
NB : Novel ini masih dalam tahap revisi jadi bacalah dengan teliti dan bijak mohon dikoreksi jika ada yang salah, selamat membaca my beloved readers 🙏🙏🙏😌😌😌
“Pokoknye kite harus hancurkan 2 pengganggu sekolah kite itu apapun caranye, pokoknye gue kagak mau kalo rencana kite berikutnye gagal lagi, gue rasa nggak ade jalan lain lagi selain menunggu hari Senin depan" ujar Alex
“Intinya kita harus benar-benar merencanakan ini, yang jelas gue udeh trauma sama banyak kegagalan kite ini, dan ini semua rata-rata karena lu Ruben" sambungnya
“Kok lu jadi nyalahin gue sih Lex, ini tuh nggak fair tau nggak, bukannye kite udeh kerja sama sebelumnye, bukankah kite udeh sesuai rencana? Keadilan macem apaan nih? Kalo lu mau fair harusnye lu nyalahin semua dong, salahin juga dirilu sendiri!" protes Ruben
“Oooh jadi lu udeh berani nyalahin gue lo ye?"
“Kalo iye kenape? Sewot lu?"
“Siape pemimpinnye di sini?"
“Siape tuan rumahnye di sini?"
“Kurang ajar lu—"
“Elu yang kurang ajar!!! Dasar tamu yang kagak punya sopan santun sama tuan rumah!"
“Lu juga kagak menghormati gue sebagai tamu di sini! Maksudlu ape? Hah? Kalo lu mau by one ayok maju sini gue jabanin lo!"
“Alex! Ruben! Cukup! Kalian itu nggak ada kapok-kapoknya ya, terutama kamu Lex! Kenapa sih kamu itu selalu aja buat keributan di mana-mana? Please! Hentikan kekonyolan ini sekarang juga! Sekarang lebih baik kita fokus sama tujuan utama kita, bukannya tujuan utama kita mau menjatuhkan martabatnya Alam dan Jono?"
__ADS_1
“Please lah, dalam kurun waktu kita yang kurang seminggu sebelum masuk sekolah ini, sebaiknya kita tinggalkan aktivitas-aktivitas konyol seperti ini, please!"
Alex dan Ruben mendadak diam seribu bahasa, omongan Alyssa mematahkan pertengkaran mereka, akhirnya lagi-lagi mereka pun saling bermaaf-maafan.
***
Keesokan paginya Lukas mengundang para orang tua dari teman-teman anaknya itu, ia mengirimkan pesan kepada mereka dan mereka pun sepakat untuk mengadakan pertemuan khusus di Crematology Cafe Jakarta Selatan, pertama-tama mereka sepakat untuk memulai titik keberangkatan di taman terdekat yang ada di kompleks rumah Lukas, pria 45 tahun itu sudah menunggu di bangku taman dan menyibukkan dirinya dengan membaca berita-berita terupdate di internet, sekitar 1 jam kemudian ketiga orang yang telah dia undang tadi berduyun-duyun mendatanginya, Lukas menatap tajam ke arah mereka dengan mengukir senyumnya, namun mereka merasa bahwa sepertinya Lukas ingin membicarakan hal yang serius, mungkin tentang rencana mereka ketika mereka berada di rumah sakit waktu itu.
“Selamat pagi bapak-bapak sekalian, wah waaah rupanya sudah siap semua ini untuk acara kita hari ini" ujar Lukas sambil menyimpan senyumnya
“Pagi Pak, iya Pak, sebenarnya pertemuan ini dalam rangka apa ya Pak?" tanya Willy penasaran
“Nanti Anda sekalian pasti akan mengetahuinya, ayo kita cari tempat ngopi-ngopi dulu, saya yang traktir" jawab Lukas
“Mmmm... Begini bapak-bapak sekalian, Anda sekalian pasti tau, apa tujuan saya mengundang Anda sekalian untuk bertemu secara khusus seperti ini, betul bapak-bapak sekalian, sebenarnya ada hal penting yang perlu saya bicarakan kepada Anda sekalian"
“Mmmm... Hal penting apa itu Pak? Tidak biasanya Anda bicara seserius ini" tanya Hendrick penasaran
“Begini bapak-bapak sekalian, sebelumnya saya memohon maaf kepada Anda sekalian, karena sebenarnya... Anak-anak kita... Mereka..."
“Mereka kenapa Pak?" tanya Willy
“Kira-kira 2 bulan yang lalu, mereka berpesta pora di kediaman saya, lebih tepatnya pesta miras"
__ADS_1
“Apa??? Anda tidak bercanda kan Pak Lukas?" tanya Hendrick yang percaya tak percaya
“Tidak Pak, saya sendiri yang melihatnya dengan mata kepala saya sendiri" ujar Lukas yakin
“Betul Pak Hendrick, waktu itu saya juga mendapatkan telfon dari pak Lukas, waktu Jennifer pulang dari sekolahnya, Alyssa juga menyertainya, dia pulang dalam keadaan murung dan menangis sesenggukan, saya sudah faham bahwa mereka sudah diskors dari sekolahnya, saya bilang sama anak saya Jennifer soal ini, dan juga soal yang barusan diceritakan pak Lukas Pak, tapi saya sama sekali tidak memarahi mereka, karena mereka masih terlalu belia Pak, lagipula mereka juga perempuan, dan setau saya di dalam agama kita, kita tidak dianjurkan untuk melakukan kekerasan terhadap anak, khususnya anak perempuan" jelas Michael panjang lebar
Hendrick hanya bisa termenung dan menempelkan kepalan tangan kanannya di bibirnya, pria itu sampai bingung hendak berkata apa, lidahnya telah kelu untuk mengeluarkan serangkaian kata-kata.
“Tapi semua itu karena anak saya Alex Pak, dialah yang menyebabkan semua peristiwa ini terjadi, saya benar-benar marah besar pagi itu, bayangkan saja, bagaimana kepala saya tidak memanas ketika melihat mereka berempat mabuk-mabukan seperti itu, belum lagi ketika istri saya melihat hal yang tidak bisa kami percaya, namun sayangnya itu memang sebuah fakta, sangat nyata di depan mata kami terlihat bahwa Alam Firmansyah yang terkenal sebagai santri terbaik di pondok pesantren Al-Hikmah putra, sedang berbuat tindakan tak senonoh dengan Jennifer anak Pak Michael, maaf Pak Michael, saya harap Anda tidak tersinggung dengan ucapan saya" ujar Lukas panjang lebar dan meminta maaf kepada Michael
“Tak mengapa Pak Lukas, saya juga merasa bersalah, seharusnya kita bisa lebih-lebih lagi dalam memperhatikan tingkah laku anak-anak kita, supaya mereka tidak salah memilih jalan" jawab Michael
“Maaf Pak Lukas, sebenarnya istri saya juga tidak suka dengan Alex, waktu itu Alex membawa Alyssa anak saya ke rumah dalam keadaan mabuk berat, sehingga istri saya memarahinya dan mengusirnya dari rumah kami, namun bagaimanapun juga, saya tetap mengapresiasi sopan santunnya dan juga perhatiannya yang penuh kepada anak saya, saya juga selalu menganggapnya seperti anak kandung saya sendiri, saya selalu berpikir positif, bahwa suatu saat nanti, anak-anak kita akan berubah pada masanya, kita hanya perlu mendidik mereka lebih serius lagi, memang benar bahwa kita orang-orang yang sibuk, tapi setidaknya kita tidak boleh melalaikan anak-anak kita terkait dengan edukasi yang sangat penting untuk mereka semua" Hendrick yang sedari tadi hanya membisu akhirnya membuka suara
“Iya Pak Hendrick, saya sangat mengerti bagaimana perasaan Anda dan istri Anda, maafkan saya Pak, maafkan juga anak saya Alex, karena walau bagaimanapun juga, dialah yang menjadi Mastermind dalam semua peristiwa ini" ujar Lukas memohon maaf
To Be Continued 🙏🙏🙏😌😌😌
Jangan lupa untuk memberikan ide-ide alur cerita yang menarik buat author baru ya guys, terimakasih sebelumnya, tolong berikan like, vote, komentar, kritik, favorit, dan saran yaaa... Love you my readers 🙏🙏🙏😌😌😌
Sambil menunggu up berikutnya, mampir ke karya temanku Muda Anna ya guys... Berjudul : Apa Salahku Tuan👇👇👇
__ADS_1