Antara Cinta Dan Cita-citaku

Antara Cinta Dan Cita-citaku
31


__ADS_3

Abel perempuan yang tengah hamil itu melangkah kan kaki nya menuju toilet yang ada di resort.


Ia berjalan sambil bersenandung kecil tak luput senyuman manis di bibirnya.


"Abel elo ada disini.?"ujar desi antusias


"Iya..." sahut abel tersenyum


"Elo beruntung banget bel , nikah sama pak habi.mana sekarang lagi hamil lagi.?" ucap nya menatap perut abell .


"Hehe.!! abel pun hanya tertawa kecil mendengar ucapan yang di lontar kan temen nya itu.


"Mba desi saya permisi dulu mau ke toilet."ucap abel buru-buru masuk ke dalam toilet.


tampa memperdulikan jawaban apa yang desi ingin kata kan.


Mata abel pun melotot kaget melihat dua perempuan yang ada di dalam sana.


mata mereka pun beradu saling tatap.


Abel yang tak siap pun terhuyung saat tangan nya di tarik oleh salah satu dari mereka dan di tepis nya dengan kasar sehingga membuat tangan abel terbentur pojokan kaca disana.


"Ehem... Auw..!" gumam abel yang merasakan perih di siku tangannya.


Ceklekk...


suara pintu toilet yang di kunci dari dalam .


abel pun mulai takut kepada salah satu perempuan itu .


terakhir kali mereka bertemu ia terluka parah di rumah sakit.


"mba Exsa.!" ujar abel tiba-tiba


Hahaha.!


"apa kabar sayang , wow sekarang lagi hamil yah." tawa nya pecah mata nya penatap tajam ke arah perut buncit abell.


"Lepaskan saya mba !"


ujar abel memelas,mencoba meronta berusaha melarikan diri dari mereka.


namun belom sempat keluar tangan nya pun di pegang oleh sosok perempuan yang sedari tadi hanya diam.


yang abel tahu dia adalah tante muda dari papa suaminya itu.


"Mba marini ,saya mohon lepaskan saya.!"abel merengek ,mencoba memelas kepadanya dan berusaha melepas kan tangan nya dari cengkraman nya.


"Gue udah bilang elo tinggalin Habi ..! tapi elo malah kekeuh sama dia.?" ujar Exsa menyelidik abel tak lupa senyuman sinis di bibir nya.


"wanita ****** kayak elo tu nggak pantes ngandung anak nya pewaris Cleonerisen.?" ujar marini mendorong badan abel.


"Hiks..hiks..saya mohon izin kan saya pergi.?" sahut abel gemetar memohon mulai ketakutan .


"enak nya elo gue apaan iya.?"ucap Exsa berpura-pura berfikir.


abel pun terus memundur kan badan nya sedikit demi sedikit ke arah pintu..tangan pun mulai meraih kunci itu di balik tangan nya .ia membuyikan di balik badan nya , iya mulai menekan kunci itu untuk membuka pintu .


clekk..suara pintu terbuka


Marini yang mengetahui aksi abel pun menarik rambut panjang nya yang hanya di kuncir kuda oleh nya.


Exsa mulai geram karna abel mencoba kabur dari nya..


di tarik nya abel secara kasar .


tangan Exsa spontan melayang ke udara dan menampar pipi mulus abel.


Plakkk....!!


Abel yang tidak siap dengam tamparan keras Exsa pun terhuyung ke samping.


rasa panas dan perih pun iya rasakan di pipi mulus nya membuat abel menetes kan air mata nya yang entah sedari kapan mulai membanjiri pipinya.


"Elo harus m*ti.!" teriak Exsa mencekik leher abel membuat nya susah untuk bernafas.


Uhukk..uhukk.!"

__ADS_1


abel yang mulai sulit bernafas pun mencoba melepas kan tangan Exsa di leher nya namun nihil tangan nya di tahan oleh marini.


kaki nya pun bergerak dan menendang perut Exsa.


"dugg..!"


Exsa yang nyaris terjungkal ke belakang pun murka atas tindakan abel yang membuat nya terbentur di washtafel . iya mulai bangkit


dan menghampiri abel.


"Mba marini.. pegangin tangan nih jal*ng .!" ujar nya menatap marini yang tengah menonton itu.


Marini pun setuju , tangan abel pun mulai iya cengkram dengan kuat kuku panjang nya melukai kulit tangan abel.


Buugggh.!!


"Akkhh." ! teriak abel bergema di toilet ketika tangan Exsa meninju sangat keras ke arah perut buncit nya.


mata nya sontak melotot dan air mata yang keluar dengan deras nya.


Tangan marini pun melepas kan gengaman tangan nya dari abel .


Abel merasa kan sakit yang sangat amat di perut nya..tangan nya yang bergetar itu memegangi perut nya.


"Dugh."


Exsa dengan wajah yang penuh amarah nya seakan belum puas meninju perut abel.


Tangan nya pun mendorong abel hingga terduduk di lantai toilet


"Exsa elo udah gila ninju perut nih jal*ng.!! kalau nih jal*ng mati gimana.?"


marini menujuk ke arah abel yang tengah menyender di diding disana.


"Haha ..! Gue gila..! kalau habii hidup bahagia bareng nih ******.!! gue nggak rela Habi nikahin nih ****** dari pada sama gue.!!"


teriak Exsa seakan tidak peduli kalau nanti nya ada yang mendengar nya.


"Ahhh...s-sakitt.? " ujar abel memegangi perut nya dan melihat cairan merah keluar dari sana.


T-tolong.!" lirih abel memelas kepada marini.


tok..tok.!


suara pintu yang di gedor oleh seseorang yang diluar sana membuat Exsa dan marini panik oleh nya.


"Aduhh gimana..!" ucap marini yang gelisah mondar mandir di depan pintu.


"bantuin gue masukin nih jal*ng ke kedalam toilet.!" ujar Exsa menatap marini.


marini pun membatu nya memasukan abel kesalah satu toilet dan mengunci nya.


setelah itu mereka pun melangkah kan kaki nya menuju pintu toilet utama .


Clekk...suara pintu terbuka


terlihat sosok wanita memakai seragam biru dan lap ditangan nya yang Exsa ketahui adalah OB di resort ini.


marini dan Exsa pun cepet-cepat belari meninggal kan toilet resort .


"mereka aneh banget , kenapa harus di kunci segala pintu nya.?" gumam nya melirik ke arah Exsa dan marini.


"Eh..darah apan ini yah.?" gumam nya penasaran.


"Tolong..!" lirih abell


OB itu pun kaget mendengar seseorang minta tolong tapi dari mana asal nya.


tangan nya pun membuka pintu toilet yang terkunci .


betapa terkejut nya iya melihat seorang wanita yang penuh darah.


iya pun belari meminta pertolongan kepada seseorang disana.


yang kebetulan ada sosok pria menuju ke arah toilet


"Pak..!" ada wanita hamil di toilet yang terluka ujar." nya gugup

__ADS_1


"Abell.!!"


kakinya pun belari kencang menuju toilet resort.


dan melihat sosok perempuan hamil yang tengah duduk menyender dengan penuh darah dimana-dimana.


"sayang ! "


teriak nya mengendong tubuh mungil abel. kaki nya belari dengan kencang menyusuri koridor resort .


dan membawa nya ke mobil milik nya melaju dengan pesat menuju rumah sakit yang tak jauh dari resort nya.


mata nya pun memerah rahang nya pun mengeram .


seolah iya tak percaya bahwa istri nya terluka parah..


siapa yang membuat abel seperti ini .habi pun terus bertanya-tanya dalam fikiran nya.


tak lama kemudian habi pun sampai di rumah sakit yang iya kunjungi tadi sore bersama abel.


"suster..!"


teriak habi belari mengedong abell memasuki rumah sakitt.!!


Suster pun belari menghampirinya membawa hospital bed .


habi pun membaring kan abell .


habi belari mengikuti suster membawa abell menuju ruangan UGD


tak lama sosok dokter datang memasuki ruangan disana.


habi pun cemas dengan keadaan abel.


iya terus mondar mandir menunggu dokter keluar.


Krekkk..bunyi pintu yang dibuka secara kasar.


"dok gimana keadaan istri saya.? "ucap habi menatap nya panik


"begini pak , pukulan yang sangat keras membuat iya pendarahan hebat.? "ucap nya menatap habi


"apa ada masalah dengan kandungan nya.?"


ujar habi menatap lekat dokter.iya bertanya - tanya kepada sosok dokter di depan nya.


"Pukulan yang sangat keras itu membuat salah satu bayi nya tak terselamat kan.?"


habi kaget dengan ucapan yang di lontar kan dokter itu .iya pun merasa frutasi mendengar nya.


"dengar pak..! kita harus melakukan operasi mengeluar kan bayi nya segera kalau tidak bayi yang satu lagi akan terancam..! ujar nya menyakin habi yang tengah terduduk dengan frutasi.


"baik dok ,laku kan operasi nya segera.?"


sahut habi mensetujui perkataan dokter itu.


dokter itu pun mengagukan kepala nya dan memulai operasi nya.


habi menangis dalam diam iya tak percaya bahwa bayi kembar nya akan meninggal salah satu nya..


tangan nya pun mengambil sesuatu di dalam saku celana nya.


setelah mendapat kan nya habi pun menekan salah satu nomer disana


"Halo.."


cari tau siapa yang membuat abel seperti ini.! ucap nya penuh dengan emosi yang memucak.


"okayy.!"


ucap nya menutup telpon dari seseorang di seberang sana.


habi mengambil dompet nya dan menatap mata nya ke arah sebuah foto abel disana.


yang tengah memaling kan muka nya ke arah kamera dan tersenyum malu-malu.


mata habi penuh dengan rasa dendam dan amarah.

__ADS_1


iya tidak akan mengampuni seseorang yang membuat abel seperti ini itu lah janji nya.


happy readingg..ya guys💜💜


__ADS_2