
NB : Novel ini masih dalam tahap revisi, jadi bacalah dengan teliti dan bijak, mohon dikoreksi jika ada yang salah, selamat membaca my beloved readers 🙏🙏🙏😌😌😌
“Eh, tapi please yak, jangan main game yang kayak kemaren, gila lo, gue dibabat abis tau nggak ama tuh bocah, nyerah gue, malam itu memang malam yang indah, tapi ternyata nggak seindah berlian, untung cuma satu ronde doang gue main sama dia" celetuk Jenifer yang tak sengaja keceplosan.
“Ooopsss" sambungnya deg-degan
“Apa???" 2 pria di dalam mobil berteriak spontan heran bukan main
Khususnya Ruben yang merasa dikhianati oleh kekasihnya itu, matanya langsung menyala merah, terbakar dan membelalak saking jengkelnya.
Dan ia hanya terfokus pada kekasihnya Jenifer dengan raut wajah marah, alhasil suasana hatinya mendadak jadi nggak karu-karuan, rasanya langsung “NYELEKIT" dan... “MAK JLEB"
Bagaimana tidak? Orang yang dikasihinya sejak 3 tahun yang lalu telah menikungnya dengan sengaja, siapa orang waras yang tidak sakit hati?
Alex yang juga takjub nggak ketulungan langsung rem mendadak mobilnya, sementara Alyssa yang mengetahui soal skandal itu hanya mematung saja dengan keringat dingin yang mulai membanjiri tubuhnya karena merasa malu, apalagi Jenifer... Jangan ditanya lagi, sudah tidak diragukan lagi jantungnya berdegup cepat seperti mau copot.
Bagaimana dia tidak merasa malu? Dia termasuk orang paling terpandang di kompleknya, mengingat dia adalah seorang putri salah satu anggota DPRD DKI Jakarta, sementara Alam Firmansyah juga seorang santri terbaik di pondok pesantren Al-Hikmah putra, disamping itu dia juga seorang putra dari salah satu kyai ternama, ini sungguh sebuah skandal yang memalukan.
“Duuuh... Si Jenny pake' acara keceplosan segala lagi, kasihan kan si Ruben kalo udah tau begitu, kalo dia dalam keadaan mabok mah kita yang sadar ngomong apa aja bebas, nah ini kan masalahnya si Ruben kagak lagi mabok, Oh My Goood! Gimana niiiih" gumam Alyssa dalam hati
“Eh... Mmmm... Enggak yank, enggak, maksud aku–"
__ADS_1
“Cukup sudah! Gue keluar dari sini, gue naik taksi online aja, Alex, maafin gue kalo gue bikin kalian nggak nyaman, thanks juga buat tumpangannya, dan untuk acara malam ini kita batalkan aja, kalo kalian bertiga mau ngadain acara sendiri silahkan saja!" Seloroh Ruben yang memotong pembicaraan Jenifer dengan ekspresi dingin tanpa sedikitpun menatap wajah Jenifer, ia benar-benar dibuat jengkel siang ini, ia langsung membuka pintu mobil Alex dan membantingnya dengan keras.
“Ruben tunggu! Ruben! Aku bisa jelasin semuanya ke kamu!!!" Pekik Jenifer
“Jelaskan semuanya ketika aku sudah di liang lahat Jen" cerocos Ruben yang masih stay dengan ekspresi dinginnya, kemudian ia menyebrang jalan secepat mungkin dan mulai memesan taksi online di seberang jalan.
Alexpun dengan terpaksa melajukan mobilnya kembali, didalam mobil diantara si trio, Alexlah yang paling banyak menyimpan banyak pertanyaan, ia membuang nafas panjang sebelum akhirnya benar-benar pergi meninggalkan Ruben.
“Jujur ini masih jadi teka-teki yang sulit buat gue, sebenernya apa sih yang terjadi semalam? Yang gue tau semalam itu... Gue minum Vodka... Terus... Nggak tau lagi deh apa yang terjadi selanjutnya" ujar Alex yang masih juga kebingungan.
Tiba-tiba Jennifer menangis sesenggukan, sampai-sampai sulit untuk berkata sepatah katapun.
“Lex, aku izin pindah ke belakang ya, kasihan si Jenny" ujar Alyssa yang merasa kasihan dengan sahabatnya itu.
“Ya kan aku nanti kalo jadi istri kamu kan harus biasa begini yank, meminta izin kepada suami kalau mau apa-apa, aku kan pingin jadi istrimu yang berbakti suatu hari nanti" ujarnya mengulum senyum
“Hmmmm, paling bisa ya kamu ngerayu-ngerayu kayak gitu" sahut Alex sambil mencuri kecupan manis di pipi kanan Alyssa.
“Aku nggak main-main Lex, aku serius"
“Iya iya, aku faham kok"
__ADS_1
“Kalian tuh sengaja ya bucin bucin kayak gitu? Mau ngejek aku atau apa?" Celetuk Jenifer yang masih sesenggukan
“Ya ampuuun, ya enggak lah Jen" sahut Alyssa yang langsung membuka pintu mobil dan pindah ke bangku belakang
“Sssst, iya iya, gue faham betul Jen apa yang lo rasain, maafin gue dan Alex ya sis ya, jujur kita kagak bermaksud untuk nyakitin perasaan lo, ya kan Lex?" Sambungnya sambil menepuk-nepuk punggung Jennifer dan sesekali memeluknya erat dan menciuminya tanda persahabatan sejati.
“Iye Jen betul, kita kagak bermaksud kok, lo yang sabar ye, ntar gue sendiri yang bakal jelasin semuanya ke Ruben, tenang aja, moga aja dia bisa akor lagi sama lo" ujar Alex meyakinkan
“Thanks ya Lex ya, cuma kalian sahabat yang bisa gue andelin, kita kan golongan white collar, jujur gue males banget sebetulnya kalo Alam gabung ke geng kita, memang betul dia anak kyai, tapi kan kehidupannya terlalu sederhana." Ujar Jenifer yang masih menyimpan sisa tangisannya.
“Yaaa, kan lo tau sendiri Jen kalo si Alam itu punya dendam khusus sama si gagu terkait si Salma itu, lagipula yang mulai juga dia kan? Kite mah aslinya juga kagak mau narik narik orang sembarangan kayak gitu, dulu sebelum si gagu ada disini kan kita sering bully si Alam itu, ye pan?" Ujar Alex yang netranya masih terfokus pada jalan raya kota metropolitan yang penuh dengan hiruk pikuk kemacetan.
“Tapi kalo gue boleh jujur... Si Alam itu kalo dilihat-lihat macho juga ya? Kalo gue inget malam itu... Duh, udah nggak bisa dilukiskan dengan kata-kata lagi deh, susah banget mau menggambarkannya, tapi disisi lain gue juga kasihan sama Ruben, entahlah, hubungan gue malah jadi complicated begini, entah apa takdir Tuhan buat gue" ujar Jenifer yang masih diantara merasa senang, bingung sekaligus bersalah, semua itu bercampur aduk menjadi satu.
“Ya kalo menurut gue sih, lo nggak punya pilihan lain selain sabar Jen, kalo Ruben itu jodohlu, pasti dia bakal balik ke lo, cepat atau lambat, mungkin ini semua hanya butuh waktu aja, pasti lo bisa memperbaiki hubungan kalian kembali" ujar Alex mencoba menenangkan hati sahabatnya itu.
“Nggak tau deh Lex, lihat jalan takdir aja nanti ya? Saran gue kita ganti tema aja, mood gue lagi nggak bagus nih, bingung mikirin soal relationship" jawabnya sambil memulai ganti tema pembicaraan.
“Ya udah deeeh, kita pulang ya, tapi lo juga harus bisa menanggung beban ini sendirian, jangan terlalu banyak difikirin, itu bisa berpengaruh ke akal lo" ujar Alex memberikan solusi.
“Eh yank, aku nginep di rumah Jenifer aja ya? Boleh kan? Sekalian nenangin dia dan mau nemenin dia malam ini aja, barangkali dengan adanya aku di rumahnya, dia bisa lebih tenang dalam menghadapi cobaan ini, boleh ya Lex ya?" Pinta Alyssa memohon.
__ADS_1
To Be Continued 🙏🙏🙏😌😌😌
Jangan lupa untuk memberikan ide-ide alur cerita yang menarik buat author baru ya guys, terimakasih sebelumnya, tolong berikan like, vote, komentar, kritik, dan saran yaaa... Love you my readers 🙏🙏🙏😌😌😌