Antara Jeritan Dan Harapan

Antara Jeritan Dan Harapan
PART 15 : Korban Dan Karma Bullying


__ADS_3

NB : Novel ini masih dalam tahap revisi jadi bacalah dengan teliti dan bijak mohon dikoreksi jika ada yang salah, selamat membaca my beloved readers 🙏🙏🙏😌😌😌


Sepulang dari sekolah, Salma yang mengantarkan Jono pulang ke rumahnya, ia mempersilakan Jono naik, kemudian Salma mengendarai motornya dengan kecepatan sedang.


“Jono, sampai di rumah kamu istirahat ya sayang ya, jangan banyak aktivitas dulu, kamu baru boleh beraktivitas ketika nanti kamu udah sembuh, mulai sekarang aku yang akan merawatmu dan ibumu, dan aku juga yang akan berjuang untuk menafkahi keluargamu"


“Sudahlah Salma, tidak usah repot-repot seperti itu, insyaallah aku juga bisa mencari nafkah dengan cara yang halal, lagipula kamu kan juga harus fokus dengan Diniyyahmu di pondok, maka dari itu aku tidak ingin memadatkan jadwalmu, aku takut kalo sewaktu-waktu kamu sakit"


“Kalau soal pondok pesantren, aku bisa minta surat izin untuk absen ke pengawas, buat aku merawat keluargamu jauh lebih penting dari segalanya, belum lagi aku juga sebenarnya malas jika aku kembali ke pondok dan kembali melihat wajah si Alam itu, aku tau dia sudah lama mencoba untuk memancing-mancingku agar tertarik dengannya, tapi demi Allah sampai kapanpun hatiku tidak akan pernah bisa ditaklukkan dengan mudah, karena aku hanya bisa mencintaimu Jono"


“Ya Tuhan Salma, kamu sampai segitu pedulinya dengan keluargaku? Padahal aku tidak meminta imbalan apapun darimu, maafkan aku karena aku telah merepotkanmu"


“Aku sama sekali tidak kerepotan, aku ikhlas melakukan ini semua"


Sesampainya di komplek mereka, Salma menuntun Jono berjalan perlahan hingga ke depan pintu rumah Jono, ia mengetuk pintu dan mengucapkan salam, Nadia adik Jono yang membukakan pintunya, dan ia langsung kaget bukan main, jelas saja, siapa yang tidak kaget ketika melihat abang tercinta babak belur begitu, akhirnya ketiga adik Jono langsung membawanya ke kamar dan dibaringkan di kasurnya, Hilda yang melihat kondisi putranya itu langsung menangis sesenggukan, ia bertanya pada Salma tentang apa yang telah terjadi dengan anaknya.


“Astaghfirullah, mas Jono kenapa?" tanya Nadya yang perhatian


“Ya Allah Jono kamu kenapa sayang???" Tanya Hilda sambil menangis


“Dia habis dipukuli teman-temannya tante, biasa lah, anak-anak yang suka mencari perhatian memang kayak gitu" sahut Salma


“Ya Allaaah!!! Tega sekali mereka itu, semoga mereka semua segera mendapatkan hidayah dari Allah, bagaimana nasib mereka sekarang?"


“Mereka dipanggil ke ruang BK dan diskors selama 2 bulan tante, tapi tante nggak usah khawatir, karena Salma akan merawat tante dan Jono sampai kalian benar-benar pulih, Salma akan izin ke pondok untuk absen sementara waktu, Salma mau bantu keluarga tante dengan mencari nafkah yang halal, Salma mau jualan gorengan keliling" jawab Salma

__ADS_1


“Apa? Tante nggak mau merepotkan kamu sayang, kamu nggak perlu melakukan itu"


“Memang saya sendiri yang menginginkan itu tante"


“Semoga Allah membalas kebaikanmu ini nak"


“Tante sudah seperti ibu saya sendiri, jadi ini semua sudah jadi tanggung jawab saya, lagipula kalian sedang kesulitan dan butuh pertolongan khususnya dalam masalah ekonomi, jujur saya senang kok kalo saya bisa membantu meringankan beban kalian"


“Aku Salma, akulah yang akan jadi tulang punggung mereka, bukan kamu, kamu sudah cukup sibuk sekarang ini" sahut Jono


“Kamu tidak mungkin bisa mencari nafkah dengan kondisimu yang masih belum pulih ini" jawab Salma


Jono berniat untuk mendudukkan dirinya, tapi Salma yang melihat tingkahnya itu langsung mencegahnya.


Salmapun mengambil air hangat dan kain bersih kemudian ia usapkan perlahan pada darah dan luka lebam di sekujur wajah Jono, sesekali Jono meringis kesakitan, Salma yang tidak tega melihat itu langsung menangis, namun Jono mengusap air matanya sambil mencoba untuk tersenyum, Salma yang masih menangis menggelengkan kepalanya, ia ingin memeluk Jono tapi disatu sisi ia takut rasa sakitnya akan bertambah jika ada tekanan pada tubuhnya, Hilda yang melihat kejadian itu juga tak kuasa menahan tangis.


“Ya Allah baik sekali gadis ini, semoga kelak ia bisa menjadi menantuku, dan semoga aku mempunyai cucu darinya" gumamnya dalam hati.


“Salma, sampai kapan kau akan seperduli ini terhadapku?"


“Sampai aku mati Jono, karena aku mencintaimu dengan tulus, bahkan aku rela kalau aku menjadi istrimu, aku yang akan membiayai semua biaya pengobatanmu ke dokter sampai kau benar-benar menjadi normal"


“Terimakasih Salma"


“Sama-sama sayang"

__ADS_1


***


Sementara si 4 Sekawan yang baru diskors selama 2 bulan ini sedang saling bermusuhan antara dua pasang kekasih baik Alex dan Alyssa serta Ruben dan Jennifer sama-sama masih saling tidak tegur sapa, Alyssa yang bermalam di rumah Jennifer hanya menghabiskan waktunya untuk bergadang semalaman menonton acara TV ditemani hujan di malam itu juga, mereka menikmati pop corn layaknya menonton bioskop, akhirnya Alyssa teringat akan rencana Alex untuk menonton bioskop dan jalan-jalan ke mall terbesar di Jakarta Selatan yaitu Pacific Place, air matanya membasahi wajahnya.


“Lho Sa, kok lo nangis? Kenapa beb? Lo keinget Alex ya?"


“Iya beb, gue merasa bersalah sama dia, ini kontaknya aja masih gue blokir, kita nobar film gini aja gue langsung keinget sama janjinya dia, lo inget kan? Dia ngajakin nobar bioskop pas kita di sekolah tadi"


“Iye Sa, jujur gue juga bingung harus gimana, masalahnya yang blokir nomor gue tuh Ruben, apa kita memang lagi kena karma ya gara-gara bully si gagu? Gue kalo inget lagi skandal waktu itu jujur gue malu banget sis"


“Seminggu lagi si Alex gue buka blokirnya, kita bahas soal rencana kita ke mall dan nonton bioskop itu, sekarang ini biarin dia tenang dulu, gue nggak mau hubungi dia selama dia masih nggak tenang"


“Gue tuh malah kasihannya sama Ruben, dia blokir nomor gue karena kita berantem, dan di tambah lagi bokap nyokapnya ke Paris, pasti lagi stress berat dia sekarang"


“Gini aja sis, kalo nanti gue buka blokirnya Alex, gue bakal telfon dia dan ngomong baik-baik, habis itu kita mampir ke rumah Ruben dan minta maaf ke dia, gimana?"


“Usul yang bagus tuh, gue setuju banget, tapi moga aja Ruben dan Alex mau maafin kita ya Sa"


“Gue yakin bahwa seiring dengan berjalannya waktu mereka pasti akan menerima kita lagi"


“Moga aja begitu ya Sa ya"


To Be Continued


Jangan lupa untuk memberikan ide-ide alur cerita yang menarik buat author baru ya guys, terimakasih sebelumnya, tolong berikan like, vote, komentar, kritik, dan saran yaaa... Love you my readers 🙏🙏🙏😌😌😌

__ADS_1


__ADS_2