Antara Jeritan Dan Harapan

Antara Jeritan Dan Harapan
PART 50 : Bingkisan-bingkisan


__ADS_3

NB : Novel ini masih dalam tahap revisi jadi bacalah dengan teliti dan bijak mohon dikoreksi jika ada yang salah, selamat membaca my beloved readers 🙏🙏🙏😌😌😌


Hardy berlalu keluar dari ruang IGD, sementara itu Vera baru teringat dengan seorang pemuda yang belum lama ini menemuinya, ia mengingat wajahnya, tapi sayangnya gadis itu melupakan namanya.


“Oh iya Ma, tadi di sini ada cowok yang nemenin aku, dia itu siapa ya namanya Mah? Aku kayak kenal wajahnya, tapi lupa namanya, terus tadi siapa yang ribut-ribut di luar sana?" ujar Vera penuh selidik, gadis itu benar-benar tidak tau apa-apa, ya, hampir seharian ini dia berada di dalam kamar tanpa ada memori yang terlintas sedikitpun.


“Sebaiknya Mama tidak memberitahukan kamu dulu nak, kamu kan masih nggak boleh mikir hal-hal yang berat-berat dulu, tunggu sampai ingatanmu pulih, ya nak ya?" ujar Kristina menyarankan


“Iya Mah, jujur aku masih bingung apa yang baru saja aku alami, segalanya sungguh membingungkan Mah" jawab Vera yang masih saja linglung dan bingung


***


Semua orang yang menunggu di luar ruangan terfokus pada Hardy yang keluar dari ruang IGD, pria itu sibuk sendiri dengan dirinya, ia sangat bingung, apa yang harus dia lakukan pada putrinya yang sedang menderita di dalam sana.


“Pak Hardy, bagaimana kondisi Vera?" tanya Willy


“Masih belum ada perkembangan Pak, do'akan saja semoga semua ini segera berakhir, dia benar-benar linglung Pak, dia ingat 1 hal secara singkat, namun kemudian dia melupakannya lagi dengan cepat" jawabnya melow


“Semoga dia cepat pulih ya Pak, do'a kami selalu ada untuk Vera, semoga Anda diberikan ketabahan oleh Allah atas musibah ini" sahut Hendrick


Amiiin... Terimakasih Pak, semoga Allah juga membalas kebaikan Anda semua, dan juga kalian semua anak-anak... Oh iya, bagaimana kondisi anak muda tadi? Siapa namanya?" tanya Hardy


“Jono Om" jawab Salma


“Jujur saya bingung, sebetulnya apa yang membuat anak Pak Lukas begitu membenci si Jono itu? Pak Lukas, apa ada masalah dengan mereka berdua ya? Sebelumnya saya mohon maaf ya kalo saya agak kepo, karena saya kerap sekali mendengar dari Vera kalo anak Anda dan teman-temannya sering berbuat onar di sekolahnya, apa yang barusan terjadi itu adalah salah satu buktinya Pak? Sekali lagi saya minta maaf kalo saya agak lancang" ujar Hardy yang sangat berhati-hati


“Sebetulnya saya juga tidak menyangka kalau ini benar-benar terjadi, tapi sayangnya itu memang benar Pak, belakangan ini saya dan istri saya memang terlalu sibuk di luar negeri, kebetulan kami memang ada keperluan bisnis di sana, Anda tau kan kalau saya dan istri saya ini pekerja Freeport, sementara Alex anak kami hilang dari pengawasan kami, dia kami tinggal begitu saja di rumah yang hanya dijaga oleh ART, sopir pribadi, dan satpam kami, kami sadar kami salah, ini semua... Akibat dari kesalahan kami sendiri, saya sebagai ayah Alex, memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Anda sekalian, khususnya untuk Pak Hendrick, Pak Willy, dan Pak Michael, karena kehidupan anak Anda sekalian jadi nggak karu-karuan dan itu semua karena kekurangajaran Alex anak kami, saya benar-benar malu dan minta maaf, maafkan saya kalau permintaan maaf ini dirasa kurang cukup untuk melegakan hati Anda sekalian, tapi mau bagaimana lagi, untuk sementara ini hanya ini saja yang bisa saya lakukan, maafkan saya kalau mungkin sementara ini saya tidak bisa berbuat sesuatu yang lebih dari ini, saya tau, sebetulnya Ruben, Alyssa, dan Jennifer itu anak-anak yang baik, tapi Alex... Dialah yang merubah karakter mereka semua, dan saya sebagai ayahnya benar-benar merasa malu karena saya sudah gagal mendidik anak" ujar Lukas melow


“Tidak masalah Pak, Anda tidak sepenuhnya bersalah, kami juga demikian, kalau kami berhasil mendidik anak, mustahil Jennifer berbuat keributan seperti tadi, dia tidak mungkin mengikuti langkah-langkah Alex yang jelas-jelas berbuat khilaf, Anda jangan bersedih, saya yakin suatu saat nanti mereka bisa berubah, dan terkait dengan rencana pertemuan kita tadi, kita bisa membicarakannya lebih lanjut kelak, kita juga harus meminta maaf kepada anak muda itu, dan membiayai pengobatannya" sahut Michael


“Anda betul sekali pak kita semua harus bertanggung jawab" ujar Lukas


“Maaf semuanya, saya mau keluar dulu, mau cari buah untuk Vera, dia minta buah barusan, permisi" sahut Hardy

__ADS_1


“Mmmm... Pak Hardy, sekalian kami juga mau pamit Pak, ini sudah hampir Maghrib, sampaikan salam kami untuk Vera dan juga Bu Kristina Pak, saya mau urus biaya pengobatan untuk anak muda itu dulu sebelum pulang" ujar Lukas berpamitan


“Lho, mau kemana Pak? Kenapa buru-buru sekali? Setidaknya tunggu sampai malam di sini Pak" ujar Hardy mencoba menahan mereka


“Tidak Pak terimakasih, kami sudah cukup senang setidaknya kami bisa bersilaturahmi dengan Anda dan keluarga, oh iya ini... Kebetulan tadi saya mampir di pasar buah, dan saya beli buah-buahan ini untuk Vera, jadi Anda tidak perlu lagi keluar untuk membelikan Vera buah-buahan Pak" sahut Lukas sambil menyodorkan keranjang berisi buah-buahan


“Om Hardy, saya juga bawa kue ini untuk Vera" ujar Aldo sambil membawa sekotak kue coklat


“Aldo? Masyaallah! Kamu bawa bingkisan juga?" Hardy bertanya sambil mengukir senyum


“Hehehehe... I... Iya Om" jawab Aldo agak malu-malu


“Betul Om, tadi kita semua teman-teman sekelas Vera sepakat buat bawa kue ini untuk Vera" sahut Dian


“Ya ampun, terimakasih ya anak-anak, kalian semua benar-benar berhati mulia, maaf kalo Om udah merepotkan kalian semua, semoga Allah membalas kebaikan kalian" ujar Hardy terharu


“What? Kenapa kue itu bisa ada di tangan Aldo? Apa jangan-jangan dia masih ngejar-ngejar Vera ya? Tapi bukannya Aldo dikejar-kejar sama Delia anak Bahasa itu ya? Satu sekolah kan tau semua tentang itu, gue kagak boleh suudzhan, tapi di satu sisi, nggak ada salahnya juga kalo gue berhati-hati ame nih anak, gue kagak akan pernah biarin si Aldo ngerebut hati Vera dari gue, nggak akan pernah!" gumam Jake dalam hati


“Sama-sama Om, Amiiin, nggak apa-apa kok Om, kami memang ikhlas mau berbuat baik sama Vera kok" jawab Aldo yang mengulum senyum


“Sekali lagi makasih ya anak-anak" ujar Hardy


“Iya Om, sama-sama, kami pamit pulang dulu, sampaikan salam kami buat Vera dan tante Kristina, Assalamualaikum" ujar Aldo berpamitan


“Wa Alaykum Salam Wa Rahmatullah Wa Barakatuh, insyaallah Al, hati-hati di jalan anak-anak, semoga Allah selalu melindungi kalian semua" jawab Hardy


Aldo dan semua teman-teman sekelasnya pergi meninggalkan rumah sakit, sambil berjalan menuju pintu keluar rumah sakit, ketika Aldo berpapasan dengan Jake, ia memegang dan meremas pelan pundak Jake, mengisyaratkannya untuk bersabar dalam menghadapi ujian dari Yang Maha Kuasa itu, Jake hanya bisa tertunduk murung dan pasrah


***


Sementara itu ketika semua orang sudah keluar dari rumah sakit, Lukas sibuk sendiri di meja administrasi untuk membiayai pengobatan Jono yang sebelumnya pria itu sudah patungan dengan Willy, Michael, dan Hendrick, Jono keluar dari ruang poli umum yangmana luka-lukanya sudah dibersihkan oleh dokter, hanya beberapa luka lebam yang tersisa di wajahnya, Salma juga masih setia mendampinginya di sampingnya.


“Terimakasih Om, maaf kalo kami sudah merepotkan Om" ujar Salma

__ADS_1


“Tidak masalah Salma, ini semua sudah menjadi kewajiban Om, kalian nggak perlu sungkan, ya?" sahut Lukas


Setelah membayar biaya pengobatan Jono, Lukas langsung mengajak Jono dan Salma untuk pulang bersamanya.


“Jono, Salma, kalian pulang bareng Om ya, Om yang akan antar kalian sampai ke rumah" ujar Lukas menawarkan


“Mmmm... Nggak usah repot-repot Om—" omongan Salma langsung dipotong Lukas


“Sama sekali nggak repot kok anak-anak, udah ayok, biar Om yang anter kalian, ya? Jangan tolak niat baik Om" ujar Lukas


“Mmmm... Ya udah deh Om, makasih ya" ujar Salma


“Sama-sama Salma" jawab Lukas


***


“Krieeek... Assalamualaikum Kristina, aku tidak jadi beli buah-buahan, tadi Pak Lukas sudah membawanya untuk Vera" ujar Hardy dari balik pintu IGD


“Pak Lukas? Ya Allah baik sekali beliau ya Mas" jawab Kristina


“Iya... Oh iya, ada bingkisan lain, ini dari Aldo" ujar Hardy


“Aldo? Dia teman sekelasnya Vera itu kan Mas?" tanya Kristina


“Betul sayang" jawab Hardy


“Semoga aja Aldo kagak ada niat buat ngerebut Vera dari gue, semoga aja dugaan gue ini salah" gumam Jake dalam hati yang berdiri tepat di depan pintu ruang IGD


To Be Continued 🙏🙏🙏😌😌😌


Jangan lupa untuk memberikan ide-ide alur cerita yang menarik buat author baru ya guys, terimakasih sebelumnya, tolong berikan like, vote, komentar, kritik, favorit, dan saran yaaa... Love you my readers 🙏🙏🙏😌😌😌


Oh iya... Sambil menunggu up berikutnya... Mampir ke karya temanku Sahara ya guys... Berjudul : Survive Life Figuran Novel

__ADS_1


👇👇👇



__ADS_2