Antara Jeritan Dan Harapan

Antara Jeritan Dan Harapan
PART 7 : Akhirnya ibuku sudah siuman dan boleh pulang


__ADS_3

NB : Naskah novel ini masih dalam tahap revisi jadi bacalah dengan teliti dan bijak, mohon dikoreksi jika ada yang salah, selamat membaca 🙏🙏🙏😌😌😌


“Jono, anakku..."


“I... Ibu? Ibu udah sadar? Alhamdulillah ya Allaaah!" Jono dan Salma saling memandang dan tertawa kecil bahagia, merekapun saling berpelukan satu sama lain.


“Astaghfirullah... Em... Maaf Salma, aku nggak bermaksud—"


Omongan Jono dicut Salma


“gapapa Jon, harusnya aku yang minta maaf sama kamu dan ibu, kamu nggak perlu minta maaf, karena kamu nggak salah, tapi aku yang salah"


“Nak Salma, apa nak Salma masih mencintai Alam atau anak saya Jono?" Sahut Hilda yang masih berbaring lemah

__ADS_1


“Mmmm... Jujur aja tante, Mmmm... Salma memang mencintai Jono dari dalam lubuk hati Salma, Salma ikhlas mencintai Jono karena Allah dan Rasul-Nya, adapun Alam, dia memang santri terbaik di pondok pesantren Al-Hikmah putra, tapi entah kenapa hati saya menolaknya, seolah ada perasaan aneh yang membuat saya menolaknya begitu saja, mungkin ini urusan hati, hanya hati yang bisa menjawab ini semua".


“Jono, bagaimana tanggapanmu nak?"


“Maksud ibu?"


“Ya maksudnya bagaimana tanggapanmu soal ini? Salma sudah terang-terangan menyatakan cintanya sama kamu, apa kamu mau membalasnya?"


“Maaf Bu, mungkin untuk saat ini Jono masih belum bisa memutuskan, Jono tau Salma sangat mencintai Jono, dan dia juga sudah kenal Jono sejak kecil, tapi kita lihat saja nanti apa kata takdir, karena hanya Dialah Yang Maha Membolak-balikkan hati, Salma, aku harap kamu mengerti perasaanku saat ini"


“Kamu nggak salah nak, tidak ada yang perlu dimaafkan dari kamu, dan kamu juga tidak harus meminta maaf, karena kamu gadis alim dan shalihah, jujur sebenarnya tante juga pingin kamu bersanding di pelaminan bersama Jono, mungkin ini semua hanya butuh waktu."


“Iya tante, nggak masalah, kapanpun itu, Salma akan selalu menunggu jawaban dari Jono, sekarang sebaiknya kami berdua fokus sekolah dulu... Jono, kamu yang semangat ya, di sekolah kita itu ada beberapa siswa yang nakal, kamu jaga diri baik-baik ya sayang ya"

__ADS_1


Jono hanya mengangguk


***


Seminggu telah berlalu, gedung sekolah mulai dibuka kembali, Bu Hilda telah diperbolehkan untuk kembali ke rumah, dengan bantuan kursi roda, beliau sampai ke rumahnya tadi malam, diantar oleh Jono dan Salma, ketiga adik Jono langsung menyambut kedatangan mereka dan merekapun saling berpelukan satu sama lain,


“ibu sama abang darimana aja? Bagaimana kondisi ibu? Ibu cacat?" Selidik ketiga adik Jono penuh pertanyaan disertai buliran air mata.


“Ibu kalian gapapa kok, ya memang beliau ini lumpuh, tapi insyaallah kakak yang akan merawat beliau dengan senang hati" sahut Salma


“Sekarang tante istirahat aja ya, sini Salma bantu berbaring" sambungnya sambil menggendong Hilda dan meletakkannya di atas sofa panjang.


“Hati-hati Sal" ujar Jono bimbang sambil memegang tangan kiri Salma yang kemudian salma mendudukkan Hilda kemudian membaringkannya.

__ADS_1


“Alhamdulillah, tante, Salma pamit pulang dulu ya, besok pagi kan Salma harus masuk hari pertama sekolah, tante jaga diri baik-baik ya, Jono, kamu jangan lupa masuk sekolah ya sayang ya" ujarnya sambil meninggalkan kecupan manis di dahi Jono, kemudian ia mencium punggung tangan kanan Hilda dan mengucapkan salam, Hilda yang melihat kejadian itu hanya bisa tersenyum bahagia sekaligus merasa geli dan kocak dengan tingkah laku gadis molek nan tinggi itu.


To Be Continued


__ADS_2