Antara Jeritan Dan Harapan

Antara Jeritan Dan Harapan
PART 2 : Sabar Jono, ini semua ujian dari Yang Maha Kuasa


__ADS_3

Dalam perjalanan pulang, Alan berbincang dengan Jono sambil menikmati hawa sejuk angin yang menerpa wajah dan rambut mereka yang berterbangan


“Jon, jadi tadi itu lu status daftarnya mutasi nih?"


“Iya Lam, memang sejak awal gue pingin masuk SMA favorit itu, tapi gue gak tau apa temen-temen dan guru-guru gue nanti bakalan terima kondisi gue yang gagu kayak gini" jawabnya ragu-ragu


“Tenang aja kali Jon, pan ada gue, lagian kagak semua orang disitu nakal kok, kecuali..." Alam langsung berwajah mendung


“Kecuali apa Lam?" Hati Jono dirundung banyak pertanyaan


“Alex CS, gue khawatir banget kalo sewaktu-waktu lu dicelakai sama mereka, mereka itu trouble maker di kelas Jon, udah beberapa kali mereka dipanggil ke ruang BK dan dihukum berat guru-guru, tapi mereka masih aja belum kapok dan selalu bikin masalah, lu hati-hati aja bro sama mereka" kata Alam sedikit khawatir


“Alex CS? Mereka? Memangnya ada berapa orang?" tanya Jono penasaran


“4 orang, Alex, Ruben, Jennifer, dan pacar Alex yang namanya Alyssa."


Kenalan dulu sama Alex CS 👇👇👇



👆👆👆


Alex Felixius (Antagonis utama dalam kisah ini)



👆👆👆


Alyssa Agustine (Pacar Alex)



👆👆👆


Ruben Stewart



👆👆👆


Jennifer Ionna


“Wadduh, ada ceweknya juga? Bahaya juga ya geng di sekolah ini, sampe-sampe ladies juga jadi trouble maker, jangan-jangan mereka juga perokok lagi." kata Jono khawatir


“Kalo soal smokers, ga diragukan lagi, memang bener mereka perokok, ga cowoknya ga ceweknya sama aja"

__ADS_1


“Terus nasib gue nanti gimana nih? Ntar mereka bully gue lagi" kata Jono tambah khawatir, bulu kuduknya langsung berdiri tegak karena rasa takut yang begitu mencekam


“Insyaallah aman kok selama lo berhati-hati, lagian ada juga kok anak yang paling pintar di kelas, anaknya cantik lho, tinggi, putih, santriwati yang shalehah, pokoknya paket komplit laaah, hehehe" kata Alam sedikit bercanda


“Tuh kan bener, ini semua tuh gara-gara ibu yang maksa-maksa gue buat sekolah di SMA 1 itu, gue udah yakin dari awal kalo akhirnya bakal jadi begini, duuuh, hidup begini amat sih, br*ngsek!"


“Apa iya gue bisa bersanding ama tuh cewek? mengingat kondisi gue yang kagak normal ini" sambungnya pesimis


“Wkwkwkwkwk, Jono, elu itu masih sekolah, jangan mikir jodoh dulu napa, kalo soal nanti dia jadi jodohlu atau enggak, ya itu udah ketentuan Allah, yang paling penting, lu semangat dulu sekolahnya, belom juga kuliah lu, belom juga mandiri dalam artian punya pendapatan sendiri, jauh amat fikiranlu kemane sih, wkwkwkwk, astaga Jonooo, Jono"


“Lam, gue mah boro-boro mau kuliah, sekolah aje modal gratis, terus gue juga gagu, mana ada universitas yang mau nerima gue jadi maba? Mustahil Lam, apalagi kehidupan gue miskin banget." Jono tertawa geli


***


“Jadi rumahlu yang mana ini Jon?" tanya Alam penasaran


“Itu Lam, kiri jalan, yang ada tangga ke bawah, tapi motor harus parkir di depan tangga, soalnya ini kan rumah gue masih harus menuruni tangga" kata Jono sambil menunjuk ke arah rumahnya dengan tangannya yang cacat.


“Yakin lu Jon? Rumahlu dibawah sana? apa aman ya kalo ada yang parkir di depan tangga begini?" kata Alam heran


“Insyaallah aman, kan gerbangnya bisa digembok" kata Jono gagu


“Ya udah deh, gue tunggu lu dimari ye? Lu baek-baek Jon"


“Iye Lam, bentar ye, gue ambil pakaian dulu buat gue ama nyokap" ujarnya gagu


“Assalamualaikum"


“Wa Alaykum Salam abang" sahut adik-adiknya secara berbarengan


Jono langsung bergegas menuju kamarnya dan menyiapkan bajunya serta membawa tas besar.


“Semoga ibu ga papa" gumamnya


Jono menutup tasnya rapat-rapat dan keluar kamar dengan kilat


“Bang Jono mau langsung ke RS, kalian jaga diri baik-baik ya dik ya"


“Rumah sakit? Siapa yang sakit baaang!!!" tanya ketiga adiknya bingung


“Ibu, ibu kecelakaan dik"


“Apa??? Nggak mungkin ibu kecelakaan, abang pasti bohong kan? ibu dimana baaang!!!" kata Seno panik


“Ibu beneran kecelakaan No, sebaiknya kalian disini aja ya, abang mau langsung ke RS, mungkin bermalam disana, kalian abang titipkan ke Bu Hasan ya dik ya" kata Jono sambil menangis sendu

__ADS_1


“iya bang, abang hati-hati ya di jalan" kata Sofia.


“Insyaallah" jawab Jono


Jono berjalan keluar dari rumahnya disertai 3 adiknya, hari sudah gelap, diketuklah pintu rumah Bu Hasan dengan terpaksa


tok tok tok


“Assalamualaikum" seru empat bersaudara itu


“Wa Alaykum Salam" jawab Bu Hasan


“Jono, adik-adikmu juga? Ada apa ini nak? Kenapa kalian datang larut malam begini? Dan kenapa kalian menangis? Apa yang sebenarnya terjadi nak? cerita sama ibu" ujar Bu Hasan kaget sekaligus bertanya-tanya


“Begini Bu Hasan, kami baru dapat kabar buruk, ibu kami dirawat di RS karena kecelakaan" kata Jono sendu


“Innalillahi... kok bisa sih naaak? Ya Allaaah, kamu yang sabar ya nak ya, bagaimana kondisi ibumu nak"


“Tidak begitu baik Bu, beliau tak sadarkan diri dan terpaksa harus dirawat di RS Muslimat, maka dari itu saya yang akan menjaganya, dan saya berniat untuk menitipkan ketiga adik saya kepada Bu Hasan, itupun kalau ibu dan pak Hasan tidak keberatan" kata Jono yang masih menangis


“Insyaallah ibu sama sekali tidak keberatan nak, ibu malah senang kalau adik-adikmu ada disini, kamu juga tau kan kalo ibu sudah lama tidak mempunyai anak, tak apa nak, biar mereka tinggal disini, kunci rumahmu biar ibu yang pegang, ya nak ya?"


Salma yang mendengar suara tangis pilu langsung keluar dari rumahnya dan membanting pintunya ke depan, Brak!!! Dan wanita cantik jelita itupun menghampiri Jono lari secepat mungkin


semua orang yang ada di depan rumah bu Hasan pun dibuat copot jantungnya


“Astagfirullahaladziiim!!!" teriak mereka serentak


“Jon, ibumu kecelakaan ya? Bagaimana kondisi beliau?" tanya Salma penasaran dan khawatir dengan nafas terengah-engah


“Kondisinya buruk Sal, sangat buruk, sekarang beliau tak sadarkan diri" ujar Jono


“Kamu ngagetin aku aja sih, tiba-tiba muncul begitu aja, ga pake' salam lagi" sambungnya


“Aduh iya Jon... maaf ya... Aku lupa" sambungnya masih terengah-engah sambil menunduk dan meluruskan tangannya ke depan menunjukkan 5 jari tangan kanannya tanda meminta maaf.


“Salma, atur dulu itu nafas kamu, jangan ngomong dulu, ibu ambilkan minum ya" kata Bu Hasan menawarkan


“Iya ibu... terimakasih ya Bu"


“Kamu mau ngapain kesini Salma? Kenapa belum tidur?” tanya Jono


“Aku nggak tega dengar tangisanmu Jon, makanya aku langsung kesini begitu aku mendengar rintihanmu dan adik-adikmu, Eh Jon, aku ikut ke RS ya, mau jenguk beliau sekalian" kata Salma dengan optimis


“Terimakasih Sal, tapi aku tidak butuh bantuanmu, aku bisa melakukan semua ini sendiri kok, lagipula ada Alam yang nungguin aku di atas sana"

__ADS_1


TBC


jangan lupa untuk memberikan ide cerita kpd author ya guys, karena ini novel pertama author 🙏🙏🙏😌😌😌


__ADS_2