
NB : Novel ini masih dalam tahap revisi jadi bacalah dengan teliti dan bijak mohon dikoreksi jika ada yang salah, selamat membaca my beloved readers 🙏🙏🙏😌😌😌
Jonopun pulang ke rumahnya dan diam-diam dia diekori oleh Salma sampai ke rumahnya.
“Assalamu Alaykum" ujarnya sambil membuka pintu rumahnya.
“Mas Jono, kok tumben sampe' sore baru pulang?" tanya Nadya
“Mas Jono tadi dari rumah temen Nad, Alhamdulillah Mas dapet kerjaan sekarang, bisa buat biaya berobat ibu, ini ada sedikit uang buat ibu, mudah-mudahan bermanfaat" ujarnya sambil memberikan uang 100 ribu itu ke Hilda.
“Darimana kamu mendapatkan uang sebanyak ini Jono? Cari uang itu nggak gampang lho" ujar Hilda
“Sesuai yang Jono bilang tadi Bu, ada teman yang kasih Jono kerjaan, Alhamdulillah"
“Alhamdulillah, pekerjaan apa itu nak?"
“Pokoknya ada kok Bu, bisnisnya menggiurkan lho, udah ibu nggak usah banyak mikir ya aku dapat uang ini dari mana, yang penting ibu sembuh dulu, sekarang ibu makan ya?"
Jonopun menyuapi ibunya hanya dengan sepiring nasi dengan lauk garam, dengan susah payah mengingat kondisi tangannya yang masih cacat.
“Ibu, maafin Jono, Jono terpaksa harus melakukan ini, demi Allah kalo Jono nggak diancam dibunuh, Jono nggak akan pernah mau melakukan perbuatan haram ini" gumamnya dalam hati
“Assalamualaykum... Jono" ujar Salma
“Eh... Mmmm... Salma? Ka... Kamu... Ngapain kamu di sini?" balasnya gugup
“Kenapa? Salah ya? Memangnya nggak boleh ya aku dateng ke rumah calon keluarga sendiri?"
“Bukan begitu maksudnya, tapi kan–"
__ADS_1
“Jono, mukamu terlihat pucat, kamu nggak apa-apa kan?" Salma memotong pembicaraan Jono dan bertanya dengan heran.
“Oh, eh... Mmmm... Nggak kok Sal, aku nggak apa-apa"
“Tante, Jono sakit ya? Kok tiba-tiba pucet gitu mukanya? Aku ambilin minum ya?"
“Eh... Nggak usah Sal, nggak usah, aku nggak apa-apa kok sumpah"
“Mungkin wajahnya Jono pucat karena dia gugup sama kamu Sal" ujar Hilda yang masih berbaring tak berdaya di ranjangnya sambil tertawa kecil.
“Barangkali begitu Tan, wkwkwkwk"
“Ya Allah, sungguh hamba tidak kuasa untuk bercerita kepada tante Hilda soal apa yang terjadi barusan pada Jono, berikanlah hamba petunjuk-Mu untuk bisa menyelesaikan masalah ini ya Rab" gumamnya lirih dalam hati
***
“Assalamu Alaykum, Bu Esti" ujar Oktavia
“Wa Alaykum Salam, eeeh Bu Okta? Pak Lukas? Silahkan masuk, tumben kalian mampir ke sini, ada perlu apa ya? Mari silahkan duduk, mau minum apa?"
“Mmmm... Nggak usah repot-repot Bu, kami cuma mampir sebentar ke sini, mmmmm begini, maksud kedatangan kami ke sini itu untuk membahas hal penting ibu, sebelumnya mohon maaf kalo kami mengganggu" ujar Lukas
“Sama sekali tidak menggangu kok Pak, ada hal penting apa ya memangnya?"
“Jadi begini Bu, maaf sebelumnya kami ingin bertanya dulu pada anda" jawab Oktavia
“Soal apa ya?"
“Soal anak Ibu, Alam Firmansyah" sahut Oktavia
__ADS_1
“Memangnya ada apa ya dengan anak saya?"
“Sekali lagi kami mohon maaf Ibu, kami ingin bertanya pada Ibu, mmmm... Maaf sebelumnya kalo kami lancang... Apa benar belakangan ini sifatnya Alam itu terlihat aneh ya Bu?" tanya Lukas
“Jujur Pak, memang belakangan ini anak saya Alam tingkahnya terbilang aneh, terlebih lagi setelah dia punya teman baru yang dirasa merebut orang yang dicintainya, sejak saat itu dia jadi jarang pulang ke rumah, dia lebih betah di pondoknya, waktu itu dia datang ke sini dan tiba-tiba marah-marah nggak jelas, waktu saya tanya ada masalah apa, dia bilang kalo dia benci sama murid baru yang ada di sekolahnya"
“Owh, jadi begitu ya Bu? Sebelumnya lagi-lagi kami mohon maaf Ibu, saya minta Ibu tenang dulu, tarik nafas yang panjang dan minum air putih dulu, ini berita yang menurut kami sangat berat ibu terima, tapi demi Allah memang inilah faktanya, kami tidak mengarang-ngarang cerita Bu" ujar Lukas agak hati-hati.
“Silahkan bicara Pak, saya menyimak"
“Sayang sekali kami harus menyampaikan ini Bu, anak Ibu... Dia telah melakukan dosa yang besar, dan itu semua karena anak kami Alex, dialah yang mengajak anak Ibu untuk berpesta pora di rumah kami bersama teman-temannya ketika kami sedang sibuk bekerja di Amerika, dan parahnya lagi, dia telah berbuat tindakan tidak senonoh dengan salah satu teman perempuan Alex yang namanya Jennifer"
“Apa??? Nggak mungkin... Bapak pasti salah lihat Pak, pasti itu bukan anak saya kan? Bapak salah lihat"
“Seandainya saja begitu Ibu, tapi sayangnya memang peristiwa kotor itulah yang terjadi, jadi kami sebagai orang tua sekaligus perwakilan dari anak kami Alex memohon kepada Ibu agar supaya Ibu memaafkan kesalahan Alex, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Ibu atas apa yang terjadi malam itu, kami mengakui kesalahan anak kami dan diri kami sendiri yangmana sebagai orang tua, kami kurang memberikan perhatian penuh pada anak kami, kami harap Ibu berkenan untuk membuka pintu maaf untuk kami dan juga anak kami Alex" ujar Lukas yang memohon dengan sangat.
“Jujur sebenarnya sangat sulit bagi saya untuk memaafkan anak Anda Pak, setidaknya anak Bapak sendiri yang harus datang ke sini dan memohon maaf langsung kepada saya"
“Mohon maaf Ibu, tapi anak kami Alex sudah sejak kemarin tidak pulang ke rumah, kami mencoba untuk menghubungi dia tapi tidak ada respon sama sekali, jadi–"
“Saya tidak perduli, apapun caranya anak Anda harus minta maaf langsung pada saya!" celetuknya memotong pembicaraan Lukas
To Be Continued 🙏🙏🙏😌😌😌
Jangan lupa untuk memberikan ide-ide alur cerita yang menarik buat author baru ya guys, terimakasih sebelumnya, tolong berikan like, vote, komentar, kritik, dan saran yaaa... Love you my readers 🙏🙏🙏😌😌😌
Oh iya... Sambil menunggu up berikutnya... Mampir ke karya seniorku (Mama Reni) ya guys... Berjudul Ratu Ketiban Duren :
__ADS_1