Antara Jeritan Dan Harapan

Antara Jeritan Dan Harapan
PART 49 : Mencoba Mengingat-ingat Kembali


__ADS_3

NB : Novel ini masih dalam tahap revisi jadi bacalah dengan teliti dan bijak mohon dikoreksi jika ada yang salah, selamat membaca my beloved readers 🙏🙏🙏😌😌😌


“Jono, nggak apa-apa sayang, ini niat baik, jangan ditolak" ujarnya sambil mencoba untuk tersenyum walaupun air mata kesedihan dan rasa iba masih setia mendampingi wajahnya


“I... Iya deh, terserah Om aja, saya pasrah" ujar Jono yang juga merasa kasihan dengan Salma.


“Alhamdulillah, lebih baik kalau begitu nak, luka kamu lumayan parah, Om takut kalo kamu nggak diobati, kamu bisa infeksi, oh iya, omong-omong, nama Om Lukas, kalo istri Om namanya Tante Oktavia" sahut Lukas yang memperkenalkan dirinya dan juga istrinya, pria itu baru ingat kalau dia belum introduction


“Dimana pasien yang terluka tadi? Silahkan masuk Mas, bisa langsung saya obati" ujar dokter dari ruang poli umum.


“Disini Dok" sahut Lukas sambil mengantarkan Jono ke dalam ruang poli umum


“Silahkan Mas... Mmmm maaf, sebenarnya ini ada apa ya? Tadi saya dengar seperti ada keributan di luar sana, apa anak ini yang membuat keributan Pak?" tanya dokter kepada Lukas


”Justru sebaliknya Dok, anak saya yang membuat keributan barusan, anak malang ini hanya menjadi korbannya, jujur sebagai orang tuanya saya malu Dok, dia selalu bergaul dengan para berandalan di luar sana, dia juga sering mabuk-mabukan dan tidak bermoral baik, apa ini ada hubungannya dengan jiwanya Dok?" Lukas bertanya balik


“Bisa jadi Pak, saran saya Anda bisa langsung saja membawanya ke psikolog, itu akan membantunya untuk menjauhi perbuatan-perbuatan terlarang, Anda tau kan kalau kita menengguk minuman keras terlalu banyak itu bisa membahayakan kesehatan kita?" ujar dokter


“Betul Dok, tapi bisa kita langsung saja fokus pada anak ini? Dia kesakitan Dok" sahut Lukas


“Baiklah, suster, tolong ambilkan air hangat dan kain bersih, saya mau mengobati luka anak muda ini" titah dokter kepada suster yang berdiri di sampingnya


“Baik Dok" jawab suster itu yang langsung menuju ke lemari peralatan dan obat-obatan rumah sakit untuk mengambil kain bersih, kemudian ia mengambil air hangat


Tanpa basa-basi sang dokter langsung membersihkan luka-luka pada wajah Jono, Jono pun berusaha untuk menahan sakit, sementara Salma juga terduduk bersimpuh di sampingnya sambil masih menahan isak tangisnya, sementara Oktavia berusaha untuk menenangkan gadis molek itu.

__ADS_1


“Alex benar-benar keterlaluan Vi, aku harus bicara lagi sama dia, dia itu harus sering kita ajari tata krama, kalau kita terus-terusan memanjakan dia, dia bisa kelewat batas" ujar Lukas yang makin geram dengan tingkah laku Alex


“Iya Mas, aku faham, kamu boleh kok bicara lagi sama dia dan mendidik dia, itu kan sudah kewajiban kita sebagai orang tua Mas, tapi aku mohon kamu jangan marah ya Mas ya? Itu bisa berpengaruh pada kesehatan kamu" ujar Oktavia memperingatkan suaminya


“Aku usahakan untuk tidak memarahi Alex Vi, sekarang aku mau ketemu sama Pak Hardy dulu, kasihan kalau beliau menunggu terlalu lama, aku juga nggak tau apa Vera mendengar keributan tadi atau nggak... Huffft, aku harap dia tidak mendengarnya" jawab Lukas melow


Kemudian Lukas keluar dari ruang poli umum dan langsung menjumpai Hardy.


“Huffft... Pak Hardy, bagaimana kondisi Vera? Saya harap dia tidak mendengar keributan tadi, demi Tuhan saya malu Pak, anak saya Alex itu memang suka membuat keributan di mana-mana, saya juga nggak tau kapan dia mau berubah" ujar Lukas yang masih melow dan pasrah


“Saya juga tidak tau Pak, biar saya cek dulu ke dalam" jawab Hardy yang langsung mengecek kondisi putrinya yang terbaring lemah tak berdaya itu, diikuti oleh Kristina di belakangnya


“Krieeek..." Hardy membuka pintu ruang IGD perlahan, seketika itu Vera yang masih nampak linglung dan bingung dengan apa yang terjadi di luar sana pun tak berkata sepatah kata pun, gadis ayu itu hanya bisa memandangi kedua orang tuanya, bola matanya yang hitam mengkilat mulai menyapu seluruh ruangan.


“Papah? Aku di mana sih ini Papah? Aku di mana? Siapa wanita ini? Ya Tuhan, bahkan aku tidak tahu siapa namaku, siapa tadi yang ribut-ribut di luar? Hah? Jawab aku Papah, kenapa Papa diam saja?" Vera yang masih linglung pun terus bertanya-tanya


“Sayangku, wanita ini Mama kamu sayang, masa' kamu lupa sih?" sahut Hardy memberi tahu putrinya yang malang itu


“Hah? Mamah? Jadi dia Mama aku? Ya Tuhan, kenapa aku tidak pernah tau selama ini, kenapa aku bisa menjadi seperti ini Pah?" tanya Vera yang semakin bingung


“Kamu jatuh dari eskalator di mall nak, sekarang kamu hilang ingatan, tapi kami sebagai orang tuamu ingin membantumu perlahan-lahan untuk mengingatnya kembali" sahut Kristina setengah menangis


“Aku? Terjatuh? Kapan? Di mana? Bagaimana bisa aku terjatuh? Adudududuh! Kepalaku sakit! Au! Ssssh" keluh Vera sambil memegangi bagian kanan kepalanya.


“Vera, kamu jangan banyak fikiran dulu ya sayang ya, kalo kamu banyak mikir, kepalamu bisa sakit, sebaiknya kamu istirahat aja ya, jangan banyak fikiran, oh iya, kamu mau makan apa? Buah? Nanti Mama beliin ya sayang ya" ujar Kristina memberikan pilihan

__ADS_1


“Oh ya Tuhan, aku baru ingat kalau namaku Vera" sahutnya yang masih kebingungan


“Iya sayang, Mama yakin kamu bisa mengingat nama kamu, itu sangat sederhana sayang, namamu Vera Melissa, anak Mama yang paling cantik di dunia ini, cup... Sebaiknya kamu istirahat sekarang ya sayang ya, jangan banyak fikiran, Mama dan Papa sayaaang banget sama kamu, ya nak ya, Oh iya, jadi kamu mau makan buah apa? Biar Mama yang beliin ya nak ya?" tanya Kristina


“Terserah... Terserah Mama aja, aku juga bingung mau makan apa, kepalaku masih sakit, yaaah walaupun nggak separah tadi sih" sahut Vera yang masih lemas, suaranya masih parau dan serak basah


“Ya udah, Mama beliin kamu pisang ya nak ya, kamu tunggu di sini sama Papa ya?" ujar Kristina yang hendak keluar dari ruang IGD, namun tangan suaminya Hardy menahannya


“Jangan Tina, biar aku aja yang keluar dan cari buahnya, kamu yang tunggu sini sama Vera, jaga dia baik-baik ya sayang ya, aku keluar dulu" ujarnya memberi amanat


“Ya udah Mas, biar aku yang jagain Vera di sini, kamu hati-hati ya Mas" jawab Kristina


Hardy berlalu keluar dari ruang IGD, sementara itu Vera baru teringat dengan seorang pemuda yang belum lama ini menemuinya, ia mengingat wajahnya, tapi sayangnya gadis itu melupakan namanya.


“Oh iya Ma, tadi di sini ada cowok yang nemenin aku, dia itu siapa ya namanya Mah? Aku kayak kenal wajahnya, tapi lupa namanya, terus tadi siapa yang ribut-ribut di luar sana?"


To Be Continued 🙏🙏🙏😌😌😌


Jangan lupa untuk memberikan ide-ide alur cerita yang menarik buat author baru ya guys, terimakasih sebelumnya, tolong berikan like, vote, komentar, kritik, favorit, dan saran yaaa... Love you my readers 🙏🙏🙏😌😌😌


Oh iya... Sambil menunggu up berikutnya... Mampir ke karya temanku Khodijah Rahman ya guys... Berjudul : Kugoda Lagi Suamiku


👇👇👇


__ADS_1


__ADS_2