
NB : Novel ini masih dalam tahap revisi jadi bacalah dengan teliti dan bijak mohon dikoreksi jika ada yang salah, selamat membaca my beloved readers 🙏🙏🙏😌😌😌
Noval dan Alex memasuki ruang kelas, mereka saling membuang muka, Noval langsung menuju bangku belakang tanpa perduli dengan siapapun, seperti biasa Alex mendekati Jono dan menatap tajam ke arahnya, Salma yang melihat kejadian itu langsung bangkit dari duduknya, Mita dan Delia juga ikut beraksi dan membela, Trio Unyu-unyu yang wajahnya baby face ini memang benar-benar kompak dalam menegakkan keadilan, terlebih lagi pemimpin mereka adalah seorang gadis yang shalehah sekaligus menaruh hati pada Jono, ya, siapa lagi kalau bukan Aidah Salma.
“Woy Alex, lo jangan macem-macem ya sama dia, because he's by our side!" celetuk Delia yang paling judes diantara si trio
“Huh, oh yeah? Really? Para pembela orang gagu, kalian membela dia? Bilang sama gue"
Akhirnya ketiga teman Alex datang dan menyaksikan kejadian itu pula, sedari tadi mereka mencuri pendengaran dari balik pintu kelas XII Bahasa
“Kalo dia benar-benar bisa bicara dengan lancar bilang sama gue! Hehehehehe... Bilang supaya kita semua bisa tertawa HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA!!! HAHAHAHAHAHAHAHAHA!!!" ucap Alex sambil tertawa sinis, Alex meninggalkan ruang kelas begitu saja, sambil masih terbahak-bahak pemuda itu berpapasan dengan teman-temannya dan langsung menepuk pundak mereka dan mengajak mereka ke kantin.
Jono menangis sesenggukan, tak bisa ia menahan air matanya sedikitpun
“Ya Ilahi, kenapa aku banyak dibenci orang, apa karena aku tidak normal seperti mereka" do'anya lirih
The Salera Girlz mencoba menenangkan hati Jono, lebih-lebih Salma yang sangat mencintainya, mereka menepuk-nepuk pundak Jono, Salma berdiri di tengah, bersitatap segaris dengan Jono, sementara Delia dan Mita berada di samping kanan dan kirinya yang juga memegang pundak Jono dengan salah satu tangan mereka.
“Jono, kamu yang sabar ya, kamu harus tabah, aku yakin kamu bisa menghadapi ujian dari Allah ini" ujar Salma sambil mengukir senyum
“Iya Jon, tenang aja, kita semua ada di sisi kamu kok, Tuhan pasti juga membantu kamu" sahut Delia
__ADS_1
“Alex bertindak kasar dan menghina kamu seperti itu? Jangan heran, kami bertiga juga sering jadi bahan tertawaannya jauh-jauh hari sebelum kamu pindah ke sini, semua orang di sini juga pernah mengalami itu, bahkan nggak tanggung-tanggung, dia berani ngerjain guru juga, kurang ajar kan? Kan waktu pertama kali kita ketemu, aku udah kasih tau ini ke kamu, Alex itu orangnya memang seenaknya sendiri, nggak mau diatur-atur orang lain, apalagi orang yang kurang mampu, dia paling anti orangnya" sambung Mita
Jam pelajaran pertama telah dimulai, seluruh siswa berduyun-duyun memasuki kelas XII Bahasa, sementara Alex dan teman-temannya masih sibuk di kantin
“Alex, cepetan dong makannya, jam pelajaran pertama udah mulai nih, nanti kita bisa kena marah lho” ujar Alyssa mengingatkan kekasihnya
“Halah bodo amat, jam pelajaran siapa sih sekarang?" tanya Alex santai
“Pak Tohir, Agama Islam, makanya kamu cepetan dong makannya" jawab Alyssa
“Hah? Agama Islam? Huh, ogah ah, males gue" tolak Alex sambil menekuk wajahnya
“Lho, kamu tuh gimana sih Lex, kita kan udah diskors selama 2 bulan, sekarang kamu mau skip mapel? Kamu niat sekolah nggak sih? Tadi kita bertiga juga udah diwanti-wanti lho sama bu Naura, kalo sampe' 3 kali lagi kita buat pelanggaran di sekolah ini, kita bisa dikeluarkan dari sekolah" sahut Alyssa
“Ya udah Lex, kite duluan, eh tapi jangan lama-lama ye, bisa bahasa Cina ntar tuh orang" ujar Ruben
“Ya udah sana lo pade ah, ganggu gue makan aje lu, ntar gue nyusul" sahut Alex yang mulai kesal
Mereka bertiga pun memasuki ruang kelas, Ruben mengetuk pintu dan mengucapkan salam, pak Tohir membalas salam mereka, dan mereka pun mengambil duduknya masing-masing, karena ini adalah pelajaran Agama Islam, sebagian orang seperti Liben dan beberapa siswa non muslim lainnya keluar dari kelas sementara waktu.
“Aaaah... Kalian, Alhamdulillah akhirnya kalian kembali diizinkan untuk masuk lagi ke sekolah ini, Alex mana?" ujar pak Tohir
__ADS_1
“Dia masih di kantin Pak, nanti dia nyusul" kata Ruben
Sesampainya di depan kelas, Alex melihat beberapa siswa yang terduduk di bangku luar kelas sambil membaca-baca buku.
“Eh, kalian, kalian pasti seneng ya punya waktu senggang, eh tapi serius nih gue mau tanya, sebenarnya tujuan kita beragama itu apa sih? Jujur gue bingung lho, gue yang muslim aja bokap nyokap gue nyuruh gue shalat, katanya shalat itu mendatangkan rezeki, sarana komunikasi kita dengan Tuhan, sarana kita berterimakasih sama Tuhan, tapi nyatanya sampe' sekarang, gue sial mulu, sekolah diskors, dimarah-marahin orang tua, gue heran kenape sih kagak ade orang yang bisa bantu gue, Tuhan tuh bener-bener kagak adil tau nggak"
“Alex, sebaiknya kamu masuk dulu ya, jangan bahas soal ini dulu, kalo mau tau tentang agama, lebih baik kamu tanya sama pak Tohir aja, beliau lebih tau soal semua itu, maaf kami non muslim, yang kami tau ya cuma ayat-ayat yang tercantum di dalam Al-Kitab, dan kami percaya bahwa Yesus adalah Tuhan kami Yang Agung, tapi anyway aku bersyukur karena sekolah ini menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dan tidak pilih kasih, pak Tohir itu orangnya baik banget, ramah dan bijak, tidak pernah membeda-bedakan siswa muslim dan non muslim, aku suka dengan kebijakan beliau, beliau sangat adil dan murah senyum, beruntung sekali kalian punya guru sebijak beliau" ujar Varo
Tanpa memperdulikan orang-orang itu, Alex langsung memasuki ruang kelasnya
“Halo orang-orang udik, sebaiknya kalian semua minggir dari jalan gue, karena orang kaya mau lewat" celetuk Alex asal bicara sambil melambaikan tangannya santai dan berlalu begitu saja menuju bangku kosong yang ada di sebelah Ruben
“Alex, Bapak minta tolong kamu jaga sopan santun kamu ya Nak ya" titah Tohir
“Sorry Pak, saya yang punya mulut kok malah Bapak yang ngatur-ngatur ya? Bapak kan bukan papah saya, jadi sebaiknya Bapak jangan ikut campur urusan saya" ujar Alex nyantai dan langsung mengambil duduknya di dekat Ruben
“Astaghfirullahaladziiim... Maaf, sebelum kita mulai mapelnya anak-anakku, sebenarnya apa yang terjadi dengan kalian para muda mudi bangsa ini, saya telah banyak mendengar dari guru-guru kalian bahwa kamu Alex dan teman-teman kamu ini diskors dari sekolah ini karena membuat keributan di sekolah ini"
To Be Continued 🙏🙏🙏😌😌😌
Jangan lupa untuk memberikan ide-ide alur cerita yang menarik buat author baru ya guys, terimakasih sebelumnya, tolong berikan like, vote, komentar, kritik, favorit, dan saran yaaa... Love you my readers 🙏🙏🙏😌😌😌
__ADS_1
Sambil menunggu up berikutnya, mampir ke karya temanku J Black ya guys... Berjudul : Mengubah Takdir : Gadis Jerawat Istri Sang Cassanova👇👇👇