
NB : Novel ini masih dalam tahap revisi jadi bacalah dengan teliti dan bijak mohon dikoreksi jika ada yang salah, selamat membaca my beloved readers 🙏🙏🙏😌😌😌
Akhirnya Salma dan kang Ajat pun diantar oleh Lukas, 5 menit waktu berlalu, kang Ajat sudah sampai di kediamannya, setelah kang Ajat berpamitan, Lukas melanjutkan perjalanannya menuju ke kompleks rumah Jono dan Salma yaitu kompleks yang berada di jalan Pisang, sambil menikmati perjalanan ke sana mereka menyibukkan diri dengan mengobrol-ngobrol untuk mempersingkat perjalanan mereka.
“Oh iya Salma"
“Iya Om"
“Omong-omong beras itu untuk siapa ya?"
“Beras ini untuk Jono Om, untuk dia dan keluarganya makan"
Mendengar itu Lukas meneteskan air mata
“Om Lukas kenapa nangis?"
“Om terharu Sal"
“Terharu? Terharu kenapa Om?"
“Ya waktu Om tau kalo ternyata kondisi rumah teman kamu si Jono itu sangat memprihatinkan seperti itu, Om langsung terbawa emosi, kok bisa ya mereka tinggal di sana, ingin sekali rasanya Om memberikan rumah yang layak untuk mereka tempati"
“Om Lukas, sudahlah, sebaiknya sekarang Om Lukas fokus sama pekerjaan Om dulu aja, jangan mikir ke yang lainnya dulu Om, insyaallah kalau Allah berkehendak, selama kita terus berikhtiar dan berusaha, pasti Allah akan memberikan jalan yang terbaik untuk kita semua"
“Amiiin, Om juga salut sama pengorbanan kamu untuk anak seperti Jono itu Salma, jarang sekali ada orang yang sangat baik hati seperti kamu ini, ya Allah, seandainya saja anakku Alex bukan anak durhaka"
“Sabar Om, saya yakin Alex akan berubah pada masanya"
“Om harap begitu, besok ulang tahunnya, dan Om akan buat surprise buat dia, semoga dengan begitu dia bisa berubah"
“Semoga aja ya Om"
“Nah Salma, kita sudah sampai, kamu bisa bawa beras itu?"
“Bisa kok Om"
“Kamu yakin?"
“Iya Om" jawab Salma sambil nyengir dan hendak turun dari mobil Lukas
“Tunggu, biar Om bantu kamu Salma, Om aja yang bawa berasnya"
“Nggak usah Om, nggak usah"
“Jangan ngeyel Salma, beras itu berat lho, kamu nggak mungkin kuat ngangkat itu, tadi aja Om liat kamu keberatan bawanya"
Salma pasrah dan tak berkutik lagi, Lukas menurunkan karung beras 5 kilo itu dan mengangkatnya, membawanya ke rumah Jono, Salma mengetuk pintu rumah Jono dan mereka berdua mengucapkan salam, terdengar sahutan yang sama dari seberang pintu mereka.
“Jono, ini berasnya, udah aku beli"
__ADS_1
“Pakai uang yang tadi kan?"
“Iya"
“Makasih Salma, ini Om Lukas kan?"
“Betul Nak, kamu apa kabar? Keluarga kamu sehat kan?"
“Saya sehat Om, tapi seperti biasa ibu saya masih belum pulih"
“Ibu kamu kenapa?"
“Beliau kecelakaan Om, tabrak lari, sampai sekarang juga kami masih belum tau siapa pelakunya"
“Astafhfirullahaladziiim... Kapan kejadiannya Nak?"
“Hari pertama Jono sekolah di SMA kami Om" sahut Salma
“Ya Allah, jadi ibu kamu kecelakaan waktu kamu daftar masuk SMA?"
“Betul Om"
“Om kenapa nangis?"
“Nggak apa-apa Nak, ini, Om ada uang 1 juta, tolong gunakan uang ini dengan baik Nak, insyaallah Om akan kasih kamu yang lebih dari ini"
“Ya Allah Om, banyak banget, ini kebanyakan Om"
“Iya Om, eh tapi Om, nggak sekalian shalat di sini aja?"
“Nggak usah Salma, makasih, Om nggak enak sama ibunya Jono, sungkan mau shalat di sini sementara di sini ada orang yang bukan muhrim Om, nanti kalo tante Okta tau, Om bisa kena semprot lagi, hahah"
“Wkwkwkwkwk, Om Lukas ini bisa aja"
“Hahah, ya udah, Om pulang dulu,
Assalamu Alaykum, salam untuk keluarga kamu Jono"
“Wa Alaykum Salam, hati-hati Om"
“Jono, biar aku sendiri yang masak nasinya, tapi sebelum itu, ayo kita shalat berjamaah"
“Ayo Sal"
Setelah mereka menunaikan ibadah shalat Magrib, Salma menanak nasi dan menyiapkan makan malam, seperti biasa malam ini mereka hanya bisa makan nasi dengan lauk garam, Salma menyuapi Hilda dengan telaten, Hilda meneteskan air mata karena terharu.
“Salma, uang sebanyak itu... Dari siapa?" tanyanya penasaran
“Dari salah satu hamba Allah yang sangat dermawan Tante" jawab Salma ambigu
__ADS_1
“Masyaallah, dia tidak mau menyebutkan namanya?"
“Betul Tante, beliau ini orangnya kaya raya, tapi sangat dermawan"
“Masyaallah, semoga Allah menempatkannya di surga paling tinggi"
“Amiiin"
“Maafin Salma Tante, Salma nggak bisa ngasih yang lebih dari ini, tapi dengan adanya uang ini, Salma yakin kita bisa makan makanan yang lebih layak dari ini"
“Amiiin... Alhamdulillah kita masih bisa makan Nak, daripada kita nggak makan sama sekali, Alhamdulillah kita dapat rezeki sebanyak ini, siapa sangka, datangnya tidak terduga-duga"
“Iya Tante, Alhamdulillah ya, Jono, kamu harus semangat sekolah ya Sayang ya, kamu pasti bisa sukses, kamu pasti bisa mengalahkan Alex yang suka merendahkan kamu itu, om Lukas bilang besok dia ulang tahun, tapi aku nggak tau apa kita diundang atau nggak, hanya Allah yang tau tentang itu"
“Iya Salma, moga aja kita diundang, aku males sebetulnya mau ketemu Alex, tapi aku akan menghadiri acara itu kalau kamu ada di sisiku, karena dengan begitu, hatiku akan merasa lebih tenang, terima kasih karena kamu selalu ada di sisiku Salma"
“Sudah menjadi kewajibanku Jono, demi Allah cintaku ikhlas lillahi ta'ala, bukan atas dasar apapun"
***
Di tengah malam, Oktavia dan Lukas keluar dari rumah untuk membeli hadiah untuk anak kesayangannya Alex, namun Alex sendiri tidak menyadari hal itu, ia yang baru saja terbangun dari tidurnya hanya bisa bertanya kepada bik Inah sang asisten rumah tangga.
“Aduuuh... Bokap nyokap kemaneee lagi nih, larut malem gini kagak ade di rumah, eh si Inah tau nggak ye mereka pergi ke mana? Coba gue tanya aja deh"
“Eh Babu, bokap nyokap gue kemane sih?"
“Mereka keluar Den"
“Ape? Keluar? Ke mane?"
“Saya juga kurang tau Den, tadi tuan sama nyonya juga keluarnya nggak ngomong-ngomong"
“Ya udeh, pegi deh sane lu, urusan gue udeh selesai ame lu"
“Iya Den, permisi"
“Hm"
***
“Aku yakin Alex pasti akan terkejut dengan surprise dari kita Vi, kita akan menjadikan hari ini hari ulang tahun yang terbaik untuk dia"
“Iya Mas, aku juga nggak sabar pingin cepet-cepet lihat wajah Alex yang berseri-seri"
To Be Continued 🙏🙏🙏😌😌😌
Jangan lupa untuk memberikan ide-ide alur cerita yang menarik buat author baru ya guys, terimakasih sebelumnya, tolong berikan like, vote, komentar, kritik, favorit, dan saran yaaa... Love you my readers 🙏🙏🙏😌😌😌
Sambil menunggu up berikutnya, mampir ke karya temanku Mphoon ya guys... Berjudul : Gairah Duda Perjaka👇👇👇
__ADS_1