sakit sekali, apa bayi saya sehat dok.?" tanya lirih, mata abel memerah.ia panik atas ucapan dokter barusan.
"Ehem..."dokter ilham berdeham ." begini bu, itu efek ibu habis operasi."lanjut sang dokter pria itu bingung .
"Operasi ! operasi apa ya dok makaudnya ?"
raut muka abel mulai bingung sorotan mata nya menatap sang suami meminta penjelasan .
"Dok..biar saya saja yang kasih tau istri saya." cicit habi spontan,meminta izin .
Dokter ilham menganguk setuju"baiklah ...saya permisi dulu."
Pamit sosok dokter setengah baya itu meninggalkan kamar inap milik abel.
"Habii..operasi apa.?" kedua netra hitam abel mulai memanas, seperti sesuatu ingin merasa tumpah .
"sayang.."pangil habi lembut, mencium tangan abel ."jadi begini,hm... k-kita kehilangan salah satu bayi kita, akibat musibah kemaren."
Jeder....!!!!
seperti di samber petir abel mendengar ucapan suaminya ,tubuhnya mendadak lemas.ia tak percaya bahwa bayi kembar abel meninggal salah satunya ."hiks hiks..nggak ngak ."abel mengeleng kuat,tanganya kurus itu menutup kedua daun telinganya.
"KAMU..BOHONG!" sentak abel ,buliran air mata itu sudah membanjiri kedua pipi mulus abel tampa permisi.
tatapan abel mendadak kosong,ia hanya diam dan sesekali mengerjap-ngejapkan mata. dengan seiringnya air mata nya jatuh kembali
"hiks..hiks..habi bilang kalau ini bohong.?" cicit abel menatap mata suaminya dalam berharap ada sebuah kebohonga disana, tapi yang ia lakukan hanya sia-sia.
"sshtt...kamu sabar ya sayang.." habi merengkuh tubuh mungil abel ,yang bergetar hebat karna menangis."K-kenapa ini terjadi ? Apa allah menghukum aku karna sempat tidak menerimanya."monolog abel pelan.
tangan habi mengusap pungung abel, agar iya sedikit lebih tenang..
__ADS_1
...----------------...
Entah sudah berapa jam perempuan hamil itu terus menangis dalam diam diatas hospital bed .
matanya yang merah dan sembab, penampilan yang berantakan .
bahkan sisa air mata sudah mengering habis terkuras.
Rasa nya iya ingin memeluknya lagi dalam dekapan , namun abel menolak .
iya memilih untuk menyalahkan dirinya atas kehilangan salah satu buah hati.
Drett....
Terdengar suara benda pipih itu berdering lama di saku celana .
iya melangkah berjalan keluar dari ruangan, dan mulai mengakat ponsel.
"Hallo.."
"hallo pak..saya sudah menemukan siapa yang membuat istri bapak celaka."sahutnya dari seseorang di seberang sana.
"siapa ?"ucapnya spontan bertanya .
"Nama nya Exsana dan marini ,yang tidak lain tante muda bapak sendri.?"
habi yang mendengar itu mengepalkan tangan , mata melotot.ragang habi mengeras , entah apa yang iya tatap serta mengertakkan gigi.
"baik lah terima kasih."
Tut..tut..
kaki pria itu memasuki ruangan inap abel kembali menatap wanita hamil itu dengan tatapan kesedihan .
"Sayang.."pangil habi pelan.
bibir pun tersenyum manis melihat sang istri tertidur setelah kelelahan menangis dengan lamanya .
habi menarik selimut yang ada di kaki abel,lalu menyelimuti badan sang istri.
tindakannya berenti setelah iya mengamati wajah mulus abel .
habi menunduk menatap wajah abel ,tak lama itu habi mulai mengecup bibir ranum milik abel singkat.
"Hufh.. elo payah banget si bii ,masih bisa elo tegoda sama wanita hamil yang lagi tertidur. ini waktu yang tidak tepat ?" monolognya kesal menepuk pipi nya sendiri.
tangan kekarnya menjulur mengelus rambut abel lembut.lalu beralih kearah perut buncit .habi mengulas senyuman manis di.
...----------------...
Habi keluar dari rumah sakit dimana abel rawat inap .
iya mengendarai mobil LEXUS putih hitam miliknya.
melaju dengan pesat di jalan dengan kecepatan 120km/jam
20 menit kemudian mobil yang di kendarai habi itu berenti di sebuah rumah mewah .
bagaimana tidak desiag interior nya bernusa putih susu membuat rumah tersebut terkesan megah dan elegant.
dan mulai memasuki pekarangan rumah itu.
kedatangan habi di sambut oleh sosok pria yang tengah berdiri di samping mobil nya mbukaan pintu mobil milik nya.
__ADS_1
"Selamat malam , tuan muda cleonerisen.."
ucapnya tersenyum menatap pewaris tunggal majikannya.
"selamat malam juga mang Harry."sahutnya membalas senyuman.
pria itu berjalan melangkah masuk dengan tergesa-gesa memasuki rumah sang ayah.
Brakkk...!!
pintu terbuka,di banting dengan sengaja oleh seseorang membuat sosok pria tengah baya itu dan sosok wanita muda seumuran Habi menoleh ke arah suara pintu itu.
"Sahabi...!" sentak pria paruh baya ."dimana sopan satun mu sebagai pewaris cleonerisen.!"
Habi tak memperdulikan ucapan ayah nya iya melangkah kan kaki nya menghampiri marini yang tengah duduk menikmati buah di tangan nya.
"Ah... Auw." teriak marini saat tangannya di tarik paksa oleh habii.
"Jawab ! apa yang kau lakukan pada abel ,hah !" teriak habi di telinga marini .membuat tubuh wanita itu meremang, mengidik ngeri menatap keponakan sekaligus anak sambungnya.
"Habii.. apa yang kau bicarakan ? Aku tidak mengerti."ujar nya takut .
Plakk...!!
sebuah tamparan keras yang habi rasakan .
"Lepas .. lepas HaBI !."sentak pak frey menaikan oktaf, menatap tajam kearah habi .
" Ayok ikut gue ke kantor polisi ." habi sumpah tidak peduli lagi dengan sang ayah . menarik tangan marini dengan kuat untuk ikut bersamanya ke kantor polisi .
"Habii..lepaskan marini.. dia sekarang istri papi."
sentaknya kembali, mengentikan langkah habi dan menatap kearah frey,
"istri papi ..hahaha,bagaimana bisa seorang wanita tak jauh umurnya dengan ku bisa ku panggil dengan sebutan,ibu."
mata ayah nya melotot dengan tajam penuh amarah di matanya.
membuat habi tersenyum ,terkekeh geli melihat raut muka frey merah padam.
lihat lah ayah nya mencitai tante muda brondongnya.
habi inget betul dulu ayah nya itu sering meyiksa ibunya dan selingkuh di belakang nya, membuat ibu kesayangan pria itu meninggal bunuh diri.
hiks..hiks .. maaf habi , tapi Exsana yang mendorong dan meninju perut abel."
ucap marini bergetar,berlutut di kaki habi supaya iya tak membawanya ke polisi.
"Exsa..?" monolog habi, mengepal kuat.tangan habi meninju kaca tepat di samping tubuh .
praagghh...
suara pecahan kaca yang berhamburan dimana-mana.
pak frey yang kaget dengan apa yang di laku kan habi pun diam.
iya tau bahwa putranya sangat keras kepala .
percuma melawan ,iya juga tidak bisa menghentikan apapun yang menjadi kemauan habi.
"Sayang sini jangan menangis." ucap pak frey membatu marini berdiri dan meneluk tubuh marini sintal.
habi menatap sang ayah dan istriny itu merasa jijik atas apa yang di perbuat frey.
__ADS_1
sangat aneh pria tengah baya berdekataan dengan tante muda, yang pantas menjadi anaknya.
"Cih..."decih habi ,ia tak peduli lagi .memilih keluar dengan rasa kesal yang menyelimuti di hatinya membuat pria itu ingin membunuh istri muda ayahnya itu.