Antara Jeritan Dan Harapan

Antara Jeritan Dan Harapan
PART 79 : Sabar!


__ADS_3

NB : Novel ini masih dalam tahap revisi jadi bacalah dengan teliti dan bijak mohon dikoreksi jika ada yang salah, selamat membaca my beloved readers 🙏🙏🙏😌😌😌


“Maaf Pak Lukas, sebenarnya istri saya juga tidak suka dengan Alex, waktu itu Alex membawa Alyssa anak saya ke rumah dalam keadaan mabuk berat, sehingga istri saya memarahinya dan mengusirnya dari rumah kami, namun bagaimanapun juga, saya tetap mengapresiasi sopan santunnya dan juga perhatiannya yang penuh kepada anak saya, saya juga selalu menganggapnya seperti anak kandung saya sendiri, saya selalu berpikir positif, bahwa suatu saat nanti, anak-anak kita akan berubah pada masanya, kita hanya perlu mendidik mereka lebih serius lagi, memang benar bahwa kita orang-orang yang sibuk, tapi setidaknya kita tidak boleh melalaikan anak-anak kita terkait dengan edukasi yang sangat penting untuk mereka semua" Hendrick yang sedari tadi hanya membisu akhirnya membuka suara


“Iya Pak Hendrick, saya sangat mengerti bagaimana perasaan Anda dan istri Anda, maafkan saya Pak, maafkan juga anak saya Alex, karena walau bagaimanapun juga, dialah yang menjadi Mastermind dalam semua peristiwa ini" ujar Lukas memohon maaf


“Tak masalah Pak, Alex itu sebenarnya anak yang baik dan sopan, hanya saja dia salah memilih jalan hidup, mungkin lingkungannya yang membuat dia menjadi seperti itu"


“Betul Pak, wajarlah, jujur sebagai orang tuanya, kami juga merasa malu karena kami kurang dekat dengan Tuhan, kalau kami orang yang agamis, mungkin karakter anak saya Alex tidak seperti sekarang ini, Anda semua pasti sudah tau apa sebabnya anak-anak kita diskors dari sekolah mereka, itu semua karena mereka terjerat kasus bullying di sana, dan anak yang mereka bully itu adalah anak yang waktu itu kita lihat di rumah sakit, anak yang difabel itu, ingat kan bapak-bapak sekalian?"


“Sudahlah Pak Lukas, jangan diambil hati, kami juga sama dengan Anda, kami juga bukan orang-orang yang agamis, saya sendiri juga seorang aktor, dan tingkat ketaatan saya kepada Tuhan sangat minim sekali, saya juga sering melalaikan ibadah dan kewajiban saya sebagai seorang muslim" ucap Hendrick


setelah mereka berempat berbincang panjang lebar, hingga pukul 9 pagi, akhirnya semuanya yang hadir di sana kembali ke rumah mereka masing-masing kecuali Lukas.


***


Lukas datang menemui ustadz Basyir, di sana ia dijamu dan dihormati sebagai tamu, Lukas mengucapkan salam, kemudian dipersilahkan untuk duduk, perbincangan mereka ditemani oleh secangkir teh hangat


“Pak Lukas apa kabar? Sehat?"


“Alhamdulillah saya sehat wal afiat Pak Ustadz, semoga Ustadz dan keluarga juga dalam keadaan yang sama"


“Alhamdulillah, mmmm... Pak Lukas, maaf sebelumnya, ada yang mau saya tanyakan pada Anda"


“Pak Ustadz mau tanya apa? Silahkan saja Pak"

__ADS_1


“Mmmm... Begini Pak, Anda ini pengusaha Freeport kan?"


“Iya Ustadz, betul sekali, memangnya ada apa ya Ustadz?"


“Apa Anda sudah dengar keributan yang terjadi di masjid di sekitar kompleks ini? Kebetulan kemarin waktu saya melewati masjid, terjadi pengeroyokan di sana"


“Apa? Pengeroyokan? Astaghfirullahaladziiim, Pak Ustadz serius? Siapa yang melakukan itu Pak?"


“Sekelompok muda mudi yang menghasut warga untuk melakukannya Pak"


“Sekelompok pemuda? Mereka siapa Pak? Dan apa hubungannya dengan saya?"


“Saya tidak kenal siapa mereka, hanya kenal wajahnya saja, beberapa kali saya melihat mereka di kompleks ini. Tapi... Ada salah satu dari mereka yang mengaku anak pengusaha Freeport, mungkin dia anak Anda Pak"


“Astaghfirullah, nggak mungkin itu anak saya, pasti orang lain, apa dia menggunakan kacamata hitam Pak Ustadz?"


“Ya Allah Pak Ustadz, itu anak saya Alex, jadi dia dalang dari pengeroyokan di masjid? Astaghfirullahaladziiim... Tega sekali anak itu, maafkan kekurangajaran dia Pak, saya juga bingung harus berbuat apa, anak itu tidak bisa saya keraskan, tidak bisa saya lembutkan juga, jujur saya juga bingung apa yang harus saya lakukan pada anak itu Pak, dia selalu melakukan tindakan yang melanggar hukum negara dan agama, saya takut pada akhirnya nanti anak saya akan masuk penjara karena perbuatannya sendiri"


“Syaratnya satu Pak... Sabar... Kalau Bapak sabar menghadapi anak Bapak, insyaallah Allah akan memudahkan jalannya untuk bertaubat dan kembali ke jalan yang lurus, yakinlah Pak, kita bukan tidak boleh marah, kita boleh marah pada waktu dan tempatnya, dan ingatlah bahwa marah itu sifatnya iblis, hati-hati dengan tipu dayanya, jangan sampai Anda lengah, karena mungkin saja dengan adanya sifat itu pada diri kita... Maka bisa saja setan menyeret kita ke lubang neraka!"


“Baik Pak Ustadz, akan saya usahakan supaya saya bersabar, walaupun itu tidak mudah Pak, terimakasih atas pencerahannya, saya pamit dulu... Assalamualaikum"


“Sama-sama Pak, Wa Alaykum Salam Wa Rahmatullah Wa Barakatuh... Insyaallah dengan kesabaran yang Anda miliki, Allah akan membantu Anda menyelesaikan semua masalah yang Bapak hadapi"


***

__ADS_1


Sepulangnya dari kafe, Lukas menemui anaknya Alex


“Alex... Sini Nak, Papa mau bicara sama kamu"


“Hm, soal apa Pah? Jangan bilang soal pesta miras waktu itu"


“Maaf, kebetulan memang soal itu Nak, barusan Papa ketemu sama orang tua teman-teman kamu"


“Hm, terus? Papa nyalahin Alex gitu?"


“Papa bukannya menyalahkan kamu Nak, Papa hanya minta supaya kamu lebih bertanggung jawab lagi kedepannya, lagipula alkohol itu kan merusak tubuhmu juga Alex"


“Ya kalo Alex cuma bisa have fun di situ aja gimana Pah? Terus Papa mau larang Alex minum-minum gitu?"


“Alex, Papa melakukan itu semua karena Papa sayang sama kamu, Papa tidak mau kamu terjerumus ke dalam lubang neraka Nak"


“Lubang neraka? Huh, really? Emangnya Papa pernah ke neraka ya? Kok seakan-akan Papa tau neraka itu tempat seperti apa? Kok sekarang Papa jadi ustadz Basyir ke-2 sih, hehe... Please deh, Papa belajar ini semua tuh dari siapa? Dulu waktu Alex masih kecil, Papa nggak pernah tuh ngomongin soal ini"


“Ustadz Basyir sendiri yang tadi nyeramahin Papa, barusan Papa ke rumah beliau untuk menemukan solusi terbaik, dan Papa dengar dari beliau katanya kamu habis memukuli si Alam Firmansyah itu"


“Sialan juga nih bokap, lancang banget pake' ke rumah ustadz tua bangka itu"


To Be Continued 🙏🙏🙏😌😌😌


Jangan lupa untuk memberikan ide-ide alur cerita yang menarik buat author baru ya guys, terimakasih sebelumnya, tolong berikan like, vote, komentar, kritik, favorit, dan saran yaaa... Love you my readers 🙏🙏🙏😌😌😌

__ADS_1


Sambil menunggu up berikutnya, mampir ke karya temanku Putri Nilam Sari ya guys... Berjudul : Pendamping Hidup Mommy Sashi👇👇👇



__ADS_2