ASMARA TURUN RANJANG

ASMARA TURUN RANJANG
Jangan lupa berdoa


__ADS_3

Martin memimpin sebagai imam untuk istrinya, malam itu keduanya berdoa agar segera diberikan anugerah terindah untuk mereka berdua, kehadiran jabang bayi dalam kandungan Aira. Tentunya akan menambah kebahagiaan keduanya.


"Ya Allah ya Robbi! Semoga Engkau segera memberikan kepercayaan kepada kami, anugerah kan kepada kami keturunan yang shalih dan shalihah, yang berbakti kepada kedua tuanya dan juga agamanya. Ya Allah hanya Engkau lah yang maha besar dan maha kuasa, Aamiin!"


Martin mengusap wajahnya dengan kedua tangannya begitu pun juga dengan Aira, setelah itu Aira mencium tangan Sang suami.


Martin pun tersenyum dan mengecup lembut kening sang Istri.


"Semoga Allah segera mengabulkan doa kita ya, Mas!" ucap Aira sembari menatap wajah Martin lekat-lekat.


"Inshaallah semoga saja, tentunya selain doa juga harus dibarengi dengan ikhtiar. Tadi kita sudah berdoa, tinggal ikhtiar nya yang belum. Ayo!" Martin berkata dengan senyum yang mengembang, Ia pun melepaskan mukena yang menutupi aurat sang istri. Perlahan namun pasti, mukena berwarna putih itu terlepas dari tubuh Aira.


"Kamu tunggu dulu ya, Mas! Aku mau ke kamar mandi sebentar." kata Aira sembari menepis tangan Martin yang mulai membuka lingerie yang masih menempel pada tubuh istrinya.


"Kamu menggantungku lagi? Sudahlah nggak usah pakai ke kamar mandi segala, buat apa sih?" protes Martin yang sedikit kesal. Pria itu langsung berbaring di atas ranjang sambil memeluk guling. Aira tersenyum dan menghampiri suaminya.


"Duuh ngambek nih suamiku! Nggak boleh sering-sering ngambek lo Mas! Nanti cepat tua. Aku cuma ingin melaksanakan Sunnah sebelum kita bersama, tunggu di sini, Mas! Aku nggak lama kok!" pamit Aira sembari meninggalkan ciuman pada pipi Martin.


"Hmm jangan lama-lama ya!" Martin tampak menahan tangan Aira dengan senyum smirk nya. Aira menggelengkan kepalanya dan kemudian dirinya segera beranjak pergi ke kamar mandi.

__ADS_1


Tentu saja kepergian Aira tidak lepas dari pandangan mata sang suami yang sudah begitu tergoda dengan penampilan Aira malam ini yang sudah mengenakan pakaian haram itu.


Setelah Aira tiba di dalam kamar mandi, Ia pun segera membersihkan dirinya dan tentu saja Ia memberikan wewangian pada tubuh dan area sensitifnya, itu bertujuan agar sang suami senang dan betah berlama-lama dengan dirinya, selain itu tak lupa dirinya menyikat gigi terlebih dahulu, agar nafasnya selalu membuat sang suami lumpuh dan ingin selalu merasakan kehangatan darinya.


Setelah Aira membersihkan dirinya, Ia pun keluar dari kamar mandi, Ia melihat Martin sudah bersiap dengan selimut yang sudah menutupi sebagian tubuhnya, tentu saja Aira dibuat tertawa melihat persiapan sang suami, bagaimana tidak tertawa, Martin tampak menaikkan alisnya berkali-kali, dan merapikan tempat tidur Aira sambil menepuk-nepuk ranjang tidur itu. Seolah-olah Martin mengajak Aira untuk tidur di sampingnya.


Sementara Aira masih berlanjut ke meja riasnya, Ia pun mulai memoleskan make up tipis-tipis, setidaknya Ingin sang suami terpesona dengan kecantikan wajahnya dengan menambahkan lipstik dan bedak, meskipun sangat simpel, Aira hanya menggunakan dua makeup itu untuk menambah riasan wajahnya. Tapi nyatanya, wajah Aira terlihat semakin cantik, meskipun Ia mengaplikasikan nya tipis tidak terlalu tebal, Ia pun tak lupa menggerai rambut panjangnya dan menyisirnya dengan rapi, Ia meletakkan rambut panjang itu ke samping kiri, agar memudahkan sang suami untuk mencumbu dirinya.


Sentuhan terakhir sebelum dirinya melaksanakan kewajibannya sebagai seorang istri adalah dengan menyemprotkan parfum yang disukai oleh sang suami, Ia menyemprotkan nya di titik-titik tertentu, agar parfum itu bertahan lama seperti pada area pergelangan tangan, dada dan tentu saja pada tengkuk dan belakang telinganya, dimana tempat itu adalah spot yang paling disukai oleh Martin.


Setelah semuanya Aira lakukan, kini tiba saatnya dirinya menghampiri sang suami dengan gaya yang menggoda, Aira berjalan berlenggak lenggok dengan tatapan yang sangat menggoda, Martin dibuat berkeringat dingin, Ia tak menyangka jika Aira yang selama ini tertutup dengan gamis panjang, malam ini Ia menunjukkan sisi luarnya yang tidak kalah menggodanya dengan wanita-wanita yang dipajang di sebuah rumah kaca. Hanya saja, cuma Martin yang bisa menikmati keindahan tubuh Aira, dari jauh sudah terlihat Aira melepaskan penutup yang melindungi tempat Syurga-nya para suami.


Aira pun tiba di ranjang tidur mereka, Ia merangkak naik mendekati suaminya, tentu saja pemandangan yang semakin indah terpampang jelas di hadapan Martin saat ini.


Nafas Martin terlihat semakin sesak saat Aira tiba tepat di hadapannya dengan duduk di pangkuannya.Ia melingkarkan tangannya pada leher Martin sembari memainkan wajah Martin dengan menyentuhnya dengan satu jari.


Ia tersenyum nakal kepada sang suami dan berkata, "Apa Kamu menginginkan ku malam ini, Mas?" rupanya pertanyaan Aira dibalas Martin sembari memeluk istrinya erat. "Jangan tanyakan itu lagi, pasti Aku sangat menginginkan nya, tubuhmu harum sekali, Sayang!"


Tanpa basa-basi Martin membawa tubuh sang istri untuk masuk ke dalam selimut bersamanya.

__ADS_1


"Tunggu, Mas!"


"Hmmm apa lagi!"


"Jangan lupa berdoa!"


"Tentu saja!"


...BERSAMBUNG...


*


*


*


Mampir dulu yuk ke karya kak Neng Syantik yang berjudul GAIRAH ISTRI SIMPANAN. Cuss🏃🏃🏃🏃


__ADS_1


__ADS_2