Antara Jeritan Dan Harapan

Antara Jeritan Dan Harapan
PART 39 : Bermalam Di Rumah Sakit


__ADS_3

NB : Novel ini masih dalam tahap revisi jadi bacalah dengan teliti dan bijak mohon dikoreksi jika ada yang salah, selamat membaca my beloved readers 🙏🙏🙏😌😌😌


“Maaf Pah, aku nggak bisa tidur disini, aku mau bawa baju dan bermalam di rumah sakit menemani Vera dan kedua orang tuanya, kalo aku disini aku malah sumpek dan nggak nyaman, nanti yang ada fikiranku malah makin nggak karuan, sebab isi kepalaku sekarang hanya ada wajah Vera seorang" ujar Jake menolak secara halus


“Oke, tapi kamu yakin kamu nggak apa-apa Jake? Omong-omong itu kenapa muka kamu biru-biru begitu? Ada yang mululin kamu? Kamu habis bertengkar ya Jake? Papa anter kamu ke sana ya? Papa takut kamu nggak konsentrasi waktu nyetir, lagipula ini sudah larut malam, pasti jalan raya gelap gulita, Papa takut kalo-kalo kamu kecelakaan di gelapnya malam ini" ujar Ariel mewanti-wanti


“Iya Mas, lebih baik kamu anter aja anak kita" sahut Renata mendukung saran suaminya


“Iya Ren, kamu bener, ya udah, ayo Jake kita ke rumah sakit sekarang, Renata, kamu jaga rumah ya, oh iya omong-omong bik Darmi kemana sayang? Dia udah tidur ya Ren?" tanya Ariel


“Iya Mas, dia udah tidur dari habis isya' tadi, sayang banget sih sopir pribadi kita si Kusno masih pulang kampung, kalo dia disini kan enak Mas jadi kamu bisa istirahat" ujar Renata


“Yaaah seandainya aja begitu Ren, aku sih maunya juga gitu sayang, tapi mau gimana lagi, mau nggak mau aku yang harus antar Jake ke rumah sakit" jawab Ariel


“Ya udah Mas, kamu hati-hati ya di jalan, jangan ngantuk, kalo kamu ngantuk kamu tidur dulu sebentar di mobil, jangan ngebut, Jake kamu juga hati-hati ya sayang ya, sampaikan salam Mama buat tante Kristina, semoga Vera cepat sembuh" ujar wanita 42 tahun itu


“Iya Mah, insyaallah aku sampaikan salam Mama, makasih do'anya Mah" sahut Jake


“Sama-sama sayang" jawab Renata


“Ya udah Ren, Mas jalan dulu ya, kamu baik-baik di rumah sayang" ujar Ariel memperhatikan istrinya


“Iya Mas, besok pagi kita jenguk Vera bareng-bareng ya Mas" usul Renata

__ADS_1


“Itu ide bagus, oke, besok sore kita jenguk dia ya, sekaligus kita mau silaturahmi sama orang tuanya Vera" sahut Ariel antusias


“Wah, kebetulan dong, insyaallah besok hampir semua siswa siswi kelas XII dari masing-masing jurusan juga bakal jengukin Vera lho, pasti bakal seru banget kalo Papa dan Mama juga dateng, mmmm... Tapi omong-omong ada satu hal lagi yang perlu aku sampaikan Pah, Mah" ujar Jake


“Apa itu nak?" jawab Renata


“Aku baru aja denger dari Alex dan Alyssa kalo di SMAku itu ada murid baru yang dibully sama mereka, nah akhirnya mereka diskors dari sekolah gara-gara kasus bullying itu Mah, Pah" ujar Jake


“Astaga, Alex itu orangnya kelihatan sopan santun, tapi ternyata di belakang panggung dia tega membully temannya sendiri? La Hawla Wa La Quwwata Illa Billah, semoga dia cepat sadar, kamu nggak akrab sama dia kan Jake? Jangan-jangan muka kamu lebam-lebam begitu gara-gara Alex ya?" tanya Renata memastikan


“Jujur memang iya Mah, tapi semuanya udah berakhir kok, kita udah baikan dan nggak memperpanjang masalah lagi, Mama tau kan? Aku nih orangnya nggak mau dan nggak pernah buat onar di sekolah, sementara Alex itu sering sekali berbuat onar, dan terkait dengan murid baru itu, aku dengar-dengar dia memang miskin, tapi aku nggak mau membenci dia juga nggak mau tau soal dia, karena dia nggak ada kaitannya dengan aku dan nggak pernah juga dia merugikan aku, lagipula, aku juga belum pernah ketemu sama dia dan juga belum kenal dia secara mendalam, bagaimana mungkin aku bisa membenci orang yang bahkan belum pernah aku kenal sebelumnya dan juga belum aku kenali? Sudahlah Mah, jangan bahas soal Alex lagi, aku pergi dulu ya Mah, ayo Pah" ujar Jake berpamitan kemudian mencium punggung tangan Renata


Ariel dan Jake keluar dari rumahnya dan langsung menaiki mobilnya, Ariel langsung tancap gas ke rumah sakit, sesampainya mereka di parkiran rumah sakit, Ariel tidak ikut turun.


“Iya Pah, Jake sampe'in" jawabnya


“Papa pulang dulu ya Jake, semoga Vera cepat sembuh" ujar Ariel berpamitan


“Iya Pah, makasih ya do'anya, Vera masih nggak inget sama aku Pah" sahutnya


“Nggak apa-apa sayang, semua ini hanya perlu waktu" ujarnya menasihati


“Iya Pah, aku masuk dulu ya, dah Papa, hati-hati di jalan, ingat pesan Mama Pah, jangan ngantuk kalo lagi nyetir, wkwkwkwk" ujar Jake yang setelah membuka pintu langsung mengingatkan ayahnya akan pesan ibundanya tadi kemudian ia terkekeh sehingga suaranya menggema, mengingat bahwa mereka sedang berada di parkiran basement.

__ADS_1


“Iya iya, kamu tuh cerewet ya, udah sana masuk, kamu ditunggu Om Hardy dan Tante Kristina itu lho, ya udah ya, Papa pulang dulu, dah Jake, Papa akan selalu ingat pesan Mama, kamu tenang aja, Papa pasti berhati-hati" ujarnya yang kemudian menekan tombol klakson dan langsung tancap gas keluar dari parkiran, Jake masuk ke rumah sakit melalui pintu tembusan di tempat parkir basement itu, kemudian dia mencari Hardy dan Kristina, pemuda itu menemukan keduanya sedang duduk di luar ruang IGD.


“Om, Tante, bagaimana keadaan Vera? Apakah sudah ada perkembangan?" tanya Jake


“Belum Jake, kamu do'akan saja supaya dia cepat pulih ya, kami yakin do'amu pasti lebih cepat dikabulkan anakku, karena kamu adalah calon menantu kami dan calon imam yang baik untuk Vera, demi Allah kalau Vera ingat siapa dirimu Jake, pasti setelah siuman tadi namamu lah yang akan disebut olehnya pertama kali, Tante minta tolong sama kamu Jake, Tante mohon kalau Vera bersalah maafkan dia ya nak, Tante tau kamu pasti sakit hati dengan kelakuan Vera yang masih saja suka ganjen sama banyak laki-laki, tapi demi Allah bagaimanapun juga dia masih mencintaimu nak, jangan pernah kamu ragukan itu sedikitpun Jake, Tante tau orang seperti apa yang Tante lahirkan, kamu percaya sama Tante ya sayang ya?" ujar Kristina pilu


“Iya Tan, aku percaya kok sama Tante, jujur akupun sampe' sekarang masih mencintai Vera, aku akan selalu mendo'akan yang terbaik untuknya, walaupun Vera beberapa kali menyakiti aku dengan sikapnya, tapi aku akan tetap mencintainya, percaya sama aku Tante, Om, aku tidak akan pernah mengkhianatinya, oh iya omong-omong Om Hardy, tadi papa titip salam buat Om, besok sore beliau kesini sama mama" ujar Jake memberi informasi


“Iya Jake, Wa Alaykum Salam Wa Rahmatullah Wa Barakatuh, salam balik buat beliau ya Jake" sahut Hardy


“Ya udah Om, aku masuk dulu ya, Vera udah tidur kah?" tanya Jake


“Iya nak dia udah tidur, kamu temani dia gih" titah Kristina


“Siap Tan" ujarnya sambil masuk ke ruang IGD


Sesampainya di ruang IGD, Jake mengambil duduknya, sambil terus memandangi wajah Vera.


“Cepat sembuh ya sayang ya, aku mencintaimu walaupun kamu beberapa kali menyakitiku, cup" gumamnya dalam hati kemudian meninggalkan jejak sayang di dahi Vera


To Be Continued 🙏🙏🙏😌😌😌


Jangan lupa untuk memberikan ide-ide alur cerita yang menarik buat author baru ya guys, terimakasih sebelumnya, tolong berikan like, vote, komentar, kritik, dan saran yaaa... Love you my readers 🙏🙏🙏😌😌😌

__ADS_1


__ADS_2