Antara Jeritan Dan Harapan

Antara Jeritan Dan Harapan
PART 4 : Iri, Dengki, Hasud


__ADS_3

NB : Masih pada tahap revisi 🙏🙏🙏


Tiba-tiba suasana komplek perumahan Jono hening tanpa suara, Alam dan Salma bungkam seribu bahasa, seolah lidahnya kaku dan tak mampu lagi berujar sepatah katapun, mata Jono menyala merah, ia bermandikan keringat di malam hari saking geramnya, ia sampai gemetar dengan jantung yang berdebar kencang dan nafas yang terengah-engah tak terkontrol, tiba-tiba buliran bening membasahi pipi Salma, ia menangis instan karena tak kuasa melihat Jono yang marah sedemikian rupa, akhirnya Jonopun pergi meninggalkan mereka berdua di belakang tanpa membuka suaranya sedikitpun, Alam menahan tangan Jono.


“Maafin gue Jon, harusnya gue lebih dewasa dan lebih berfikir lagi sebelum bertindak, gue tau gue salah, sekali lagi maafin gue ya Jon, demi Allah niat gue dari awal memang udah mau bantu lo dan peduli ame lo dengan cara menjenguk nyokaplu, lu yang sabar ya Jon ya, insyaallah nyokaplu cepat pulih dan gak ada sesuatu yang membahayakan beliau."


“Jono, maafin Salma juga ya, Salma juga ngaku salah Jon, please jangan marah sama aku, aku janji aku akan merawat ibu kamu dengan tulus, udah lama orang tua kandungku meninggal karena kecelakaan pesawat dulu, kamu masih untung punya ibu Jon, nasibmu jauh lebih baik daripada aku, aku mohon kamu jangan membisu kayak gini ya, demi Allah Jon kamu jangan seperti ini." ujarnya sambil berlutut di kaki Jono.


Jono melepaskan kakinya dari genggaman tangan salma, dengan cepat ia melesat ke gerbang kompleknya dan pergi begitu saja masih bertahan dengan kebisuan dan kemasaman wajahnya, Salma yang melihat kejadian itu berlari sekencang mungkin dan kali ini ia bersujud di kaki Jono dan menciumi kakinya, menangis sesenggukan, memohon agar dirinya dimaafkan, Alam yang melihat kejadian itu langsung membangkitkan Salma dari sujudnya, sementara Jono melipat kedua tangannya di dadanya dan masih memasang wajah masam dan ia berpaling dari Salma dan Alam. Jono menaiki jok belakang motor Alam dalam diam, Alan tanpa ragu menyusulnya, memegang kemudi motor.


“Salma, lu ikut gue, bawa motor lu, kita ke RS sekarang, kasihan ibunya Jono udah nungguin dari tadi, pasti beliau sangat khawatir sekarang ini, maafin gue juga Sal kalo tadi gue kebawa emosi", kata Alam sedikit kasihan dengan Salma yang masih menangis sesenggukan


“ga... gapapa Lam, gue sadar gue juga... gue juga salah, ma... maafin gue ya Lam ya... maafin gue, Jono, aku harap kamu juga bisa memaafkanku Jon, tapi entah kapan kamu bisa maafin aku, yang pasti aku akan selalu menunggumu untuk memaafkanku, jujur aku sayang sama kamu Jono." ujar Salma yang masih menangis


“Uhuk" Alam terkejut dan menelan liurnya sendiri, ya, sejujurnya Alam memang telah lama menaruh hati pada Salma, tetapi ia memilih bungkam di depan Jono, jelas saja, laki-laki mana yang tidak tertarik dengannya? Anggun paras dan akhlaknya, santriwati shalehah, Hafidzah dan bintang kelas di SMAnya, benar-benar paket komplit untuk pria shaleh, mengingat bahwa Alam juga seorang santri di ponpes Darul Hikmah laki-laki, sementara Salma adalah santriwati ponpes Darul Hikmah perempuan, jadi mereka memang sering bertemu satu sama lain di ponpesnya yang kebetulan bersebrangan, baik di pesantren atau di sekolah atau di komplek ini atau dimanapun itu Alam selalu GE-ER dengan Salma, sampai detik ini pun Alam masih sempat-sempatnya beberapa kali mencoba mencuri pandangan Salma, tapi tak ada tanggapan darinya walaupun hanya sekedar senyuman saja.


“Aduhai, seandainya aku bisa memilikimu seutuhnya Salma, sungguh cocok rasanya, apa yang kurang dari kita? Kita berdua sama-sama santri dan santriwati, Salma, kenapa lo nolak gue? Kenapa lo tega mencampakkan gue? Dan lucunya lagi, lu malah milih Jono? Siswa baru yang bahkan belum sempat belajar di SMA kita, masih bau kencur, dan belum lagi dia itu terbelakang mental, mukanya kelihatan dongok, pe'ak, dan tolol, tapi lo masih aja ya demen sama dia, sementara gue? Gue! Alam Firmansyah, santri terbaik kyai Mansur di pondok pesantren Darul Hikmah putra, lu singkirkan gitu aja tanpa perasaan sama sekali, awas lo Jono, Gue akan bikin perhitungan sama lo kalo lo berani deket-deket sama “My Salma" awas aja Jono, tunggu pembalasan gue" monolog Alam dalam hati

__ADS_1


Jono yang stay di posisi duduknya masih menekuk dan memalingkan wajahnya dengan kedua tangannya yang terlipat di dadanya, Alam yang bingung melihat tingkah laku temannya merasa bingung, tapi tanpa basa-basi ia langsung tancap gas dan dibuntuti oleh Salma.


***


Setibanya mereka di RS mereka berlari menuju dokter di depan ruang UGD, terutama Jono yang wajahnya terlihat gusar, pucat, dan paling panik, ia berlari tertatih-tatih bermandikan keringat dengan kondisi kakinya yang pincang dan nafasnya yang tersengal-sengal, Salma sempat membantunya untuk berdiri tegak dan melingkarkan tangan Jono di atas lehernya dan menuntun sert membantunya berjalan, lihatlah betapa perhatiannya gadis molek itu padanya, padahal kondisinya tidak senormal manusia pada umumnya, Alam yang melihat kejadian itu langsung memicingkan matanya, mengangkat bibirnya ke kiri tanda tak senang hati, dan hatinya terbakar api cemburu buta. Jelas saja, lagipula makhluk mana yang tidak cemburu melihat orang yang dicintai melekat pada raga orang lain, huffft... pasti tidak asyik untuk dipandang mata, tangan Alam mengepal dengan kuat sampai-sampai telapak tangannya meninggalkan bekas kukunya, ingin sekali rasanya ia meninju congor Jono yang terlihat sangat menjijikkan baginya, namun apalah daya? Alam segera mengontrol dirinya, mengingat bahwa tempat ini adalah Rumah Sakit. Terlebih lagi yang akan mereka jenguk adalah ibunda Jono, dan kalau sampai beliau tau putranya terlibat pertikaian konyol itu, bisa berabe urusannya, maka pasti tamatlah riwayat mereka karena mereka mau tidak mau harus berurusan dengan pihak berwajib.


“Dok... Dokter, bagaimana keadaan ibu saya? Apakah nyawanya bisa diselamatkan? Jawab saya dok, beliau baik-baik saja kan?" tanya Jono panik


“Tenang anak muda, tenang, ibu kamu tidak kenapa-kenapa, hanya saja..."


“Hanya saja apa dok? Tolong jelaskan semuanya pada saya! Saya menunggu jawaban anda dok! KATAKAN APA YANG TELAH TERJADI PADA IBU SAYA!!! KATAKAN SEKARANG JUGA DOK!!! KENAPA ANDA DIAM SAJA???"


Jono yang hatinya masih memanas hanya mampu menangis saja setelah ia meledakkan emosinya yang hampir tak terkendali, Salma yang selalu care padanya tak lupa untuk melesat ke kantin rumah sakit dan segera membeli air mineral dingin kemasan botol plastik yang ia sodorkan pada Jono.


“Minum dulu Jon, supaya kamu tenang" ujarnya panik.


Jono meminumnya dengan tenang sehingga ia dapat mengatur nafasnya dengan baik.

__ADS_1


“Dengar anak muda, sebelumnya saya mohon kamu bersabar, karena saya akan menyampaikan kabar baik sekaligus kabar buruk, kamu mau dengar yang mana dulu?" kata dokter tenang


“Terserah dokter saja mau mulai darimana, insyaallah saya siap mendengarkan berita apapun, sebelumnya saya meminta maaf kepada dokter karena saya sudah marah-marah, sekarang saya sudah bisa menguasai diri, apapun yang terjadi akan saya terima dok, saya pasrah, yang penting nyawa ibu saya selamat, sekali lagi saya minta maaf yang sebesar-besarnya dokter"


“Tidak masalah nak, sekarang saya akan memberitahukan tentang apa yang terjadi pada ibu kamu, sebelumnya saya sudah meminta nak Jono untuk bersabar kan?" kata dokter mencoba meyakinkan


Jono hanya mengangguk pasrah


“Jadi begini, ibumu sekarang mengalami kelumpuhan pada kakinya, kakinya tidak kami amputasi, hanya saja beliau perlu kursi roda, kamu rawat beliau dengan baik ya? jangan sampai kamu lengah terhadap beliau" titah dokter sambil memegang pundak kiri Jono


“Apa Dok? Lumpuh? Nggak mungkin! Dokter pasti salah, ibu saya itu baik-baik saja Dok, kenapa sekarang lumpuh? Saya sudah cacat, gagu, dan terbelakang mental seperti ini, sekarang ditambah lagi dengan ibu saya yang lumpuh? Astaghfirullahaladziiim, ya Allah ampunilah dosa-dosa kami ya Allah berilah kami kesabaran dalam menghadapi ujian-Mu" kata Jono tak kuasa menahan tangisnya


Salma langsung memeluk Jono dengan erat dan turut prihatin atas musibah yang menimpa pria yang dicintainya itu, air mata membanjiri pipinya.


Sementara itu Alam pergi menjauh tak kuasa menahan rasa cemburunya terhadap Salma, ia langsung kembali ke rumahnya tanpa pamit dengan wajah murung sekaligus marah.


TBC

__ADS_1


ayo guys kasih ide cerita menarik lagi buat author supaya author lebih rajin upload lagi, thanks for your support and cooperation my beloved readers🙏🙏🙏😌😌😌


__ADS_2