Antara Jeritan Dan Harapan

Antara Jeritan Dan Harapan
PART 19 : Tugas Sekolah


__ADS_3

NB : Novel ini masih dalam tahap revisi jadi bacalah dengan teliti dan bijak mohon dikoreksi jika ada yang salah, selamat membaca my beloved readers 🙏🙏🙏😌😌😌


“Huffft... Ya Allah... Alex memang kebiasaan ya anak itu selalu saja bikin masalah di sekolah, padahal sudah beberapa kali saya strap tapi tidak kapok-kapok juga, semoga dia segera sadar dan faham kalo apa yang dia lakukan ini salah, tidak ada manfaatnya, dan akan merugikan dirinya sendiri, ya sudah anak-anak, sekarang kita fokus dulu ke mapel, sebelumnya saya absen dulu ya, hari ini tema kita logaritma"


Pak Farid jarang sekali memberikan tugas kepada murid-muridnya sehingga banyak siswa yang merasa nyaman dengan cara mengajarnya, walaupun beliau ini orangnya pendiam dan tidak terlalu banyak bicara.


Setelah pak Farid menerangkan di depan kelas selama 2 jam, tepat jam 9, jadwal dilanjutkan dengan mapel bahasa Inggris, pak Haris yang mengisi materi, beliau orangnya dikenal ramah oleh siswa-siswi teladan, tapi tidak bagi para Trouble Makers, justru beliau dikenal sebagai guru killer yang garang kepada siswa-siswi yang tidak taat aturan, kebetulan beliau juga termasuk orang penting di sekolah ini, ya, jabatan beliau adalah kesiswaan.


Hari ini beliau menyapa siswa-siswi dengan ramah.


“Assalamualaikum, Good morning everyone, how are you today?" Sapanya sambil duduk di bangku yang terletak tepat di depan meja guru di depan kelas sebelum membuka materi.


“Alhamdulillah, we're fine sir, how about you?" Koor seluruh siswa-siswi di kelas.


“Alhamdulillah i'm fine too"


“Haduh guys, ini bukan pertama kalinya saya kehilangan Alex CS, kenapa lagi mereka? Pasti diskrors lagi kan?" Sambungnya


“Iya pak betul"


“Salma, kamu bawa apa itu di dalam box? Kamu jualan?"


“Hehehe, iya pak, iseng-iseng aja sih sambil nabung-nabung, nggak salah kan pak ya?"


“Nggak, saya malah senang lho kamu ada usaha begini, jadinya lebih kreatif, daripada kamu hidup nggak bener kayak Alyssa dan Jennifer yang kerjaannya pacaran mulu, ya kan? Hidup kok nggak jelas kayak gitu, mending jadi tukang bersih-bersih kamar mandi aja sekalian"


Gelak tawa memenuhi seluruh kelas, pak Haris walaupun kelihatan kereng dan dingin, tapi sense of humornya juga nggak kalah tinggi, beda dengan pak Farid yang pendiam dan pemalu.


Satu jam pelajaran sudah dilaksanakan, pak Haris memberikan tugas kepada para siswanya, karena materi hari ini adalah biografi seorang tokoh, maka Minggu depan seluruh siswa harus siap untuk maju ke depan dan mempresentasikan serta menjelaskan biografi tokoh idola mereka.


“Oke anak-anak, jangan lupa tugas untuk Minggu depan ya, mempresentasikan biografi tokoh idola kalian, saya akan menilai dari keberanian kalian untuk berbicara, aksen tidak terlalu penting ya, kalau mau memperhatikan aksen lebih bagus, tapi intinya saya menilai kalian dari keaktifan dan kreativitas kalian sebagai seorang siswa, sudah jelas semuanya? Apa ada pertanyaan?"


“Tidak ada pak"

__ADS_1


“Baik, saya kira pembelajaran kita cukup sampai di sini dulu, selebihnya nanti kita lanjutkan Minggu depan, sekali lagi saya minta jangan lupa soal tugas saya, saya harap kalian semua bisa disiplin, Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh"


Jam istirahat dimulai, Mita, Delia, dan Salma pergi ke kantin dan masing-masing dari mereka membeli dadar gulung, kemudian langsung menuju kelas dan membicarakan tentang tugas yang baru saja diberikan oleh pak Haris di dalam kelas.


“Sal, jadi lo mau mempresentasikan biografi siapa nih? Udah ada ide?" Ujar Mita mengawali pembicaraan serius


“Nissa Sabyan" jawab Salma


“Wuih, keren keren, kalo lo Del?" Sambung Mita


“Aduh, gue masih bingung guys, belom ada ide, sumpah guys masih belom ada nama orang populer yang terlintas di benak gue" ujar Delia yang sedikit panik


“Aldo aja lo bacain biografinya, kan lo fans beratnya dia, diem-diem bucin, wkwkwkwk" celetuk Salma yang kemudian terkekeh geli


“Ish, apaan sih, nggak lucu tau nggak, gue serius" jawab Delia setengah ngambek


“Cieee ngambek nih yeee, wkwkwkwk... Oke oke, sekarang kita serius" jawab Salma


“Bantuin gue dooong, yak? Yak?" Delia memohon sambil menaik turunkan alisnya


“Huffft... Iya juga ya, gapapa deh Sal, gue nggak jadi minta bantuan lo deh, takutnya ngerepotin lo nanti, gue negosiasi sama Mita aja, boleh kan Mit?"


“Boleh lah, kita kan bestfriend, iya nggak?"


Mereka bertiga tertawa lepas saking senangnya, hingga akhirnya bel tanda masuk jam pelajaran terakhir telah berbunyi jam 11 tepat sudah masuk pergantian mata pelajaran, mapel terakhir adalah antropologi, pak Bintoro yang mengajar, beliau dikenal sebagai guru yang paling humoris, selalu mengocok perut murid-muridnya, hari ini beliau membahas tentang macam-macam ras manusia, beliau sesekali membuat para siswa terpingkal-pingkal karena sering ngeprank Liben siswa asal Papua, tapi untungnya Liben nggak baperan, dia juga dikenal sebagai salah satu siswa yang humoris, aneh tapi nyata, biasanya orang Papua direndahkan dan tidak dianggap, tapi karena Liben punya bakat humor, itu justru mengangkat derajatnya.


Mapel berlangsung selama setengah jam, jam setengah 12 siswa-siswi yang muslim pergi ke masjid yang terletak di seberang sekolah untuk melaksanakan shalat Dhuhur, kemudian setelahnya pelajaran berlanjut sampai jam pulang yaitu jam setengah 2, sepulang sekolah Salma masih punya sedikit sisa dagangannya, Alhamdulillah selama jam istirahat tadi jajanannya sudah hampir ludes diborong para siswa dan guru, sisanya dia berikan kepada teman-temannya secara gratis.


“Guys ini kan udah jam pulang nih, terus gue masih punya sedikit sisa dagangan, gue kasih kalian gratis aja deh daripada nggak kemakan, mau kan?"


“Wah, ini lo seriusan Salma? Nggak becanda kan?" Kata Delia girang


“Ngapain sih gue becanda dalam kondisi kita lagi capek begini? Ini serius"

__ADS_1


“Thanks ya Sal, semoga Allah yang bales kebaikan lo"


“Iya sama-sama, kita balik yok, jangan lupa yang hari ini ada jadwal piket jangan pulang dulu" ujar Salma menginstruksi, kebetulan dia juga ketua kelas di kelasnya, jadi dialah yang paling bertanggung jawab atas ketertiban dan kerapian lingkungan kelas.


***


Sesampainya di rumah, Salma langsung membersihkan diri dan mengganti pakaiannya kemudian langsung menuju ke rumah Jono, ia mengetuk pintu dan mengucapkan salam.


“Assalamu Alaykum" ujarnya dengan lembut dan sopan santun.


“Wa Alaykum Salam" sahut para penghuni rumah.


“Sofia, mas Jononya ada?"


“Ada kak, masuk aja"


Salma menuju kamar Hilda dan mencium punggung tangannya.


“Tante, saya mau ngasih tau ke Jono kalau barusan ada tugas sekolah, Jononya nggak tidur kan?"


“Nggak Salma, dia ada di kamarnya kok, kamu samperin aja"


Salma menemui Jono di kamarnya, kemudian menghampirinya


“Jono, gimana keadaanmu? Aku selalu mengkhawatirkanmu, hari ini kita ada tugas presentasi untuk Minggu depan dari pak Haris, kita disuruh beliau untuk mempresentasikan biografi tokoh idola kita, insyaallah kamu cepat pulih ya, aku cuma mau ngasih info aja sama kamu biar kamu nggak ketinggalan pelajaran"


“Iya Salma, makasih ya, insyaallah aku bisa sembuh dalam waktu dekat"


To Be Continued 🙏🙏🙏😌😌😌


Jangan lupa untuk memberikan ide-ide alur cerita yang menarik buat author baru ya guys, terimakasih sebelumnya, tolong berikan like, vote, komentar, kritik, dan saran yaaa... Love you my readers 🙏🙏🙏😌😌😌


Dan jangan lupa juga sekalian mampir ke novel ke-2ku yang berjudul I Love You Nyonya Belanda, masih otw up bab 13, masih revisi juga, tolong berikan like, vote, komentar, kritik, dan saran yaaa... Love you my readers🙏🙏🙏😌😌😌

__ADS_1


Dan maaf juga kalo author upnya agak telat, soalnya lagi kurang fit guys, mohon dimaklumi 🙏🙏🙏😌😌😌


__ADS_2