
NB : Naskah ini masih dalam tahap revisi, jadi bacalah dengan bijak dan seksama, mohon dikoreksi jika ada yang salah🙏🙏🙏😌😌😌
Brak!!! Alam langsung mendobrak pintu tanpa mengucapkan sepatah katapun bahkan tanpa salam, Esti langsung takjub melihat putranya yang marah sedemikian rupa, belum pernah ia melihat putranya semarah itu sebelumnya, Alam langsung berjalan cepat mengabaikan ibunya tanpa peduli dengan apa yang terjadi, ibunya menasihatinya sambil berjalan mengikutinya.
“Astaghfirullahaladzim, Alam!!! Kamu ini apa-apaan sih? Dateng-dateng bukannya kasih salam malah tiba-tiba dobrak pintu begitu, sopan banget kamu sama mama sekarang ya? Dan lagi, bukanya tadi kamu bilang kamu mau bermalam di rumah temanmu yang lagi kena musibah itu? Kamu ini bikin jantung mama copot tau nggak! Astaghfirullahaladziiim! Kamu kenapa sih naaak???" ujar Esti sambil menuding-nuding putranya itu dan menangis.
“Alam lagi sebel mah, Alam lagi sakit hati!!!"
“Sakit hati? Sakit hati sama siapa nak? Ada orang yang menyakitimu?" jawabnya penuh selidik
“Iya mah! Alam tuh bingung ya ma sama kelakuannya Salma"
__ADS_1
“Soal Salma lagi? Ada apa dengan gadis itu nak? Kamu disakiti dia? Tapi mama kok nggak yakin kalo Salma menyakiti hati orang lain, dia itu anak baik-baik kok, mama juga tau dia santriwati dan kehidupannya sederhana, akhlaknya juga baik, sopan, dan dia juga terlihat dewasa, apa yang salah dengan dia nak?" Kata Esti yang mulai menurunkan intonasinya
“Salma itu tetangga Jono murid yang baru aja mutasi di SMAku mah" kata Alam memurungkan wajahnya
“Terus?"
“Ya mama tau nggak, Salma itu sekarang lagi PDKT sama si Jono itu, dan aku sebagai orang yang mencintai Salma ya jelas nggak terima dan sakit hati lah ma"
“Ya ampun Alaaam, jadi semua ini soal perasaan hati?"
“Anakku, dengarkan mama baik-baik sayang, hati setiap orang tidak bisa dipaksakan kehendaknya sayang, apapun caranya, kalau Salma lebih mencintai Jono itu dan tidak mencintai kamu, kamu jangan sakit hati nak, karena mungkin ini sudah menjadi takdir ilahi yang tidak bisa kita pungkiri, jujur nak, memang sejak awal mama juga udah srek sama Salma dan mau menjodohkan dia dengan kamu, tapi kamu tau kan dulu Salma menolak ini dengan halus, dia itu anak yang sopan santun nak, dan dia sudah memilih jalannya sendiri tanpa paksaan dari pihak manapun, dan mama juga tidak mau memaksa-maksa dia untuk berjodoh dengan kamu sayang, kamu harus mengerti itu ya nak ya"
__ADS_1
“Alam nggak bisa melupakan Salma mama, kan mama tau sendiri Alam udah lama suka sama Salma, asal mama tau aja ya ma, si Jono itu orangnya gagu dan terbelakang mental ma, tapi yang membuat Alam heran itu kenapa Salma malah tertarik sama orang dengan kondisi seperti itu, sementara Alam ini pesantrennya bersebrangan dengan dia dan udah berkali-kali ketemu dia, Alam terkadang bertanya-tanya, apa sih yang dilihat Salma dari seorang Jono itu?"
“Ya mungkin Salma itu melihat Jono ini orangnya semangat dan pantang mundur, lagian kan mereka juga bertetangga, jadi ya wajar aja kalo mereka itu deket banget, terlepas dari apakah Jono itu normal atau tidak, yang jelas Salma yang mama kenal selama ini orangnya itu tulus dan nggak pilih-pilih"
Alam langsung beranjak dari ruang tamu dan melesat menuju kamarnya.
“Lho, Alam, mau kemana? Mama belum selesai bicara, Alam!!! Astaghfirullahaladziiim!"
Alam membanting pintu kamarnya dan berlutut di depan kasurnya sambil menumpuk kedua tangannya dan meletakkan dagunya di atasnya
“Kenapa sih nyokap gue itu malah belain Salma dan Jono itu dan bukannya belain gue sebagai anaknya? Padahal dia udah tau kalo gue tuh udah lama banget suka sama Salma, gue cinta mati sama Salma, sejak SMP gue kenal Salma selama gue nyantri di Al-Hikmah, tapi mama terkesan cuek dan nggak peduli gitu sama gue, Ya Tuhan, gue sebel bangeeet, sumpah gue bingung apa yang mesti gue lakuin, antara bergabung sama gengnya Alex atau gue melakukan semua ini sendiri tanpa pembela, nggak mungkin nggak mungkin, gue kagak mungkin melakukan ini semua secara individu, gue harus cari cara gimana caranya supaya gue bisa bergabung sama gengnya Alex... iya, itu yang gue inginkan, supaya si gagu itu tersingkir dari kehidupan My Salma, kurang ajar lo Jono, lo udah cukup gue baikin, tapi lo malah nyosor sama My Salma, lo kagak tau apa kalo Salma itu dijodohin sama gue, dia itu calon istri gue Jono, calon istri gue, tapi sementara waktu ini, gue mesti diem-dieman dulu, kalo udah datang waktunya, gue nggak akan pernah segan-segan untuk mencelakakan lo, atau bahkan gue juga bisa membunuhlo suatu saat nanti, kita lihat aja nanti gagu, kita lihat aja apa yang akan terjadi nanti, gue bakal bikin perhitungan sama lo, gue bakal bikin lo sengsara seumur hidup, camkan itu baik-baik!!!"
__ADS_1
TBC
Ayo kasih ide cerita buat author baru supaya rajin update lagi