
NB : Novel ini masih dalam tahap revisi jadi bacalah dengan teliti dan bijak mohon dikoreksi jika ada yang salah, selamat membaca my beloved readers 🙏🙏🙏😌😌😌
“Eh babu gembel!!! Denger ye, gue majikan lo! Bukan anak lo tolol!!! Lo buta ape gimane sih lo hah??? Gue Alex Felixius orang paling kaya se-Jakarta! Lo kagak pantes gue sebut sebagai orang tua! Ngerti lo babu??? Awas kalo sampe' lo sekali lagi ngomong kalo lo sama dengan nyokap gue! Bukan kaki gue yang melayang ke lo! Tapi botol ini yang bakal bikin kepala lo itu pecah! Ngerti lo Babu??? Sekarang gue mau istirahat! Gue bete banget! Jadi tolong jangan ganggu gue dengan alasan apapun! Denger kan lo babu gembel??? Hah??? Denger kan lo??? Bawel banget!!!" pekik Alex sambil menekan wajah Inah dengan tangan kanannya dan menghardik Inah habis-habisan, kemudian ia berlalu begitu saja meninggalkan Inah yang tak berdaya
“Heh, dan satu lagi ye babu, ini... Rumah gue! Dan lo cuma numpang aje disini! Lo harus inget itu baik-baik! Kalo bukan karena keluarga gue, lo bakalan jadi gembel di luar sana seumur hiduplo! Awas lo kalo berani lapor sama bokap nyokap gue, khik! Mati lo! Ngerti???" ancam Alex yang kembali mendekati Inah dan berjongkok di depannya serta kembali menekan wajah Inah dan menggerakkan jari telunjuknya secara horizontal di depan lehernya, sebelum kemudian ia benar-benar berlalu ke kamarnya.
“Punya babu nggak guna banget, bullshit!" ujar Alex yang masih mengumpat sambil berjalan menuju kamarnya, Alex membanting pintu kamarnya.
“Ilahi, berikanlah hamba kesabaran, berikanlah hamba petunjuk-Mu untuk bisa membimbing den Alex ke jalan yang benar, berikanlah hidayah-Mu kepada den Alex ya Allah, ya Rabbi, meskipun beliau membenci hamba karena hamba dianggap seorang yang fakir, tapi demi Engkau yang nyawaku berada di tangan-Mu, hamba tetap menyayangi beliau sebagaimana hamba menyayangi anak hamba sendiri"
***
Sementara itu di dalam kamar, Alex masih terduduk termenung di ranjangnya, pemuda 18 tahun itu terus merenungkan apa yang baru saja terjadi pada kekasihnya itu, belum lagi calon mertua perempuannya yang sangat membencinya itu membuatnya makin frustasi dan hampir putus asa dengan harapannya untuk menikahi Alyssa, sementara itu jam sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh, akhirnya pemuda itu hanya mencoba menghibur diri dengan membaca novel online
“Huffft... Sumpah gue bener-bener bad mood sekarang, dulu waktu gue ribut sama Aly, gue kagak sebete ini, tapi sekarang... Aly kesayangan gue lagi menderita dan itu semua gara-gara gue, ck duuuh, tapi mau gimana lagi, lagian memang nagih banget sih tuh white beer tadi, ah bodo' ah, pokoknya besok pagi gue mau telfon Om Hendrick, haduuuh, nih bokap nyokap kemane lagi nih? Kagak pulang-pulang lagi, ck, ape jangan-jangan Papa nganterin si gagu pulang ya? Wah kagak bisa gue diemin nih, gue harus bertindak cepatmales banget gue sama babu tolol itu" gumamnya dalam hati
***
Sementara itu di dalam mobil Lukas yang mengantar Jono dan Salma, suasana di dalam mobil relatif hening, sampai akhirnya Lukas membuka suara terlebih dahulu
“Khem, anak-anak, kenapa kalian diem aja? Kalian tidur ya?" tanya Lukas
__ADS_1
“Mmmm... Enggak Om, enggak, kami–"
“Mungkin mereka diem-dieman kayak gini karena rasa sungkan Mas" ujar Oktavia yang memotong pembicaraan Salma
“Sungkan? Untuk apa kalian sungkan anak-anak? Santai aja sama Om" ujar Lukas yang sedang menyetir sambil menoleh ke belakang sebentar dan mengukir senyum
“Mmmm... Jujur Om, ternyata Om Lukas ini orangnya baik ya? Saya fikir Om ini galak, tadi saya lihat Om marah-marah sama Alex tuh serem banget lho Om, serius, tadi saya fikir Om mau menghina saya sama seperti yang biasa Alex lakukan pada saya dan orang-orang seperti saya" ujar Jono
“Wkwkwkwk, nggak lah Jono, justru Om yang malu sama kamu, gara-gara Alex dan teman-temannya itu kamu jadi terzalimi seperti ini, Om benar-benar minta maaf sama kamu atas apa yang terjadi hari ini, Om janji, Om akan berusaha membuat Alex sadar, Alex itu memang anaknya begitu nak, dari kecil dia memang sudah nakal, sekarang semakin bertambah dewasa, dia malah semakin nggak karuan, apalagi sikap congkaknya itu, huh, Om benci banget sama karakternya dia yang itu, buktinya tadi kamu liat sendiri kan? Dia bahkan nggak mau minta maaf sama kamu, Om janji Om akan membuat kamu sekeluarga bahagia" ujar Lukas
“Terimakasih Om, semoga Allah membalas kebaikan Om dan Tante juga" sahut Jono
“Betul Om, rumah saya di bawah sana" jawab Jono sambil menunjuk ke arah tangga yang ada di depannya
“Turun tangga itu?" tanya Oktavia
“Iya Tante, kenapa? Rumah saya jelek ya Tan?" tanya Jono
“Rumah kamu... Hiks, hiks... Nggak nak, rumah kamu bagus kok" ujar Oktavia yang mulai menangis sendu
“Yang benar saja Tante, jangan-jangan Tante mau menghina saya dengan kondisi rumah saya yang seperti itu" tuduh Jono sembarangan
__ADS_1
“Tidak nak... Tidak, demi Allah Tante tidak bermaksud untuk menghina kamu sayang, justru Tante prihatin dengan kondisi ekonomi kamu yang terpuruk seperti ini" sahut Oktavia yang masih menangis sesenggukan
“Ya Allah, bahkan rumahnya lebih jelek dari rumah Salma, seperti tidak terawat, mungkin mereka tidak punya biaya untuk membenahi rumah itu, ya Allah ternyata masih banyak sekali orang-orang yang kondisinya jauh di bawah kami, ya Allah jangan biarkan kami menjadi orang-orang yang sombong dan tinggi hati, hamba selalu memikirkan anak hamba Alex, hamba takut kalo sewaktu-waktu Alex kena' batunya karena karakter congkaknya itu, selamatkanlah dia dari kemurkaan-Mu ya Rabbi, berikanlah dia hidayah-Mu" do'a Oktavia dalam hati
“Makasih tumpangannya ya Om, Tante, saya pamit pulang dulu, Assalamualaikum" ujar Jono yang kemudian mencium punggung tangan Lukas dan Oktavia
“Om, terimakasih ya" ujar Salma yang melakukan hal yang sama
“Sama-sama anak-anak, Jono, sampaikan salam Om buat keluarga kamu ya nak ya, Om dan Tante juga mau pamit dulu, Assalamualaikum" ujar Lukas berpamitan
“Mmmm... Om sama Tante nggak mau mampir dulu?" ujar Jono menawarkan
“Tidak usah nak, ini sudah terlalu larut, kapan-kapan aja Om mampir ke sini kalo ada waktu" tolak Lukas secara halus
To Be Continued 🙏🙏🙏😌😌😌
Jangan lupa untuk memberikan ide-ide alur cerita yang menarik buat author baru ya guys, terimakasih sebelumnya, tolong berikan like, vote, komentar, kritik, favorit, dan saran yaaa... Love you my readers 🙏🙏🙏😌😌😌
Oh iya... Sambil menunggu up berikutnya... Mampir ke karya temanku Momoy Dandelion ya guys... Berjudul : Pura-pura Miskin👇👇👇
__ADS_1