Antara Jeritan Dan Harapan

Antara Jeritan Dan Harapan
PART 76 : Ustadz Basyir Datang


__ADS_3

NB : Novel ini masih dalam tahap revisi jadi bacalah dengan teliti dan bijak mohon dikoreksi jika ada yang salah, selamat membaca my beloved readers 🙏🙏🙏😌😌😌


Setelah sang petani tadi mengabarkan kepada teman-temannya untuk berkumpul di depan masjid, dan uang-uang itu sudah dibagi rata, mulailah mereka berteriak-teriak menghina Alam Firmansyah yang lugu dan tidak tau apa-apa itu


“Wahai para warga kompleks sekalian! Ternyata disini ada seorang anak kyai yang sudah melakukan tindakan tak senonoh dengan anak seorang DPR! Adakah kejahatan yang lebih hina daripada ini??? Tidakkah seharusnya kita menyerahkannya kepada pihak yang berwajib saja???" pekik salah seorang petani


“Ah! Sudahlah Pak, kita hajar aja anak kurang ajar ini!" seloroh petani lainnya


Warga kompleks berhamburan keluar dan karena mayoritas penduduk di sana adalah orang-orang awwam, mereka langsung bertindak gegabah dan membuat kegaduhan di area masjid, Ruben bangkit dari duduknya dan kembali tersenyum devil Alex juga melakukan hal yang sama di belakang panggung diikuti oleh Alyssa dan juga Jennifer


“Ruben! Dasar penipu! Jadi selama ini lu cuma pura-pura aja! P*rs*t*n! Pengkhianat! Licik!!!" umpat Alam kesal


“Aaah udah Pak hajar aja hajar!!!" pekik Alex yang menjadi syaithanirrajim di belakang panggung


Alam Firmansyah dimasa, dikeroyok sampai tak berdaya, masyarakat begitu marah dan memukuli Alam secara membabi buta


“Stoooop!!! Stop! Hentikan perbuatan kalian ini!!! Ingat Allah saudara-saudaraku sekalian!!! Ingat Allaaaah! Takutlah kepada-Nya! Istighfar! Astaghfirullahaladziiim!!! Kegilaan apa yang telah kalian lakukan ini???" pekik ustadz Basyir yang kebetulan lewat di depan masjid, pria 70 tahun itu berlari ke arah kerumunan massa dan mengakhiri aksi massa tersebut.


“Pak Ustadz, sebaiknya Pak Ustadz minggir saja! Kami telah mendengar bahwa anak kyai yang tidak tau diri ini telah berbuat tindakan tak senonoh dengan anak seorang DPR! Dengan dia!" ujar salah seorang warga yang telah menghentikan aksinya sambil menunjuk ke arah Jennifer


“Astaghfirullahaladziiim... Kenapa hati kalian menjadi bringas seperti ini? Bukankah sudah berkali-kali saya katakan bahwa jangan cepat percaya dengan 1 atau 2 berita yang belum tentu benar dan belum jelas darimana asalnya, begini warga sekalian, ingat ayat Al-Qur'an yang dulu pernah saya bacakan kepada bapak-bapak sekalian? Bahwasanya Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :


يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِنْ جَآءَكُمْ فَا سِقٌ   بِۢنَبَاٍ فَتَبَيَّنُوْۤا اَنْ تُصِيْبُوْا قَوْمًا   بِۢجَهَا لَةٍ فَتُصْبِحُوْا عَلٰى مَا فَعَلْتُمْ نٰدِمِيْنَ

__ADS_1


Yang artinya :


"Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu."


“Semua itu tertulis di dalam Al-Qur'an surat Al-Hujurat Ayat 6 bapak-bapak sekalian, ingatlah bahwa tidak setiap berita dan kabar itu benar-benar nyata, banyak juga berita-berita palsu atau yang biasa disebut hoax Pak, bapak-bapak harus mengerti semua itu, saya mohon sekali lagi Pak tolong hentikan kegaduhan ini sekarang juga!" jelas ustadz Ba'asyir tegas dan lugas


“Ayo Nak Alam, kamu bisa bangun Nak?" sambungnya sambil mengulurkan tangannya untuk meraih tangan Alam


“Awas Nak hati-hati" ujarnya lagi, perlahan-lahan Alam bangkit dari tanah dibantu oleh ustadz Basyir tentunya


“Nah bapak-bapak sekalian, sekarang ini saya mau bertanya kepada kalian, apa berita yang kalian dengar ini benar-benar terjadi atau tidak?" ujarnya beralih melontarkan pertanyaan


“Itu semua benar Pak Ustadz! Saya bersedia menjadi saksinya!" celetuk Alex yang berdiri di barisan paling belakang


“Saya Pak, saya! Alex Felixius, anak seorang pengusaha Freeport yang terkenal kaya raya itu" jawab Alex percaya diri


“Astaghfirullahaladziiim! Apa kamu punya bukti yang nyata anak muda?" ustadz Basyir kembali bertanya


“Saya Pak, saya sendiri lah yang telah dip*rk*s* sama orang yang tidak tau diri ini!" celetuk Jennifer


Ustadz Basyir berfikir lebih jauh, bagaimana mungkin orang sekelas Alam Firmansyah yang katanya adalah seorang santri terbaik di pondok pesantren Al-Hikmah putra, bisa sesegan itu melakukan hal-hal yang jelas-jelas dilarang oleh agama.


“Maaf anak muda, saya pernah melihat kamu beberapa kali sebelumnya, saya tau kamu sering berada di kompleks ini, tapi setau saya, kamu tidak pernah datang ke masjid ini untuk tujuan beribadah kepada Allah" ujar ustadz Basyir

__ADS_1


“Bukankah sudah beberapa kali kamu saya berikan pencerahan ketika orang-orang berkumpul di depan masjid ini untuk meminta nasehat kepada saya setelah kami usai shalat berjamaah Nak? Ayolah Nak, sebelum semuanya terlambat, bertaubatlah kepada Allah, jangan buat Allah murka dengan tingkah lakumu itu anak muda, dan untuk kamu Alam–"


“Maafkan saya Pak Ustadz, saya memang khilaf!" tiba-tiba saja Alam menjatuhkan tubuhnya dan bersujud di kaki Ustadz Basyir


“Eh! Eh! Ya Allah! Astaghfirullah! Berdiri Nak Alam! Ayo bangun Nak!" sontak ustadz Basyir membantu Alam untuk berdiri kembali


“Istighfar Nak Alam, kenapa tiba-tiba Nak Alam mencium kaki saya? Yang lebih pantas kamu sujudi adalah Allah Tuhan semesta alam Nak, saya tidak mau diperlakukan seperti ini" sambungnya risih


“Saya malu Ustadz... Saya malu... Karena saya telah berbuat dosa besar yang sangat dibenci Allah, saya benar-benar khilaf Ustadz, hiks hiks, saya mau tobat... Saya mau tobat Ustadz" ujar Alam lirih


“Alhamdulillah! Subhanallah! La Hawla Wa La Quwwata Illa Billah! Bertaubatlah Nak, karena sesungguhnya Allah maha penerima taubat lagi maha pengampun, sebesar apapun dosa yang telah kamu perbuat Nak... Yakinlah" ujar ustadz Basyir memberi wejangan


“Kalian lihat ini wahai para warga sekalian? Dia sudah bertaubat dan mengakui kesalahannya, dan ingatlah sekali lagi bahwa sesungguhnya Allah maha pengampun lagi maha penerima taubat, maka apakah diantara kalian masih ada yang tega untuk menghakiminya seperti ini? Siapakah yang lebih pantas untuk menghakimi makhluk selain Dia Yang telah Menciptakannya? Bahkan kalian tega memukulinya sampai berdarah-darah seperti ini? Siapakah diantara kita yang bisa mengetahui isi hati seseorang? Kalian? Saya? Atau yang lainnnya? Tidak wahai saudara-saudaraku sekalian, bahkan kita sendiripun tidak pernah tau apa yang ada di dalam hati nurani kita... Yang tau semua itu hanya Allah wahai saudara-saudaraku sekalian, hanya Allah!"


“Sekarang saya minta kalian semua untuk pulang ke rumah masing-masing, dan ingat! Jangan pernah lagi membuat kegaduhan di manapun, terlebih lagi di masjid"


To Be Continued 🙏🙏🙏😌😌😌


Jangan lupa untuk memberikan ide-ide alur cerita yang menarik buat author baru ya guys, terimakasih sebelumnya, tolong berikan like, vote, komentar, kritik, favorit, dan saran yaaa... Love you my readers 🙏🙏🙏😌😌😌


Sambil menunggu up berikutnya, mampir ke karya temanku Selvi ya guys... Berjudul : My Lovely My Angel👇👇👇


__ADS_1


__ADS_2