Antara Jeritan Dan Harapan

Antara Jeritan Dan Harapan
PART 55 : Majikan Kurang Ajar


__ADS_3

NB : Novel ini masih dalam tahap revisi jadi bacalah dengan teliti dan bijak mohon dikoreksi jika ada yang salah, selamat membaca my beloved readers 🙏🙏🙏😌😌😌


“Lepaskan tangan kotor kamu itu dari anak saya, biar saya sendiri yang membantunya, kamu tidak berhak menyentuh dia! Sebaiknya kamu pergi dari sini! Pergi!!! Saya tidak mau melihat wajah kamu lagi! Pergi sana!!!" celetuk Karin


“Hoek!!!" Alyssa mencoba lari secepat mungkin ke kamar mandi


“Alyssa! Alyssa! Are you okay?" Alex memanggil Alyssa namun gadis itu tidak memperdulikannya karena isi perutnya sudah berada di ujung tenggorokannya, dia terus berlari menuju kamar mandi


Sesampainya dia di kamar mandi, gadis itu membuka tutup toilet dan...


“Hoeeek!!! Uhuk! Uhuk!" Alyssa memuntahkan semua isi perutnya ke dalam lubang toilet, apapun yang telah gadis itu makan dan minum keluar begitu saja dari perutnya tanpa sisa.


***


“Sekarang kamu keluar dari sini Alex! Sebelum saya terpaksa bertindak kasar sama kamu, PERGI!!!" pekik Karin


“Karin!" sahut Hendrick


“Diam kamu Mas! Mungkin ini memang rumah kamu, tapi rumah kamu juga rumah aku Mas, jadi aku berhak ngusir Alex dari sini, pergi kamu Alex! Tinggalkan anak saya!!!" pekik Karin sambil mendorong-dorong Alex ke arah pintu keluar, kemudian Karin berlalu begitu saja.


“Om, Alex benar-benar minta maaf atas apa yang terjadi malam ini, Alex tau apa yang Alex lakukan salah" ujarnya memohon maaf

__ADS_1


“Alex, maafkan sikap tante Karin ya nak ya, sekarang kamu pulang ya, besok Om telfon kamu, ada yang mau Om omongin, sekarang kamu pulang nak ya, ini sudah larut malam, pasti kedua orang tuamu menunggu, hati-hati di jalan, sampaikan salam Om buat Papa kamu" ujar Hendrick


“Iya Om, nggak masalah, Alex memang salah, dan oh iya Om, nanti Alex juga sampaikan salam Om buat Papa, semoga Aly cepat membaik ya Om, nanti Alex juga mau telfon Aly kalo dia udah lebih baik, Alex pamit dulu Om, permisi, Assalamualaikum" ujar Alex berpamitan dan mencium punggung tangan Hendrick


“Wa Alaykum Salam Wa Rahmatullah Wa Barakatuh" sahut Hendrick


“Mmmm... Tunggu dulu Alex, tunggu, kamu nggak bawa kendaraan? Om antar kamu pulang ya?" ujar Hendrick menawarkan tumpangan dan menghentikan langkah Alex


“Mmmm... Nggak usah Om, nggak usah, saya pulang naik taksi online aja, ini sudah larut malam, saya nggak mau ngerepotin Om Hendrick" sahut Alex


“Kamu yakin?" tanya Hendrick memastikan


“Iya Om saya yakin, sebaiknya Om Hendrick tetap di rumah aja, kasihan Aly, dia pasti lemes banget malam ini, lagipula, dia juga butuh perhatian penuh dari Om, Om Hendrick percaya sama saya kalo niat saya hanya iseng-iseng aja, nggak ada niatan selain itu... Saya permisi Om, Assalamualaikum" ujar Alex


“Iya Om, Amiiin, terimakasih Om, Om Hendrick baik banget, Om memang bener-bener calon mertua idaman, andai saja Papa sebaik Om Hendrick" jawab Alex sambil tersenyum manis


Hendrick hanya menanggapi komentar Alex dengan balasan senyum manis, kemudian pria itu masuk ke rumahnya meninggalkan Alex di teras dan menutup pintu rumahnya perlahan


Tiba-tiba guntur mulai bersahutan, ternyata suasana gelapnya malam tak hanya diterangi lampu-lampu jalanan tapi juga cahaya kilat, Alex mulai melangkah keluar ke arah gerbang rumah keluarga Geofanus, ia berjalan perlahan dan sempat menoleh ke belakang sebentar dengan wajah murung karena merasa kasihan dengan kondisi kekasihnya Alyssa, pemuda itu mengambil nafas dalam-dalam dan membuangnya kembali, namun karena sudah tidak ada lagi yang bisa ia lakukan, akhirnya pemuda itu pun benar-benar pergi dan membuka pintu gerbang rumah Alyssa, dan segera memesan taksi online untuk perjalanan menuju rumahnya, hujan deras mulai turun, tapi untungnya 5 menit kemudian taksi online itu tiba, dan Alex pun menaikinya, uniknya, di dalam taksi online itu Alex masih saja mengkonsumsi bir, memakan waktu sekitar 15 menit untuk sampai ke rumahnya, setelah membayar, Alex turun dari taksi online, walaupun hujan masih mengguyur deras, Alex turun dengan santainya kemudian ia masuk ke gerbang rumahnya, kemudian dengan kondisi basah kuyup dan wajah yang masih murung Alex menekan tombol bel rumahnya beberapa kali.


“Ting tong!"

__ADS_1


“Ya Allah, jangan-jangan itu den Alex, iya sebentar Den" ujar bik Inah yang langsung menuju ke pintu rumah keluarga Felixius, kemudian wanita 57 tahun itu membukanya dan menyambut kedatangan majikannya, Alex Felixius


“Ya Allah Den Alex darimana aja sih Den? Kenapa Aden basah kuyup dan murung begini toh Den? Ada masalah toh? Ngomong sama saya Den"


“Iiish! Udah tau gue murung gini masih ditanyain ade masalah lagi! Ya iya lah gue lagi bete sekarang! Udah ah minggir sana lo babu gembel!" celetuk Alex yang mendorong bik Inah hingga wanita itu jatuh tersungkur ke tanah


“GUBRAK!!!"


“Astaghfirullahaladziiim! Ya Allaaah, Den Alex sadar Den! Sadar! Pasti Den Alex habis mabuk-mabukan lagi ya kan? Kok bau alkohol? Terus itu kenapa badan Den Alex bau parfum perempuan? Pasti itu parfum pacar Den Alex kan? Kapan sih Den Alex mau tobat Den? Ya Allaaah, tobat Den! Tobaaat!!! Pacaran dan mabuk-mabukan itu dosa besar Den, Allah bisa murka sama Den Alex! Tolong dengerin Bibik Den, Bibik ini sama dengan nyonya Oktavia Den, Bibik orang tuamu juga! Kenapa Den Alex tega melakukan ini ke Bibik? Ya Allah Astaghfirullahaladziiim!!! Hiks hiks" pekik Inah yang malah menasehati Alex hingga ia menangis tersedu-sedu


“Jedag!!!" Alex malah menendang bahu kiri bik Inah dengan sepatunya


“Allahu Akbar!!! Astaghfirullahaladziiim!!! Astaghfirullahaladziiim!!! Hiks hiks" Inah terus menyebut asma Allah dan masih terus menangis tersedu-sedu


“Eh babu gembel!!! Denger ye, gue majikan lo! Bukan anak lo tolol!!! Lo buta ape gimane sih lo hah??? Gue Alex Felixius orang paling kaya se-Jakarta! Lo kagak pantes gue sebut sebagai orang tua! Ngerti lo babu??? Awas kalo sampe' lo sekali lagi ngomong kalo lo sama dengan nyokap gue! Bukan kaki gue yang melayang ke lo! Tapi botol ini yang bakal bikin kepala lo itu pecah! Ngerti lo Babu??? Sekarang gue mau istirahat! Gue bete banget! Jadi tolong jangan ganggu gue dengan alasan apapun! Denger kan lo babu gembel??? Hah??? Denger kan lo??? Bawel banget!!!" pekik Alex sambil menekan wajah Inah dengan tangan kanannya dan menghardik Inah habis-habisan, kemudian ia berlalu begitu saja meninggalkan Inah yang tak berdaya


To Be Continued 🙏🙏🙏😌😌😌


Jangan lupa untuk memberikan ide-ide alur cerita yang menarik buat author baru ya guys, terimakasih sebelumnya, tolong berikan like, vote, komentar, kritik, favorit, dan saran yaaa... Love you my readers 🙏🙏🙏😌😌😌


Oh iya... Sambil menunggu up berikutnya... Mampir ke karya temanku Mphoon ya guys... Berjudul : Jodohku Di Depan Mata👇👇👇

__ADS_1



__ADS_2