Antara Jeritan Dan Harapan

Antara Jeritan Dan Harapan
PART 9 : Tertangkap Basah


__ADS_3

NB : Novel ini masih dalam tahap revisi, jadi bacalah dengan teliti dan bijak, mohon dikoreksi jika ada yang salah, selamat membaca my beloved readers 🙏🙏🙏😌😌😌


Jono senang sekali ibunya bisa kembali ke rumahnya, pagi ini setelah tahajjud dan shalat subuh, Jono langsung bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya sekaligus menghilangkan rasa penatnya selama berada di rumah sakit sekitar satu bulan penuh, ia dengan semangat 45 bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah untuk hari pertamanya, tepat pukul setengah lima pagi Jono beranjak dari kediamannya setelah sarapan sepiring nasi dengan lauk garam, kita harus ingat bahwa kehidupan anak muda ini sangat sederhana, berbanding terbalik dengan saingannya Alex Felixius yang dia adalah seorang pemuda gagah, macho, dan kaya raya, dan juga tentunya selalu hidup fancy, ditambah lagi ia sering gonta-ganti kendaraan ketika ke sekolah, kadang membawa motor, kadang pula mobil, dan kemanapun ia pergi, ia tak pernah melewatkan kesempatan bersama Alyssa pacarnya yang cantik jelita itu, namun apapun itu, tujuannya tetap sama, yaitu untuk memamerkan kekayaannya didepan banyak orang, tak terkecuali dengan guru-guru dan teman-temannya.


Kembali ke kehidupan Jono yang sangat sederhana, kali ini ia hanya berjalan kaki untuk berangkat ke sekolahnya, dengan kondisi kakinya yang masih terpincang-pincang, sedianya dia akan menaiki becak pak Dul, namun rupanya beliau sudah standby terlebih dahulu di depan gerbang sekolah, duduk santai di bangku becaknya sambil menikmati beberapa batang rokok “Dji Sam Soe" miliknya, pria tua itu benar-benar menikmati suasana pagi yang penuh embun ditemani angin semilir yang menyejukkan hati.


Ketika Jono tiba di sebrang sekolah, pak Dul yang melihatnya dari sebrang langsung berinisiatif hendak membukakan pintu gerbang sekolah, Jono lari secepat mungkin dengan semangat yang tinggi menuju gerbang sekolah, kemudian ia mencium punggung tangan pak Dul sebagai tanda penghormatan, kemudian langsung masuk ke gedung sekolah, kelasnya berada di lantai dua sekolah, langit yang masih gelap mendampingi aktivitasnya, ia mulai menyapu lantai kelasnya dan menata bangku-bangku yang berserakan, kemudian ia duduk manis di bangkunya sambil menunggu teman-temannya yang lain.


“Hei bro, selamat pagi" Delia menyapa Jono dengan senyuman manis diikuti dengan siswi-siswi yang lain


“Pagi" Sahut Jono datar


“Sendirian aja nih bro? Yang lain kemana ya? Oh iya, kenalin... Gue Mita, Mita Anita, kalo yang tadi nyapa lo pertama itu namanya Delia, namalo siapa?"


“Gue Jono" jawabnya gagu


“Oh, Jono ya? Salam kenal ya bro, semoga lo betah di sekolah ini, moga aja si Alex itu kagak bikin ulah lagi"


“Gue denger-denger katanya si Alex ini orangnya tajir ya Mit?"


“Betul banget lo, terus orangnya congkak juga, malah dia bikin geng juga di sekolah ini"


“Hmmm, kalo itu sih gue udah tau, Alam yang kasih tau gue"


“Owh gitu ya, oh iya Jon, btw kondisi nyokaplu gimana?"


“Beliau udah baikan kok, Alhamdulillah udah boleh pulang, selama sebulan ini waktu libur gue pake' buat merawat nyokap"


“Alhamdulillah, gue ikut senang dengernya, lo sendirian di RS?"


“Nggak, ada Salma yang nemenin gue"


“Salma? Oh iya, kayaknya lo deket banget ya sama dia, kok bisa ya?"


“Jawabannya cukup jelas, Salma itu tetangga deket gue, dan gue juga tau orang tuanya udah lama meninggal, dan yang gue tau, dia ini santriwati terbaik di Al-Hikmah putri."


“Assalamu Alaykum guys" ujar Salma yang memasuki kelas dengan cepat dan melambaikan tangannya


“Wa Alaykum Salam Wa Rahmatullah Wa Barakatuh, Salma? Wah panjang umur nih, baru aja diomongin, langsung nongol lo" ujar Mita bersemangat dan terkekeh


“Oh iya? Masa' sih?" Ujarnya heran


Seluruh siswi mengangguk terkecuali Jono yang malu-malu.


“Jono" sapa gadis itu dengan lembut dan senyum lebar menonjolkan giginya yang putih bak mutiara, gigi geraham kanan Salma yang gingsul menambah pesonanya.


Jono hanya mengangguk disertai wajahnya yang memerah karena masih merasa malu, Salmapun berjalan cepat menuju bangku pojok kiri bagian depan dan duduk manis


“Assalamu Alaykum!" Sapa Bu Erna yang datang menjeda keramaian kelas.


“Wa Alaykum Salam Wa Rahmatullah Wa Barakatuh" jawab murid-muridnya serempak


Seluruh siswa kembali ke bangkunya masing-masing


“Selamat pagi anak-anak, apa kabar kalian semua pagi ini? Wow kita kedatangan murid baru rupanya, siapa namamu nak?"


“Saya Jono Bu"


“Kamu... Oh maaf ya, saya nggak tahu"

__ADS_1


“Nggak masalah kok Bu, ini memang udah bawaan saya sejak lahir"


***


Di kediaman Alex, 5 muda mudi yang semalam suntuk berpesta pora, Alex dan Ruben masih terkapar di lantai dengan botol-botol minuman mereka yang masih mereka pegang, sementara Alyssa terlelap di sofa panjang ruang tamu, sisanya yaitu Alam dan Jennifer yang usai melakukan adegan haram itu, mereka tetap stay tertidur penuh mesra diatas kasur yang empuk, Alam dalam kondisi yang masih teler memeluk erat tubuh Jennifer, Jenifer yang merasa jijik langsung mengangkat tangan Alam dan menyingkirkannya.


“Pasti nih orang mabuk berat tadi malam, kemarin pasti tinggi banget khayalannya, aduh, bodo ah, ngapain gue jadi mikirin dia sih, untung gue bisa mencegah kehamilan gue dengan trik gue, kalo gue minum yang something special kayak semalam, dijamin kondisi gue bakal aman terkendali"


“Astaga!!! Jam 7!!! Mampus gue! Ini kan hari pertama sekolah, duh gawat, kalo sampe' Bu Erna tau kita berlima bolos, bisa runyeng urusannya nih"


“Lam! Alam!"


“Hmmmm? Apa sayaaang?"


“Ish sayang sayang... Bangun!!! Udah pagi nih, kita nggak sekolah apa?"


“Jangan ganggu tidur gue yank, gue lagi mimpi ketemu pengantin, gue sangat menikmati tidur di pagi hari, kagak peduli seburuk apapun diri gue"


“Bangun gak? Astaga ini si Alex sama yang lainnya juga belum bangun pula, aduh pusing gue"


Jenifer keluar dari kamar, menutupi tubuhnya dengan selimut dan mendapati ketiga temannya tepar, ia mulai berteriak-teriak saat membangunkan mereka, tapi mereka tidak memperdulikannya.


Tak lama kemudian, Oktavia dan Lukas orang tua Alex pulang ke rumah mereka, mereka takjub nggak ketulungan ketika netra mereka melihat banyak motor di teras rumahnya.


“Siapa yang datang pagi-pagi begini yank? Heran aku, nggak biasanya kita kedatangan banyak tamu pagi-pagi gini"


“Aku juga nggak tahu mas, siapa ya?"


“Coba kita cek ke dalem"


“Iya mas, yuk!"


Lukas mulai menekan bel dan mengetuk pintu beberapa kali.


Jennifer yang panik bergetar hebat di kamar.


“Wadduh... Gawat nih, bokap nyokap Alex udah dateng, mampus kita semua! Pasti bakal digrebek dan ketangkap basah".


Jennifer mulai mengenakan pakaiannya kembali, ketukan pintu semakin keras terdengar di telinganya.


“Kayaknya gue harus terpaksa membuka pintu nih, there is no way out"


Jennifer berlari kilat dan membuka pintu rumah Alex, ia langsung berhadapan dengan kedua orang tua Alex di ambang pintu


“Pagi om, tante, udah pulang?" ujarnya sambil tersenyum ala kadarnya


“Pagi, udah nggak usah banyak tanya kamu, kamu ngapain disini?" Tanya Lukas dingin


“Eh... Sa... Saya"


“Jawab pertanyaan om Jen!!! Kamu sedang apa disini? Dan kenapa mulut kamu bau rokok dan alkohol?"


“Om, please ini nggak seperti yang kelihatannya, saya—"


“Diam kamu gadis bejat!!! Mana anak saya? Mana anak saya Alex???"


“Di... Dia—"


“Minggir kamu! MINGGIR!!!"

__ADS_1


“Apa-apaan ini? Ooooh... Jadi ini ya Alex kelakuanmu dan teman-temanmu selama papa dan mama pergi ke USA? Kamu asik-asikan pesta di rumah kamu??? Bangun kamu Alex! Bangun!!!"


“Duuuh... Apaan sih Pah, Alex ngantuk ah! Berisik tau nggak!"


“Bangun kamu!!!"


Plak!


“Kurang ajar! Kamu anak yang nggak tau diuntung!!! Mau jadi apa kamu di masa depan? Hah??? Jadi kerbau??? Ini lagi Alyssa pacar kamu dan temanmu Ruben ini, ngapain mereka disini? Banyak botol dan rokok lagi, Kenapa kehidupan kalian muda mudi makin nggak karuan begini? Alex! Dengar papa baik-baik ya, kamu sudah mama dan papa ajarkan moral dan tata krama tak terkecuali dengan orang tua! Tapi lihat... Lihat apa yang sudah kamu perbuat sekarang anakku!!! Kenapa kalian semua melakukan ini???"


“Sayang, sayang kamu sabar dong maaas! Kendalikan emosi kamu" ujar Oktavia mencoba menenangkan suaminya.


“Aku udah sumpek dengan tingkah laku anak kita yang nggak tau terima kasih ini! Rumah mewah kayak gini malah dibuat mabuk-mabukan, tidak ada etika sama sekali" tukas Lukas.


“Itu bukan urusan papa dan mama ya, itu semua urusan Alex pribadi, jadi Alex berhak melakukan ini semua tanpa ada yang harus mengatur-ngatur kehidupan Alex! Sekarang Alex mau berangkat sekolah, ayo guys, kita cabut! Mana Alam?"


“Aaaaaaah!!!" Oktavia memekik sedemikian kerasnya sehingga membuat suaminya takjub dan panik.


“Kenapa ma? Ada apa? Kenapa kamu teriak? Siapa yang ada di kamar?" Ujar Lukas penuh pertanyaan.


Oktavia mundur dengan cepat dari kamar saking kagetnya dia melihat Alam yang bertelanjang dada.


“Ya ampun mas, aku nggak percaya ini" ujar Oktavia sambil menepuk kedua pipinya lumayan keras


“Alam!!! Ya ampun apa yang kamu lakukan disini? Jangan-jangan kamu habis melakukan tindakan tak s*****h ya? Mana mabuk lagi kamu, apa jadinya kalau mama kamu tau soal ini Alam??? Alex!!! Ini pasti gara-gara kamu kan??? Apa yang kamu lakukan dengan anak suci ini???" Ujar Lukas


“Alam!!! Ayo kita cabut, udah siang nih, udah nggak usah didengerin ocehan bokap gue, ayo kita cabut!" Cerocos Alex yang langsung meninggalkan rumahnya beserta teman-temannya, mereka sampai lupa untuk membersihkan diri. Tapi mereka sudah membawa seragam sekolahnya masing-masing, tak perduli dengan pakaiannya yang kusut.


“Alex kamu belum mandi!" Kata Lukas


“Bodo'" jawab Alex tak peduli


“Astaghfirullahaladziiiim... Jujur aku nggak habis fikir yank, kenapa anak sealim Alam itu bisa terpengaruh dengan kelakuan bejat anak kita, ya Allah kalo begini jadinya aku bingung bagaimana cara kita memberikan kabar buruk ini ke orang tuanya, pasti beliau syok kalau sampai tau soal ini, pasti aku malu juga nantinya" kata Lukas yang merasa khawatir.


“Aku juga nggak tahu apa yang harus kita lakuin mas, jujur aku juga bingung, moga aja mereka cepat sadar ya mas ya?" Sahut Oktavia mencoba menangkan suaminya.


“Amiiin... Jujur aku sebagai papanya malu punya anak seperti Alex mah, ini semua salah kita karena dulu kita terlalu memanjakannya, mengingat bahwa Alex itu anak kita satu-satunya, seandainya saja dulu kita tidak terlalu memanjakannya mungkin kehidupan Alex akan jauh lebih baik daripada sekarang ini" Ujar Lukas cemas


“Udahlah mas, semuanya kan sudah terjadi, kita memang salah, tapi apa lagi yang bisa kita lakukan selain mendoakan anak kita? Sekarang aku ambilin kamu air putih ya mas ya, minum dulu, terus kamu mandi supaya fikiranmu jernih kembali, setelah itu kamu ambil air wudhu dan kita Dhuha berjamaah, kita doakan anak kita supaya dia sadar ya mas ya, aku mohon sama kamu mas! Pleaaase... Ya?" Ujar wanita paruh baya itu dengan lembut


***


Kembali ke sekolah, Bu Erna guru sastra Indonesia bingung dan bertanya-tanya kemana siswa-siswi yang lainnya.


“Ini omong-omong teman-teman kalian yang lain kemana? Jono, kemana teman-teman kamu? Ini laki-lakinya hanya kamu lho Jon, harusnya ada sebelas siswa yang lain, ini Alyssa dan Jenifer juga nggak ada, heran saya, pasti masih banyak yang keluyuran ini, atau mungkin bolos mungkin ya?"


Hening, tak ada satupun siswa yang menjawab pertanyaan Bu Erna


Kemudian tak lama setelah itu, barulah sisa murid Bu Erna datang berbondong-bondong menuju kelas XII Bahasa.


“Ya ampuuun!!! Ini kalian darimana sih??? Ini sudah satu jam pelajaran lho, setengah jam lagi masuk waktu istirahat, darimana kalian?"


“Eh... Saya habis makan Bu" ujar Alex


“Saya dari kamar mandi Bu" sahut Ruben


“Saya—" omongan Jenifer diputus Bu Erna.


“Cukup!!! Saya tidak mau lagi mendengar alasan apapun dari kalian, kalian ini apa-apaan ya? Ingat, SMA kalian ini adalah SMA unggulan di Jakarta, jangan sampai kalian menodai nama baik sekolah ini dengan keterlambatan kalian! Baik, kebetulan hari ini saya sedang berbaik hati kepada kalian, saya hanya meminta pada kalian untuk berjanji, bukan pada saya tapi pada diri kalian sendiri, bahwa lain kali hal seperti ini tidak boleh lagi terulang, sekarang silahkan duduk dan fokus ikuti mata pelajaran"

__ADS_1


To Be Continued 🙏🙏🙏😌😌😌


Jangan lupa kasih komentar kritik dan saran, favorit dan like juga ya guys, thank you so much 🙏🙏🙏😌😌😌


__ADS_2