Antara Jeritan Dan Harapan

Antara Jeritan Dan Harapan
PART 90 : Kata Hati Yang Tersibak


__ADS_3

NB : Novel ini masih dalam tahap revisi jadi bacalah dengan teliti dan bijak mohon dikoreksi jika ada yang salah, selamat membaca my beloved readers 🙏🙏🙏😌😌😌


Jono dibawa ke kamar mandi oleh Alex CS, dan mereka memukuli Jono di kamar mandi dan beberapa kali mengguyurkan air menggunakan gayung, sesekali mereka juga memukulkan gayung itu ke kepala dan tubuh Jono, bahkan mereka juga memasukkan kepala Jono ke bak mandi hingga tubuh Jono basah kuyup.


Namun tiba-tiba, ada sesosok makhluk yang menyembul dari balik pintu.


“Woy kurang ajar lu, siape lu woy!!! Ruben! Ayo kite kejer dia dan cari tau siapa dia! CEPET!!!"


Alex CS pergi begitu saja meninggalkan Jono yang telah tersungkur di atas lantai kamar mandi, Jono tidak mampu lagi untuk berdiri, sungguh luar biasa rasa sakit yang dia rasakan di sekujur tubuhnya, pemuda itu ngesot sampai ke luar pintu.


“Ya Allaaah... Kenapa mereka selalu membenciku???"


Alex CS mengejar sosok gadis berhijab, Alex membalik tubuh gadis itu dan ternyata...


“PLAK!!!" Alex menamparnya dengan keras


“Kurang ajar lu Salma! Jadi selama ini lu mata-matain kite hah???"


“Kalo iya emang kenape Lex hah? Lu nggak suka gue bela dia hah???"


“IYE!!! Lu tuh selalu ngerusak rencana gue tau nggak! Jono itu miskin dan gagu, tolol juga! Lu tuh ngace dong Salma, NGACE!!! Liat dong orang kayak ape yang lu bela!!! Dia itu gembel dan memang pantas mendapatkan itu tau nggak? Dia itu udah malu-maluin sekolah yang mahal ini!!!"


Sontak Salma balik menampar Alex, dan Alyssa auto membalasnya, kemudian Alyssa dan Jennifer menyeret Salma ke tepian halaman sekolah dan mendorongnya dengan keras ke tanah, hidungnya mengucurkan darah segar, seketika gadis itu basah kuyup terkena guyuran hujan yang masih sangat deras.


“Mampus lo Salma! Mampus lo gagu! Ayo Lex, kita cabut!"


“Iye Sa, biarin gembel-gembel ini di sini, biar sakit mereka, kalo perlu mati aje sekalian!!! Yok cabut!"


Alex CS pergi meninggalkan mereka berdua yang masih tersungkur, terdengar pengumuman dari satpam SMA 1 dari kantor.


“Pemberitahuan, bagi siswa yang mempunyai mobil mewah berwarna putih, diharapkan mengeluarkan mobilnya, karena sebentar lagi gerbang sekolah akan ditutup, sekali lagi, bagi siswa yang mempunyai mobil mewah berwarna putih, diharapkan mengeluarkan mobilnya, karena sebentar lagi gerbang sekolah akan ditutup, terimakasih"


“Hadeeeh... Resek nih satpam nih, ya udah yok ah cabut!"

__ADS_1


Alex mengeluarkan mobilnya dan langsung otw ke rumahnya, sementara Salma berteriak-teriak minta tolong.


“Ya Allah, suara siapa itu?" gumam Ipin si satpam SMA 1, pria itu langsung menuju ke arah sumber suara.


“Ya Allah, kalian? Siapa yang melakukan semua ini kepada kalian? Jangan-jangan si Alex itu ya?"


“Iya Pak, betul sekali, mereka lah yang melakukannya"


“Ya Allah, tega sekali mereka melakukan ini, maafkan saya karena saya tidak tau kalau bakal ada kejadian seperti ini, lebih baik kalian menunggu hujan reda di sini, saya akan ambilkan kotak P3K untuk mengobati luka-luka kalian, setelah hujan reda, kalian segera pulang saja ya anak-anak"


“Iya Pak, terima kasih atas bantuannya, Allah yang membalas kebaikan Bapak"


“Nggak masalah anak-anak, sudah kewajiban saya untuk menolong kalian"


Setelah selesai diobati, Salma dan Jono masih menunggu hujan reda, setelah hujan reda mereka bergegas pulang ke rumah masing-masing.


Sesampainya mereka di kompleks jalan Pisang, Salma mengetuk pintu rumah Jono, dan kali ini Seno yang membukanya.


“Ya Allah! Ada apa dengan kalian? Kenapa kalian terluka? Siapa yang melakukan ini semua? Semoga Allah mengutuk mereka yang telah melakukan tindakan kekerasan seperti ini, pasti ini ulah mereka lagi kan?"


“Iya Kak, oke, aku faham Kak"


“Ibu kalian mana?"


“Ada Kak di kamar"


“Ada apa anak-anak? Mas kalian sudah datang ya? Ibu juga dengar suara kak Salma... Salma kamu di sini ya Nak?"


“I... Iya Tante, tapi Tante tenang aja, nggak ada yang terjadi dengan kami kok Tan"


“Kalian jangan bohong anak-anak, ayo sini masuk"


Mereka berdua terpaksa masuk ke dalam kamar Hilda, dan jelas saja, Hilda secara spontan terkejut dengan kondisi kedua muda mudi itu.

__ADS_1


“Ya Allah! Siapa yang tega melakukan ini semua ke kalian?"


“Udahlah Tan, itu semua nggak penting, yang penting kita nggak diapa-apain juga udah Alhamdulillah, kami cuma cedera ringan... Mmmm... Oh iya Tante, omong-omong, Tante bagaimana kabarnya? Tante sudah makan? Salma buatin makanan ya?"


“Tante nggak nafsu makan Sayang, perasaan Tante tuh nggak enak banget, nggak tau kenapa, Tante merasa ada hal yang kalian sembunyikan dari Tante, kalau kalian berdua ada masalah, tinggal ngomong aja sama Tante, insyaallah Tante bisa memecahkan masalah kalian... Jono, kamu kalo ada apa-apa jangan diam saja ya Nak ya"


“I... Iya Bu, insyaallah ka... Kami nggak ada masalah apa-apa kok Bu, udah Ibu tenang aja pokoknya Bu ya?"


“Mudah-mudahan saja pengakuan kalian ini benar adanya ya Nak ya? Satu hal yang Ibu minta sama kamu, jangan bohong Nak"


“I... Iya Bu"


“Tante, Salma pulang dulu ya Tan, Tante jaga kesehatan baik-baik ya, Assalamualaikum"


“Iya Salma, Wa Alaykum Salam Wa Rahmatullah Wa Barakatuh, hati-hati ya Nak"


“Iya Tan... Jono, aku pulang dulu ya Sayang, kamu banyak istirahat aja dulu, jangan banyak aktivitas dulu"


“Aku nggak apa-apa Salma, kamu yang harus istirahat, hidung kamu masih luka tuh, lagipula kamu juga udah banyak berkorban buat aku, terimakasih ya Sayang, aku... Aku mencintai kamu Salma"


“Apa kamu bilang Jono? Apa?"


“Aku... Suka sama kamu Salma"


“Al... Alhamdulillah ya Allah... Alhamdulillah, Subhanallah, terima kasih Jono, demi Allah inilah jawaban yang sudah lama aku tunggu, Alhamdulillaah, untungnya Alam sudah sadar dengan kelakuannya, dia sudah tobat, mudah-mudahan dia tidak mengulangi kesalahannya lagi, sekarang ini tinggal Alex satu-satunya pengganggu untuk kita, semoga saja dia juga segera bertaubat"


“Amiiin"


Salma berpamitan sekali lagi dan kembali ke rumahnya, sementara sesuai dengan nasehat Salma, Jono langsung membaringkan tubuhnya di atas ranjangnya, seketika adik-adiknya membersihkan luka-luka Jono dengan air hangat


“Ya Allah Mas Jono, siapa sih yang tega melakukan ini ke kamu Mas?" tanya Sofia lirih


To Be Continued 🙏🙏🙏😌😌😌

__ADS_1


Jangan lupa untuk memberikan ide-ide alur cerita yang menarik buat author baru ya guys, terimakasih sebelumnya, tolong berikan like, vote, komentar, kritik, favorit, dan saran yaaa... Love you my readers 🙏🙏🙏😌😌😌


__ADS_2