Antara Jeritan Dan Harapan

Antara Jeritan Dan Harapan
PART 38 : Made A Mistake


__ADS_3

NB : Novel ini masih dalam tahap revisi jadi bacalah dengan teliti dan bijak mohon dikoreksi jika ada yang salah, selamat membaca my beloved readers 🙏🙏🙏😌😌😌


“Tapi iye juga ye, lo bener juga Jake, Vera masih baru aja siuman dan tadi kan dokter bilang dia enggak boleh banyak fikiran dulu, dia harus banyak istirahat, jadi sebaiknya rencana ini kita pending dulu" ujar Alex


“Betul banget tuh, gue setuju, kasihan kalo Vera langsung dijenguk sekarang, kondisinya masih belum begitu stabil" timpal Alyssa


“Oke, sekarang cukup kita kabarin yang lain aja kalo Vera kecelakaan, tapi jangan suruh mereka jengukin Vera dulu" ujar Alex memberi saran


“Oke gue kabarin mereka sekarang" sahut Jake yang langsung mengeluarkan ponselnya dan mengirimkan pesan WhatsApp kepada teman-temannya.


Jake


“Guys, kalian semua apa kabar? Semoga kalian sehat-sehat aja, pay attention guys, gue punya kabar buruk, Vera kecelakaan, dan sekarang dia di rumah sakit, tapi gue nemenin dia kok di sini, ada bokap nyokapnya juga, juga ada Alex dan Alyssa anak Bahasa, Kami semua kumpul di sini sejak sore tadi, kalau kalian mau jenguk besok aja guys jangan sekarang, Vera kena amnesia, gue takut kalau kalian datang berbondong-bondong, nanti Vera malah kasihan, fikirannya bisa terbebani dan itu jelas bisa menyakitinya, besok pagi aja kalian kesininya, dan gua minta kita jenguknya bergantian aja, kalau kalian masuk semua secara bersamaan nanti dia tambah pusing, faham kan semuanya?"


Aldo


“My God! Vera kecelakaan? Dia kena amnesia? Kok bisa Jake? Gimana kejadiannya?"


Jake


“Besok aje gue ceritanye Al, gue capek hari ini mau istirahat, besok kalian dateng aje pagi-pagi, gue tunggu, oke?"


Aldo


“Oke Jake, siap, get well soon ye buat Vera, kita semua bantu do'a disini"


Dian


“Turut prihatin atas musibah yang menimpa Vera, iya Jake, Aldo bener, kita semua pasti bantu do'a kok, lo juga Jake, yang sabar ya"

__ADS_1


Jake


“Iya Yan, anyway, thanks ya semuanya, gue tunggu kedatangan kalian semua kesini"


“Gimana Jake? Lo udah ngabarin temen-temen sekelas lo kan?" tanya Alex


“Udah Lex, baru aja tadi gue kabarin mereka" jawab Jake


“Bagus deh, eh Jake, gue pamit dulu ye" izin Alex


“Lho Lex, lo mau kemane? Kok buru-buru banget? Tumben, biasanya lo pulang larut malam" tanya Jake heran


“Maaf Bro, gue ade janji ame nyokap, gue harus ketemu sama tante Esti nyokapnya Alam, makanya gue buru-buru sekarang, kalo gue nggak pulang sekarang, nanti nyokap bokap gue bisa marah lagi sama gue, Sa, kamu ikut aku pulang ya? Btw mana om Hardy sama tante Kristina?" tanya Alex sambil beberapa kali menoleh ke kiri dan ke kanan mencari wujud dua sejoli itu.


“Alex, ada apa?" sahut kedua orang tua Vera yang baru saja kembali dari kantin


“Iya Lex, kalian berdua hati-hati di jalan ya anak-anak, salam buat orang tua kalian ya, terimakasih udah mau bertanggung jawab" sahut Kristina.


“Sama-sama Tan, itu semua sudah menjadi kewajiban kami untuk membantu teman yang sedang kesusahan, kami pamit dulu Tante, Om, permisi" ujar Alex sambil lalu


“Om, Tante, saya juga pamit pulang dulu ya, mau ambil baju, nanti saya balik lagi, saya mau nginep disini nemenin kalian jagain Vera" pamit Jake


Jake menyusul keluar bersama Alex dan Alyssa ke parkiran rumah sakit, mereka bertiga meninggalkan rumah sakit namun arah jalan mereka berbeda-beda.


***


Sesampainya Jake di rumahnya, ia menemui kedua orang tuanya Ariel dan Renata


“Assalamu Alaykum Mah, Pah" ujarnya dari balik pintu sambil mengetuk pintu rumahnya yang setengah terbuka

__ADS_1


“Jake? Kamu udah pulang sayang? Kenapa sampai selarut ini? Kamu darimana aja nak?" ujar Renata bertanya-tanya


“Mmmm... Aku... Aku..." jawabnya gugup


“Tenang sayang, memangnya ada apa sih? Kenapa mukamu pucat? Kamu udah makan?" tanya Renata


“Please kalian jangan marah ya, tadi waktu aku di mall, aku ketemu sama Vera" ujar Jake memohon


“Nggak mungkin lah kita marah sayang, jadi kamu ketemu Vera? Wah asyik dong, jangan-jangan memang kalian berjodoh, terus gimana? Pasti kalian berdua langsung makan-makan ya? Waaah pasti seru banget tuh, jadi kalian dinner dimana?" tanya Ariel


“Kita nggak dinner Pah, justru aku lagi sedih sekarang, aku udah berbuat salah sama Vera" ujar Jake yang mulai melow


“Lho, maksudnya gimana sayang? Kamu sedih karena diputusin Vera ya?" sahut Renata


“Bukan Mah, bukan karena itu, hubunganku sama Vera baik-baik aja kok, cuma tadi ada tragedi sedikit, jadi ceritanya tuh begini, tadi aku lihat Vera jalan bareng sama Alex anaknya Om Lukas itu, aku juga taunya dari pacarnya, si Alyssa itu, waktu aku di parkiran mall, aku liat Alyssa udah nangis sesenggukan, singkat cerita kami menghampiri Alex dan Vera di gedung bioskop, mereka berdua sedang bertengkar dan saling adu mulut, aku marah secara spontan Mah, aku pukul Alex dan aku tampar juga Vera secara tiba-tiba, mau bagaimana lagi Mah, aku udah terlanjur emosi sama mereka, nah akhirnya saking marahnya aku sama Vera, aku sampe' nggak sengaja mendorong dia hingga dia jatuh dari eskalator, aku melukai dia Mah, aku melukai dia, hiks hiks, kepalanya mengeluarkan banyak darah dan itu semua karena ulahku Mah, aku sudah berbuat salah sama Vera, hiks, hiks" ujar Jake sambil menangis sesenggukan


“Ya Allah Jake, kenapa kamu sampe' tega melakukan itu nak? Dengar baik-baik anakku, kita bukan tidak boleh marah, marah itu wajar nak, kita semua pasti pernah marah, tapi ingat satu hal anakku, kalau kita mau marah, liat-liat dulu situasi dan kondisi, mall itu kan tempat yang rame nak, nggak enak juga kan kalo amarahmu itu jadi pusat perhatian orang lain, sekarang kondisi Vera bagaimana Jake?" ujar Ariel memberi nasehat lalu bertanya tentang keadaan Vera


“Dia sempat koma Pah, dia kena amnesia, tapi Alhamdulillah dia udah sadar, dokter bilang dia nggak boleh terlalu banyak fikiran dulu, karena kalo dia dipaksakan untuk mengingat terlalu banyak memori, itu bisa membuat kepalanya sakit" ujar Jake


“Ya Allah kasihan sekali anak itu, Papa denger-denger orang tuanya masih di Paris ya Jake?" ujar Ariel prihatin


“Iya Pah, tapi mereka langsung pulang ke Indonesia begitu aku kasih tau kabar ini ke mereka, dan waktu mereka sampai di rumah sakit, om Hardy langsung mukul aku karena beliau menganggap bahwa aku sengaja mencelakai Vera, tadi aku juga ditemani Alex dan Alyssa di rumah sakit, kami bertiga bertanggung jawab atas biaya rumah sakit Vera Pah" sahut Jake


“Ya Allah, ya sudah, ini semua sudah terjadi, mau bagaimana lagi? Ingat ya Jake, jadikan peristiwa ini sebagai pelajaran buat kamu, jangan sampai kamu melukai orang lain, terlebih lagi, jangan marah diluar kendali, karena itu akan membuatmu rugi nak, tapi di sisi lain Papa dan Mama bangga kamu masih mau bertanggung jawab atas perbuatanmu nak, kami mengapresiasi itu, besok Papa mau bicara sama om Hardy dan meminta maaf langsung kepada beliau, sekarang ayo kita istirahat, sudah malam" titah Ariel


To Be Continued 🙏🙏🙏😌😌😌


Jangan lupa untuk memberikan ide-ide alur cerita yang menarik buat author baru ya guys, terimakasih sebelumnya, tolong berikan like, vote, komentar, kritik, dan saran yaaa... Love you my readers 🙏🙏🙏😌😌😌

__ADS_1


__ADS_2