Antara Jeritan Dan Harapan

Antara Jeritan Dan Harapan
PART 40 : Who Are You???


__ADS_3

NB : Novel ini masih dalam tahap revisi jadi bacalah dengan teliti dan bijak mohon dikoreksi jika ada yang salah, selamat membaca my beloved readers 🙏🙏🙏😌😌😌


“Cepat sembuh ya sayang ya, aku mencintaimu walaupun kamu beberapa kali menyakitiku, cup" gumamnya dalam hati kemudian meninggalkan jejak sayang di dahi Vera


***


Di lain tempat, karena berita sudah tersebar luas, Salma mengunjungi rumah Jono dan memberitahukan apa yang terjadi hari ini.


“Assalamu Alaykum Jono" ujarnya sambil mengetuk pintu rumah Jono


“Wa Alaykum Salam Wa Rahmatullah Wa Barakatuh, Salma? Ada apa kamu datang larut malam seperti ini?" tanya Jono sambil berbisik karena semua keluarganya sudah terlelap dalam tidur


“Maaf Jono kalo aku ganggu kamu, tapi aku memang harus menemui kamu, ada hal penting yang mau aku bicarakan sama kamu" jawabnya yang masih berbisik


“Hal penting? Hal penting apa memangnya? Jangan bilang kalo ini soal Alex, jangan-jangan dia udah selesai menjalani masa skorsing, huh" tuduhnya sembarangan


“Bukan Jon, bukan itu, kan Alex diskors selama dua bulan, sekarang aja kalo dihitung-hitung masa skorsingnya dia bahkan belum sampai 1 bulan, ini soal... Kamu udah denger belum kalo ada salah satu siswi SMA kita yang baru saja mengalami kecelakaan sore ini?" tanya Salma


“Belum, terus apa hubungannya dengan aku?" Jono malah bertanya balik


“Ya Allah Jonny sayaaang, masa' tanggapanmu kayak gitu sih? Ya masa' kamu nggak merasa prihatin gitu sama siswi itu?" tanya Salma


“Ya apa untungnya sih buat aku? Aku nggak mau diributkan dengan masalah yang nggak ada kaitannya dengan aku ya Sal, udah cukup aku dibully habis-habisan sama Alex CS, aku nggak mau lagi cari masalah sama orang lain" jawabnya agak jengkel

__ADS_1


“Lho, kamu kok ngomongnya gitu sih? Ya kalo kita jenguk orang sakit kan kita bisa dapet pahala besar Jono, lagipula sekalian kita kan bisa silaturahmi juga, ya kan? Kamu harus banyak kenal dengan siswa siswi sekolah kita lho Jon, supaya kamu nggak kurang pergaulan" ujar Salma menasehati


“Bukankah memang seharusnya aku begitu ya? Kamu tau sendiri kan kalo aku tidak sama seperti mereka Salma, kondisiku seperti ini, sementara mereka selalu bahagia dengan keadaan mereka yang normal-normal saja" sahut Jono


“Jono, optimislah, kamu pasti akan sembuh pada waktunya, dan insyaallah nggak lama lagi itu akan terjadi" ujar Salma memberi semangat


“Entahlah Salma aku–"


“Sudahlah, kau percaya diri saja, lagipula aku ada disini, kalau kamu ketemu Alex, tidak usah hiraukan kata-katanya, anggap saja angin lalu, oke?" Salma memotong pembicaraan Jono dan lagi-lagi gadis anggun itu memberikannya motivasi


“Walaupun ini sulit, tapi tetap akan kucoba, andai saja aku juga kaya seperti dia, pasti sekarang kondisiku tidak seperti ini, pasti aku sudah kembali normal seperti biasa, dan juga ibuku, pasti beliau tidak akan lumpuh permanen, kalau saja aku punya banyak uang, tapi sayangnya..." gumam Jono


“sudahlah Jono, sekarang kau tidurlah, besok pagi kita ke rumah sakit, tidurlah, semoga kamu mimpi indah sayang, soal yang tadi jangan difikirkan lagi, Kalau ada masalah kita tangani bareng-bareng lagipula aku juga nggak yakin kalau Alex berani berbuat onar di rumah sakit, karena kalau seandainya dia melakukan itu, pasti bisa diusir sama satpam dia, aku jamin itu" ujar Salma


“Iya Sal, makasih sudah membantu aku selama ini" sahut Jono


“Wa Alaykum Salam Wa Rahmatullah Wa Barakatuh, makasih ya Sal infonya" sahutnya


“Sama-sama Jon" jawabnya sambil lalu dan menutup pintu rumah Jono


“Ya Allah, bagaimana kalau besok aku bertemu dengan Alex CS lagi? Belum lagi si Alam Firmansyah itu, nanti dia nggak suka kalo aku deket-deket sama Salma, ya Allah tolonglah hamba-Mu ini" gumam Jono dalam hati


“Mungkin kalau aku bilang aku dapat berita ini dari Alex, Jono tidak mau ikut menjenguk Vera, untungnya aku tidak cerita apa-apa soal itu" gumam Salma dalam hati, yang sekarang gadis itu sedang berdiri persis di depan rumah Jono.

__ADS_1


***


Sementara itu di lain tempat, Alex juga sudah sampai di rumahnya, pintu rumah sudah terkunci, tapi untungnya pemuda 18 tahun itu membawa kunci cadangan.


“Wah rumah udah sepi aje nih, pasti udah tidur semua nih orang-orang" gumamnya


Kemudian ia melihat jam tangannya, waktu menunjukkan pukul 1 dini hari.


“Jam 1? Pantesan aja udah gelap gulita nih rumah" gumamnya


kemudian Alex menyalakan lampu senter yang ada di gawainya.


“Shit! Gue laper banget nih, tadi di rumah sakit kagak sempet makan gue, ade ape ye disini?" gumamnya sambil menuju ke dapur dan mencari-cari sesuatu untuk dimakan"


“Alex?" tiba-tiba ada suara yang memanggil namanya


Ketika Alex berbalik badan, dia melihat sosok serba putih di hadapannya, sontak pemuda itu pun menjerit ketakutan


“Aaaaah!!! Setaaaan!!! Pergi sana lo! Pergiii!!! Ape yang lo mau dari gue? Please tinggalin gue! Jangan ganggu gue! Tuhaaan tolong gue pleeease!!! Gue belom siap matiiii!!!" pekiknya sambil mundur-mundur sampai ia tersungkur di atas tanah dan nafasnya terengah-engah juga keringat dingin membasahi sekujur tubuhnya


“Cettek!" saklar lampu ditekan begitu saja, cahaya lampu mulai menerangi ruangan dapur, Alex menutupi matanya dengan kedua tangannya, nafasnya masih saja terengah-engah.


“Siape lo? Siape lo? Mati gue nih, mati gue nih" ujarnya pasrah sambil masih menutupi kedua matanya

__ADS_1


To Be Continued 🙏🙏🙏😌😌😌


Jangan lupa untuk memberikan ide-ide alur cerita yang menarik buat author baru ya guys, terimakasih sebelumnya, tolong berikan like, vote, komentar, kritik, dan saran yaaa... Love you my readers 🙏🙏🙏😌😌😌


__ADS_2