Antara Jeritan Dan Harapan

Antara Jeritan Dan Harapan
PART 44 : Musuh Bebuyutan Saling Bertemu


__ADS_3

NB : Novel ini masih dalam tahap revisi jadi bacalah dengan teliti dan bijak mohon dikoreksi jika ada yang salah, selamat membaca my beloved readers 🙏🙏🙏😌😌😌


“Papah! Mamah! Ayo berangkat ah! Alex nggak enak nih udah ditunggu sama temen-temen!"


“Iya Lex kami datang" sahut Oktavia dan Lukas secara bersamaan


“Ibu, kami pamit pulang dulu ya, Alex sudah menunggu di sana, sekali lagi kami mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Ibu atas apa yang terjadi pada malam itu, do'akan Alex supaya dia bisa berubah, kami juga akan mendo'akan anak Ibu Alam supaya dia cepat sadar juga, maaf Ibu, kami harap kehadiran kami tidak menggangu, kami pamit pulang Ibu, Assalamualaikum" ujar Oktavia


“Sama sekali tidak menggangu kok Bu, Wa Alaykum Salam Wa Rahmatullah Wa Barakatuh"


Lukas dan Oktavia kembali ke mobil secepat mungkin, wajah Alex sudah memerah karena jengkel, pemuda itu melipat kedua tangannya di dada dengan wajah masam dan berpaling karena merasa waktunya telah dihabiskan untuk hal-hal sepele seperti barusan, namun Lukas dan Oktavia tidak terlalu memperdulikan hal itu, mata mereka tetap terfokus ke jalan raya, selama perjalanan berlangsung, kebisuan mengelilingi seluruh ruangan, tak ada satu patah katapun yang terlontar dari mulut-mulut mereka, hingga akhirnya tibalah mereka di rumah sakit, setelah Lukas memarkirkan mobilnya di tempat parkir basement, mereka bertiga turun dari mobil dan langsung bergegas menuju pintu utama rumah sakit, mereka bertiga mempercepat langkahnya menuju IGD, mereka bertiga bertemu dengan kedua orang tua Vera, kemudian berbincang-bincang.


“Assalamu Alaykum Pak Hardy, Bu Kristina, bagaimana kondisi Vera? Apa sudah ada perkembangan sejauh ini?" Lukas memberi salam kemudian langsung bertanya to the point.


“Belum Pak, do'akan saja semoga anak kami cepat pulih" sahut Hardy


“Pasti, insyaallah kami tidak akan pernah lupa untuk selalu mendoakan anak Anda Pak, semoga Vera segera diberikan kesembuhan total" ujar Lukas yang optimis dan yakin


sampai akhirnya tibalah waktu sore hari, disana sudah ada banyak orang yang berkumpul, kecuali Alam Firmansyah yang masih stay di pondok pesantrennya dan tidak tahu menahu soal tragedi ini, di sana juga ada Jake tentunya, dan ada juga CSnya Alex beserta para orang tua mereka, dan juga... Si musuh bebuyutan Alex Felixius tentunya... Ya, siapa lagi kalau bukan si miskin, si cacat, si gagu, dan si buruk rupa, seorang pemuda yang terlihat bodoh dan polos, namun kenyataannya dia juga lumayan cerdas, Ahmad Sujono, dan juga tentunya selalu ada malaikat nan anggun di sampingnya, si jenius dan bintang kelas XII Bahasa, Aidah Salma, mata Alex menatap tajam ke arah Jono, pemuda 18 tahun itu sudah tak sabar lagi untuk mengayunkan kepalan tangannya yang menganggur di bawah sana ke bibir jeleknya.

__ADS_1


“Awas lo gagu, gue bakal bales dendam ame lo pada saatnya nanti, tunggu aje tanggal mainnye ntar, inget ye gagu, gue diskors dari sekolah tuh gara-gara lo, dan gue udeh kagak sabar pingin ngerontokin tuh gigi-gigi lo yang jelek itu tuh, awas aje lo ye gagu, gue kagak bakal pernah menyerah untuk membuat hidup lo tenang selamanya, camkan itu baik-baik!" gumam Alex dalam hati


“Apa? Alex juga dateng ke sini? Agenda apa lagi yang bakal dia susun hari ini? Demi Tuhan kalo gue nggak terpaksa gue nggak bakal mau hadir di sini, tapi apa daya? Salma yang mendorong gue untuk datang ke sini" gumam Jono dalam hati


“Jono, kamu tenang ya sayang ya, kendalikan emosi kamu, jangan hiraukan Alex dan teman-temannya, bersikaplah biasa-biasa saja" bisik Salma yang mencoba menenangkan Jono yang sejak Alex datang wajahnya langsung memerah dan hatinya juga seketika mendidih, namun setelah Pak Hardy membuka suara, akhirnya situasi mulai kembali kondusif.


”Terimakasih ya semuanya, karena kalian semua sudah mau menyempatkan diri untuk hadir disini, kami sebagai orang tua dari Vera Melissa hanya bisa meminta do'a dari kalian untuk kepulihan putri kami, insyaallah do'a kalian semua lebih cepat diijabah oleh Yang Di Atas" ujar Hardy yang memulai pembicaraan


“Amiiin... Terima kasih juga karena Anda telah menerima niat baik kami yang tidak seberapa ini Pak, kami harap Anda sekalian bisa memaklumi kekurangan kami" sahut Lukas


“Saya harap semua orang tua yang hadir di sini bisa menjaga putra-putri kalian dengan sebaik mungkin, jangan sampai anak Anda sekalian bernasib sama dengan anak saya Vera" ujar Hardy yang tanpa sadar buliran bening membasahi wajahnya


“Terimakasih Pak Hendrick, saya kaget lho Anda dan istri kok bisa datang ke sini juga? Bukannya kalian sedang shooting acara sinetron?" tanya Hardy heran sekaligus sungkan karena pria itu merasa mengambil waktu sibuk orang lain.


“Nggak Pak, kami sudah izin kok ke sutradara, lagipula semenjak saya dan istri saya sibuk shooting kan kita juga jarang sekali bertemu seperti sekarang ini, betul kan Pak Lukas?" ujar Hendrick


“Betul sekali Pak" sahut Lukas sambil mengukir senyum tipis di wajahnya


“Oh iya Pak Hendrick, Pak Willy, kapan kita bisa ketemu? Saya minta waktu luang Anda sekalian, ada hal penting yang mau saya bicarakan" sambungnya memberitahu ayah Alyssa dan Ruben

__ADS_1


“Wah, gawat nih, pasti Papa mau membicarakan peristiwa malam itu lagi, iiiish, nyebelin banget sih nih bokap satu, udah ngapa sih nih masalah jangan diperpanjang lagi, heran gue ame nih orang, ck, mana gue belum berhasil menyingkirkan si gagu ini lagi nih, ngganggu pemandangan aje nih orang kismin, pokoknye gue kagak mau tau, gue harus cari cara bagaimana supaya papa batal bertemu dengan om Willy dan om Hendrick" gumam Alex dalam hati


“Gampang Pak, nanti kita atur aja kapan waktunya, kita bisa saling kontak" sahut Willy


“Betul Pak, saya juga bisa izin tidak shooting lagi kok kalo memang betul ini urusan penting, Anda kan tau sendiri kalau saya selalu sibuk shooting, belum lagi menjadi tokoh utama dalam sebuah sinetron itu memang cukup melelahkan Pak" ujar Hendrick menimpali


“Iya Pak betul, tapi Alhamdulillahnya kantong terus menebal kan Pak? Wkwkwkwk" sahut Lukas yang mulai bercanda


“Wkwkwkwk, Pak Lukas, Anda ini bisa aja" Hendrick mulai terkekeh


To Be Continued 🙏🙏🙏😌😌😌


Jangan lupa untuk memberikan ide-ide alur cerita yang menarik buat author baru ya guys, terimakasih sebelumnya, tolong berikan like, vote, komentar, kritik, dan saran yaaa... Love you my readers 🙏🙏🙏😌😌😌


Oh iya... Sambil menunggu up berikutnya... Mampir ke karya temanku Yuthika Sarah ya guys... Berjudul : Begitulah Takdir


👇👇👇


__ADS_1


__ADS_2