Antara Jeritan Dan Harapan

Antara Jeritan Dan Harapan
PART 25 : Gawat!!!


__ADS_3

NB : Novel ini masih dalam tahap revisi jadi bacalah dengan teliti dan bijak mohon dikoreksi jika ada yang salah, selamat membaca my beloved readers 🙏🙏🙏😌😌😌


“Stop!!! Kalian ini apa-apaan sih? Ini di jalan raya, jangan ribut! Kalian mau ditangkep polisi?" Pekik Alyssa mencoba melerai mereka


“Minggir Sa! Lo jangan ikut campur! Gue bunuh lo Ruben! Gue bunuh lo!!!"


“Ayo sini maju lo! Bunuh gue kalo lo berani!!!"


“Ruben, kalo lo sayang sama gue hentikan perkelahian konyol ini! Kalian nggak malu apa? Disini banyak orang! Mereka kejebak macet! Jangan tambah masalah dengan cara konyol seperti ini! Please, gue mohon sama kalian berdua!!!" Imbuh Jennifer mencoba menenangkan mereka


“Hei anak muda! Kalo berantem jangan disini, kami sedang terjebak macet!" Pria di belakang mobil Ruben mulai protes


“Ada apa ini?" Polisi mulai menyela keributan mereka


“Mmmmm... Nggak pak, kami cuma–" Alex mulai panik


“Sudah! Saya minta kalian jangan bertengkar, ini jalan raya dan kondisi sedang macet total, kalian mau saya tilang karena buat onar di jalan raya?"


“Mmm... Mmm... Enggak pak, maafkan kami pak"


“Ya sudah, cepat kembali ke mobil! Jangan halangi jalan raya! Banyak orang yang menunggumu anak muda"


“Polisi resek banget, sama reseknya dengan Alex" gerutu Ruben dalam hati.


***


Sementara di rumah Alex, Lukas dan Oktavia terkejut dengan kehadiran bik Inah, Bik Inah hendak mengadu pada kedua majikannya, soal anaknya yang kurang ajar itu, tapi karena ia kasihan dengan mereka, akhirnya wanita itu mengurungkan niatnya.


“Assalamu Alaykum, lho Bik Inah? Bibik udah pulang? Ya Allah Bibik apa kabar?"


“Wa Alaykum Salam, Tuan? Nyonya? Ya Allah saya kangen banget lho sama kalian, Alhamdulillah saya baik Tuan, Nyonya" bik Inah mulai berhambur dalam pelukan Oktavia disertai tangis haru karena rindu yang teramat dalam.


“Syukurlah Bik, bagaimana keluarga di kampung? Anak-anak sehat semua kan?" tanya Oktavia


“Njeh Nya, Alhamdulillah sehat berkat do'a Tuan dan Nyonya"


“Oh iya Bik, tadi Alex nggak buat keributan kan?" sahut Lukas


“Mmmm... Tidak kok Tuan, den Alex anak yang baik" jawabnya berbohong

__ADS_1


“Bik Inah harus jujur lho ya? Jangan takut untuk bicara, waktu saya pulang sama istri saya, saya lihat Alex mabuk-mabukan sama teman-teman dan pacarnya yang nggak tau diri itu, kalo sewaktu-waktu dia kurang ajar sama Bibik lapor aja sama kami, kami memang jarang ada di rumah tapi kami minta Bik Inah selalu mengawasi dia selama kami nggak ada di sini, bisa Bik?"


“Insyaallah Tuan"


“Oke, nih omong-omong anak kita kemana Vi? Kok belum dateng juga? Ini udah larut lho"


“Mungkin dia lagi asyik main sampai lupa waktu, jangan buruk sangka dulu Mas"


“Semoga dugaanmu benar Vi, nggak tau kenapa sejak kejadian malam itu aku jadi parno sendiri, takut kalo Alex tambah melakukan tindakan yang nggak nggak, aku juga nggak tau harus berbuat apa, dia anak kita satu-satunya, belum lagi, kita juga belum ngomong apa-apa sama Bu Esti, dan juga orang tua si murid baru itu, pasti Bu Esti malu banget punya anak seperti itu, dan pasti ibu si murid baru juga bakal minta pertanggungjawaban sama kita, dan jelas dalangnya adalah Alex, demi Allah aku malu kalo suatu saat nanti aku ketemu mereka Vi, mau ditaruh di mana mukaku ini?"


“Tenang Mas, nanti aku yang ngomong sendiri sama mereka kalo ada waktu, kan kamu juga tau kalo kita ini orang yang sibuk, tapi aku janji sama kamu Mas, bahwa aku pasti akan bicara sama mereka, semoga Alex juga cepat sadar, dan mau mengakui kesalahannya, sekarang kita kembalikan semuanya kepada Allah, cuma Dia yang bisa kita harapkan supaya Alex bisa berubah"


“Iya sayang, semoga aja begitu"


***


Alex CS terjebak macet hingga jam 9 malam, hingga mobil Ruben tiba di rumah terakhir yaitu rumah Alex... Jennifer dan Alyssa sudah sampai lebih dulu dari Alex karena rumah Alex memang yang paling jauh diantara mereka berempat.


“Woy! Tukang ribut! Turun lo!" ketus Ruben


“Ruben inget ye? Ini kali kedua kita ribut, yang pertama soal Jennifer dan tragedi malam itu, yang ke dua soal ini, jadi gue minta tolong ame lo, gue butuh waktu tenang dulu, jadi saran gue lo jangan hubungi gue dulu, gue ngajak lo supaya kita akur, tapi lo masih tetep aja tempramen kayak gini, selamat malam Ben, semoga hari-hari lo menyenangkan" Alex turun dari mobil dan membanting pintu mobil Ruben lumayan keras kemudian memasuki rumahnya.


***


“Alex, dari mana aja kamu? Kenapa pulangnya selarut ini? Ini udah hampir jam 12 malam" Lukas yang kebetulan bangun dari tidurnya langsung menginterogasi anaknya itu.


“Alex lagi capek Pah, nanti aja ya tanyanya, Alex capek mau istirahat, habis adu mulut sama Ruben tadi" ujarnya sambil berbalik badan


“Kok bisa berantem dia sama Ruben? Apa ini adalah karmanya dia karena kasus bullying di sekolah waktu itu?" gumam ayah dari satu anak itu dalam hati


“Tadi acaranya apa sih sayang?" sambungnya


“Nggak ada Pah, cuma unjuk gigi yang konyol doang" jawabnya sambil lalu menuju kamarnya.


“Semoga dia cepat berubah ya Allah, hamba tidak mengerti kenapa dia punya watak yang buruk seperti itu" do'a Lukas


***


“Tuhaaaan!!! Kenapa sih gue sial mulu???" gerutu Alex di dalam kamarnya sambil menjambak rambutnya, ia membuka ponselnya dan menghubungi Alyssa via WhatsApp.

__ADS_1


[“Sa, nanti jam 1 aku ke rumah kamu ya? Mau nginep"] ~Alex


[“Kenapa larut banget? Besok aja yank, emang sih, orangtuaku lagi shooting, tapi aku lagi capek banget nih, lagian kamu tuh ngapain sih tadi pake' ribut-ribut sama Ruben? Kalian tuh kayak anak kecil tau nggak? Bikin malu aja, udah tau itu di jalan raya juga"] ~Alyssa


[“Aduh Sa, aku tuh kalo di rumah tambah sumpek tau nggak, nggak punya temen, orang tua juga cerewet, please ya Sa, aku kan udah lama juga nggak ke rumah kamu, boleh ya? Lagian kamu juga sendirian kan sekarang?"] ~Alex


[“Ya udah deh terserah kamu aja, aku tunggu, jangan lama-lama lho"] ~Alyssa


[“Nggak bakal lama kok Sa, aku bawa motor kok, ya udah aku sekarang otw"] ~Alex


Alex berangkat tanpa diketahui orang tuanya, ia melajukan motornya dengan kecepatan tinggi, namun karena kedua orang tuanya sudah tertidur pulas, maka mereka tidak mendengarnya, memakan waktu sekitar 30 menit untuk sampai di rumah Alyssa, pemuda itu langsung menekan klaksonnya, Alyssa yang mendengar itupun langsung berhambur keluar rumah.


“Welcome Lex, masuk yok" sambutnya sambil tersenyum


“Thanks dear"


Alex memarkirkan motornya di garasi kemudian memasuki rumah kekasihnya itu.


“Yank, aku langsung tidur aja boleh ya?" ujar Alex meminta izin


“Ya udah yank, gapapa, aku juga bentar lagi tidur kok"


“Bagus deh, aku juga udah kangen sama kamar kamu, lama banget aku nggak main kesini, orang tua kamu shooting di mana Sa?"


“Di Jakarta Pusat, kebetulan mereka dapet peran penting dalam salah satu sinetron, judulnya “Meraih Bintang", itu sinetron baru, masih episode awal"


“Hmmm... Nggak sabar pingin liat actingnya camer, wkwkwkwk"


“Hmmmm... Mulai deh, angan-angan lagi, dasar kamu tuh ya Lex, wkwkwkwk, oh iya, omong-omong kabar camerku gimana nih? Mereka sehat kan?"


“Syukurlah mereka sehat berkat do'a kamu... Yaaah walaupun kadang-kadang mereka resek juga sih, udah ah, tidur yok, besok kita bahas lagi, aku udah ngantuk nih"


“Ya udah, yuk"


Mereka berdua pun masuk ke kamar Alyssa, Alex meletakkan ponselnya di atas nakas dan memejamkan matanya terlebih dahulu, sementara Alyssa masih terduduk di pinggir ranjang, namun ketika Alex sudah tertidur pulas, tiba-tiba ponselnya berbunyi, ada pesan WhatsApp masuk.


[“Malam Macho, kapan rencana kita nobar?"]


To Be Continued 🙏🙏🙏😌😌😌

__ADS_1


Jangan lupa untuk memberikan ide-ide alur cerita yang menarik buat author baru ya guys, terimakasih sebelumnya, tolong berikan like, vote, komentar, kritik, dan saran yaaa... Love you my readers 🙏🙏🙏😌😌😌


__ADS_2