
NB : Novel ini masih dalam tahap revisi jadi bacalah dengan teliti dan bijak mohon dikoreksi jika ada yang salah, selamat membaca my beloved readers 🙏🙏🙏😌😌😌
“Assalamu Alaykum"
“Wa Alaykum Salam, Mas Jono, sudah pulang Mas" tanya Sofia
“Iya, Alhamdulillah Sofia, Mas dapat rezeki hari ini, Alhamdulillah kita bisa beli beras dengan uang ini, oh iya, ibu mana? Bagaimana keadaannya?"
“Kondisi ibu masih belum ada perkembangan Mas, masih sama seperti biasa, hanya Allah Yang tau kapan beliau bisa sembuh total, do'akan saja supaya ibu bisa cepat pulih ya Mas ya"
“Iya Sofia, harapan Mas juga begitu, ya sudah... Kamu buruan beli beras dengan uang ini ya, pasti ibu udah kelaparan"
“Biar Kakak aja yang beli Sof, kamu di rumah aja"
“Salma?"
“Jono, maaf aku lupa ngasih salam, aku denger katanya tadi kalian mau beli beras ya, ya udah biar aku aja yang beliin, nih aku udah ada uangnya"
“Salma, kenapa harus kamu yang repot sih? Aku juga ada uangnya kok, udah pake' ini aja"
“Oke, aku akan pake' uang kamu"
Salma pergi ke warung sembako untuk membeli beras, dengan uang 50 ribu rupiah gadis itu sudah bisa mendapatkan beras sebanyak 5 kilogram.
“Maafkan aku Jono, aku tidak bisa menggunakan uang haram ini sebagai alat transaksi jual beli, karena kalau aku melakukannya, sungguh aku telah berbuat dosa yang sangat besar" gumam Salma lirih dalam hati
“Neng geulis, kuat teu eta bawa beras anu sakitu lobana? Akang bantuin nyak? Beurat pisan lho eta mah" tawar pemuda berusia 25 tahun yang menjaga warung sembako itu
“Eh, nggak usah Kang Ajat, nggak usah, saya bisa bawa sendiri kok, makasih tawarannya” tolak Salma secara halus sambil merekahkan senyumannya
“Eleuh-eleuh, Neng geulis, nih Neng geulis Akang kasih tau nyak, ini teh Jakarta Neng, ini kota metropolitan, loba urang jahat di sekitar sini, apalagi kalo udah sore, rawan pisan lho di dieu Neng urang anu jahat mah, ati-ati Neng" ujar kang Ajat mewanti-wanti
Salma tetap tidak perduli dan tetap mencoba mengangkat sekarung beras yang cukup berat baginya itu, kang Ajat menyuruh pegawainya untuk menjaga warungnya dan mengikuti Salma dari belakang.
__ADS_1
“Sini atuh Neng geulis, itu teh beurat pisan"
“Nggak usah Kang, saya bisa sendiri" tolak Salma
Di tengah-tengah perjalanan, Salma terjatuh karena tidak kuat menahan beban berat yang ada di karung beras itu, namun subhanallah, sebuah keajaiban pun muncul, tiba-tiba saja Lukas melewati jalan itu dengan mobilnya, Lukas yang melihat kejadian itu langsung menekan tombol klakson mobilnya.
“Astaghfirullah, Salma? Hati-hati Nak, ayo bangun Nak... Pelan-pelan, ya Allah, Kang Ajat, kok Kang Ajat diem aja sih? Salma kan nggak mungkin kuat bawa barang seberat ini, kasihan kan dia Kang, gimana sih Kang Ajat ini"
“Hadeeeh... Pak, justru saya teh udah ada kemauan buat nolongin Neng geulis, tapi neng geulisnya nu teu daek"
“Ya sudah, begini saja, Kang Ajat saya kasih uang ini, 100 ribu cukup kan?"
“Ya Allah Gusti nu Agung, tidak usah atuh Pak, tadi neng geulis teh udah bayar ke saya, ini teh kebanyakan atuh Pak"
“Sudah, tidak apa-apa Kang Ajat, memangnya tadi harga berasnya berapa?"
“50 ribu Pak, ini teh kebanyakan atuh"
“Saya tambah 50 ribu lagi Kang, biar genep jadi 200 ribu, anggap aja itu sebagai sedekah dari saya"
“Amiiin... Sama-sama Kang Ajat, itu sudah kewajiban saya Kang, Kang Ajat orang yang baik, niat saya hanya untuk membantu perekonomian keluarga Kang Ajat, maaf kalo untuk sementara ini saya belum bisa memberikan yang lebih besar dari ini, saya tau Kang Ajat belum menikah, tapi saya janji, saya yang akan mencarikan jodoh untuk Kang Ajat suatu hari nanti, ada masanya Kang Ajat akan berbahagia nanti Kang, soal biaya pernikahan, nanti biar saya sendiri yang tanggung" ujar Lukas sambil tersenyum tipis
“Ya Allah Paaak... Saya teh nggak tau lagi harus ngomong apa sama Bapak, Pak Lukas sangat baik hati, insyaallah Allah Yang akan membalas kebaikan Bapak"
“Amiiin, oh iya Kang, Kang Ajat mau balik ke warung kan? Biar saya antar ya"
“Aduh Pak saya teh jadi sungkan atuh, nggak usah Pak, biar saya jalan kaki aja"
“Ini niat baik lho Kang, jangan ditolak, ayo naik... Salma, kamu juga Om anter ya?"
“Mmmm... Nggak usah Om, saya nggak mau ngerepotin Om Lukas"
“Nggak apa-apa Salma, kebetulan kita satu arah, kamu mau pulang kan?"
__ADS_1
“I... Iya Om, makasih lho Om, saya jadi nggak enak"
“Nggak usah sungkan Salma, Om ikhlas kok mau mengantar kamu"
Akhirnya Salma dan kang Ajat pun diantar oleh Lukas, 5 menit waktu berlalu, kang Ajat sudah sampai di kediamannya, setelah kang Ajat berpamitan, Lukas melanjutkan perjalanannya menuju ke kompleks rumah Jono dan Salma yaitu kompleks yang berada di jalan Pisang, sambil menikmati perjalanan ke sana mereka menyibukkan diri dengan mengobrol-ngobrol untuk mempersingkat perjalanan mereka.
“Oh iya Salma"
“Iya Om"
“Omong-omong beras itu untuk siapa ya?"
“Beras ini untuk Jono Om, untuk dia dan keluarganya makan"
Mendengar itu Lukas meneteskan air mata
“Om Lukas kenapa nangis?"
“Om terharu Sal"
“Terharu? Terharu kenapa Om?"
“Ya waktu Om tau kalo ternyata kondisi rumah teman kamu si Jono itu sangat memprihatinkan seperti itu, Om langsung terbawa emosi, kok bisa ya mereka tinggal di sana, ingin sekali rasanya Om memberikan rumah yang layak untuk mereka tempati"
“Om Lukas, sudahlah, sebaiknya sekarang Om Lukas fokus sama pekerjaan Om dulu aja, jangan mikir ke yang lainnya dulu Om, insyaallah kalau Allah berkehendak, selama kita terus berikhtiar dan berusaha, pasti Allah akan memberikan jalan yang terbaik untuk kita semua"
“Amiiin, Om juga salut sama pengorbanan kamu untuk anak seperti Jono itu Salma, jarang sekali ada orang yang sangat baik hati seperti kamu ini, ya Allah, seandainya saja anakku Alex bukan anak durhaka"
To Be Continued 🙏🙏🙏😌😌😌
Jangan lupa untuk memberikan ide-ide alur cerita yang menarik buat author baru ya guys, terimakasih sebelumnya, tolong berikan like, vote, komentar, kritik, favorit, dan saran yaaa... Love you my readers 🙏🙏🙏😌😌😌
Sambil menunggu up berikutnya, mampir ke karya temanku Ara Utara ya guys... Berjudul : Aku Bukan Pelakor👇👇👇
__ADS_1