
NB : Novel ini masih dalam tahap revisi jadi bacalah dengan teliti dan bijak mohon dikoreksi jika ada yang salah, selamat membaca my beloved readers 🙏🙏🙏😌😌😌
Jono bangun dari tidurnya, ia baru ingat kalau kemarin dirinya habis dipukuli teman-temannya, seluruh tubuhnya merasakan sakit yang teramat sangat
“Adduh, sakit, ssssh" keluhnya kesakitan, ternyata disampingnya sudah ada Salma yang mengkompresnya dengan air hangat
“Salma? Kamu nggak sekolah? Sejak kapan kamu di sini?" tanya Jono
“Habis subuh tadi aku langsung ke sini Jon, bagaimana keadaanmu?" Salma bertanya balik
“Kamu lihat sendiri kan? Nggak ada bedanya sama kemarin, kenapa sih Salma? Kenapa Alex setega itu berbuat zalim kepadaku, memangnya salahku apa? Apa karena aku orang miskin? Tapi bukankah kita punya Tuhan? Dan bukankah kita hamba-hamba-Nya ini tidak lain dan tidak bukan melainkan hanyalah sahaya-Nya yang lemah? Lantas mengapa Alex begitu menunjukkan kesombongannya kepada semua orang?" ujar Jono bertanya-tanya
“Jono, kamu harus sabar ya sayang ya, Alex memang begitu anaknya, suka pamer, sombong, suka merendahkan orang lain nggak peduli siapapun mereka, pastinya kamu udah tau dari teman-teman sekelas kita kan? Dan ternyata baru semalam itu aku dengar katanya Alyssa pacarnya Alex itu lagi drop, dan Alex minta semua teman-temannya menjenguk pacarnya itu" ujar Salma
“Iya Sal, aku udah tau dari Mita, dia yang cerita semuanya ke aku, oh iya dan omong-omong, Mita itu punya pacar nggak ya?" tanyanya kepo
“Belum Jon, tapi tentunya dia udah beberapa kali berusaha mencari orang yang cocok sama dia, tapi rupanya dia agak kesulitan mencari pendamping, mungkin dia belum bertemu jodohnya, mana kita tau, tapi aku yakin suatu saat nanti dia akan bertemu jodohnya, sudahlah, nggak penting juga kita bahas ini, sebaiknya sekarang aku berangkat sekolah, kamu jaga diri baik-baik ya sayang ya, Sofia, sampaikan salam kakak buat ibu kamu ya, kakak pamit dulu, Assalamualaikum... Jono" ujar Salma berpamitan dengan Jono dan Sofia yang kemudian memberikan Jono sebuah senyuman manis dan hendak keluar dari rumah Jono
“Tunggu Salma, tunggu!" pekik Jono yang menghentikan langkah Salma
“Ada apa lagi Jon?" tanya Salma
“Barusan kamu bilang kalo Alyssa drop? Subhanallah, pasti ada hikmah di balik semua peristiwa ini" ujar Jono
“Hikmah apa Jon?" tanya Salma
“Yaaah kamu sadar nggak waktu Alex membully aku di kantin waktu itu? Setelah peristiwa itu Alex langsung diskors guru BK kan?" ujar Jono
__ADS_1
“Iya juga ya, mungkin kamu memang benar, Alex CS lagi kena karma berjilid-jilid" jawab Salma
“Terimakasih Ya Allah karena engkau sudah membalas perbuatan mereka terhadapku, semoga mereka semua segera sadar dan bertaubat" do'a Jono
“Amiiin... Ya udah Jon, Sof, aku berangkat dulu ya, Assalamualaikum" ujar Salma berpamitan kepada Jono dan Sofia
“Wa Alaykum Salam Wa Rahmatullah Wa Barakatuh, hati-hati di jalan Kak, terimakasih Kakak udah mau perhatian sama kami sekeluarga" sahut Sofia
“Sama-sama Sof, itu sudah kewajiban Kakak" jawab Salma yang kemudian benar-benar pergi
“Kak Salma itu orangnya baik banget ya Mas" ujar Sofia memuji gadis yang baru saja keluar dari rumahnya
“Betul Sof, dia selalu menjadi penengah diantara banyak konflikku dengan Alex, baik sekali dia, begitu perhatian dengan kita yang bahkan tidak punya apa-apa ini, semoga Allah menempatkannya di surga, dia orang yang sabar dan berhati mulia... Oh iya omong-omong Sofia, jangan cerita soal ini ke Ibu ya, kalo misalnya Ibu tanya aku kenapa aku babak belur begini, bilang aja kalo tadi aku jatuh di jalan dan tertindih kayu-kayu bangunan yang belum rampung di sebrang sana" ujar Jono
“Mmmm... Mas, Alex itu siapa ya? Jangan-jangan dia orang yang membuat Mas babak belur seperti ini ya? Semalam kak Salma nggak ngasih tau siapa orangnya" tanya Sofia kepo
“Entahlah Mas, mungkin mereka memang orang-orang sabar kali" jawab Sofia
***
Pagi itu juga Lukas dan Oktavia mencari putranya Alex, semalaman mereka tidak melihat wajahnya, bahkan pagi ini pun dia tidak menunjukkan batang hidungnya
“Bik Inah, semalam Alex pulang jam berapa?" tanya Oktavia kepada ARTnya
““Den Alex pulang lebih dulu dari Tuan dan Nyonya, dia..." ujar Inah ragu-ragu
“Dia kenapa Bik? Itu kenapa tangan Bibik biru-biru begitu? Hm? Jawab saya Bik, apa Alex yang melakukan ini sama Bibik? Apa dia melakukan kekerasan di sini? Apa yang dia lakukan semalam? Jangan-jangan Bibik mengetahui sesuatu yang kita tidak ketahui ya?" ujar Lukas penuh pertanyaan
__ADS_1
“Semalam kami sampai sini Bibik sudah tidur, kami bisa masuk karena kami bawa kunci cadangan, semalam Alex melakukan apa sama Bibik? Jangan-jangan dia mabuk lagi ya?" sambungya
“Mas, kamu tenang dulu ya, kita kan nggak tau ini sebenarnya ada apa, Bik Inah, apa benar Alex yang melakukannya?" tanya Oktavia
“Saya... Saya takut Nya" sahut Inah setengah menangis
“Jangan takut Bik, Alex tidak akan berkutik kalau kami yang menanganinya" ujar Oktavia
“Iya bener Nya... Saya... Saya dipukuli sama Den Alex, hiks hiks" jawab Inah sambil masih menangis sesenggukan
“Apa??? Kurang ajar anak itu! Mana dia sekarang? MANA???" pekik Lukas sambil berjalan menuju kamar Alex
“JEBRAK!!!" pintu didobrak begitu saja oleh Lukas
Oktavia yang kebingungan dan ketakutan dengan sikap suaminya hanya bisa berdiam diri dan menangisi kelakuan anaknya, sedianya dia akan menenangkan suaminya, namun amarahnya sudah memuncak dan sudah di luar kendali
“Eh, eh, eh, Papa apa-apaan sih Pah?" jerit Alex yang terkejut dengan kehadiran ayahnya secara tiba-tiba itu
“Kamu itu kapan mau berubah sih Alex??? Hah??? Kenapa kamu menyiksa Bik Inah??? Hah??? Jawab Papa Alex!!!" pekik Lukas sambil menarik-narik baju Alex dan menggoyang-goyangkan tubuhnya
To Be Continued 🙏🙏🙏😌😌😌
Jangan lupa untuk memberikan ide-ide alur cerita yang menarik buat author baru ya guys, terimakasih sebelumnya, tolong berikan like, vote, komentar, kritik, favorit, dan saran yaaa... Love you my readers 🙏🙏🙏😌😌😌
Oh iya... Sambil menunggu up berikutnya... Mampir ke karya temanku Uma Bhie ya guys... Berjudul : Istri Tangguh Rasa Pelakor
👇👇👇
__ADS_1